
Brian dan Amelia diundang David Angela makan malam bersama. Angela meminta Amelia mengajak Lovely. Brian Amelia dan Lovely duduk. David mendekati Amelia dan menggoda Lovely.
David: sayang.. ikut paman mau tidak?
Paman punya puding spesial untukmu.
Lovely merengek, memberontak ingin ikut David. Tubuh Lovely menggeliat, menatap David.
"Hmmm..mamamam.."
Amelia memberikan Lovely pada David, David menggendong Lovely dan memeluk Lovely. Lovely tertawa, menunjukan giginya. David duduk dan memangku Lovely. Angela menciumi Lovely, Angela mengajak Lovely berbicara.
Brian: cepatlah miliki baby. Kalian jangan menunda lagi.
David: sedang dalam proses. Perlahan tapi pasti.
Amelia: hmmm.. pasti nanti anak kalian akan sangat tampan dan cantik. Seperti papa dan mamanya.
Angela: boleh aku mmeberi Lovely puding? Apa dia bisa mengunyah?
Brian: biar aku coba dulu rasa pudingnya. Anakku tidak sembarangan makan makanan luar.
David: astaga Brian, jangan bilang kamu mencurigaiku.
Amelia: maaf Angela dan David. Brian hanya memastikan rasa dari puding. Tidak bermaksud menyinggung kalian. Karena anakku tidak suka makanan yang terlalu manis. Dia suka makanan tawar dan sedikit gurih.
Brian mencoba puding dan mengunyahnya perlahan. Brian menatap David, dan tersenyum.
Brian: puding yang terbuat dari susu sapi segar. Dengan batangan coklat asli.
Amelia: waw Lovely pasti suka.
Angela: dia sudah makan kan? Aku takut jika belum makan akan sakit perut.
Amelia: sudah, sia sudah makan di rumah.
Angela: ah begitu.. (menatap Lovely dan menyuapi puding ke mulut lovely) sayang buka mulutmu.
Lovely membuka mulut dan memakan puding. Lovely mengunyah dan tersenyum. Lovely terus mengecap melihat puding ditangan Angela. Lidahnya menjulur matanya tidak berkedip menatap puding.
David: cepat berikan sayang. Jangan menggoda baby. Lihatlah dia sudah mulai berontak.
Angela: (tersenyum) iya sayang. Tunggu ya, pelan pelan saja makannya
Pelayan menghidangkan sajian. Brian dan David berbincang santai. Amelia terus mengawasi Lovely yang sedang makan. Angela menatap Amelia
Angela: Lovely sudah makan begitu banyak. Masih kurang kah?
Amelia: sudah cukup sayang (melihat Lovely) kamu bisa muntah jika terlalu kenyang.
Angela meletakan mangkuk puding dan menyeka mulut Lovely. Angela menyuapi David udang mentega. David tidak bisa makan sendiri karena kedua tangannya memegang erat Lovely agar tidak terjatuh.
Brian: ehem.. kalian asik makan, lihatlah putiku tanpa berkedip melihat udang.
David melahap udang di garpu dan menatap Lovely. Lovely mengecap bibirnya dan melihat tajam ke arah mulut David. Angela teratwa diikuti Brian dan Amelia.
Angela: astaga Lovely. Jika nanti kamu sudah besar dan bisa makan sendiri bibi akan belikan semua makanan yang kamu sukai. Oke? Sekarang kamu hanya bisa melihat. Ini pedas sayang.
David: (menatap Brian) anakmu suka sekali makan. Lihat pipinya semakin mengembang.
Brian: ya dia kuat makan dan minum susu.
__ADS_1
Amelia: juga suka tidur.
David: astaga Lovely, kamu sangat lucu ternyata. (Menekan lembjut pipi Lovely)
Ponsel Brian berdering. Brian meraba saku jasnya. Brian melihat ponselnya, panggilan dari luar negri.
(Dalam penggilan)
Brian:hallo..
"Brian.. (menangis) papa dan mama.. mereka kecelakaan"
Brian: apa? (Terkejut) Om.. tante? Kamu dimana?
"Di rumah sakit, papa sudah meninggal. Bagaimana ini, bagaimana nasibku dan adikku"
Brian: tenanglah, bawa papamu kerumah duka. Aku besok akan langsung ke sana dengan penerbangan pagi. Jangan khawatir.
"Iya, aku menunggumu. Hati hati Brian.."
Brian menutup panggilan dan menghubungi Boby. Panggilan tersambung.
(Panggilan terhubung)
Boby: ya tuan?
Brian: pesankan aku tiket ke Jakarta Bob. Untuk istri dan anakku juga. Pesan tiket untuk penerbangan pertama besok.
Boby: baik tuan saya akan segera pesankan.
Brian memutus panggilan dan memasukan kembali ponsel dalam saku jas. Amelia menatap Brian.
Amelia: ada apa? Ada masalah?
Amelia: apa?? (Menutup mulutnya dengan dua tangan)
David dan Angela saling memandang, karena tak mengerti apa yang di bicarakan Brian dan Amelia.
Angela: hallo.. apa ads sesuatu yang terjadi?
David: kamu akan pulang ke Indonesia.
Brian menjelaskan kepada David dan Angela secara detail. Angela dan David terkejut. Angela dan David menucapkan bela sungkawa atas meninggalkan Om dari Brian. Brian sudah mulai cemas dan gelisah. Hatinya tidak tenang, Amelia memegang erat tangan Brian di bawah meja. Brian mentap Amelia, Amelia mengangguk dan tersenyum cantik.
♡♡♡♡♡
Brian dan Amelia duduk berdampingan di atas ranjang. Amelia menatap Brian yang terlihat sedih. Amelia tahu bagaimana perasaan Brian sekarang. Amelia mengusap lembut kepala Brian. Amelia mencium pipi Brian dan memeluk Brian. Mendaratkan kepala Brian dalam pelukannya.
Amelia: menangislah sayang, jangan kamu tahan. Aku tahu hatimu sedang bersedih saat ini.
Hiks..
Hiks..
Hiks..
Brian menangis tersedu dalam pelukan Amelia. Brian tak berkata apa apa, mulutnya terkunci. Yanga ada hanya suara tangisan dan deraian air mata. Amelia menepuk pelan punggung Brian, air matanya juga mengalir, merasakan kepedihan hati suaminya.
Amelia: bersabarlah, semua sudah ditentukan Tuhan. Tidak ada yang tahu berapa batas usia manusia. Oke? Kuatkan hatimu suamiku.
Brian: terimakasih sayang. (Melepas pelukan) kamu sudah menghiburku.
__ADS_1
Amelia tersenyum menyeka air mata Brian. Mata Brian sudah merah dan bengkak. Brian merasakan kesedihan yang dalam. Brian kembali mendaratkan kepalanya ke Bahu Amelia. Amelia mengusap usap kepala Brian.
Amelia: apa yang kamu pikirkan sekarang?
Brian: apa lagi, aku memikirkan kedua sepupuku. Kasian mereka, bagaimana bisa mereka bertahan tanpa papa mereka?
Amelia: kamu bisa tinggal disana sampai tente Clara sembuh syg. Atau kita bisa bawa mreka kesini.
Brian: kamu tidak keberatan? Aku membawa tante dan dua sepupuku?
Amelia: tidak, keluargamu adalah keluargaku juga. (Tersenyum) sekarang ayo kita tidur. Besok harus bangun awal.
Brian: ya, selamat malam sayang, selamat tidur.
Amelia: mimpi indah..
Brian mencium kilas bibir Amelia dan berbaring, di ikuti Amelia. Brian dan Amelia saling memandang dan tersenyum.
Amelia: suamiku yang tampan. Semangat..
Brian: thanks sayang. Kamu yang terbaik, kemarilah aku akan memelukmu. Amelia mendekat dan masuk dalam pelukan Brian. Brian mengusap rambut Amelia. Dan mencium lembut kepala Amelia. Amelia sudah terlelap dan memasuki dunia mimpi. Brian masih belum bisa tidur, memikirkan banyak hal. Brian perlahan menutup mata berusaha tidur. Sampai pada akhirnya terlelap.
♡♡♡♡♡
Keesokan harinya.
Brian sedang mengganti pakaian Lovely. Amelia menyiapkan perlengkapan Lovely.
Amelia melihat Brian yang sabar dan tenang mengganti baju anaknnya. Suara celoteh dan tawa Lovely terdengar. Brian menggoda putrinya hingga terrtawa terbahak.
Amelia: sayang jangan terus menggodanya.
Brian: dia sangat cantik dan menggemaskan sepertimu sayang. Putriku Lovely tersayang, kamu semakin cantik dan lucu. (Brian mencium lembut pipi Lovely) emuah.. papa mencintaimu.
Brian menatap Amelia, Ameli tersenyum cantik.
Amelia: sayang ayo aku sudah siap.
Brian: oke, aku juga sudah siap. (Menggendong Lovely mendekati Amelia)
Amelia: baiar aku yang gendong.
Brian: tidak apa, biar aku saja. Berikan kopermu biar aku yang bawa.
Amelia: tidak sayang, aku akan bawa sendiri.
Brian, Amelia, dan Lovely keluar kamar. Mereka berpamitan pada pelayan, Brian memberi perintah kepada semua pelayan untuk menjaga rumah. Dan menolak kehadiran tamu, siapapun itu. Pelayan menyanggupi, Brian Amelia dan Lovely keluar dari rumah dan masuk kedalam mobil. Mobil bergerak meluncur menuju Bandara.
Helllo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca karya saya.
Mohon dukung karya saya dengan cara memberi like,☆ dan isi kolom komentar.
Bisa juga memberi tip.
Bye bye..
Sampai jumpa di episode selanjutanya..
Salam hangat,
__ADS_1
"Dea Anggie"