Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
Lelaki Bayaran Amelia 52


__ADS_3

1 minggu kemudian.


Hari keberangkatan Brian tiba. Brian sudah menyipakan diri, Brian pergi ke Amerika didampingi kedua orangtuanya. Beny dan Susan ingin mendampingi Brian untuk beberapa hari. Adit mengantar kepergian sahabatnya. Nikita juga datang ke bandara mengantar Brian. Brian senang, menatap Brian dan Nikita.


Brian: Thankyou.. dit, tolong antar Nikita pulang ya.


Adit: siap.. hati hati ya, sering seringlah pulang.


Brian: pasti.. Bye bye..


Adit dan Nikita melambaikan tangan kw arah Brian. Brian membalas lambaian tangan Adit dan nikita. Brian berbalik dan menyusul kedua orang tuanya masuk. Nikita dan Adit masuk dalam mobil. Adit mengantar Nikita. Mobil Adit meluncur menuju rumah Nikita.


♡♡♡♡♡


Amerika


Brian memulai hari disana dengan penuh semangat. Beny dan Susan menemani Brian selama beberapa hari sampai hari masuk pertama universitas.


Hari pertama berjalan baik, Brian bisa beradaptasi dengan lingkungan universitas. Banyak teman wanita maupun pria, Brian mengikuti kegitan di universitas, membuatnya semakin populer dan dikenal. Banyak yg membantu Brian jika Brian dalam kesulitan, karena Brian sering membantu teman temannya juga.


Brian belajar dengan baik, tidak melakukan hal buruk atau melanggar batas. Meski banyak yang menyukai Brian tidak merasa besar kepala. Brian selalu merasa tidak nyaman, karena Brian merasa biasa biasa saja. Brian tidak ingin terlibat masalah di negara asing, oleh karena itu Brian sering menghindari wanita wanita yang mendekatinya. Brian tidak mau ada pertengkaran dan perkelahiaan hanya karena seorang wanita.


Setiap tahun Brian menyempatkan pulang. Melihat kondosi orang tuanya yg baik baik saja Brian merasa lega. Tidak hanya mengunjungi orangtua, Brian menyempatkan bertemu Nikita. Diam diam Brian dan Nikita menjalin hubungan. Setiap pulang, Brian selalu memberikan nikita hadiah, Brian menyayangi Nikita. Tidak dengan Nikita yang hanya memanfaatkan kepolosan Brian. Nikita justru diam diam menjalin hubungan terlarang dengan adit, sahabar Brian. Nikita menggoda Adit sedemikian rupa hingga Adit jatuh dalam perangkapnya dan mau tidak mau bersandiwara di hadapan Brian.


5 tahun berlalu begitu cepat, Brian kembali ke Indonesia karena mendengar kondisi papanya yang tiba tiba menurun. Brian yang baru menyelesaikan kuliahnya terpaksa pulang ke Indonesia, Brian juga meninggalkan beberapa pekerjaan yang menjanjikan di Amerika.


♡♡♡♡♡


Jakarta, Indonesia..


Brian pulang dan melihat mamanya yang murung. Brian merangkul mamanya dan mencium lembut pipi mamanya. Brian merasa sedih mama kesayangannya terlihat murung dan sedih.


Brian: ma.. ada apa dengan papa?


Susan: sepertinya ada masalah di perusahaan. Papa dua minggu ini selalu marah marah, mama tidak tahu kenapa (sedih)


Brian: nanti coba Brian cari tau ma. Brian mau mandi, dan berangkat ke kantor papa. Mama jangan sedih lagi ya.


Susan: tolong lah papamu nak. Mama tidak bisa melihat papamu yang ceria selalu bersedih dan selalu cemas.


Brian: iya ma, Brian mengerti.


Susan: pergilah mandi.. mama baik baik saja.


Brian berlari kearah kamarnya, Brian masuk kamar, mandi dan bersiap untuk ke kantor papanya. Setelah rapi Brian keluar dari kamarnya, melihat mamanya yang sedang memasak di dapur.


Brian: ma.. Brian pergi dulu.


Susan: hati hati sayang.


Brian pergi meninggalkan rumahnya menuju kantor papanya. Tiba tiba Brian berdebar, jantungnya seakan tidak bisa dikendalikan. Brian memegang dadanya merasakan detak jantung yang berdetak kencang tidak beraturan. Brian mulai memiliki perasaan yang aneh, Brian berdoa dalam hatinya agar dijauhkan dari hal hal buruk. Brian berusaha tenang, dan berfikir positif.


20 menit kemudian..


Brian parkir diparkiran depan perusahaan papanya. Brian turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam gedung kantor. Perasaan Brian semakin kacau, tangan Brian berkeringat. Jantung terus berdebar, semakin kencang. Seakan akan ingin meledak. Brian di sambut beberapa staf yang mengenal Brian, sisanya hanya menatap dan mengagumi sosok Brian. Brian berdiri di depan ruangan papanya, Brian menyapa sekertaris papanya dan bertanya tentang papanya. Sekertaris mengatan jika dari pagi atasanya tidak mebgijinkan siapapun masuk. Brian semakin penasaran, Brian membuka pintu namun terkunci.


Brian: mana kunci cadangan?


"Tapi.. pak Candra?"


Brian: cepat! Jangan buat aku marah!

__ADS_1


"Iya pak, tunggu.. saya akan ambilkan"


Sekertaris membuka laci dan memberikan kunci cadangan pada Brian. Brian segera menerima dan membuka pintu ruangan papanya. Brian terkejut melihat papanya tersungkur bersimbah darah dengan pergelangan tangan yang terluka. Brian meminta sekertaris memanggil ambulance. Brian berlari mendekat dan memeriksa kondisi papanya. Tangan Brian gemetar mendapati papanya tidak bernafas lagi, seketika Brian lemas.


Beberapa saat kemudian ambulane datang. Semua staf karyawan berkerumun, melihat atasan mereka yang terkulai lemah tidak berdaya. Brian di bantu sekertaris berdiri. Brian membatu menatap papanya di bawa dengan tandu keluar ruangan.


"Saya perlu hubungi ibu Candra?"


Brian: biar aku saja yang menghubungi. Tolong awasi perusahaan, beri kabar padaku jika ada apa apa.


"Baik pak"


Brian berlari mengikuti papanya. Semua staf mulai bergosip, Brian tak menghiraukan. Brian menahan agar air matanya tak jatuh, Brian berbicara pada petugas medis setelah berbincang beberapa saat Brian naik ke mobilnya, Brian kembali pulang ke rumah menjemput mamanya.


Pikiran Brian kacau, hatinya merasa sesak. Papanya yang dikasihi sudah tiada, Brian memikirkan mamanya, bagaimana caranya memberitahukan pada mamanya jika papanya sudah tiada? Brian terus berfikir, sesekali mengambil nafas panjang. Mobil berhenti di depan rumah, Brian turun dan berlari masuk mencari mamanya. Brian melihat mamanya dan langsung memeluk mamanya.


Susan: Brian ada apa?


Brian: ma.. ikut Brian ke rumah sakit..


Susan: ada apa? Apa papa sakit?


Brian: (mengeratkan pelukan, menangis) sabar ma.. kita harus iklaskan papa..


Susan: apa.. (melepas pelukan) apa maksdumu? Iklas apa?


Brian: (menyeka air mata) saat Brian sampai di kantor Brian melihat papa sudah di lantai dan.... (terdiam)


Susan: ayo, dimana papa? Ayo kita kesana (menahan kesedihan)


Brian dan Susan pergi meninggalkan rumah menuju rumah sakit. Sepanjang perjalanan Brian melihat mamanya terdiam, Brian tak bisa bicara banyak. Karena dirinya sendiri juga merasa sangat kehilangan.


Sesampainya di rumah sakit. Beny, sudah dinyatakan meninggal dunia lewar dari 3 jam sebelum ditemukan. Susan dan Brian hanya bisa pasrah menerima. Brian segera mengurus surat kematian papanya dan membawanya ke rumah duka. Brian mengabari om nya (Jony) jika papanya sudah tiada. Surat kematian sudah ditangan, Brian dan Susan dalam perjalan menuju rumah duka. Brian terus berdiri di samping mamanya, memberi dukungan.


Banyak teman dan koneksi bisnis yang datang dan kenyayangkan sikap Beny yang memilih jalan pintas. Brian terdiam mendengar beberapa gosip mengenai perusahaan papanya yg jatuh. Brian tidak peduli, yang dia pedulikan hanya mamanya seorang. Susan terlihat sangat sedih, sesekali tersenyum penuh kepalsuan kepada orang orang yang datang.


Proses demi proses dilakukan, sampai tiba saatnya acara pemakaman. Saat pemakaman suaminya Susan langsung jatuh pingsan. Brian merasa sedih karena semenjak papanya meninggal mamanya jadi sakit sakitan. Beberapa orang datang menyita barang, dengan alasan hutang. Kondisi Susan semakin lama semakin buruk. Brian semakin sedih, Brian terus memberi pengiburan. Sampai pada akhirnya Susan pergi menyusul Beny. Brian sangat kacau, belum seminggu ditinggal mamanya, Brian diusir dari rumah. Brian hanya membawa tas berisi dokumen penting dan beberapa baju. Brian benar benar tidak punya apa apa.


Brian pergi kerumah om dan tantenya, diluar dugaan Brian tidak diterima denagn banyak alasan. Brian justru diusir, Brian terkejut om dan tantenya berubah menjadi orang yang jahat. Brian menghubungi beberapa teman semua menolak dengan alasan sibuk. Brian menghubungi Adit, Adit pun tak bisa membantu karena sedang ada di luar kota.


Brian tak punya uang, semuabtabungannya sudah habis untuk biaya perawatan mamanya. Hidup Brian di ambang kehancuran, Brian melihat berita di koran jika perusahaan papanya kini diakuisisi oleh omnya sendiri. Brian geram, sesegera mungkin Brian pergi keperusahaan menemui ok nya. Disana Brian di hadang petugas keamanan, Brian sempat bersitegang. Brian beberapa kali berusaha menemui om nya baik di kantor ataupun di rumah. Namun semuanya sia sia. Om nya selalu menghindar. Sekarang hidup Brian benar benar kacau, tidak ada yang mau menolongnya.


Air mata Brian mengalir saat menceritakan kisah masa lalunya. Amelia menyeka air mata Brian dan mencium kedua kelopak mata Brian.


Amelia: menangislah sayang.. (suara lembut) aku bangga padamu, sesulit apapun kamu mau berusaha bangkit. Meski kamu dihina dan direndahkan, hatimu tetap mau mengampuni. Aku bangga padamu Brian.. (tersenyum)


Brian: hmm.. aku juga bangga padamu. Kamu wanita yang kuat dan tangguh.


Amelia: aku akan menemanimu hingga akhir Brian. Aku ingin selalu ada di sisimu.


Brian: (memeluk erat Amelia) ya.. kita akan selalu bersama, kita harus terus bersama sampai kakek nenek, kita akan melihat putri kita dewasa dan menikah. Melihat masa depan Lovely.


Amelia: hmm.. (tersenyum bahagia)


Brian: aku akan terus berusahan membuat kalian anak dan istriku bahagia sampai masa yang akan datang.


(Dalam hati Amelia)


Aku bahagia Brian, aku sangat bahagia.


I love you..

__ADS_1


Amelia: thankyou.. (melepas pelukan) ada kamu disisiku, pasti aku akan bahagia. Begitu juga Lovely pasti akan sangat bangga memiliki papa sepertimu.


Amelia mendekat dan mengecup lembut Bibir Brian berulang ulang..


Cup..


Cup..


Cup..


Amelia tersenyum cantik menggoda Brian, Brian menahan tengkuk Amelia dan mecium bibir Amelia dengan Lembut..


Hallo semua..


Hallo hallo..


Terimakasih banyak sudah mau berkunjung dan setia menunggu update dari Lelaki Bayaran Amelia..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Bagi bagi tip juga boleh..


Jangan lupa mampir berkunjung ke novel saya yang lain.


•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)


•Pangeran Es Jatuh Cinta


(Season ke 2 Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Dan novel novel saya yang lain..


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Bagi tip nya juga..


Terimakasih..


Yang mau join grup FB/WA silahkan..


Yang mau Follow ig saya juga silahkan, siapa tau ada yang mau kenal dengan saya😊..


Menyukai karya saya, harus menyukai authornya juga dong.. bener gak??🤣


ig: dea_anggie


id line: dea_anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye semua..


Sampai jumpa di episode selanjutnya, jangan pernah lelah menunggu..


Salam hangat,


"Dea Anggie"


👋👋

__ADS_1


__ADS_2