Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
S2 - EPISODE 108


__ADS_3

Andrew sudah tertidur. Abed bangun dari tidurnya dan berjalan mendekati jendela kamar Andrew. Abed menatap keluar jendela.


Abed: kamu datang, dan Andrew bisa melihatmu?


Nikita: ya, Andrew bisa melihatku. Sepertimu yang bisa melihatku.


Abed: apakah dia memiliki sesuatu yang unik sepertiku?


Nikita: aku rasa seperti itu. Dirumah ini hanya kamu yang bisa melihatku saat aku datang. Dan juga Andrew, aku datang dan mengingatkan untuk tidak membencimu.


Abed: jadi Andrew membenciku?


Nikita: tidak, dia hanya kesal dan ingin tahu seperti apa papa kandungnya. Kamu sungguh berniat mengirim Andrew pergi?


Abed: ada apa? Apa akan ada sesuatu?


Nikita: ya, akan ada sesuatu. Bukan Andrew tapi kamu Abed. Kamu harus lebih berhati hati.


Abed: kamu tidak perlu cemas, aku baik baik saja. Terimakasih Nikita.. (tersenyum menatap Nikita)


Nikita terdiam menatap Abed, Nikita hanya bisa memberi peringatan kepada Abed untuk berhati hati dalam bertindak.


Abed: ada apa??


Nikita: aku tak bisa katakann Abed. Aku sendiri tidak tau apa yang akan terjadi.


Abed: apakah Andrew mengatakan hal lain?


Nikita: tidak banyak yang diceritakan. Andrew hanya menangis, dan bertanya kenapa aku tega meninggalkannya. Dan kata kata itu membuatku sedih.


Abed: kita tidak bisa memutar waktu. Jika aku bisa, aku akan menghentikan waktu dan tetap ingin kita bersama. Hatiku hancur saat kehilanganmu terlebih saat itu kamu sedang mengandung.


Nikita: bicara mengenai itu, ada yang ingin bertemu denganmu. Sudah sejak lama ingin bertemu, namun tidak berani menemuimu.


Abed mengerutkan keningnya, Abed melihat cahaya terang di belakang Nikita. Bayangan samar wanita cantik dan perlahan menjadi utuh berdiri disamping Nikita.


Abed: siapa? (Menatap Nikita)


Nikita: ingat, saat hasil pemerikasaan keluar dan dokter mengatakan anak kita perempuan. Kamu.. (kata kata terputus oleh Abed)


Abed: aku akan memberi nama anak kita Naomi.


Nikita: sekarang Naomi ada dihadapanmu. Kamu bisa melihatnya sekarang.


Abed: andai saja kalian berdua.. (menangis, menundukkan kepala)


Naomi menatap Nikita, Nikita tersenyum dan mengangguk. Naomi berjalan perlahan mengahampiri Abed. Abed mengepalkan tangannya, merasa kecewa dan menyesal. Naomi mengukurkan tangan memegang tangan Abed. Abed terkejut, menatap ke arah Naomi. Naomi tersenyum cantik menatap Abed.


Naomi: papa..


Abed langsung memeluk Naomi. Abed menangis tersedu. Abed menyesali kejadian di masa lalu sehingga harus berpisah dengan istri dan anaknya yang masih ada di dalam kandungan.


Pintu kamar Andrew diketuk. Seketika bayangan Nikita dan Naomi menghilang. Pintu kamar Andrew terbuka, Kim Ha Na masuk dan menutup pintu, berjalan ke arah Abed. Kim Ha Na sekilas melihat Andrew yang sudah tertidur pulas. Abed menyeka air matanya, rasa rindunya masih melekat dalam. Merindukan Nikita dan putrinya.

__ADS_1


Kim Ha Na: sayang, ada apa? Kenapa berdiri di sini?


Abed: tidak ada. Hanya ingin melihat langit malam saja..


Kim Ha Na: (menatap wajah Abed) kamu menangis?


Abed: tidak sayang, udara begitu dingin. Mataku berair mungkin akan flu.


Kim Ha Na: kamu benar, sekarang sudah memasuki musim dingin. Ayo tidur, ini sudah malam.


Abed: pergilah dahulu. Aku akan menyusul nanti.


Kim Ha Na: oke. Aku akan menunggumu diluar.


Kim Ha Na berjalan perlahan keluar kamar. Abed melihat kearah luar jendela dan menghela nafas panjang.


(Dalam hati Abed)


Datanglah dalam mimpiku, walaupun hanya sesaat. Aku masih merindukan kalian Nikita dan Naomi.


Abed melangkah pergi mendekati Andrew, merapikan selimut Andrew. Abed mencium kening Andrew kilas dan mantap Andrew. Tidak lama kemudian Abed pergi meninggalkan Andrew dan berjalan keluar dari kamar Andrew.


♡♡♡♡♡


Di kamar Lovely.


Lovely sedang berbincang dengan Brian. Brian duduk bersandar bantal di atas ranjang. Lovely duduk disamping Brian dengan memeluk Boneka kesayangannya.


Lovely: pa, bisakah kita melihat orang yang sudah meninggal?


Brian: (mengerutkan dahi menatap Lovely) ada apa sayang? Kenapa bertanya hal seperti ini?


Lovely: aku hanya ingin tau pa. Andrew bercerita jika Bibi Nikita datang menemuinya. Dan itu nyata, bukan mimpi.


Brian: ahh.. beberapa dari kita memiliki kemampuan seperti itu. Bisa melihat dan berkomunikasi dengan apa yang tidak terlihat.


Lovely: oh begitu. Mama juga pernah bercerita padaku jika paman Abed bisa melihat apa yang tidak bisa mama lihat.


Brian: jika kita benar benar rindu dan membayangkan orang tersebut, kita bisa melihatnya walau hanya sekejap mata Papa dulu juga pernah, melihat kakek dan nenek. Meski hanya sesaat. Melihat kakek dan nenek tersenyum membuat papa bersemangat dan semakin berani menjalani hidup.


Lovely: pa.. apakah papa sungguh sungguh menyukai mama? Atau karena papa terpaksa karena papa dahulu tidak punya apa apa. Dan bagaimana perasaan papa sesungguhnya kepada mama saat pertama kali bertemu.


Brian: sudah papa ceritakan masih kurang mengerti rupanya. Baiklah papa akan ceritakan kembali.


Brian bercerita beberapa hal, Brian mmeberitahu isi hatinya. Perasaanya kepada Amelia saat itu. Lovely tertawa saat mendengar Brian bercerita. Lovely merasa kisah cinta papa dan mamanya adalah kisah yang unik.


..


..


..


..

__ADS_1


..


Brian akhinya selesai bercerita. Brian merangkul Lovely dan membelai rambut Lovely.


Brian: carilah pemuda yang tulus menerimamu. Yang bisa menerima sifatmu sikapmu dan karaktermu. Dan juga kamu juga harus siap menerima semua yang ada padanya. Perbedaan adalah hal yang indah dalam sebuah hubungan. Karena dari berbedaan itu terciptalah sebuah kepercayaan. Jika mau menerima berarti kamu mau percaya kepada pasanganmu. Begitu juga sebaliknya.


Lovely: apa papa dan mama juga seperti itu? Kalian tidak pernah bertengkar?


Brian: papa dan mama bisa mengerti dan menerima satu dengan yang lain. Papa dan mama selalu mengutamakan kejujuran dan kepercayaan. Papa tidak pernah menutupi apapun kepada mama, begitu juga mama. Kami selalu membicarakannya bersama sebelum mengambil keputusan. Karena papa dan mama hanya ingin menjadi satu sampai akhir usia nanti. Tidak ingin terpisahkan.


Lovely: luar biasa. Apakah aku bisa menemukan pemuda seperti papa? Aku rasa hanya papa satu satunya lelaki manis di dunia ini.


Brian: pasti ada, Lovely pasti akan bahagia. Papa yakin itu.


Lovely: pa..


Brian: iyq sayang, ada apa? Katakan pada papa apa yang masih mengusik pikiranmu dan hatimu.


Lovely: menurut papi, lebih indah mencintai atau di cintai?


Brian: karena papi adalah pejuang cinta, papi akan menjawab mencintai. Mencintai seseorang yang kita sukai mendorong kita untuk berusaha mendekat. Semakin lama perasaan kita semakin dalam. Sama seperti disaat papa mencintai mama. Mama hanya punya satu nama dalam hatinya, yaitu Daniel. Mantan kekasih mama. Menyakitkan tapi papa tidak menyerah. Papa terus mengejar mama. Papa terus berusaha menjadi yang terbaik untuk mama dan selalu ada untuk mama. Papa selalu menjadi orang pertama yang melindungi mama.


Lovely: so sweeet. Papi yang terbaik.


Brian: jadilah wanita yang kuat seperti mama. Wanita yang luar biasa. Tidak mudah putus asa dan tentu saja baik hati.


Lovely: iya pa. Lovely akan berusaha menjadi yang terbaik. Menjadi putri papa yang bijaksana sesuai keinginan papa dan mama. Lovely sayang papa.


Brian: papa juga sangat sayang kepada Lovely. Papa sayang kepada mama dan Alex. Tidurlah, sudah malam.


Lovely: selamat malam pa, selamat tidur. Mimpi indah.


Brian: selamat tidur sayang. Mimpi indah, jangan lupa berdoa dan mengucap syukur untuk hari ini.


Lovely: iya pa.


Brian: i love you.. (mencium kilas kening Lovely)


Lovely: i love you too (mencium kilas pipi Brian)


Brian turun dari ranjang Lovely dan melambaikan tangan. Brian tersenyum lergi meninggalkan Lovely. Brian berjalan menuju pintu, membuka pintu dan keluar. Lovely tersenyum, menghela nafas panjang. Lovely menyatukan tangan dan menutup mata untuk berdoa, selesai berdoa Lovely masuk dalam selimut dan berbaring. Mata cantiknya perlahan tertutup, Lovely masuk ke dalam mimpi yang indah.


----------@@@@@----------


Terimakasih sudah setia membaca novel saya. Jangan lupa beri like, komen dan bantu Vote ya. Jangan lelah menunggu updatenya..


Sampai jumpa di episode selanjutnya..


Bye bye semua..


Salam kasih,


"Dea Anggie"

__ADS_1


__ADS_2