Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
S2 - EPISODE 197


__ADS_3

Seira dan Lovely lebih dulu sampai, Seira memarkir mobil di halaman parkiran. Seira menatap Lovely.


"Love, kita sudah sampai. Kamu baik-baik saja??" Tanya Seira.


"Ya, aku baik-baik saja Seira, maaf merepotkanmu. Ayo kita turun," jawab Lovely.


Seira mengangguk, Seira dan Lovely turun dari mobil. Seira dan Lovely berjalan meninggalkan halaman parkiran dan masuk kedalam gedung rumah sakit, Alex Brian, dan Julian datang. Mereka langsung turun dari dalam mobil dan berjalan masuk kedalam gedung bersama-sama.


Julian berkali-kali menghela nafas, Julian merasa gugup. Tidak dipungkiri rasa takut juga mulai menyerang, Brian merangkul Julian.


"Jangan takut, hadapi saja. Meminta maaflah dengan sungguh-sungguh dan tulus, soal dimaafkam atau tidak itu bukan masalah. Yang terpenting kamu harus berani mengakui semua kesalahanmu, katakan semuanya. Tidak ada yang perlu di khawatirkan Julian, kami ada disini dan ini adalah rumah sakit. Andrew tidak akan melakukan hal bodoh, Kemungkinan terbesarnya Andrew hanya akan diam dan membuang muka." Kata Brian.


"Paman yakin? Andrew tidak akan melakukan apa-apa padaku kan? Sejujurnya aku sedikit takut sekarang ini." Kata Julian.


"Bersiaplah Julian, menghadapi murka Andrew. Hehe.." Alex berbisik menggoda Julian.


"Alex.. jangan seperti itu." Brian menatap Alex.


"Oke.. maaf Julian." Ucap Alex.


"Ahh iya tidak masalah" jawab Julian.


Langkah kaki mereka semakin dekat dengan kamar Andrew. Sesampainya di depan pintu, Brian membuka pintu dan mempersilahkan Julian untuk masuk. Julian masuk diikuti Alex juga Brian, Brian kembali menutup pintu.


Jantung Julian berdebar kencang, seakan ingin lompat keluar. Tangan Julian berkeringat, Julian hanya bisa menunduk. Merasa tidak berdaya.


"Andrew.." sapa Brian.


Andrew menatap Brian, "hai paman, dia.." kata-kata Andrew terhenti.


"Dia Julian Roobs, dengar.. paman akan beri kalian waktu utuk bicara empat mata. Jangan buat kericuhan, ini rumah sakit. Kalian sudah dewasa, bukan anak kecil lagi." Kata Brian.


"Seira, Lovely, Alex. Ayo kita keluar, biarkan Andrew dan Julian berbicara." Amelia berdiri dari duduknya.


"Aku keluar dulu, Andrew. Bicaralah baik-baik dengan Julian. Oke?" Lovely tersenyum pada Andrew.


"Andrew, bibi percaya padamu." Bisik Amelia, lalu mengusap kepala Andrew.


Amelia, Seira, Lovely dan Alex pergi. Amelia melewati Julian, menatap Julian dan tersenyum tipis. Brian berjalan mengikuti Amelia, Brian menepuk pelan bahu Julian memberikan dukungannya.


Semua orang sudah keluar, hanya tersisa Julian dan Andrew. Andrew dan Julian masih saling diam, Andrew mengingat kembali tragedi berdarah itu, mengingat kembali kejadian yang mengerikan.


"Cukup Andrew! Lupakan ini semua.. semua sudah berlalu, lupakan kejadian itu.. lupakan.. kamu pasti bisa Andrew, apa pun yang sudah terjadi sudah bagian dari rencana sang pembuat kehidupan. Bagaimana pun aku harus merelakan papa agar papa tenang dan damai." batin Andrew, Andrew menarik nafas dalam dan menghembuskan nafas perlahan.


Andrew menutup matanya sekilas dan menatap kearah Julian. "Kamarilah Julian, duduklah di sampingku. Untuk apa kamu berdiri di sana." Kata Andrew.


Julian terkejut, "Aku tidak apa-apa, aku berdiri saja. Sungguh tidak apa-apa." Julian menolak halus, merasa takut.


"Hei teman, aku tidak akan marah padamu. Kemarilah, ayo bicara denganku." Andrew tersenyum menatap Julian.


Julian menyerah, berjalan mendekat dan duduk di samping Andrew.


"Maaf Andrew, aku tidak tahu jika yang ditangkap adalah papamu. Semua salahku, maafkan aku, aku bersalah.. (Julian menunduk dan menangis) aku hanya ingin menangkap Simon Jack, aku ingin mendapat pengkuan darinya atas kejahatannya. Mamaku meninggal karena perlakuan kotor Simon Jack, mamaku menjadi hilang akal dan meninggal. Aku sangat tidak rela, karena hanya mamaku yang selalu ada disisiku di saat papaku pergi bekerja. Aku mengakui kesalahanku Andrew, jika kamu mau menghukumku silahkan saja. Aku bukan lah orang baik, pantas untuk dihukum." Jelas Julian.


"Ternyata kita sama, kamu dan aku merasakan hal yang sama. Kita sama-sama kehilangan orang yang sangat berharga. Dan bodohnya kita diperbudak oleh kebencian dan dendan." Andrew mengangkat kepala menahan air matanya agar tidak tumpah.


"Ya, kamu benar Andrew." Jawab Julian dengan suara pelan.


"Lupakan semua ini, ayo kita buka lembaran baru. Kita bisa menjalin hubungan yang baik kan? Kita bisa menjadi teman. Kamu mau berteman denganku?" Andrew menatap Julian.

__ADS_1


Julian terkejut, menatap Andrew. Andrew mengembangkan senyuman manisnya, "Terima kasih Andrew, kamu sungguh mau memaafkanku." Ucap Julian.


"Lebih baik memaafkan dan mmeberi kesempatan bukan? Pamanku bicara, hidup hanya sekali. Lakukan hal baik sebelum semua terlambat dan akan menjadi sebuah penyesalan diakhir hidup kita." Jawab Andrew.


Andrew dan Julian saling berpelukan, keduanya saling menangis haru. Suasana hening, hanya terdengar suara isak tangisa Andrew dan Julian.


 


Sementara itu di luar ruangan, Brian menceritakan semuanya pada Amelia. Amelia mengerti dan memahami, semua yang terjadi tidak lain hanya sebuah kesalah pahaman yang tidak berujung.


"jadi bagaimana menurutmu? Apakah semua akan baik\-baik saja?" Tanya Amelia.


"Tentu saja, semua baik. Kita mempunyai niatan baik pasti akan berakhir baik." Jawab Brian.


"Semoga saja mereka bisa saling memaafkan dengan tulus, berakhir dengan damai dan kerelaan hati akan lebih menyenangkan bukan? Brian.. tadi, kamu bilang Kim Ha Na akan datang? Apa benar?" Amelia menatap Brian.


"Saat bicara denganku Ha Na bilang seperti itu. Aku bisa melihat, dia sangat khawatir pada Andrew." Jawab Brian.


"Hmmm.. Ha Na sangat sayang pada Andrew, tentu saja dia khawatir." Kata Amelia.


Pintu ruangan terbuka, Julian keluar dari pintu dengan menyeka air mata. Brian berjalan mendekati Julian, penasaran dengan apa yang sedang terjadi.


"Ada apa Julian?" Tanya Brian.


"Paman.. aku sudah bicara pada Andrew. Dia memintaku pulang dan istirahat, apakah aku boleh pulang paman? Aku juga akan mengantar Seira pulang ke rumahnya." Kata Julian.


"Pulanglah, jika begitu. Masalah Simon Jack biarkan polisi yang bekerja." Jawab Brian.


"Baik paman, aku mengerti." Jawab Julian.


"Seira.. kemarilah nak," Brian memanggil Seira.


Seira berdiri dari duduknya dan menghampiri Brian juga Julian. "Ya paman, ada apa?" Tanya Seira.


"Baik paman, tapi bolehkah aku masuk dan berpamitan pada Andrew?" Seira bertanya pada Brian.


"Tentu saja, masuklah.."Brian membuka pintu untuk Seira.


Seira masuk dan berjalan menemui Andrew, "hai Andrew, maaf aku harus pulang. Besok aku akan datang melihatmu lagi, jika kamu ijinkan aku datang." Kata Seira ragu-ragu.


"Seira maaf, bukan maksudku memanfaatkanmu. Tentu kamu tau maksudku mendekatimu bukan?" Ucap Andrew.


Seira mengangguk, "aku tau Andrew, jangan dipikirkan. Aku baik-baik saja, aku juga hanya sekedar bermain-main padamu. Sungguh aku tidak pernah menaruh perasaan apa pun, aku hanya senang ada yang memperhatikanku. Itu saja." Jawab Seira.


"Datanglah kembali melihatku jika kamu ingin datang, aku tidak akan melarangmu. Kita bisa menjadi teman kan Seira?" Tanya Andrew.


"Tentu saja, kita bisa berteman baik Andrew." Jawab Seira.


"Thanks.." Andrew tersenyum pada Seira.


"Aku pulang dulu Andrew, jaga dirimu agar lekas pulih. Sampai besok.." Seira melambai, berbalik dan pergi. Seira keluar dari ruang.


Seira berpamitan pada Amelia, Lovely dan Alex, juga Brian. Begitu Juga Julian yang berpamitan, Julian dan Seira berjalan beriringan pergi bersama-sama.


@@@@@... @@@@@...


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..

__ADS_1


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Pelukan Hangat Paman Tampan


(End, jika tidak ada kendala akan saya lanjutkan sekuel dari UMEKO SAKURA LEWI yang akan menjadi season ke tiga dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Pangeran Es Jatuh Cinta


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Suami Pengganti


•Pangeran Vampir


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)


•Vampir "Sang Abadi"


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


•Cinta Lama Yang Datang Kembali


•Mommy And Daddy (CLYDK2)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3


•Perfect Father


•Kamu Dan Aku


•Banyak ya.. (hehehe.. maafkan authornya lagi menggila bikin novel kala itu.. jangan khawatir pasti di tamatin semua kok..)


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,

__ADS_1


"Dea Anggie"


 


__ADS_2