
Di dalam kamar Andrew memikirkan kata kata Brian. Andrew berbaring di sofa, matanya tertutup membayangkan wajah mama dan papanya. Tanpa sadar air matanya menetes membasahi wajah. Andrew merasakan sesuatu menyentuh wajahnya. Tangan yang dingin menyema air mata yang membasahi wajah Andrew. Andrew terkejut, matanya perlahan terbuka. Andrew melihat seorang wanita cantik dihadapannya. Seorang wanita asing memakai gaun berwarna putih.
"Andrew.." (suara lembut)
Andrew: siapa? (Bangun dari tidurnya menatap wanita di hadapannya)
"Jadilah anak baik sayang. Mama ingin kamu bahagia, jangan membenci papa Abed. Semua salah mama, mama yang mmebuat papa Abed membunuh papa Adit"
Andrew: ma.. mama.. (suara gemetar)
Nikita memeluk Andrew. Andrew menangis dalam pelukan Nikita. Sekian lama akhirnya Andrew baru bisa merasakan kembali pelukan Nikita. Nikita mengusap punggung Andrew lembut.
Nikita: semua cerita paman Brian adalah kebenaran. Semua yang terjadi hanya salah paham. Iklaskan kepergian papa dan mama oke.
Andrew: aku mengerti ma. Aku hanya ingin tau kebenaranny saja. Aku akan berusaha menerima semuanya.
Nikita: (melepas pelukan dan mencium kilas kening Andrew) anak baik. Putra ku yang tampan, jadilah pria baik sayang.
Andrew: ma.. (matap dengan penuh kesedihan)
Nikita tersenyum cantik, menyeka air mata Andrew yang terus mengalir membasahi wajah Andrew.
Nikita: ada apa? Katakan semua keluh kesahmu sayangku. Mama akan dengarkan.
Andrew: kenapa mama pergi meninggalkan Andrew? Apa mama tidak sayang pada Andrew? Mama tau sebelum Andrew tau semua kebenaran ini Andrew selalu merasa kesepian meski Andrew memiliki papa mama dan saudara. Seperti ada yang hilang dari hidup andrew.
Nikita tersentuh oleh kata kata Andrew. Air matanya jatuh menetes, Nikita meraba lembut wajah Andrew.
Nikita: maafkan mama sayang, maafkan mama.. mama tidak bermaksud meninggalkanmu. Saat itu yang ada dalam pikiran mama hanya menyelamatkanmu. Mama tidak akan tahan jika kamu jauh dari mama. Kamu diculik, mama sangat sedih, mama panik dan cemas. Mama takut jika kamu disakiti.. (menutup mata kilas, air mata Nikita semakin deras mengalir) mama begitu bodoh, mama sangat bodoh. Mama lalai dalam menjagamu, mama adalah mama yang buruk. Maafkan mama Andrew..
Andrew menyeka air mata Nikita memeluk Nikita kembali. Nikita merasakan tubuh Andrew yang gemetar. Andrew menangis dalam pelukan Nikita.
Puas menangis, Andrew melepaskan pelukan. Nikita duduk si sofa dan meminta Andrew tidur di pangkuannya. Andrew tersenyum menurut dan merebahkan kepalanya di pangkuan Nikita. Nikita membelai lembut rambut Andrew. Andrew merasa senang, hatinya merasa tenang dan nyaman.
Nikita: tidurlah, mama akan menjagamu.
Andrew: ma.. (suara serak)
Nikita: ya..? Ada apa?
Andrew: Andrew sayang mama.
Nikita: (tersenyum) mama juga menyayangi Andrew.
Andrew merasa lelah, matanya perlahan tertutup dan terlelap tidur.
♡♡♡♡♡
__ADS_1
Brian sedang berbincang dengan Amelia di kamar. Membahas Abed dan Andrew.
Amelia: jadi bagaimana? Katakan padaku bagaimana reaksi Andrew mendengar semuanya?
Brian: tentu saja dia kaget, dia pasti kecewa dengan kebenaran yang aku ceritakan. Namun bagaimana lagi, jika aku tidak jujur Andrew tidak akan tau kebenarannya. Yang ada Andrew akan salah paham kepada Abed.
Amelia: lalu apa lagi? Dia berkomentar?
Brian: Andrew hanya berkata iya. Aku mengerti, itu saja.
Amelia: lalu bagaimana menurutmu?
Brian: apa lagi, semua keputusan ada di tangannya.
Amelia: apa dia akan berubah menjadi jahat? Aku harap tidak.
Brian: Andrew memang dibesarkan oleh Abed dan Kim Ha Na yang penuh kasih. Kita juga tidak boleh lupa, darah kental Adit mengalir di tubuh Andrew. Adit adalah sosok pria keras kepala dan keras hati. Aku dan dia berteman sejak kecil. Jadi aku sudah sangat memahami watak dan karakternya.
Amelia: astaga, aku tidak bisa bayangkan. Apa jadinya jika Andrew seperti Adit yang kasar dsn menjengkelkan itu.
Brian: seseorang yang berubah bukan ditentukan oleh orang lain. Semua tergantung hati dan pikirannya masing masing. Keluarga, teman, dan kerabat hanyalah faktor pendukung. Jika hati dan pikiranmu mampu bertahan meski orang orang disekitarmu buruk maka kamu tidak akan terpengaruh.
Amelia: semoga saja kedua anak kita tidak berjalan di jalan yang salah.
Brian: semoga saja, yang terpenting kita harus selalu memantau mereka.
Brian: istriku yang terbaik. Kemarilah, biarkan aku memelukmu.
Amelia tersenyum, mendekat pada Brian. Briam memeluk Amelia erat. Tangannya mengusap lembut punggung Amelia.
Amelia: semoga kita selalu baik baik saja. Kamu aku, Lovely dan Alex.
Brian: semua akan baik baik saja. Asalkan kita mau tekun dalam doa, dan selalu berbuat kebaikan.
Brian melepas pelukan, mencium lembut kening Amelia. Amelia tersenyum, meraba wajah Brian.
Amelia: kamu yang terbaik Brian, selalu menjadi yang terbaik.
Brian: ayo tidur. Besok aku akan mengantarmu ke rumah sakit sebelum pergi ke kantor.
Amelia: aku baik baik saja.
Brian: tidak, aku belum puas jika tidak mendengar kamu baik baik saja dari mulut dokter yang memeriksamu. Aku memang sudah tua sekarang, bukan berarti kamu bisa membodohiku nyonya Candra.
Amelia: ya sudahlah. Aku mengaku kalah! Selalu saja begitu, membuatku kesal.
Brian tersenyum, memeluk Amelia dan berbaring di rangjang. Brian mengusap kepala Amelia dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1
Brian: tidurlah sayangku. Lupakan sejenak beban hati dan pikiranmu. Bersenang senanglah di dalam mimpimu.
Amelia: selamat malam suamiku, selamat tidur. Mimpi indah bersamaku. Dan.. aku mencintaimu.
Brian: aku juga mencintaimu.
(Mengeratkan pelukan)
Brian dan Amelia perlahan menutup mata mereka masing masing. Rasa lelah melanda, membuat mereka terlelap dalam mimpi yang indah.
----------@@@@@----------
Hallo hallo semuanya. Ketemu lagi dengan author nih. Apa kabar kalian semua, author doakan kalian selalu sehat ya.
Wah, author senag kalian mau berbagi pengalaman. Banyak hal yang author petik dari respon kalian. Kalau dari author sendiri sih, intinya kita harus jaga sikap dan perbuatan kita. Jangan pernah mengecewakan orang lain, karena pemicu kebencian salah satunya adalah rasa kecewa yang mendalam. Gampangnya gini, kalau gak mau di benci orang, jangan bikin orang kecewa. Kira kira begitu. Hehehe..
Author punya pertanyaan nih, pertanyaaan sederhana sih. Namun author yakin kalian bakalan dilema.
Apa yang kalian pilih jika kalian menjadi Andrew???
Bersikap biasa saja seolah tidak ada apa apa. Dan berusaha membuka hati, belajar menerima keadaan dengan lapang dada.
Menjaga jarak dengan Abed, karena masih ada rasa ragu. Dan mulai perlahan menjauh.
Mulai membenci Abed. Dan balas dendam kepada Abed.
Berikan alasan kalian. Siapa tahu jawaban jawaban kalian bisa menjadi inspirasi author kedepannya. Terimakasih semuanya, sampai jumpa di episode selanjutnya ya..❤❤❤❤❤
----------@@@@@----------
Salam Hangat
__ADS_1
"Dea Anggie"