
Lovely dan Flip sudah sampai di hotel. Flip bertanya pada bagian resepsionis apakah di dekat kamarnya ada kamar kosong, resepsionis melihat data di komputer dan menemukan kamar yang kosong. Kamar itu tepat berada disebelah kamar Flip, Flip merasa lega karena tidak perlu berjalan jauh untuk melihat keadaan Lovely kedepannya karena kamar mereka bersebelahan.
Rencana Flip, jika tidak mendapat kamar yang dekat Flip akan meminta Lovely tinggal bersama dengannya. Flip bisa mengalah dan tidur di sofa, Flip bisa mmberikan ranjang empuknya kepada Lovely.
Flip membuka pintu kamar Lovely dan membawakan barang-barang Lovely masuk ke dalam.
"Kamarku ads di sebelah Love, jika ada apa-apa panggil aku saja jangan lakukan apapapun yang membuatmu tidak nyaman. Apa kamu mengerti?" Flip menatap Lovely yang terlihat murung.
Lovely menatap Flip dan mengangguk. "Ya Flip, aku mengerti. Maaf merepotkanmu, dan terimakasih untuk semuanya." Kata Lovely tersenyum tipis.
"Aku menyayangimu Love, kita adalah saudara. Sudah seharusnya aku membantumu, berbagilah suka duka mu padaku. Jangan kamu simpan itu semua seorang diri, aku bisa saja gunakan kemampuanku untuk memaksamu bercerita namun aku tidak akan lakukan itu padamu. Aku tidak akan membuat orang lain menderita dengan menceritakan sesuatu yang tidak ingin diceritakannya. Istirahatlah, kita akan lanjutkan berkeliling nanti setelah kita makan siang bersama." Ucap Flip dengan suara ramah, Flip memegang tangan Lovely dan mengusap tangan Lovely.
"Sepupuku ini sangat baik dan tampan, wanitamu kelak pasti akan beruntung Flip. Karena kamu adalah pria dingin yang penuh kehangatan cinta." Kata Lovely tertawa lebar.
Flip terkejut, Flip memasang senyum lebar. Flip tersenyum bukan karena perasaanya sedang senang. Hanya saja Flip ingin agar Lovely tidak curiga, Flip terpaksa memasang senyuman palsu. Flip terus memikirkan Naomi, bagaimana Naomi dan lain sebagainya. Perasaan Flip mengatakan jika kemungkinan besar Naomu akan kesulitan menghadapi Andrew yang keras kepala dan berhati batu. Flip tiba-tiba saja melamun, pikirannya jauh berlarian memikirkan Naomi.
Lovely menatap Flip dan mengerutkan dahinya, Lovely melihat Flip begitu serius memikirkan sesuatu. Lovely mendekat dan menepuk bahu Flip perlahan. "Flip, kamu sedang memikirkan apa?" Tanya Lovely ingin tahu.
Flip tersadar dari lamunan dan menatap Lovely, "a.. a.. aku baik Love, maaf aku sedang memikirkan penelitianku (Flip berbohong) aku akan kembali ke kamarku, kamu istirahatlah kita bertemu saat jam makan siang dan pergi berjalan-jalan. Ayo kita bersenang-senang bersama." Ucap Flip menghibur Lovely.
"Ya, kamu juga istirahatlah. Masih ads beberapa jam untuk makan siang" Jawab Lovely tersenyum manis.
Flip tersenyum dan melambai "bye.."
"Bye.." Lovely melambai, mengantar kepergian Flip.
Flip berjalan dan keluar dari kamar Lovely, Flip berjalan mendekati kamarnya sendiri. Lovely mengintip Flip sesaat dan menutup pintu kamarnya saat melihat Flip sudah masuk dalam kamarnya sendiri.
Flip masuk dalam kamar dan menutup pintu kamarnya perlahan. Tiba-tiba saja Flip merasakan sesuatu melingkar di perutnya. Flip melihat ke perutnya dan melihat tangan Naomi. Flip memegang tangan Naomi yang memeluknya dari belakang.
"Ada apa?" Tanya Flip.
"Jangan bergerak, tetaplah seperti ini. Jika kamu bergerak aku akan pergi dan entah kapan akan kembali." Suara Naomi tersengar sangat sedih.
Flip meghela nafas, mengusap tangan Naomi. "Ya, aku akan diam dan melakukan sesuai keinginanmu. Tidak bergerak, dan tidak akan berbalik. Berhenti mengatakan kamu ingin pergi Naomi." Kata Flip merasa kesal, kata-kata yang entah mengapa tidak di sukai oleh Flip.
Suasana hening, Flip merasakan Naomi mencengkram kedua tangannya. Flip menutup matanya kilas tidak tahan melihat dan merasakan kesedihan Naomi.
Flip melepas tangan Naomi, dengan cepat Flip berbalik. Flip langsung memeluk Naomi, Flip mengeratkan pelukannya. Naomi menangis tersedu di dalam pelukan Flip.
Mulut Flip tertutup rapat, Flip berbicara dengan menggunakan suara hatinya. "Ada apa? Apa kamu hanya akan menangis? Tidak ingin bicara apa-apa?" Tanya Flip.
Naomi melepaskan pelukan dan menunduk, Naomi tidak bicara dan hanya diam. Flip menggandeng tangan Naomi berjalan bersama mendekati ranjang. Flip mendekap tubuh Naomi dan berbaring di ranjang.
"Aku akan diam dan mendengar, tidak akan bicara sebelum kamu memintamu bicara. Aku berjanji padamu, katakan bagaimana pertemuanmu dengan kakakmu?" Tanya Flip.
Naomi mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Flip yang sedang menatap langit-langit kamar. Naomi membenarkan posisi kepalnya, merebahkan kepalanya di dada Flip yang bidang. Naomi mengusap dada Flip dan memainkan jari lentiknya di dada Flip.
"Aku gagal, kakak ku tidak mau dengar apa yang aku katakan. Dia mengatakan aku tidak mengerti kondisinya, apakah dia bergurau? Kamu tau kan, selama ini aku selalu melihat dan mengawasinya meski hanya dari jauh. Dia mengatakan aku tidak perlu menguruhinya, tidak peduli apa yang aku katakan dia tetap akan memcari pelaku pembunuh papaku." Ucap Naomi, Naomi memeluk Flip.
Flip diam dan hanya membelai rambut Naomi. Naomi mengangkat kepalanya dan menatap Flip yang terus diam. Naomi meraba wajah Flip memalingkan paksa wajah Flip ke arahnya. Flip menggoda Naomi, Flip berpura-pura menutup mata, Naomi memasang wajah kesalnya mengetahui jika Flip sengaja menggodanya.
"Flip..! Jangan berpura-pura lagi. Aku akan membunuhmu." Uca Naomi.
Naomi bangun dari posisi berbaring, Naomi menggoyang-goyangkan bahu Flip agar Flip membuka mata. Flip tetep menutup matanya terus berpura-pura, Naomi tersenyum nakal, sepertinya menemukan titik lemah Flip.
Naomi mendekati wajah Flip dan mencium hidung Flip, Flip terkejut. Ingin membuka matanya namun niatnya diurungkan, Naomi mencium lagi hidung Flip lalu menatap Flip.
"Eh tidak bergerak, biasanya akan langsung marah jika aku menciumnya. Apa Flip benar-benar tidur?" Guman Naomi.
Naomi meraba wajah Flip dan mencium kening Flip kilas. Flip membuka mata dan memeluk Naomi, membuat Naomi terkejut. Naomi berada pada posisi dimana Naomi menindih Flip.
"Flip.." suara Naomi lirih.
"Hmm.. ada apa?" Tanya Flip.
Naomi melepaskan pelukan Flip dan menatap Flip tajam, Flip menatap Naomi dalam. Mata Flip dan Naomi saling memandang. Flip berguling dan menindih Naomi, Flip terus memandangi wajah Naomi. Flip memegang tangan Naomi menyatukan tanganya dan tangan Naomi, Flip mendekat dan mencium Naomi. Flip menutup matanya merasakan ciumannya.
Hal sama terjadi, Flip merasakan jika Naomi benar-benar nyata setiap kali mencium Naomi. Flip mencengkram jari-jari Naomi dan benar-benar nyata, seperti Flip sedang mencengkram tangan seorang manusia. Flip membuka mata dan melepaskan ciumannya, Flip mencium kening dan hidung Naomi. Flip berbaring di samping Naomi.
"Sepertinya aku sudah gila, ya.. karena aku juga menangani beberapa kasus penderita depresi dan stres berat. Aku sepertinya mengidap hal yang sama." Guman Flip menutup mata perlahan.
Naomi tidak mengerti maksud Flip, "Apa maksudmu?" Tanya Naomi penasaran.
"Aku gila karenamu, Hantu Nakal." Jawab Flip.
"Aku? Apa yang aku lakukan? Aku tidak mungkin membuatmu gila Flip. Untuk apa aku lakukan itu?" Naomi membela diri.
Flip gemas dan geram Naomi tidak kunjung mengerti maksud dari ucapannya. Flip membuka mata dan memalingkan wajah menatap Naomi yang sudah memasang ekapresi wajah kesal karena tuduhan Flip. Flip mengusap lembut wajah Naomi.
"Aku menyukaimu....." kata Flip dengan suara lembut.
Naomi terlejut, Matanya membulat. "Tidak mungkin, Apa.. Apa kamu gila, Flip?" Tanya Naomi.
"Ya, aku sudah katakan sepertinya aku sudah gila. Bagaimana jika aku memang gila?" Jawab Flip tanpa rasa ragu.
"Taa.. tapi a.. aku.. aku.. aku.. ahh sudah lupakan saja, kamu pasti sedang menggodaku kan, kamu pasti hanya sedang bergurau. Lelucon mu tidak lucu tuan Collyn." Ucap naomi memasang wajah kesal.
"Hantu nakal, sudah menggodaku beraninya mengatakan aku bergurau, kamu sungguh ingin aku musnahkan? Kemari aku akan memusnahkanmu agar aku tidak terus memikirkanmu." Kata Flip, Flip mendakat dan membuat Naomi ketakutan.
__ADS_1
"Tunggu Flip, aku masih ingin melihat kakakku baik-baik saja. Setelah itu kamu bisa lakukan apa saja, jangan sekarang. Aku............." kata-kata Naomi terputus, Flip kembali mencium Naomi.
"Aku menyukaimu Naomi.. aku menyukaimu.." suara hati Flip.
"Aku juga menyukaimu Flip, aku sangat menyukaimu.." Naomi merangkul dan mengusap tengkuk Flip.
Flip dan Naomi melupakan sejenak masalah yang ada, Flip sudah merasa nyaman saat ada di dekat Naomi. Flip ingin Naomi tinggal dan selalu berada di sisinya.
Lovely menatap layar ponselnya, Lovely melihat fotonya bersama Andrew. Air mata kembali menetes mengenang saat-saat terindahnya bersama Andrew.
"Andrew, kembalilah seperti dulu. Kenapa kamu tidak peduli pada orang-orang di sekitarmu? Peduli pada orang-orang yang benar-benar mengasihimu. Aku, bibi Ha Na, Mic, Matt, keluargaku. Semuanya mengasihimu. Aku hanya bisa mendoakanmu sekarang, aku takut jika aku kembali aku tidak bisa mengendalikan diriku untuk tidak melarangmu, aku takut membuatmu kembali marah dan aku takut saat kamu ingin membunuhku." Batin Lovely sedih.
Drrtt..
Drttt..
Drrtt..
Ponsel Lovely bergerar, ponselnya yang bergetar membuat Lovely terlejut. Lovely melihat layar dan melebarkan mata. Brian memanggilnya. Tangan Lovely gemetar, Lovely sangat rindu pada Brian, namun Lovely takut jika Brian mengetahui kondisinya dan mrmbawany kembali ke Amerika. Lovely meletakan poselnya di ranjang dan menyeka berulang-ulang air maatanya dengan dua tangannya. Lovely mengatur nafasnya perlahan, Lovely menerima panggilan dari Brian.
(Percakapan dalam telepon.)
"Hallo papa.." Lovely menjawab panggilan Brian.
"Hai sayang, papa sudah menghubungiku berkali-kali. Entah sudah berapa kali papa menghubungimu. Kamu baik? Ada apa? Katakan pada papa." Brian langsung bicara dan bertanya karena rasa khawatir yang menumpuk.
"Papa, aku baik-baik saja. Papa tidak perlu cemas. Papa baik? Bagaimana dengan mama dan Alex? Aku merindukan kalian." Lovely merengek.
"Papa, mama dan adikmu baik-baik saja sayang. Tunggu papa, papa akan datang akhir minggu ini. Papa sudah hampir menyelesaikan pekerjaan papa. Papa akan menemuimu sayang, papa, mama dan adikmu, kami akan ke Inggris untuk melihat keadaanmu." Brian bicara dengan nada suara gemetar.
Diujung panggilan, sebenarnya Brian sudah menahan diri untuk tidak manangis sejak awal percakapannya dengan Lovely. Sampai akhirnya air mata tidak terbendung lagi.
"Papa.. (Lovely meneteskan air mata) apa papa menangis? Aku sungguh tidak apa-apa pa, aku baik-baik saja disini." Kata Lovely yang merasa sedih mendengar isak tangis papanya. Lovely mere**s selimut dan menyeka air matanya sendiri merasa sangat sedih. Ingin sekali memeluk papanya.
"Papa baik sayang, papa tidak menangis. (Brian menyeka air matanya berulang-ulang) papa hanya sedang batuk dan tidam enak badan." Jawab Brian, Brian beralasan.
Lovely tahu papanya sedang berbohong, Lovely menghela nafas panjang. "Pa, bernyanyilah aku rindu suaramu. Aku ingin papa bernyanyi lagu yang papa selalu nyanyikan untukku. Apa papa tidak keberatan?" Kata Lovely, yang meminta Brian bernyanyi.
"Hmm.. papa akan bernyanyi untuk putri kesayangan papa." Jawab Brian.
Brian mengatur nafasnya, air matanya masih mengalir, Brian mulai bernyanyi.
#####
Ketika ku tatap paras cantikmu
Tenggelam di dalam pangkuanku
Untuk dia yang terlahirkan
Bagai fajar merekah dalam hidupku
Sukacita tak terlukiskan
Kau tenun dia dengan sempurna
Permata hatiku buah cintaku
Putriku jujurlah dalam langkahmu
Santunlah dalam tuturmu
Tekunlah dalam doamu
Minta hikmat Tuhan selalu bersamamu
Janjiku ku kan menjagamu
Dan mendidikmu selamanya
Hingga kelak kau akan menjadi
Wanita yang bijak dan berguna
Putriku jujurlah dalam langkahmu
Santunlah dalam tuturmu
Bijaklah dengan lakumu
Minta hikmat Tuhan selalu bersamamu
Janjiku ku kan menjagamu
Dengan cintaku selamanya
Hingga kelak Tuhan pertemukan
Kau dengan seorang Pilihan-Nya
__ADS_1
Tetapi bahuku ada untukmu
Cinta dan dekapku selalu bersamamu
Tuk putri kecilku
#####
Air mata Lovely mengalir deras, Lovely memeluk bantalnya meluapkan emosinya. Lovely ingin sekali berteriak dan mengadu, ingin sekali memeluk papanya.
"Pa, maafkan aku pa.. aku sudah berbohong pada papa, aku tidak baik-baim saja. Aku terluka pa, dan luka ini begitu menyakitkan." Batin Lovely.
"Hallo.. Love? Sayang, apa kamu mendengar papa?" Brian mulai panik karena tidak jawaban dari putri kesayangannya.
Lovely menyeka air mantanya, "aku disini pa, dan aku mendengar jelas suara merdu papa. Terimakasih pa, terimakasih banyak untuk semuanya." Ucap Lovely.
"Papa akan selalu ada untukmu anakku, putri papa tersayang. Papa tidak akan meninggalkanmu walaupun kelak kamu sudah menikah dan membangun bahtera rumah tanggamu sendiri. Papa akan selalu siap menjadi tempat singgahmu berkeluh kesah, tempatmu menangis, tempatmu berbagi cerita suka dukamu. Doa papa selalu besertamu, papa selalu ingin melihatmu tersenyum bahagia. Papa tidak akan rela jika putri papa yang cantik menangis dan bersedih, papa akan hukum siapa saja yang membuatmu menangis. Tidak ada yang boleh membuatmu menangis, karena papa sudah berusaha dan bersusah payah memberimu kebahagiaan dari kamu bayi hingga kamu dewasa. Sungguh nak, papa akan sangat terluka jika ada apa-apa denganmu. Jaga dirimu baik-baik, apa kamu mengerti?" Kata-kata Brian membuat Lovely senang dan juga sedih.
Senang karena Brian selalu menunjukkan cinta kasihnya kepada semua keluarga. Sedih karena Lovely belum bisa berbagi kesedihannya atas perlakuan Andrew padanya.
"Aku mengerti pa, papa juga jaga diri papa. Aku akan tunggu papa datang, tidak perlu terburu-buru datang pa. Papa bisa datang kapan saja bukan? Tidak harus akhir minggu ini." Kata Lovely, berharap kepergian papanya ke inggris bisa diundur.
"Soal itu nanti kita bicarakan lagi, papa juga tidak tau jadwal kegiatan adikmu. Itu hanya keinginan papa pribadi. Tetapi papa hanya ingin memastikan satu hal, kamu sungguh baik-baik saja? Jujur pada papa Love." Ucap Brian memasktikan keadaan Lovely.
"Aku baik papa.. (Lovely kembali berbohong) Lovely sedang bersama Flip saat ini, kami ingin makan siang bersama bersama. Papa jaga diri papa, bye pa.." Lovely ingin segera mengakhiri percakapan dengan papanya.
"Baiklah-baiklah, papa mengerti. Pergilah makan siang bersama Flip, sampaikan salam papa pada Flip, sampai jumpa sayang. Papa mencintaimu." Brian sedikit merasa kecewa namun berusaha mengerti keadaan putrinya.
"Love you pah.. muaaachh.. bye.." Lovely memutus panggilan.
Lovely meletakan ponselnya begitu saja di ranjang dan meraih bantal yang ada di sampingnya, Lovely memeluk bantal dan memendamkan wajahnya kebantal. Lovely manangis tersedu.
@@@@@... @@@@@...
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End, jika tidak ada kendala akan saya lanjutkan sekuel dari UMEKO SAKURA LEWI yang akan menjadi season ke tiga dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Suami Pengganti
•Pangeran Vampir
•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)
•Vampir "Sang Abadi"
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
•Cinta Lama Yang Datang Kembali
•Mommy And Daddy (CLYDK2)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3
•Perfect Father
•Dan masih banyak lainnya (hehehe.. maafkan authornya lagi menggila bikin novel kala itu.. jangan khawatir pasti di tamatin semua kok..)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
__ADS_1
Salam hangat,
"Dea Anggie"