
Alex memalingkan wajah menatap Andrew. Alex terus menatap dengan rasa penasaran. Andrew memalingkan wajah dan melihat Alex menatapnya. Andrew menaikan alisnya dan bertanya kepada Alex.
Andrew: ada apa Lex?
Alex: thanks, sudah menolongku. Aku hanya penasaran, dari mana kamu tau ada di mana dan apa yang terjardi?.
Andrew: itu bukan hal penting, yang terpenting kamu baik baik saja sekarang. Siapa mereka? Kamu kenal?
Alex: tidak kenal. Mereka merampas ponselku, karena aku melawan aku dipukuli oleh mereka.
Andrew: mereka hanya bisa merampas milik orang lain. Aku pastikan mereka akan dihukum berat.
Alex: aku tidak apa apa kak, tidak perlu repot mengurus mereka. Biarkan pengacara yang mengurus mereka.
Andrew: bagaimana lukamu?
Alex: ini hanya luka ringan. Lihat tanganmu, kakakku pasti panik melihatmu terluka.
Andrew: bagitu lah kakakmu, terlalu berlebihan. (Tersenyum)
Andrew kembali mengingat dimana Lovely membalut luka ditangannya dengan syal. Syal tersebut adalah syal favorit Lovely, syal yang diberikan andrew saat Lovely dan Andrew bersama keluarga masing masing berlibur ke Australia.
Alex: kak..
Andrew: hmm.. (tersadar dari lamunannya)
Ada apa?
Alex: kakak Andrew akan ke inggris dengan kakak Love?
Andrew: ya, kita akan berangkat bersama. Ada apa? Kamu mau ikut dengan kami?
Alex: tidak, aku harus mempelajari banyak hal tentang perusahaan. Aku ingin sukses sepeerti papaku.
Andrew: itu bagus,semakin banyak ilmu yang di dapat semakin luas pengetahuan kita.
Alex: papaku juga mengatakan hal yang sama.
Andrew merenggangkan otot bahunya, menarik dalam lalu menghembuskan perlahan. Matanya terpejam beberapa detik, saat matanya terbuka kejadian aneh kembali dilihat Andrew. Andrew melihat jika dirinya ada di tepi jalan
Andrew bingung, melihat sekeliling. Matanya melebar saat melihat Mattew bersama teman temannya. Mattew tertawa dan terlihat senang. Mattew masuk kedalam mobil dan pergi. Mobil yang di tumpangi Mattew dan teman temannya berjalan menjauhi Andrew.
Kejadian yang diluar kendali, Mobil yang di tumpangi Mattew dan kawan kawannya mengalami kecelakaan dan terbakar. Andrew berteriak berlari ke arah mobil yang terbakar tersebut. Andrew histeris, air matanya mengalir melihat adiknya mengalami kecelakaan.
Andrew tersadar, nafasnya tersengal. Andrew memegang kepalanya dan mengerang. Andrew berteriak histeris.
Andrew: aaahhhhh..... (memegang kepala dengan kedua tangan)
__ADS_1
Alex: kak Andrew, kak Andrew ada apa? Kak, kak Andrew.. (panik)
Amelia dan Kim Ha Na yang duduk di sofa langsung berlari ke arah Andrew. Kim Ha Na memeluk Andrew, berusaha menenangkan Andrew. Amelia menatap Alex dan memeluk Alex.
Amelia: ada apa?
Alex: entah ma, tadi kak Andrew masih bicara padaku, tidak lama dia berteriak.
Suasana tegang, Kim Ha Na mengusap lembut kepala Andrew. Andrew masih dalam keadaan gelisah, mere**s rambutnya sendiri.
Kim Ha Na: tenanglah, tidak akan ada apa apa.
Pintu ruangan terbuka, Michael dan Mattew masuk dalam ruangan. Dibelakang mereka ada Lovely, Brian dan Abed. Michael dan Mattew mendekat pada Kim Ha Na.
Michael: ma, aku akan mengantar Mattew pergi menemui teman temannya.
Andrew melepas pelukan Kim Ha Na dan langsung menatap Michael. Andrew langsung berteriak.
Andrew: tidak.. tidak boleh pergi. (Suara keras)
Semua kaget melihat Andrew yang bertingkah aneh. Kim Ha Na kembali mendekat dan mengusap bahu Andrew.
Mattew: (menatap Andrew) ada apa kak? Kakak bisa kemana saja, aku tidak akan macam macam, aku hanya ingin pergi bermain ke rumah temanku.
Andrew: Mattew kamu tidak boleh pergi. Aku tidak ijinkan kamu pergi.
Andrew: kamu berani membantah kata kataku? (Berdiri dan mendekati Mattew) aku bilang jangan pergi. (Suara dingin)
Ponsel Mattew berdering, Mattew meraba saku clananya dan mengeluarkan ponselnya. Andrew langsung merampas ponsel Mattew dan menerima panggilan. Andrew mengatakan kepada teman Mattew, jika Mattew tidak bisa ikut pergi karena suatu alasan. Andrew langsung mengakhiri panggilan. Mattew kesal dan merampas kembali ponselnya.
Mattew: kakak, kenapa kakak seperti ini? Aku selalu menurut padamu, hanya ingin pergi ke rumah teman. Tidak lebih, kakak egois (berkata penuh kemarahan)
Kepala Andrew sakit, tangan Andrew bergetar. Andrew tidak tahan jika Mattew terus menekannya. Mengklaim jika dirinya kakak yang egois. Andrew emosi dan meluapkan emosinya kepada Mattew. Andrew membentak Mattew, mengagetkan seluruh orang.
Andrew: cukup Matt! Aku melarangmu demi kebaikanmu. Aku tidak ingin kamu terlibat kecelakaan itu. Apa kamu paham? Aku ingin melindungimu. Mengertilah.. (melebarkan mata menatap tajam kearah Mattew)
Mattew terdiam, tak mengerti mksud dari kata kata Andrew. Andrew menunduk dan mengatur nafasnya. Abed melerai perdebatan Mattew dan Andrew.
Abed: ada apa Andrew? Coba jelaskan. Dan Mattew, coba dengarkan dulu kakakmu bicara. Baru ambil keputusan.
Brian: Andrew, ada apa? Kamu melihat sesuatau lagi?
Andrew: (mengangguk) ya.. aku melihat Mattew.
Brian: ada apa? Apa yang akan terjadi apda Mattew?
Andrew menceritakan apa yang dilihatnya secara detail, semua melebarkan mata terkejut. Begitu juga Mattew, Mattew tak menyangka jika Andrew melihatnya meninggal didalam kecelakaan mobil bersama teman temannya. Mattew merasa ketakutan, Lovely berusaha menenangkan Mattew. Merangkul Mattew dan tersenyum manis.
__ADS_1
Lovely: (berbisik kepada Mattew) jangan benci kakakmu, dia hanya ingin yang terbaik olehmu. Dia tidak ingin kamu terluka, tidak ingin kehilanganmu.
Abed menghela nafas panjang mendengar cerita Andrew. Amelia dan Kim Ha Na saling menatap penug rasa heran. Suasana menjadi dingin setelah Andrew menceritakan apa yang dilihatnya. Tiba tiba ponsel Mattew berdering, panggilan dari teman temannya. Mattew menerima panggilan, tidak beberapa lama Mattew menjatuhkan ponselnya ke lantai dan menatap Andrew. Air mata Mattew jatuh membasahi wajahnya.
Semua panik, tidak mengerti ada apa dengan Mattew. Abed meraba wajah Mattew dengan dua tangan dan meminta Mattew bicara.
Abed: Mattew ada apa?
Mattew: (menangis) pa..
Hiks..
Hiks..
Hiks..
Abed menyeka air mata Mattew, memeluk Mattew erat.
Abed: ada apa? Coba jelaskan, jangan menangis sayang.
Mattew: (melepas pelukan) temanku kecelakaan pa, mobil mereka terbakar. Semua yang dikatakan kak Andrew benar. Baru saja temanku yang melihat langsung kejadian itu menghubungiku. Temanku juga sudah menghubungi keluarga teman temanku.
Kim Ha Na dan Amelia terkejut, begitu juga Lovely, Alex dan Michael. Brian mengusap kepala Mattew lembut.
Brian: inilah alasan kakakmu melarangmu pergi Mattew. Jika kamu pergi entah apa yang terjadi, sebelum hal buruk terjadi padamu kakakmu sudah lebih dulu memberitahukan apa yang dilihatnya. Kamu patutnya bersyukur.
Mattew: iya paman. (Menatap Andrew) kak, maafkan aku.
Mattew mendekati Andrew dan memeluk Andrew. Mattew meminta maaf kepada Andrew. Andrew juga meminta maaf kepada Mattew, karena telah membentak Mattew.
----------@@@@@----------
Hallo semua.. hmmmm,, maafkan saya sering telat update ya..
Karena banyak kesibukan di luar menulis.. mohon maaf dan mohon di maklumi..
Terimakasih selalu setia menunggu update novel saya..
Jangan lupa like,, komen,, bintang dan beri vote ya...😊😊😊😊😊
Sampai bertemu diepisode selanjutnya ya..
Bye bye..
Salam kasih,,
"Dea Anggie"
__ADS_1