
INGGRIS
Andrew dan Lovely sudah sampai di Inggris. Mereka sudah tiba di rumah Abed, rumah yang sering di tempati Abed saat sedang berada di Inggris. Jika ke Inggris Abed tidak pernah sendiri, Abed selalu mengajak Kim Ha Na, Andrew, Michael dan Mattew ikut serta. Jika salah seorang tidak bisa ikut karena suatu hal, Abed akan mengurungkan niat untuk pergi dan mengatur jadwalnya kembali. Di rumah itu, banyak kenangan manis bersama keluarganya. Terutama kenangannya bersama Abed, dimana Andrew pertama kalinya belajar bisnis dan mengelola perusahaan. Dengan penuh kesabaran Abed membimbing dan mengarahkan Andrew agar bisa memahami, dan bisa menguasai materi yang di sampaikannya.
Andrew dan Lovely punya kamar masing masing. Kamar mereka terpisah jarak yang agak jauh. Andrew mengantar Lovely ke kamarnya, membantu Lovely membawakan koper Lovely.
"Maaf Love, disini tidak ada asisten atau pekerja. Rumah ini selalu dibersihkan oleh orang panggilan saja yang tinggalnya tidak jauh dari sini. Biasa mengurus taman depan dan belakang rumah ini. Kamu isturahatlah dulu, nantu aku akan sewa pekerja atau asisten agar kamu tidam kesulitan." Kata Andrew, membuka pintu kamar dan masuk di ikuti Lovely.
"Tidak perlu Andrew, aku bisa melakukan pekerjaan rumah. Lagipula aku juga tidak akan sibuk di kantor." Jawab Lovely.
"Hmm.. baiklah, jangan paksakan dirimu Love. Aku tetap akan cari seseorang untuk mengurus rumah. Kamu tidak boleh kelelahan karena mengurus rumah. Jangan membantah seperti mamaku." Ucap Andrew, menatap tajam ke arah Lovely.
"Oke, jangan menatap ku seperti itu. Itu sangat menakutkan, dan kamu tidak terlihat tampan lagi." Lovely menatap Andrew dan tersenyum manis.
Andrew, menggeleng dan tersenyum melihat wajah Lovely yang lucu. " istirahatlah Love, kita akan keluar untuk makan malam bersama nanti." Andrew mengusap rambut Lovely lembut.
"Oke, kamu juga tidurlah. Selamat beristirahat Andrew." Ucap Lovely.
Andrew mendekat dan mencium lembut kening Lovely. Andrew mencium hidung dan kemudian mencium bibir Lovely kilas. Andrew mengusap lembut wajah Lovely. Andrew berbalik dan hendak melangkah, Lovely tiba-tiba saja memeluk Andrew dari belakang.
"Andrew, aku mencintaimu." Ucap Lovely lirih.
Andrew terdiam, melepas tangan Lovely yang melingakar di perutnya. Andrew berbalik dan menatap Lovely, Lovely menatap Andrew. Andrew meraih tengkuk leher Lovely dengan tangan kanannya dan mencium bibir Lovely dengan lembut. Lovely melebarkan mata, Andrew merangkul pinggang Lovely dengan tangan kirinya. Lovely meraba wajah Andrew dan meraba tengkuk leher Andrew. Mengusap-usap bahu dan punggung Andrew.
Andrew tiba-tiba melihat bayangan dirinya sendiri berada tidak jauh di belakang Lovely. Bayanganya menatap tajam, bayangan gelap itu tertawa dan menghasut Andrew.
"Lakukan apa yang kau mau Andrew. Jangan tahan keinginanmu. Lovely wanita yang cantik bukan? Dia juga tergila-gila padamu. Hahaha.. jangan ragu-ragu, ayo lakukan saja." Suaranya yang nyaring membuat telinga Andrew sakit.
Andrew melepas ciumannya, Lovely menatap Andrew. "ada apa?" Tanya Lovely lirih.
"Tidak ada love, tidurlah. Maaf aku terlalu berlebihan tadi. Sampai nanti." Andrew pergi meninggalkan kamar Lovely, Andrew keluar kamar Lovely dan menutup pintu kamar Lovely.
Andrew berjalan menuju kamarnya. Membawa kopernya yang ditingglkannya di sudut ruangan. Andrew mengatur nafasnya dan terus melangkah.
"Apa itu? Dia datang lagi? Aahhh bodohnya aku, aku terlalu menikamatinya tadi. Untung saja aku bisa hentikan jika tidak aku pasti sudah melakukan hal yang tidak-tidak pada Lovely. Andrew, jangan lakukan itu lagi, jika kamu melakukan hal-hal aneh maka kamu akan di benci oleh Lovely. Kendalikan dirimu, jadilah pria yang mengerti aturan dan menghormati wanita." Batin Andrew yang masih merasa kesal dengan sikapnya yang berlebih.
Andrew berdiri didepan pintu kamar. Tangannya perlahan meraih gagang pintu, belum sampai gagang pintu di pegangnya. Bayangan dari masa lalu datang menghampiri Andrew.
Andrew melibat tangan seseorang membuka pintu, dan itu adalah Abed. Abed berjalan masuk dan menyapa seseorang yang sedang duduk bersandar di bant. Ya seseorang tersebut adalah Andrew.
"Hallo sayang, ayo cepat kita harus pergi." Abed duduk di tepi ranjang.
__ADS_1
"Hai pa, aku sedang kesal! Aku tidak mau pergi kemana pun. Maaf papa.." jawab Andrew.
"Ada apa? Kenapa tidak bersemangat begini. Ayolah, lelaki tidak boleh goyah seperti ini. Lelaki tidak boleh kesal saat di ejek. Mereka bukan orang jahat nak, mereka hanya melihat sisi luarmu saja tanpa melihat betapa baiknya putra papa ini. Maafkan mereka, oke." Ucap Abed menenangkan Andrew.
"Ya baiklah, aku maafkan. Aku tidak mau lagi bermain bersama mereka." Jawab Andrew.
"Baiklah, ayo bangun dari dudukmu dan kita pergi." Abed berdiri dan menatap Andrew.
Andrew turun dari tempat tidur dan berdiri di samping papanya. Abed merangkul Andrew dan berjalan keluar bersama meninggalkan kamar.
Andrew yang melihat bayangan masa lalunya tiba-tiba manangis. Andrew melihat papanya dengan jelas di depan matanya. Tetapi bayangan itu tidak bisa disentuh oleh Andrew. Andrew ingin sekali bertemu Abed, walaupun hanya sekali.
"Papa.. maaf.." batin Andrew dengan berlinang air mata.
Andrew melangkah masuk dalam kamar dan menutup pintu kamar. Andrew meninggalkan kopernya di dekat sofa dan berjalan menyusuri kamarnya.
Dikamar Andrew banyak terpasang foto. Fotonya bersama keluarga, fotonya bersama Abed dan kedua adiknya lah yang paling banyak. Andrew menghentikan langkahnya dan menatap sebuah Foto. Foto masa kecil Andrew yang di pangku oleh Abed. Tangan Andrew perlahan meraba wajah Abed dalam foto.
"Terimakasih pa, sudah membesarkanku dan mendidikku. Aku akan selalu ingat semua tentang papa, maafkan kebodohan anakmu ini pa. Kelebihanku tidak ada gunanya jika aku tidak bisa selamatkan papa saat itu. Sampai sekarang aku masih benci diriku sendiri pa, aku benci.. benci dan sangat benci.. apa gunanya aku ada disini tanpa papa." Ucap Andrew dengan terisak.
Tangan Andrew gemetar, rasa marahnya sudah diujung tanduk. Setiap kali ingat akan Abed, Andrew pasti akan ingat kejadian yang menimpa Abed. Seketika amarahnya langsung memuncak dan tidak terkendali. Andrew seperti orang yang hilang akal, dan lupa diri.
Puas berbicara Lovely mengakhiri panggilannya dengan papanya. Lovely meletakan ponselnya di ranjang, Lovely membuka kopernya dan menata baju-bajunya di lemari. Setelah semua selesai Lovely naik keatas rajang dan bsrbaring. Lovely menghela nafas panjang ada rasa senang dan juga sedih. Senang karena bis menikmati banyak waktu bersama Andrew, sedih karena harus jauh dari papanya.
Lovely merasa lelah dan mengantuk, Lovely menutup mata dan terlelap tidur.
♡♡♡♡♡
Mely sedang duduk bersantai bersama Flip, ponsel Mely berdering. Panggilan dari Brian, Mely tersenyum senang saudaranya menghububginya. Mely menerima panggilan dari Brian.
(Percakapan dalam telepon)
"Hallo" Mely menjawab panggilan Brian.
"Hallo Mel, apa kamu sedang sibuk sekarang?" Tanya Brian.
"Tidak kak, aku sedang duduk santai bersama Flip. Menunggu Felix pulang kerja." Jawab Mely.
"Begini, kamu masih ingat apa yang aku ceritakan terakhir kali? Jika Lovely akan ikut Andrew ke Inggris. Mereka sudah di Inggris, tolong aku jika kamu ada waktu luang sesekali lihat keadaan dan kondisi Lovely. Aku meminta tolong padamu karena jarak rumahmu lebih dekat dibandingakan aku yang ada di Amerika. Jangan katakan jika aku sudah menghubungimu, aku tidak mau Lovely merasa di awasi dan membuatnya tidak nyaman." Kata Brian.
__ADS_1
"Baiklah kak aku menegeti. Bersabarlah, berjauhan dengan buah hati selalu menyiksa. Terlebih Lovely adalah putri kesayanganmu. Aku akan menuruti perkataanmu, tenang saja. Semua aman." Jawab Mely.
"Selalu baik dan bisa diandalkan. Terimakasih Mely, sampaikan salamku pada Felix dan juga Flip. Aku akan datang minggu depan, jika aku ada waktu luang. Bye Mel.. jaga dirimu dan kesehatanmu." Ucap Brian.
"Bye kakak.." memutus panggilan. Mely meletakan kembali ponselnya dimeja dan kembali duduk bersandar.
"Benar kata Naomi. Andrew dan Lovely sudah datang." Batin Flip yang berpura\-pura tidak tau apa\-apa.
"Sayang, jika ada waktu kunjungi Lovely dan Andrew. Jangan hanya mengurus penelitianmu di laboratorium. Ada sepupu disini." Kata Mely menatap
Flip.
"Iya ma, Flip mengerti." Jawab Flip.
Flip berdiri dari duduknya dan ijin kembali kekamar. Mely mengiyakan permintaan Flip untuk kembali ke kamar. Flip berlari kecil masuk dalam kamarnya. Flip membuka pintu dan masuk, kembali menutup pintu. Belum sampai kaki Flip melangkah jauh Naomi muncul dan mengejutkan Flip. Naomi tiba-tiba saja ada di hadapan Flip dan menghadang jalan Flip.
"Astaga, Naomi.." keluh Flip.
"Kenapa? Apa aku salah lagi? Datang di waktu yang salah? Baiklah aku akan pergi." Kata Naomi.
Flip mencegah Naomi pergi, "jangan pergi. Aku tidak mengatakan apa-apa Naomi, kenapa kamu bicara seperti itu? Aku hanya terkejut karena kamu tiba-tiba saja muncul." Flip menjelaskan.
"Benar kamu tidak kesal padaku? Jika kamu kesal katakan saja, aku tidak apa-apa Flip." Ucap Naomi.
"Aku tidak kesal, atau juga tidak membencimu. Kamu temanku Naomi." Jawaban Flip membuat Naomi terkejut.
"Terimakasih Flip, kamu memang orang baik. Aku tidak akan menyesal sudah bertemu denganmu.
Naomi tersenyum kearah Flip. Flip juga tersenyum manis menatap Naomi.
@@@@@..... @@@@@.....
Hallo hallo..
Jangan lupa like,, komen dan vote..
Terimakasih banyak semua..
Sampai jumpa di next episode..
Bye bye..
__ADS_1
♡Dea Anggie😉♡