Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
S2 - EPISODE 127


__ADS_3

Andrew sudah menjelaskan dan menggambarkan detail sesuai apa yang di lihatnya, dokter juga bingung. Tidak mengerti maksud dan arti mimpi Andrew. Dokter menyarankan agar Andrew berdoa atau berkonsultasi kepada pastor.


"Persoalan seperti ini aku tidak mengerti Andrew, kemungkinan ini adalah sebuah petunjuk. Atau sebuah peringatan. Jika seperti yang kamu katakan, akan lebih baik kamu peringatkan papamu. Minta papamu lebih berhati hati dalam melakukan segala sesuatu yang dilakukanya." Dokter memberi saran kepada Andrew, agar Andrew tidak terlalu tertekan.


"Baiklah, mungkin dokter benar. Aku harus selalu ingatkan papaku untuk selalu berhati hati. Kenapa aku menjadi khawatir, perasaanku dan pikiranku kacau sekarang."Andrew mengungkapkan perasaannya yang merasa tidak nyaman.


"Ya coba saja. Semoga beruntung Andrew, semoga kamu dan keluargamu selalu baik baik saja." Dokter hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk Andrew.


"Aku permisi dokter, aku harus kembali. Karena ada sesuatu yang harus aku urus. Terimakasih banyak untuk waktumu dokter." Andrew tersenyum lebar, wajahnya sudah terlihat tidak panik lagi. Andrew sudah merasa jauh lebih baik.


"Pergilah, hati hati dijalan" Dokter juga memberikan senyumanan.


Dokter merasa senang jika Andrew merasa lebih baik. Meski sebenarnya masih banyak yang ingin disampaikannya. Tetapi Dokter tidak ingin menjadi penghambat Andrew. Andrew berdiri, membawa hasil pemeriksaannya dan pergi meninggalkan dokter diruangannya. Andrew membuka pintu ruangan dan keluar, Andrew kembali menutup pintu dan melangkah pergi.


♡♡♡♡♡


Brian membawakan makan siang Lovely ke kamar Lovely. Brian masih melihat Lovely tertidur, Brian tersenyum melihat Lovely. Brian meletakan nampan berisi makanan di meja di samping ranjang Lovely. Brian naik keatas ranjang, duduk bersandar disamping Lovely tidur. Brian membelai rambut Lovely. Lovely terbangun dan membuka mata menatap Brian, Lovely tersenyum cantik.


"Hai pa, papa sedang apa?" Lovely mengubah posisinya tidur dipangkuan Brian. Lovely merebahkan kepalanya di pangkuan Brian.


"Apa tidurmu nyenyak? Masih mengantuk?" Suara lembut Brian menenagkan hati Lovely.


"Hmm masih pa, Lovely sangat lelah dan ingin sekali tidur lebih lama. Perut Lovely sakit." Lovely memejamkan matanya, mengeluh kepada Brian.


"Sakit? Ada apa? Biarkan papa lihat? Apa perutmu terluka sayang?" Brian mulai panik, karena keluhan Lovely.


" tidak perlu panik pa, ini hanya sakit karena datang bulan. Biarkan Lovely tidur dipangkuan papa, Lovely merindukan saat saat seperti ini." Lovely mencari kenyamana, menggeser posisinya untuk tidur.


"Ahh begitu, minta mama membuatkan sesuatu yang hangat. Oh tidak, nanti papa saja yang akan buatkan. Tidurlah lebih dulu, papa akan disini menemanimu. Papa akan selalu ada untukmu putriku, papa menyayangimu" Brian membelai rambut Lovely dengan penuh kasih sayang.


Brian bernyanyi untuk lovely. Tangan nya masih membelai lembut rambut Lovely. Brian sering menyayikan sebuah lagu untuk Lovely dan Lovely sangat menyukai lagu itu.


.....


Ketika ku tatap paras cantikmu


Tenggelam di dalam pangkuanku


Tak habis syukur ku kepada-Mu Tuhan


Untuk dia yang terlahirkan


Bagai fajar merekah dalam hidupku


Sukacita tak terlukiskan


Kau tenun dia dengan sempurna


Permata hatiku buah cintaku


Putriku jujurlah dalam langkahmu


Santunlah dalam tuturmu


Tekunlah dalam doamu


Minta hikmat Tuhan selalu bersamamu


Janjiku ku kan menjagamu


Dan mendidikmu selamanya


Hingga kelak kau akan menjadi


Wanita yang bijak dan berguna


Putriku jujurlah dalam langkahmu


Santunlah dalam tuturmu


Bijaklah dengan lakumu


Minta hikmat Tuhan selalu bersamamu


Janjiku ku kan menjagamu


Dengan cintaku selamanya

__ADS_1


Hingga kelak Tuhan pertemukan


Kau dengan seorang pilihan-Nya


Tetapi bahuku ada untukmu


Cinta dan dekapku selalu bersamamu


Tuk putri kecilku


.....


Air mata Brian menetes seketika saat bernyanyi. Brian selalu menginginkan putrinya menjadi wanita yang bijaksana dan menjadi wanita kuat menghadapi segala masalah yang dihadapinya kelak. Air mata Brian jatuh menetes di wajah Lovely. Lovely membuka mata dan meraba wajahnya merasakan wajahnya basah, Lovely bangun dan menatap Brian. Tangan Lovely menyeka air mata Brian.


"Terimakasih papa, Lovely sayang papa. Jangan menangis lagi pa." Lovely mencium lembut pipi Brian dan memeluk Brian.


"Terimakasih papa selalu menyayangi dan mencintai Lovely. Lovely sangat menyukai lagu yang papa nyanyikan. Jangan pernah berhenti bernyanyi untuk Lovely pa. Lovely sangat sayang papa. Papa segalanya, sekarang dan selamanya" Lovely menangis, Brian mengeratkan pelukannya. Mengusap punggung Lovely.


"Jadilah wanita yang bijaksana dan selalu rendah hati sayang. Jangan pernah menyakiti orang lain dengan perkataan yang pedas. Biarkan saja orang lain menghina atau mencelamu, karena mereka tidak bisa menjadi sepertimu mereka menjadi iri hati dan tidak menyukaimu. Ingatlah pesan papa sayang, selalu maafkan orang yang menyakiti hatimu. Biarkan hatimu terluka, selebar apapun luka dihatimu meski kamu harus menahan sakit yang luar biasa. Jangan sekali kali menyakiti perasaan orang lain. Kamu mengerti?" Brian menangis setiap kali menasihati Lovely. Brian sangat takut putrinya menjadi seorang yang tidak baik.


"Lovely mengerti pa. Lovely akan selalu ingat pesan pesan papa. Papa jangan pernah lelah menghadapi Lovely." Lovely melepas pelukan dan tersenyum cantik menatap Brian.


"Putriku yang dulu kecil dan menggemaskan sekarang sudah menjadi gadis dewasa yang baik hati dan membanggakan." Brian tersenyum, membelai rambut Lovely. Brian mengecup lembut kening Lovely, Brian merangkul putrinya dalam pelukannya.


Tok..


Tok..


Tok..


(Suara pintu diketuk)


Pintu terbuka, kemudia tertutup. Terdengar suara langkah kaki. Ternyata Amelia dan Alex datang ke kamar Lovely. Amelia tersenyum melihat Lovely dan Brian. Brian tersenyum menatap Amelia dan Alex.


"Alex, kemarilah nak. Papa juga ingin memelukmu." Brian tersenyum memanggil Alex.


"Iya pa." Alex berjalan mendakti papanya dan naik keatas ranjang, duduk di samping papanya. Memeluk Brian.


"(Menatap Amelia) nyonya Candra kamu juga kemarilah, aku juga merindukanmu istriku. Ibu dari anak anakku." Brian mengulurkan tangan menyambut Amelia.


"Teriamakasih, sudah melahirkan putri dan putra yang cantik dan tampan untukku. Maaf sampai saat ini aku masih belum menjadi suami impianmu istriku. Maafkan aku yang selalu merepotkanmu, dan menyusahkanmu." Air mata Brian kembali menetes menatap Amelia, Brian tidak sanggup membendung air matanya.


"Sayang.. (menyeka air mata Brian) jangan katakan itu. Aku bangga memilikimu dalam hidupku. Kamu adalah lelaki terbaik yang Tuhan berika padaku, kamu adalah papa terbaik di dunia. Aku, Lovely dan Alex. Kami semua mencintai dan menyayangimu." Amelia membelai wajah Brian dengan lembut. Lalu membelai rambut Lovely dan Alex.


"Papa, maafkan Alex jika Alex belum menjadi putra papa yang baik. Seperti yang papa harapkan." Suara Alex lirih, matanya sudah berkaca kaca.


"Hei, jagoan papa. Papa selalu bangga padamu nak. Kamulah pria tangguh selanjutnya. Jangan pernsh menyerah. Oke?" Brian mencium lembut kening Alex. Mengusap punggung Alex.


"Pa, ma, (melepas rangkulan) kami ingin bernyanyi untuk kalian berdua. Dengarkan lagu kami baik baik ya" Lovely menatap Alex, Alex tersenyum dan melepas pelukannya kepada Brian.


"Papa dan mama sering bernyanyi untuk kami kan, untuk kakak dan untuk ku. Ijinkan kami bernyanyi untuk kalian." Alex tersenyum tampan, senyumnya sangat menawan seperti Brian.


"Baiklah, mama dan papa akan dengar. Kalian duduklah berdampingan di hadapan mama dan papa lalu bernyanyi, (menatap Brian) ayo kita dengarkan anak anak bernyanyi sayang" Amelia bersemangat, ini pertama kalinya anak anaknya kompak ingin bernyanyi.


Lovely dan Alex mengubah posisi duduknya. Amelia bergeser duduk disamping Brian, duduk bersandar bantal. Sedangkan Lovely berada di hadapan Brian, Alex ada di hadapan Amelia. Lovely dan Alex duduk berdampingan dan mulai bersiap bernyanyi.


(Lovely dan Alex bernyanyi)


.....


Di dalam doamu kau sebut namaku


Di dalam harapmu kau sebut namaku


Di dalam segala hal namaku di hatimu


Tak dapat kubalas cintamu, ayahku


Takkan kulupakan nasihatmu, ibu


Hormati orang tuamu agar lanjut umurmu di bumi


Trima kasih ayah dan ibu


Kasih sayangmu padaku


Pengorbananmu, meneteskan peluh ?tuk kebahagiaanku

__ADS_1


Tuhan lindungi ayah ibuku


Dalam doa, kuberseru


Tetes airmatamu yang kau tabu, dituai bahagia Di dalam doamu kau sebut namaku


Di dalam harapmu kau sebut namaku


Di dalam segala hal namaku di hatimu


Tak dapat kubalas cintamu, ayahku


Takkan kulupakan nasihatmu, ibu


Hormati orang tuamu agar lanjut umurmu di bumi


Trima kasih ayah dan ibu


Kasih sayangmu padaku


Pengorbananmu, meneteskan peluh tuk kebahagiaanku


Tuhan lindungi ayah ibuku


Dalam doa, kuberseru


Tetes airmatamu yang kau tabu, dituai bahagia.


.....


Lovely dan Alex semangat bernyanyi, sampai sampai air mata mereka mengalir karena bagitu menghayati lagu yang mereka nyanyikan. Sesekali terlihat Lovely dan Alex yang menyeka air mata mereka masing masing. Amelia terharu dan menateskan air mata begitu juga Brian. Brian merangkul Amelia, Brian dan Amelia saling menatap lalu tersenyum. Ini adalah sebuah kejutan besar bagi Amelia dan Brian. Amelia dan Brian merasa bahagia mendapatkan sebuah hadiah lagu, terlebih Lovely dan Alex bernyanyi sampai meneteskan air mata menghayati lagu yang mereka nyanyikan.


Lagu selesai di nyanyikan, Brian dan Amelia bertepuk tangan dan memuji kedua anak mereka. Amelia mengulurkan tangan kepada Alex, Alex langsung menangis memeluk Amelia. Amelia mengusap punggung Alex dan mengeratkan pelukan.


"Terimakasih sayang, nyanyianmu membuat hati mama berdebar. Mama sangat menyukainya" Amelia memuji, mencium rambut Alex dan tersenyum menatap Lovely.


"Kemarilah sayang, putri kesayangan papa." Mengulurkan dua tangan kearah Lovely.


"Papa." Ucap Lovely lirih. Lovely menyambut tangan papanya dan masuk dalam pelukan. "Papa dan mama adalah orang tua terbaik bagi kami. Maafkan kami dan terimakasih"


Amelia memegang erat tangan Lovely. Lovely dan Amelia saling menatap dan tersenyum. Brian dan Amelia kembali saling menatap, Brian merangkul Amelia dan mencium kilas pipi Amelia. Amelia merebahkan kepalanya di bahu Brian, Brian menempelkan kepalanya ke kepala Amelia. Perasaanya sangat bahagia, Brian bersyukur anak anaknya tumbuh dengan baik seusai harapannya, Brian menutup matanya dan tersenyum lebar.


"Terimakasih Tuhan, ini adalah anugerah terbesar dalam hidupku. Istri yang baik dan setia, anak anak yang penurut dan sehat. Aku sangat bersyukur, aku sangat bahagia. Aku ingin kebagaiaan ini selalu ada dalam keluarga kami. Kehangatan ini, kasih sayang yang selalu ada dalam kelaurga kami semoga akan tetap tercurah sampai akhir nanti. Lindungi keluarga kami, ampuni setiap kesalahan kami. Dan jadiakan kami pribadi yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Berikan kami, kesabaran tiada batas untuk bisa melangkah maju menghadapi setiap hal baru. Mengahadapi masalah dan persoalan hidup ini. Kami percayakan semuanya hanya kepada-Mu." Doa yang terucap dalam hati Brian.


...........


Hallo..


Hallo..


Hallo..


Apa kabar kalian semua, semoga selalu baik dan sehat ya..


Jangan lupa like,, komen dan vote untuk novel saya..


Terimakasih ya..


❤❤❤❤❤


Hmmmmmm..


Saya mau berbagi cerita kepada kalian semua..


jujur disaat saya menulis episode ini kenapa saya tidak bisa menghentikan air mata saya..


Saat dimana Brian begitu mengasihi anaknya, mengasihi keluarganya. Begitu juga sebaliknya, dimana anak anaknya mencintai kedua orangtuanya. Hatinya mulai goyah, saya juga ingat akan orang tua saya, saudara saudara saya. Hanya bisa berharap didalam berdoa agar mereka semua selalu sehat dan bahagia, begitu juga kalian semua.


Semoga kalian termotivasi dengan cerita saya, ambilah sisi positifnya. Maafkan saya jika terdapat banyak typo dan kesalahan dalam penulisan kata. Saya memang bukan penulis profesional dan masih banyak kekurangan. Namun saya senang memiliki kalian yang selalu setia membaca karya karya saya. Maafkan saya semuanya, apabila saya kurang ramah, tidak sopan atau bahkan bersikap buruk kepada kalian. saya mencintai dan menyanyangi kalian semua..


Bye bye..


Sampai jumpa di episode selanjutnya.


Salam kasih,


Dea Anggie

__ADS_1


__ADS_2