
♡Amelia♡
Aku membuka mata perlahan, aku merasa sesuatu melingkar diperutku, ini tangan Brian, aku pun berbalik. Melihat Brian yang tidur pulas, aku menyusuri tiap inci wajah Brian. Aku mengusap rambutnya lembut dan mencium kilas keningnya.
Amelia: selamat pagi sayang..
Brian: pagi..
Aku terkejut, Brian tidak tidur. Aku terdiam, Brian membuka mata dan menatapku.
Brian: hai sayang, tidurmu nyenyak? (Merapikan rambut Amelia)
Amelia: iya, kapan tidurku tidak nyanyak? Karenamu aku selalu bermimpi indah.
Brian: (mencium kilas kening Amelia) aku mencintaimu (tersenyum)
Amelia: aku juga mencintaimu (tersenyum)
Aku mengecup lembut pipi Brian berulang ulang.
Cup..
Cup..
Cup..
Cup..
Cup..
Kecupan terakhirku langsung disambar Brian, Brian mencium pipiku dengan gemas, lalu memelukku. Lagi lagi terkena jebakan. Aku yang menggoda, pada akhirnya aku yang tergoda. Lelaki ini memang pandai mengaduk aduk hatiku. Brian melepas pelukan dan mencium kilas keningku. Aku hanya tersenyum.
Brian: kamu semakin kurus. Tidak makan dengan baik? Apa kamu sakit? (Meraba wajah Amelia)
Amelia: (meraba wajah Brian) kamu juga terlihat kurus, lihat wajahmu sungguh berantakan.
Brian: tapi kencantikanmu tidak hilang sayang. Kamu tetap cantik dan selalu cantik.
Amelia: pandai bicara, apa kamu mabuk? Sudah mandi sana, aku akan siapakan pakaian ganti.
Brian: kita mandi bersama ya? (Menggoda)
Aku terkejut Brian langsung menggedongku menuju kamar mandi. Aku membungkus tangan Brian yang terluka dengan plastik.
15 Menit kemudian..
Brian dan aku berganti pakaian, kami saling menatap dan terseyum. Setelah selesai berganti pakaian aku menarik Brian duduk di tepi ranjang. Aku mengambil kotak obat dan mengganti perban tangannya. Hmm.. aku melihat lukanya, hatiku seperti teriris. Aku mengoles obat pada luka, perlahan air mataku menetes. Tangan Brian menyeka air mataku. Aku menyelesaikan pekerjaanku. Setelah mengoles obat aku membalut perban baru pada tangannya.
Aku selesai mengganti perban, aku mencium lembut tangan Brian yang terluka. Aku menempelkan pada wajahku. Aku sungguh menyesal membuatnya seperti ini. Ini pasti sangat sakit. Brian menarik tangannya dan memelukku. Tangisanku lagi lagi pecah.
Brian: menangislah, keluarkan semua bebanmu. Apa yang kamu pikirkan?
Amelia: maaf.. aku sungguh tidak bisa melihatmu terluka.
Brian: ini hanya luka kecil. Tidak perlu cemas (mengusap kepada Amelia) aku bukan lelaki lemah sayang. Luka seperti ini tidak ada artinya.
Amelia: bohong, itu pasti sakit. (Melepas pelukan)
Brian: tidak sakit sayang. Aku baik baik saja. Jangan cemas dan sedih lagi.
Amelia: aku tidak akan pergi lagi sayang, aku janji.. aku akan selalu bersamamu.
Brian: terimakasih sayang, aku mencintaimu. Sangat mencintaimu.
Amelia: aku juga sangat sangat sangat mencintaimu. Sangat mencintaimu.
Brian: uh... manisnya, (mencium kilas bibir Amelia) bibir ini pandai bicara manis, ciumannya pun manis. (Tersenyum)
Amelia: Brian.. (manatap Brian)
Brian: hmm.. (manatap Amelia)
Aku mendekat dan mencium lembut bibir Brian, aku melepas ciumanku dan tersenyum menatap dalam matanya.
Amelia: (bersuara lembut)
i..
love...
you...
__ADS_1
Brian..
Brian tersenyum lebar, dia mencium bibirku kilas dan mengedipkan satu matanya.
Brian: i love you Amelia..
(Dalam hati Brian)
Aku mencintaimu Amelia, selalu mencintaimu dan hanya mencintaimu selamanya..
Amelia dan Brian menjemput Lovely. Amanda dan Abed dan Nikita menyambut.
Abed: jadi kalian sudah akur? Apa kalian bertengakar semalam? (Menggoda)
Amelia: jangan menggoda terus. Membuatku malu.
Abed: oke oke.. aku akan diam.
Amelia dan Brian duduk di sofa di temani Nikita. Abed masuk kedalam, tidak lama keluar dengan membawa sesuatu. Dan memberikan kepada Brian.
Brian: (menerima dan melihat) wow.. kalian sungguh akan menikah? Ini kabar bagus.
Nikita: ya, papa mamaku akan datang.
Brian: aku dan Amelia pasti akan datang.
Amelia: akhirnya kalian menikah juga. Aku senang sekali.
Amanda keluar membawa Lovely. Brian berdiri dan langsung menghampiri Amanda. Brian mengambil alih menggendong Lovely. Brian menciumi Lovely. Air matanya menetes, Brian sangat bahagia bertemu dengan Lovely. Amelia mendekat dan menyeka air mata Brian.
Amelia: sayang maaf..
Brian: terimakasih sudah mau kembali sayang. (Memeluk Amelia)
Amelia mengeratkan pelukan. Amelia sangat menyesal memisahkan Brian dan Lovely. Amelia menangis tersedu. Brian menciumi kepala Amelia berusaha menenangkan Amelia. Brian mengusap lembut kepala Amelia. Amanda, Abed dan Nikita terharu. Abed sampai menangis.
Abed: kalian ya, membuatku sampai menangis seperti ini. (Menyeka air mata)
Nikita: sabar.. (mengusap lembut punggung Abed)
Amelia melepas pelukan, dan menyeka air matanya. Brian mencium kilas kening Amelia. Amelia tersenyum karena malu.
Amelia: sayang jangan buat aku malu.
Amanda: Brian benar, kalian tidak perlu malu.
Abed: kalian membuatku iri.
Amelia: ya.. cium saya Nikita kalau begitu.
Abed: ide bagus.. (memegang wajah Nikita dan mencium kilas kening Nikita) sayang sepertinya aku harus banyak belajar dari Brian hal hal romantis.
Nikita: jangan begini, membuatku malu saja (wajah memerah)
Amelia: hmm.. kamu menjadi lelaki romantis sekarang.
Abed: masih belum, masih jauh tertinggal dibelakang Brian.
Brian: berjuanglah, (tersenyum)
Abed: ya ya ya.. aku akan berguru padamu Brian.
Amelia: kalau begitu kami permisi pulang. Ma terimakasih sudah menjaga Lovely.
Amanda: sama sama, jangan pergi lagi. Bicarakan dulu baik baik jika ada masalah. Pasti ada jalan keluarnya.
Amelia: iya ma, aku mengerti.
Abed: baik baik ya. Jangan bertengkar lagi.
Amelia: iya (tersenyum)
Nikita: hati hati dijalan.
Brian: ya, kalian juga jaga kesehatan.
Brian memberikan Lovely pada Amelia. Amelia menggendong dengan hati hati. Amelia dan Brian meninggalkan rumah Abed. Mereka masuk dalam mobil dan melesat pergi menuju rumah.
♡Brian♡
Senangnya, putriku sudah besar dan semakin cantik. Aku sesekali memegang tangan mungil Lovely. Jari jari kecil yang menggemaskan.
__ADS_1
Brian: apa kamu lapar?
Amelia: tidak, kamu lapar?
Brian: tidak begitu. Tapi aku ingin makan makanan yang manis sepertimu.
Amelia: kita ke kedai ice cream saja.
Brian: baiklah nyonyaku. Aku kita kesana.
Kami menuju kedai ice cream. Saat sampai aku belihat banyak sekali pengunjung. Kami turun dari mobil aku mengeluarkan kereta bayi dari bagasi mobil. Amelia meletakan Lovely dalam kereta. Aku mendorong kereta, kami bersama sama masuk dalam kedai ice cream.
Kami berada di depan pelayan. Amelia memilih ice creamnya. Amelia menatapku dan tersenyum. Aku kaget, Amelia memilih banyak rasa.
Brian: yakin habis?
Amelia: tentu saja. Kamu mau rasa apa?
Brian: (menatap pelayan) beri aku rasa dark Chocolate tanpa toping tanpa saus.
"Baik tuan"
Pelayan memberikan pesananku dan diterima oleh Amelia. Kami mencari tempat duduk dan duduk. Aku melihat Amelia dengan lahap makan ice cream di hadapannya.
Brian: pelan pelan sayang. Tidak akan ada yang merebut.
Amelia: makanlah ice mu, nanti mencair.
Aku memakan ice ku perlahan lahan. Aku melihat Amelia yang terus lahap ice nya, Amelia melihatku dan tersnyum. Hmmm bibir merah cherry Amelia belepotan.
Brian: sayang, kemarilah.
Amelia: ada apa?
Brian: ada sesuatu yang ingin aku katakan.
Amelia mendekatiku dia menatapku. Aku tersenyum karena berhasil mengerjai Amelia. Aku mendekat dan mencium bibir Amelia. Aku menyapu bersih sisa sisa ice yang menempel dibibir Amelia. Rasanya manis, sangat manis..
Deg..
Deg..
Deg..
(Dalam hati Amelia)
Brian ini, kenapa disaat seperti ini? Tidak malukah dilihat orang? Jantungku kenapa berdebar. Brian.. cimanmu sungguh membuatku gila. Kamu membuatku sangat malu. Menciumku ditempat umum.
Aku melepas ciumanku, dan mengecup kilas bibir Amelia cup.. aku tersenyum puas.
Brian: wajahmu merah? Kenapa? Kamu sakit?
Amelia: kamu membuatku malu, ini tempat umum sayang
Brian: hei, ini Amerika. Mau apa saja bebas. Mau menciummu ditengah jalan pun tidak akan adaa yang melarang.
Amelia: tetap saja, aku menjadi malu.
Brian: haha (tertawa, lalu mendekat ditelinga Amelia) aku mencintaimu sayang.
Amelia: aku juga mencintaimu.
Aku bahagia saat ini. Aku Amelia dan Lovely. Kami kembali bersama setelah 3 bulan terpisah. Aku bersyukur karena Amelia dan Lovely sehat dan baik baik saja. Aku tidak akan maafkan diriku sendiri jika sampai hal buruk terjadi pada mereka. Karena aku sangat mencintai mereka.
Amelia..
Dan,
Lovely..
😘😘
•Jangan lupa like dan isi kolom komentar•
•Terimakasih•
•Beri ☆ juga yaa•
*Jangan lupa mampir baca*
"Pelukan Hangat Paman Tampan"
__ADS_1
ditunggu yaa😉...