Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
S2 - EPISODE 145


__ADS_3

Naomi meminta Flip mendengarkan ceritanya. Flip mengangguk dan mengiyakan. Flip merebahkan kepalanya ke bantal dan mendengarkan cerita Naomi, Flip tidak memahami cerita Naomi. Menurutnya cerita Naomi begitu rumit dan membuatnya bingung.


"Apa aku ini sudah gila? Aku mendengarkan cerita hantu? Apa yang hantu ini bicarakan, dari tadi ceritanya hanya berputar-putar dan membuatku bingung. Ahh sudahlah, aku akan dengarkan saja sambil menutup mataku." Batin Flip.


Flip menutup matanya perlahan, awal-awal masih mendengar cerita Naomi. Sampai akhirnya Naomi selesai bercerita dan melihat ke arah Flip. Naomi melihat Flip tertidur pulas, Naomi tersenyum membenarkan posisi tidur Flip agar kepala, tengkuk leher dan bahu Flip tidak sakit. Naomi menarik selimut sampai menutupi leher Flip.


"Dasar pemalas, si tukang tidur. Kamu pasti tidak mendengar ceritaku. Ya.. setidaknya aku senang, kamu tidak mengusirku. Sepertinya aku akan selalu dekat dan selalu menempel kepadamu Flip." Naomi membelai rambut Flip, mengagumi ketampanan Flip. Naomi berbaring di samping Flip menemani Flip tidur.


♡♡♡♡♡


Amerika..


Andrew ada dikamarnya seperti biasa, duduk dilantai dan bersandar di ranjang dengan keadaan lampu mati. Di sampingnya ada sebotol wine dan gelas yang sudah berisi wine.


Andrew mengangkat gelas berisi wine dan langsung meneguk habis wine dalam gelas. Andrew menuang lagi wine dalam botol ke gelas, air matanya jatuh menetes. Bayangan akan rasa bersalah kembali datang. Andrew meletakan botol dan kembali meneguk wine yang dituang dalam gelas. Dadanya terasa sesak, Andrew mere**s bajunya sendiri sampai tangannya gemetar. Luka dipunggung tanganya kembali terbuka dan mengelurakan darah karena terlalu kuat mengeratkan genggaman.


Andrew meras tersiksa, menyaksikan kejadian yang menimpa papanya. Lagi- lagi menyakahkan diri sendiri, perasaan bersalah kembali muncul dan menghantui. Terbayang disaat papanya disiksa, dipukul dan dianiaya. Dan yang lebih tragis saat papanya tertembak. Melihat papanya bermandikan darah, tidak lagi mendengar detak jantung dan merasakan denyut nadi papanya membuatnya kacau.


"Aaarrggghhhh..." Andrew marah dan kesal, mengacak acak rambutnya. Andrew melempar gelas di tanganny ke dinding dan melempar botol wine ke dinding.

__ADS_1


Gelas dan botol berisi wine pecah. Andrew menangis sesenggukan memeluk kedua kakinya. "Papa, maafkan aku pa.. maaf.." seru Andrew dengan suaranya yang serak.


Berjam-jam Andrew menangis sampai akhirnya Andrew merebahkan tubuhnya dan tertidur di lantai. Andrew memeluk tubuhnya sendiri, air matanya sampai kering. Tubuhnya menggigil kedinginan, rasa dingin dan sakit tidak dipedulikannya lagi. Hatinya sudah hancur, hidupnya juga sudah kacau karena kehilangan sandaran hidupnya. Mata Andrew terpejam, darah dari lukanya yang terbuka masih terus mengalir.


♡♡♡♡♡


Keesokan harinya, Kim Ha Na bangun dan membuat sarapan untuk anak-anaknya. Hatinya masih sedih namun Kim Ha Na berusaha tegar agar ketiga anaknya tidak sedih.


30 menit kemudian..


Mattew dan Michael turun dan duduk di meja makan. Siap untuk pergi belajar, Kim Ha Na tersenyum cantik menghidangkan sarapan untuk Michael dan Mattew. Kim Ha Na menatap kursi Andrew yang kosong lalu menatap ke atas kelantai dua rumahnya. Tidak ada tanda-tanda Andrew yang turun dan sarapan.


"Baik ma, mama juga jangan lupa untuk makan." Jawab Michael.


"Ada apa dengan kakak ma? Tidak ikut sarapan? Apa kakak terlambat hari ini?" Tanya Mattew.


"Entahlah, tidak biasanya seperti ini. Kalian makanlah makanan kalian, nanti terlambat masuk kelas. Mama akan naik ke atas dan menemui kakak kalian. Hati hati di jalan kesayangan mama." Kim Ha Na mencium kepala Michael dan Mattew bergantian.


Kim Ha Na berjalan meninggalkan meja makan dan menaiki anak tangga perlahan. Perasaan Kim Ha Na tidak enak namun Kim Ha Na berusaha untuk tetap tenang. Kim Ha Na berjalan perlahan menuju kamar Andrew, disaat Kim Ha Na ingin mengetuk pintu Andrew sudah lebih dulu membuka pintu dan keluar dari kamar. Andrew terkejut saat melihat mamanya ada di depan kamarnya.

__ADS_1


"Hai ma, pagi.." sapa Andrew.


"Pagi sayang, maaf mama kesini karena ingin melihatmu. Kamu baik-baik saja?" Tanya Kim Ha Na.


"Andrew baik ma, jangan khawatir. Andrew akan langsung ke kantor ma. Karena hari ini hari terakhir Andrew mengurus kantor. Besok Andrew sudah berangkat ke Inggris dan mengurus kantor cabang. Paman Alvin akan mengajari Michael mengurus perusahaan saat aku pergi nanti. Bye ma, i love you." Andrew tersenyum dan mencium kilas pipi Kim Ha Na, lalu bergegas pergi.


Kim Ha Na tersenyum dan melihat kepergian Andrew. Kim Ha Na melihat tangan Andrew yang di perban, hatinya semakin cemas. Kim Ha Na memberanikan diri masuk dalam kamar Andrew. Kim Ha Na berjalan dan melihat sekeliling, mata Kim Ha Na melebar melihat pecahan gelas dan botol wine juga bekas darah. Kim Ha Na menangis, melihat Andrew yang berantakan.


@@@@@..... @@@@@.....


Hallo..


Jangan lupa like,, komen dan vote ya..


Terimakasih..


Sampai jumpa di next episode..


Bye.. bye..

__ADS_1


♡Dea Anggie😉♡


__ADS_2