Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
S2 - EPISODE 148


__ADS_3

Flip berbaring di ranjangnya mendengarkan Naomi yang sedang bercerita. Tiba-tiba pintu kamar Flip diketuk, Flip meminta Naomi berhenti bercerita dan tetap diam di sampingnya.


Pintu kamar terbuka, Mely berdiri didepan pintu kamar Flip. Menatap Flip dengan penuh senyuman.


"Sayangku.. ada teman sekolahmu datang berkunjung." Kata Mely.


"Teman? Siapa ma?" Tanya Flip.


"Emely Briyz. Mama akan pergi dengan papa, jaga rumah baik-baik. Cepatlah keluar, jangan biarkaan temanmu menunggu." Mely menutup pintu kamar dan pergi.


Naomi menatap Flip, Flip menatap Naomi. Naomi terlihat kesal.


"Hei, ada apa?" Tanya Flip.


"Siapa itu Emely? Kekasihmu?" Tanya Naomi.


"Bicara apa, Aku tidak punya kekasih. Mau ikut keluar? Atau tetap disini?" Jawab Flip yang langsung turun dari ranjang.


"Apa aku boleh keluar? Maksudku mengikutimu?" Tanya Naomi ragu-ragu.


"Hmm.. kenapa sekarang rasanya aneh saat aku yang mengajakmu. Bukankah biasanya kamu yang tiba-tiba muncul dan mengejutkanku?" Flip menggeleng dan berbalik badan, berjalan perlahan menuju Pintu.


Naomi tersenyum menatap punggung Flip. Naomi perlahan menghilang dan sudah berada di lain tempat. Flip berjalan menemui teman sekolahnya Emely, Emely sudah menunggu Flip di ruang tamu. Flip datang dan menyapa Emely.


"Hai, ada angin apa datang?" Sapa Flip, duduk di sofa di hadapan Emely.


Naomi duduk di samping Flip, menatap tajam kearah Emely. Emely terlihat senang saat bertemu dengan Flip, senyum cantiknya mengembang.


"Hai Flip, apa kabar? Lama tidak berjumpa. Aku datang membawa undangan pesta ulang tahunku besok. Kamu bisa datang kan?" Emely menatap Flip dengan penuh harapan.


Emely meletakan undangan di meja, di hadapan Flip. Flip melihat ke arah undangan dan mengangguk. Naomi terlihat tidak senang, merasa ada maksud lain dari Emley selain memberikan undangan.


"Baiklah Emely aku akan datang besok. Jika kamu tidak ada keperluan lagi kamu bisa kembali pulang. Aku lelah ingin istirahat." Jawab Flip.


"Mmm.. papa dan mamamu pergi ya? Kemana? Kamu dirumah sendiri?" Emely bertanya.


"Bagaimana sendiri, ada aku disini." Sahut Naomi. Naomi kesal melihat kearah Emely.


Karena berbeda suara Naomi tidak bisa didengar oleh Emely begitu juga sosoknya. Hanya Flip yang bisa melihat dan mendengar suara Naomi, berbicara dengan Naomi. Flip terlejut, karena Naomi langsung menjawab kata-kata Emely. Flip melirik kearah Naomi yang terlihat murung.


"Hmm.. Emely maaf, sebaiknya kamu pulang. Aku sedikit tidak enak badan dan ingin istirahat, aku harap kamu mengerti." Jawab Flip mantap Emely.


Emely mengangguk. "Baiklah, aku akan pulang. Sampai jumpa besok Flip." Emely tersenyum cantik kepada Flip.


Emely berdiri, Flip juga berdiri. Flip mengantar Emely keluar dari rumah. Naomi tidak mau ketinggalan, Naomi sudab berada diluar rumah menunggu Flip dan Emely keluar. Pintu terbuka, Flip dan Emely keluar bersama. Emely terus menatap Flip, mengagumi ketampanan Flip. Emely mendekat dan berjinjit, mencium kilas pipi Flip dan langsung pergi. Flip terkejut, memegang pipinya.


"Bye Flip.." ucap Emely.


"Ah wanita ini, kenapa dia harus menciumku?" Keluh Flip.


Flip menatap Naomi, Naomi berpaling dan terlihat kesal. Naomi tiba-tiba saja menghilang. Flip menghela nafas panjang masuk kedalam rumah dan menutup pintu. Flip kembali masuk kedalam kamarnya, Flip menutup pintu kamar dan membuka bajunya ingin pergi mandi. Flip membuka pintu kamar mandi dan terkejut Naomi ada di dalam kamar mandi. Naomi melihat Flip yang bertelanjang dada langsung memalingkan wajah.


"Hei, bisakah kamu bicara jika ingin masuk?" Kata Naomi.

__ADS_1


"Apa? Ini kamar tidur ku, dan ini kamar mandiku. Aku tidak perlu bicara saat masuk. Pergilah aku ingin mandi, apa kamu ingin melihatku mandi?" Kata Flip.


"Ah benar, ini kamar tidurmu juga kamar mandinya. Bodohnya aku! Maaf Flip." Naomi berjalan perlahan melewati Flip, Flip menahan tangan Naomi tanpa berbalik dan melihat naomi.


"Kamu, ada ada? Kenapa sedih dan murung?" Tanya Flip.


"Tidak ada. Lepaskan aku dan pergilah mandi." Jawab Naomi.


Flip melepaskan tangannya dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Flip menutup pintu melihat Naomi yang masih ada di depan pintu. Naomi kembali bersedih, Naomi berfikir jika Flip memiliki kekasih maka Flip akan mengabaikan dan tidak lagi mendengarkannya saat bercerita. Lagi-lagi harus merasa sendiri dan kesepian.


♡♡♡♡♡


Felix dan Mely kembali pulang ke rumah setelah pergi menjenguk teman Felix yang sakit. Flip berjalan hendak keluar rumah, Flip bertemu dengan Mely dan Felix.


"Hai nak, mau keluar?" Tanya Felix.


"Hai pa, hai ma.. kalian sudah kembali? Aku akan pergi membeli cake di toko kue langganan mama. Mama mau cake, aku akan belikan." Flip tersenyum menatap mamanya.


"Wow.. anak mama baik sekali, tentu saja mau. Kamu tentu tau favorit mama. Mama mencintaimu sayang." Mely senang, mencium pipi kiri dan pipi kanan Flip bergantian.


"Untuk papa?" Tanya Felix.


"Papa punya banyak uang, papa bisa kan beli sendiri. Bye ma.." Flip membuka pintu dan keluar.


Felix kesal, menatap kearah Mely yang sedang berbahagia karena putra kesayangannya. "Anak itu menyebalkan!" Kata Felix kesal.


"Lebih menyebalkan kamu Pak tua Collyn. Cepat mandi, aku siapkan pakaian gantimu." Mely berjalan menuju kamarnya disusul Felix yang berjalan di belakang Mely.


♡♡♡♡♡


"Astaga, kenapa aku jadi memikirkan hantu itu? Bukankah bagus jika dia menghilang dan pergi? Lebih bagus lagi jika dia tidak menggangguku. Tapi kenapa aku merasa sedih? Ada apa denganku, aku menjadi lemah sejak bertemu Hantu nakal itu. Ahh sudahlah, aku tidak mau banyak berfikir lagi sekarang." Batin Flip yang terus berjalan dengan santai.


Tidak lama berjalan, akhirnya Flip sampai di toko kue langganan mamanya. Flip membuka pintu dan masuk, pemilik toko ql melihat Flip dan langsung menyapa.


"Hai Flip, lama tidak melihatmu sayang." Kata seorang perempuan berambut putih yang sedang menata cake dalam lemari kaca.


"Hai nek, apa kabar? Bungkusakan aku cake rasa keju dan sari buah apel kesukaan mama." Kata Flip, Flip berjalan melihat-lihat cake yang ingin dimakannya.


Langkahnya tiba-tiba terhenti, Flip mendengar suara minta tolong dari arah luar toko kue. Flip menutup mata kilas dan berbalik. Flip menatap nenek pemilik toko kue.


"Nek, aku pergi dulu. Dan berikan aku cake dengan selai nanas. Aku akan segera kembali nek." Flip pergi berlari keluar dari toko kue.


Flip mencari sumber suara yang di dengarnya. Flip terus berlari, suara yang terus terdengar di telinga Flip sering kali membuat Flip dalam masalah dan sangat mengesalkan. Terkadang Felix mencoba mengabaikan namun hatinya tidak bisa mengabaikan suara-suara aneh yang di dengarnya.


Flip terus berlari, suara semakin jelas. Suara berasal dari gudang kosong tidak terpakai. Flip membuka pintu gudang dan melihat seseorang pria memukuli seorang wanita. Flip terkejut, berlari mendekat dan menepuk bahu si pria. Si pria berbalik menatap Flip, Flip mulai menggunakan kekuatannya. Berusaha masuk mempengaruhi pikiran pria di depannya. Flip mengerutkan dahi.


"Apa ini? Apa dia kerasukan? Wanita itu dalam bahaya." Batin Flip.


Flip mencoba mempengaruhi pikiran si pria jahat di depannya namun gagal, karena si pria sedang kerasukan roh jahat.


"Siapa kau? Kau juga harus mati. Hrrr.." kata pria itu, membelalakan matanya dengan membawa sebuah kapak di tangannya.


Flip mendur beberapa langkah. Flip mengerutkan dahinya. "Sial! Aku tidak bisa baca pikiran orang yang sedang kerasukan seperti ini. Satu-satunya cara adalah mengusir roh jahat itu keluar dari dalam rubuh pria ini." Flip memasang mata dan telinganya sebaik mungkin.

__ADS_1


Pria yang kerasuka itu menyerang Flip, mengayuhkan kapak kearah Flip. Flip menunduk dan kapakpun menancap di pintu, Flip langsung menendang perut pria itu dan mendekat. Flip menempelkan tangan kanannya di dahi pria tersebut. Flip menutup mata dan berdoa. Bibir Flip terus bergerak membaca doa, Mata Flip terbuka tangannya terasa begitu panas. Pria yanga kerasukan itu menjerit dan mengerang.


"Aaarrrggghh hentikan! Hentikan manusia bodoh! Jangan baca lagi, hentikan itu. Hentikaaaaaaaaaaan.." pria itu berteriak hingga tubuhnya lemas dan pingsan. Roh jahat keluar lenyap. Flip mengambil nafas panjang lalu menghembuskan nafas perlahan. Flip menatap si wanita yang terikat dan tersungkur di lantai.


Flip melepas tali ikatab di tangan dan kaki. Wanita tersebut langsung berlari menuju pria yang pingsan. Wanita itu menangis, dan membangunkan si pria.


"Bibi kenal dia?" Tanya Flip.


"Ya, dia adalah suamiku, maaf merepotkanmu nak." Ucap wanita itu.


"Tidak masalah bibi, suami bibi kerasukan toh jahat. Bisa beritahu apakah suami bibi sedang dalam masalah berat dan sering menyendiri?" Tanya Flip.


"Ya, suamiku baru saja di pecat. Dia selalu mabuk dan marah-marah, karena tidak mendapat uang ganti rugi. Selalu mengurung diri dan menjadi aneh." Jelas wanita itu.


"Bibi, sebaiknya bibi terus waspada. Sering ajak paman berdoa, pikrian yang kosong mudah untuk di rasuki. Jika kita lemah maka roh jahat yang merasuki akan mudah mengusai raga kita."Flip memberikan penjelasannya.


"Aku akan ingat nak, terimakasih sudah mau menolongku. Jika tidak mungkin aku akan mati." Tambah wanita itu.


"Bibi, dimana rumah bibi? Aku akan antar bibi pulang." Flip menawarkan bantuan.


Rumah kami tidak jauh nak, rumah kecil diujung jalan depan adalah rumah kami. Maaf harus merepotkanmu lagi.


Flip tersenyum dan membantu memapah suami wanita itu. "Tidak masalah bibi, sudah menjadi tugasku untuk menolong sesama. Selagi aku mampu membantu, aku akan bantu." Flip berjalan perlahan memapah pria yang pingsan menuju rumahnya. Si wanita berjalan perlahan mengikutinya Flip dan suaminya.


Flip akhirnya sampai. Si wanita membuka pintu dan membantu Flip memapah suaminya. Flip mendudukan pria yang pingsan itu di sofa ruang tamu.


"Bibi, perlu apa? Apa bibi tidak kerumah sakit? Luka bibi cukup parah." Kata Flip.


"Tidak apa-apa nak. Kami baik-baik saja, terimakasih." Wanita itu tersenyum dan terlihat berusaha tegar.


Flip meraba saku celananya dan mengeluarkan uang dalam sakunya. Flip meraih tangan wanita di depannya dan meletakan uangnya ditangan wanita itu. Flip menutup tangan wanita itu sehingga uangnya tidak terlibat.


"Bibi, aku tidak punya banyak uang. Maafkan aku hanya bisa membantu semampuku. Jaga diri bibi, jangan biarkan paman seorang diri bi. Itu sangat berbahaya." Kata Flip.


"Baiklah, bibi mengerti. Terimakasih utuk kebaikan hatimu." Jawab Wanita itu.


"Aku akan kembali pulang bi, selamat tinggal." Flip berjalan keluar rumah.


Flip pergi meninggalkan wanita itu bersama suaminya. Flip senang bisa membantu sesama, Flip kembali berjalan menuju toko kue. Tubuhnya merasa lelah karena harus menghadapi hal yang sulit.


@@@@@..... @@@@@.....


HALLO..


jangan lupa like,, komen dan vote ya..


Terimakasih semua..


Sampai jumpa di episode selanjutnya..


Bye bye..


♡Dea Anggie😉♡

__ADS_1


__ADS_2