
Abed sedang ada di dalam kamar. Abed selesai mandi dan hendak bersiap berganti pakaian. Abed berdiri membuka lemari, Abed merasakan sesuatu melingkar di perutnya dan memeluknya dari belakang.
"Nikita." Ucap Abed, mengurungkan niat mengambil pakaian.
"Ya, jangan berbalik. Aku ingin memelukmu seperti ini." Jawab Nikita.
"Ada apa? Apa ada sesuatu yang ingin kamu beritahukan kepadaku? Apa ini soal Andrew? Dia terlihat Aneh." Abed berbicara panjang lebar.
"Bukan Andrew, tapi ini tentangmu. Aku merasa sesuatu akan terjadi padamu Abed." Nikita mengeratkan pelukannya.
"Itu sebabnya kamu selalu datang dalam mimpiku? Apa yang akan terjadi? Apa aku akan celaka? Dirampok? Atau apa?" Abed merasa penasaran.
"Entahlah, aku tidak bisa bicara soal itu. Aku tidak tau apa apa. Aku hanya merasakan jika kamu ada dalam bahaya, jaga dirimu dimanapun dan kapanpun. Aku tidak bisa melindungimu Abed. Aku tidak ingin kamu celaka atau terluka, tolong berhati-hatilah untuk melakukan segalan sesuatu." Jelas Nikita.
Abed memegang tangan Nikita erat, Abed mengusap tangan Nikita dengan lembut.
"Terimakasih sayang, kamu selalu hadir memberiku peringatan. Aku akan berhati-hati. Aku pasti akan baik-baik saja." Jawab Abed.
Nikita melepas pelukannya, Abed berbalik dan menatap Nikita. Abed tersenyum tampan membelai wajah Nikita.
"Cantik, sama seperti saat pertama kali kita bertemu dulu. Kamu tetap cantik sayangku. Terimakasih untuk segalanya, cinta yang kamu berikan, kasih sayang dan ketulisanmu sampai saat ini masih tersimpan di dalam hatiku." Abed memegang tangan Nikita dan meletakan tangan Nikita di dadanya.
Mata Nikita melebar, melihat kearah Abed dan menarik tangannya. Nikita perlahan melanglah mundur dan menggeleng, Abed mengerutkan dahinya tidak mengerti kenapa tiba-tiba menjauhinya.
"Kenapa? Ada apa?" Tanya Abed.
Kleeekkkk..
(Pintu ruangan terbuka)
"Sayang, kamu sudah siap." Suara Kim Ha Na yang masuk kedalam kamar.
Abed melihat kearah Kim Ha Na sekilas dan kembali melihat kearah Nikita, Nikita sudah menghilang dan tidak terlihat. Abed mencari kesetiap sudut kamarnya dan tidak menemukan Nikita. Kim Ha Na menepuk bahu Abed, mengejutkan Abed.
"Hei, sedang apa. Ayo bersiap." Kata Kim Ha Na.
"Ahh iya, aku baru saja menerima panggilan. Aku akan segera bersiap." Jawab Abed.
Kim Ha Na menggeleng melihat tinggah Abed. Abed mengambil stelan jas dan berganti pakaian. Kim Ha Na membantu Abed mengancing kancing kemeja dan memasang dasi. Merapikan penampilan Abed agar terlihat sempurna, Abed terlihat tampan menggunakan stelan jas berwana hitam.
"Hmm.. suami sagat tampan." Puji Kim Ha Na.
"Benarkah? Istriku juga sangat cantik. Kemarilah, biarkan aku memelukmu dan menciummu." Kata Abed.
Abed mencium kening kedua kelopak mata hidung, kedua pipi dagu dan kemudian mencium lembut bibir Kim Ha Na. Kim Ha Na mengalungkan tangan membalas ciuman Abed. Setelah puas berciumam, Abed memeluk kim Ha Na dengan erat. Membelai rambut Kim Ha Na.
"Jaga kesehatanmu, kamu terlalu lelah dengan urusan rumah dan pekerjaan. Jangan terlalu banyak minum dipesta nanti. Kamu mengerti nyonya Williams? Aku akan menyusul ke pesta saat aku sudsh selesai." Kata Abed.
Abed melepas pelukan dan merapikan rambut Kim Ha Na. Kim Ha Na berjinjit dan mencium lembut pipi Abed, Kim Ha Na tersenyum cantik.
"I love you." Suara lembut Kim Ha Na.
"I love you too." Suara serak Abed.
__ADS_1
Kim Ha Na merangkul lengan Abed dan menempelkan kepalanya. Abed tersenyum, mengusap kepala Kim Ha Na.
"Ayo kita berangkat, anak-anak pasti sudah menunggu." Abed bercermin memastikan penampilannya.
"Oke." Jawab Kim Ha Na.
Abed dan Kim Ha Na berjalan keluar dari kamar. Terdengar suara pintu kamar ditutup. Nikita menatap foto Abed yang terpajang di dinding. Nikita meraba Foto Abed, air matanya menetes saat tangannya menyentuh wajah Abed.
"Kenapa detak jantungmu terhenti? Aku tidak bisa merasakannya Abed. Apa yang akan terjadi padamu, jangan tinggalkan Andrew seorang diri." Suara lirih Nikita.
♡♡♡♡♡
Abed dan Kim Ha Na pergi keacara yang berbeda. Mereka berlainan arah, Kim Ha Na pergi dengan Andrew, Michael dan Mattew. Sedangkan Abed pergi dengan Alvin. Mereka berangkat dan pergi meninggalkan rumah. Pergi menuju tujuan mereka masing-masing.
(Di mobil Kim Ha Na.)
"Tidak biasaya papa mencium kedua pipiku. Terasa aneh, tapi aku suka." Kata Michael.
"Iya, biasnaya hanya akan mencium kening. Ada apa dengan papa." Tambah Mattew.
"Hmm.. mungkin saja papa sedang merindukan kalian anak-anaknya." Jawab Kim Ha Na.
"Oh begitu. Entahlah ma, terasa aneh saja bagiku." Jawab Michael.
Andrew hanya mendengarkan dan fokus mengemudikan mobil. Andrew terus berdoa agar tidak ada hal buruk yang terjadi. Jantungnya terus berdebar, namun Andrew berusaha tenang.
♡♡♡♡♡
Pesta yang di hadiri Abed begitu ramai. Alvin dan Abed berdiri di depan gedung, Alvin menunjukan undangan pada petugas dan petugas jaga mempersilahkan masuk. Abed dan Alvin masuk kedalam gedung. Dibelakang Abed ada seorang pria yang menggenakan stelan jas yang mirip dengan milik Abed, seseorang tersebut memanggil Abed.
Abed mengehentikan langkah dan berbalik, Abed tersenyum karena di panggil oleh rekan kerjanya.
"Hallo tuan Jack. Senang berjumpa kembali." Sapa Abed.
Asisten Jack memberikan undangan pada petugas, petugas memeriksa dan mempersilahkan masuk. Jack menghampiri Abed dan berjalan bersama masuk dalam kerumunan pesta.
Seorang pria berpakaian hitam mendekat dan berbisik pada seorang pemuda tampan yang sedang duduk di sofa. Pemuda tersebut sedang merangkul seorang wanita, pemuda itu meminta wanitanya pergi dan pemuda tersebut berdiri dari duduknya.
"Akhirnya Simon Jack datang! Pria itu harus kalian selesaikan malam ini juga. Jika tidak kalian yang akan aku selesaikan. Apa kalian mengerti?" Pemuda tampan tersebut membentak seseorang disampingnya.
"Saya mengerti tuan muda. Saya mengerti." Menjawab dengan ketakutan.
"Tuan, mobil sudah siap. Tuan besar meminta anda datang ke acara pesta bazar sekarang juga." Seseorang datang dan mendekati pemuda tersebut.
"Baiklah aku mengerti. Kamu bisa bergi dan tunggu aku di mobil." Jawaban pemuda itu dengan nada yang kasar.
"Tuan jangan khawatir. Kami akan selesaikan tugas dengan baik. Simon Jack pasti akan berakhir malam ini juga." Bebicara dengan penuh keyakinan.
"Baiklah, aku percayakan kepamu. Bereskan Simon Jack dan kamu akan dapatkan upahmu. Ingat satu hal, jangan sampai papaku tau mengenai hal ini. Selama ini papaku hanya tau jika putra nya adalah putra yang baik. Kamu mengerti?" Menatap tajam ke arah seseorang yang ada sampingnya.
"Paham tuan, saya paham."menjawab kata\-kata tuannya.
__ADS_1
Pemuda tersebut berbalik dan meraih jasnya di sofa, mengenakan dan bergegas pergi meninggalkan orangnya seorang diri. Orang yang ditinggalkan mulai beraksi, meminta orang orangnya mengawasi Simon Jack.
\(Percakapan di telepon\)
"Hallo." Jawab seseorang di seberang sana.
"Bagaimana? Dimana Simon jack?" Bertanya.
"Sedang berbincang dengan rekan\-rekannya tuan. Jangan khawatir kami akan tetap mengawasinya." Menjawab dengan terus mengawasi Simon Jack yang ada di samping Abed.
"Baiklah, kirim foto yang aku kirim padamu kepada orang orangmu disaat pesta berakhie tangkap Simon dan langsung bawa ke tempat yang sudah aku beritahukan sebelumnya. Kamu mengerti?" Meyakinkan orangnya.
"Baik tuan saya mengerti." Memutus panggilan.
Seseorang yang baru saja memutus panggilan melihat gambar foto yang dikirim oleh atasannya di ponselnya. Gambar foto itu terlihat dari belakang, gambar Simon Jack dan Abed. Seseorang tersebut, melihat ke gambar foto lalu melihat ke arah Abed dan Simon Jack yang sedang berbincang dengan beberapa orang di kejauhan.
"Ahh, mana Simon Jack? Bajunya sama. Pasti dia yang lebih muda." Batin seseorang memasukan ponselnya dalam saku jas.
Seseorang tersebut menatap sekeliling mencari rekannya, rekannya di kejauhan menatap dan memberi isyarat melalui gerakan wajah. Rekannya tersenyum saat seseorang yang menerima gambar foto menunjukan posisi target.
♡♡♡♡♡
Mobil berhenti, petugas jaga membuka pintu mobil baelakang. Seseorang turun dari mobil dengan merapikan jasnya. Pemuda tampan yang sebelumnya ada di pesta lelang datang menghadiri peata bazar. Pemuda tersebut melangkah masuk kedalam gedung diikuti beberapa orang pengawalnya.
Semua mata tertuju pada pemuda tersebut. Penyelenggara pesta bazar menyambut kedatangan pemuda tersebut. Pemuda tersebut tersenyum palsu menerima sambutan.
"Hallo tuan Julian Roobs, selamat datang di pesta kami. Silahkan menikmati pesta kami, jangan sungkan jika anda membutuhkan bantuan." Kata si penyelenggara acara kepada pemuda tersebut.
"Terimakasih kembali tuan. Saya datang kepesta ini mewakili papa saya Marco Roobs. Maaf, papa sedang berada di pesta lelang dan tidak bisa hadir." Kata Julian Roobs melihat sekitar.
"Kami sangat berterimakasih atas partisipasi keluarga Roobs di acara kami. Kami sangat menghargai itu tuan." Ucap penyelanggara bersikap manis.
Julian Roobs mengangguk. Matanya tertuju kepada seorang wanita yang berdiri menatap lukisan. Wanita tersebut tidak lain adalah Lovely. Julian tersenyum tipis dengan langkah lembat berjalan menemui Lovely.
Lovely sedang menikmati jus ditangannya sembari berjalan melihat lihat lukisan di dinding. Sesekali tangannya menyentuh lukisan yang terlihat luar biasa dimata Lovely.
Julian Roobs menghentikan langkahnya dan berdiri tidak jauh dari Lovely, mengamati bentuk dan kemolekan tubuh Lovely. Mata Julian terpana melihat betapa cantiknya Lovely. Julian ingin sekali mendekati Lovely, saat ingin mendekati Lovely Julian melihat seorang pemuda mengahampiri Lovely. Julian mengurungkan niatnya dan terus melihat dari jauh. Pemuda tersebut langsung merangkul pinggang Lovely dan tersenyum ke arah Lovely. Begitu juga Lovely yang tersenyum ke arah pemuda tersebut.
Julian kesal, melihat gadis pujaan hatinya terlihat bahagia bersama pria lain. Keningnya berkerut, kedua tangannya mengepal. Julian merasa tersaingi dan ingin sekali menyingkirkan pemuda di samping Lovely.
@@@@@..... @@@@@.....
Hallo hallo..
Jangan lupa like,, komen dan vote ya..
Terima Kasih..
Sampai jumpa di Episode selanjutnya..
Bye bye..
__ADS_1
♡Dea Anggie😉♡