Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
S2 - EPISODE 203


__ADS_3

Malam harinya, Kim Ha Na, Andrew, Marco Roobs dan Julian makan malam bersama.


"Makan lah yang banyak nak, ini makanan kesukaanmu kan?" Kim Ha Na mengusap kepala Julian.


Julian mengangguk, "ya bi, bibi tau dari papa ya?" Tanya Julian pada Kim Ha Na.


"Ya, bibi bertanya apa makanan kesukaanmu, papa mu menjawab dan bibi buatkan. Bagaimana rasanya? Bibi bukan chef profesional tetapi bibi yakin rasanya tidak buruk." Kim Ha Na tersenyum.


"Ini sangat enak bi, terima kasih. Senang sekali bisa makan bersama seperti ini." kata Julian.


"Andrew, apa perusahaan mu ada masalah? Bicara pada paman, paman akan membantu mu sebisa paman." Kata Marco.


"Tidak ada laporan masalah dari sekertarisku paman, hanya ada beberapa hal kecil, keluar dari rumah sakit nanti akan aku selesaikan. Terima kasih untuk bantuan paman, aku pasti memerlukan bantuan paman kedepannya. Paman dan mamaku sedekat apa?" Andrew menatap Kim Ha Na dan langsung melihat Marco.


"Apa maksudmu sayang, tanya lah pertanyaan yang wajar." Celetuk Kim Ha Na.


"Mama, apa salahnya aku bertanya, aku hanya ingin tau, seberapa dekat paman Marco dengan mamaku yang cantik." Kata Andrew.


"Soal itu, paman dan mamamu sangat dekat nak, bisa di katakan kami adalah penggemar satu sama lain. Paman kalah cepat dari senior paman dulu saat menyatakan cinta, dan memang setelah lulus kami harus pulang ke negara masing-masing. Begitulah, tidak perlu mendetail paman rasa kamu mengerti." Jawab Marco menjelaskan.


"Bibi, papaku orang yang baik bukan? Dia adalah pekerja keras." Sahut Julian.


Kim Ha Na tersenyum kaku menatap Marco, seakan ingin menanyakan ada apa dengan anak-anak mereka. Marco mengangkat ke dua bahunya seakan pasrah, Marco kembali makan dengan santai.


"Papamu orang yang sangat rajin dan gigih Julian, kamu juga harus mencontoh papamu, oke?" Jawab Kim Ha Na.


Julian melirik ke arah Andrew, Andrew mengedipkan satu mata pada Julian. Sepertinya Julian dan Andrew merencanakan sesuatu, dan benar saja tiba-tiba secara bersama-sama Julian dan Andrew bicara.


"Tidak ingin kembali dekat?" Ucap Julian dan Andrew bersamaan.


"Uhukk.." Marco tersedak, Kim Ha Na panik dan langsung memberikan minum pada Marco.


"Apa yang kalian katakan, kalian ini jangan mengacau." Kim Ha Na mengomel.


Julian dan Andrew terdiam, mereka menunduk. Andrew dan Julian saling melirik dan tersenyum. Marco mengambil nafas dan menghembusakan nafas perlahan, Marco manatap Kim Ha Na yang terus menatapnya dengan kecemasan.


"Aku baik-baik saja, jangan menatapku seperti itu. Jangan dengarkan kata meraka Ha Na, anggap saja angin lalu." Marco mencoba menutupi.


Kim Ha Na diam dan melanjutkan makannya, brgitu juga Marco, Andrew dan juga Julian.


"Aku akan sangat senang jika bibi mau menjadi mamaku dan menikah dengan papaku, aku harap ini bukan pemikiran bodoh." Batin Julian.


"Mama pasti kesepian, sekarang ada seseorang yang datang sebagai penolong, bukankah seharusnya tidak masalah jika mama menikah lagi? Pa.. papa tidak akan keberatan kan? Papa ingin mama bahagia bukan? Aku hanya ingin mama menjalani masa tua dengan baik dan bahagia." Batin Andrew.


Makan malam selesai, Marco dan Kim Ha Na keluar dari ruangan untuk bicara dengan dokter melihat perkembangan kondisi Andrew, di dalam kamar hanya ada Andrew dan Julian. Mereka berbincang,


"Apakah mereka sudah terpancing?" Tanya Andrew.


"Seharusnya, entah apa yang mereka pikirkan. Terus terang saja Andrew, mama mu sangat lembut dan penuh kehangatan seperti mama ku, aku suka. Maaf aku tidak bermaksud merebut mamamu." Kata Julian.


"Tidak masalah, papamu juga keren. Jika mama ku bisa bahagia dan tersenyum, apapun akan aku lakukan. Jika mereka berhasil bersama, mamaku adalah mama mu, dan papa mu adalah papa ku." Jawab Andrew.


"Bagaimana dengan saudaramu yang lain? Apakah mereka setuju?" Tanya Julian.


"Tentu saja, mereka sangat sayang pada mama. Apa pun yang terbaik untuk mama, aku sudah mengirim pesan pada dua adik ku, dan mereka sudah setuju. Mereka mengatakan jika papamu tampan. Ahh bagaimana denganmu juga Seira? Bukankah paman setuju dan akan menikahkan kalian berdua? Selamat Julian, aku turut berbahagia untukmu." Andrew tersenyum.


"Hei, hei, kami memang akan menikah namun papa memintaku dan Seira saling mengenal masing-masing lebih dulu. Jadi kami tidak harus terburu-buru, bagaimana denganmu? Hubunganmu dengan Lovely?" Tanya Julian penasaran.


"Hmm.. kami baik, aku berncana melamarnya saat aku sembuh nanti, ini rahasia, jangan sampai bocor." Kata Andrew.


"Rahasia aman.." Julian tersenyum.


Andrew dan Julian semakin dekat dan akrab. Sudah seperti saudara,


mereka tidak sungkan berkeluh kesah satu sama lain dan terkadang membantu sama lain. Saling memberi dukungan dan semangat, saling mendoakan.


♡♡♡♡♡

__ADS_1


Diluar ruangan,


Di jalan saat Kim Ha Na dan Marco hendak menemui dokter, mereka berbincang santai.


"Jangan dengarkan apa kata anak ku Ha Na, dia terlalu bahagia sehingga berperilaku tidak sopan padamu." Ucap Marco.


"Jangan seperti itu, aku yang seharusnya minta maaf padamu atas nama putraku, dia bicara asal sampai membuatmu tersedak. Maafkan aku Marco, sungguh aku tidak menyangka jika Andrew putraku berani bertanya hal seperti itu padamu." Sahut Kim Ha Na.


"Tidak apa Ha Na, wajar saja Andrew bertanya karena melihat kita yang begitu dekat. Siapa pun pasti akan bertanya-tanya, sedekat apa kamu dan aku." Marco dan Kim Ha Na berjalan beriringan.


"Terima kasih Marco, kamu begitu peduli pada kami. Semoga malam ini kita dapat berita bagus dari dokter, setidaknya aku bisa lega mendengar jika Andrew baik-baik saja." Kata Kim Ha Na.


Marco memegang tangan Kim Ha Na, "aku pasti mendoakan yang terbaik untuk Andrew, Ha Na." Ucap Marco dengan suara lembut.


Marco dan Kim Ha Na sudah sampai di depan sebuah pintu, Marco membuka pintu, Kim Ha Na masuk dan disusul oleh Marco. Marco menutup pintu perlahan, Marco dan Kim Ha Na masuk dalam ruangan dokter bersama-sama.


 


Malam semakin larut, Marco dan Julian berpamitan. Kim Ha Na memberikan kecupan perpisahan untuk Julian, Kim Ha Na mencium kening Julian dengan lembut.


Kim Ha Na merasa kasian dengan Julian dan merasa tidak tega, Kim Ha Na mengantar Julian dan Marco sampai di depan pintu ruang. Menatap kepergian Marco dan Julian, tidak lama kemudian Kim Ha Na masuk dan menutup pintu.


"Ma, tidak ingin menikah lagi?" Tiba-tiba Andrew bersuara.


"Apa maksudmu Andrew, jangan bicara asal. Mama tidak suka kamu bicara omong kosong seperti ini." Jawab Kim Ha Na.


"Mama, ayolah.. mama juga butuh seorang pendamping, dan aku rasa paman Marco sangat cocok untuk mama. Kalian saling mengenal, yang pasti kalian saling memahi karakter dan sifat masing\-masing bukan? Paman Marco begitu baik ma, aku percaya papa juga tidak akan keberatan. Aku, Mic dan Matt masih butuh seorang papa ma.." kata\-kata terakhir Andrew mengejutkan Kim Ha Na.


Kim Ha Na duduk di samping Andrew, memegang tangan Andrew. "Jadi? Kamu berniat menjodohkan kami? Dengar sayang, mamamu ini sudah cukup tua untuk menikah lagi, jangan banyak bicara, ayo lekas berbaring dan tidur." Ucap Kim Ha Na mengusap\-usap lembut rambut Andrew.


"Aku ingin paman Marco menjadi papaku ma, Mic dan Matt juga. Mama bisa baca pesan dari mereka, mereka setuju. Bahkan paman Brian dan bibi Amelia juga, mama harus bahagia. Aku tidak ingin mama terus bersedih karena kehilangan papa, Andrew sayang pada mama." Andrew menatap Kim Ha Na.


Kim Ha Na tersenyum pada Andrew, "baiklah, kita bahas ini nanti bersama. Mama tidak bisa puruskan tanpa persetujuan dari paman Marco dan Julian. Oke?" Kim Ha Na mencium kilas kening Andrew.


"Julian, mamaku sudah setuju. Semoga kamu juga bisa meyakinkan papamu untuk menikah dengan mamaku," batin Andrew, Andrew tersenyum dan berbaring.


♡♡♡♡♡


Diperjalanan, Julian dan marco saling diam. Julian terus menatap ke arah Marco, ingin bertanya namun ada rasa ragu, Julian takut papanya tersinggung dengan kata-katanya.


Julian manarik nafas perlahan, dan menghembuskan perlahan. Julian mencoba bersuara,


"Pa," suara Julian memanggil Marco.


"Ya, katakan nak, ada apa?" Jawab Marco.


"Mmm.. papa tidak punya niatan untuk menikah lagi? Maksudku, papa akan terus sendiri seperti ini?" Julian menatap ke arah Marco.


Marco diam sesaat, Marco menghela nafas panjang menatap Julian, "ada apa bertanya seperti itu? Tidak biasanya." Kata Marco mencoba mencari tahu apa keinginan putranya.


Julian menatap Jalan, Julian diam dan fokus mengemudi. Julian bicara pada papanya tanpa melihat ke arah papanya, "pa.. bagaimana dengan bibi Kim? Dia wanita yang baik bukan? Papa tidak pernah menaruh rasa pada bibi Kim?" Tanya Julian.


"Oh, kamu ingin mama sepeti Kim Ha Na? Julian dengar, Kim Ha Na dan papa memang dekat, namun bukan berarti lita memiliki hubungan. Papa dengar Kim Ha Na sangat mencintai mendiang suaminya, papa tidak ingin menjadi perudak kebahagiaan orang nak." Jawab Marco.


"Papa, dengarkan aku. Andrew dan aku sudah susah payah selalu ingin mempertemukan kalian, tidak kah papa menghargai usaha kami? Julian tau pa, papa menyukai bibi Kim, dan jika di lihat bibi Kim juga baik pada papa. Papa tidak ingin mencoba? Papa juga butuh seorang pendamping agar papa tidak merasa sendiri dan kesepian. Julian ingin punya mama seperti bibi Kim, papa mau kan mencoba bicara dengan bibi Kim?" Julian membujuk Marco.


"Bagaimana ini? Anakku meminta bicara pada Ha Na, apakah Ha Na mau menerimaku? Apa yang harus aku katakan pada Ha Na? Kenapa menjadi rumit seperti ini." Batin Marco.


"Ya, nanti papa coba bicara pada bibi Kim. Papa akan berusaha, jika bibi Kim menolak papa tidak akan memaksanya, kamu mengerti?" Tanya Marco.


"Mengerti papa." Jawab Julian dengan senyuman manis.


"Yeahhhh.. akhirnya papa bersedia. Andrew, papaku bersedia. Bagaimana dengan mamamu?" Batin Julian penasaran.


Marco dan Julian kembali diam, setelah pembahasan mengenai permintaan Julian yang menginginkan Kim Ha Na menjadi mamanya.


@@@@@... @@@@@...

__ADS_1


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Pelukan Hangat Paman Tampan


(End, jika tidak ada kendala akan saya lanjutkan sekuel dari UMEKO SAKURA LEWI yang akan menjadi season ke tiga dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Pangeran Es Jatuh Cinta


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Suami Pengganti


•Pangeran Vampir


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)


•Vampir "Sang Abadi"


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


•Cinta Lama Yang Datang Kembali


•Mommy And Daddy (CLYDK 2)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3


•Perfect Father


•Kamu Dan Aku


•Banyak ya.. (hehehe.. maafkan authornya lagi menggila bikin novel kala itu.. jangan khawatir pasti di tamatin semua kok..)


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,


"Dea Anggie"


 

__ADS_1


__ADS_2