
Brian dan Amelia mewakili Lovely meniup lilin, Abed mewakili Andrew. Suara tepuk tangan dan ucapan selamat memeriahkan perayaan ulang tahun pertama Lovely dan Andrew. Alvin dan Elena berfoto bersama Andrew dan Lovely.
Lovely terlihat bahagia, mengembangkan senyuman manisnya. Sedangkan Andrew mulai merengek dan menangis. Abed menggendong Andrew dalam pelukan dam membawa Andrew ke kamar. Abed menimang Andrew, mengusap punggung dan kepala Andrew. Berusaha menenangkan Andrew.
Abed: sayang, jangan menangis lagi ya.. ada papa disini sayang, oke? (Mengusap usap punggung Andrew)
Abed memeluk erat Andrew, perlahan tangisan Andrew reda. Abed dengan tenang dan sabar menjaga Andrew. Tidak beberapa lama Andrew tertidur. Abed menidurkan Andrew di atas ranjang dan menata bantal disisi kiri dan kanan Abed. Abed berbalik dan berjalan masuk dalam kamar mandi untuk mencuci muka.
5 menit kemudian...
Abed keluar dari kamar mandi dan berjalan mendekati ranjang, Abed berbaring dan memeluk Andrew. Abed menutup mata dan tertidur
\(Dalam mimpi Abed\)
Abed keluar dari kamar mandi, matanya manatap ke arah ranjang. Matanya melebar melihat bayangan Nikita yang sedang berbaring di samping Andrew. Abed berjalan mendekati ranjang, Abed mendekati Nikita mencium aroma tubuh Nikita. Harum yang sama, seperti biasanya. Abed menempelkan kepalanya kekepala Nikita.
Abed: Niki.. (suara lembut)
Nikita: (meraba wajah Abed) Abed.. (suara lembut)
Hiks..
Hiks..
Hiks..
(Suara tangisan)
Abed memeluk Nikita dan menangis. Badannya gemetar, air mata mengalir. Abed tak kuasa menahan kesedihan.
Nikita: jangan menangis sayang..
(Mengusap punggung dan kepala belakang Abed)
Abed melepas pelukan dan duduk di tepi ranjang. Nikita bangun dan memeluk Abed dari belakang. Nikita menempelkan kepalanya ke punggung Abed.
Nikita: apa kamu marah padaku? Maaf..
Abed: aku tidak marah, aku hanya merindukanmu. Aku sangat rindu padamu.
(Air mata kembali menetes)
Nikita: jaga dirimu baik baik. Jagalah Andrew juga, masa depanmu masih panjang Abed. Kamu pasti kan mendapatkan penggantiku cepat atau lambat.
Abed: aku tidak akan pernah bisa melupakanmu Nikita. Kamu segalanya bagiku, meski kita hanya beberapa kali bertemu dan memutuskan menikah. Tetapi hatiku tidak bisa berbohong, sangat mencintaimu. Tidak akan ada wanita lain yang bisa menggantikan posisimu dalam hatiku.
Nikita: (sedih) Abed.. Aku mencintaimu.. aku akan mencintaimu selamanya..
Abed melepas pelukan Nikita dan manarik Nikita dalam pelukannya. Nikita memeluk erat Abed dan menangis tersedu. Nikita sesenggukan..
Abed: (melepas pelukan) istirahatlah dengan tenang istriku. Aku dan Andrew akan baik baik saja. Kami mencintai dan menyayangimu selamanya. Datanglah jika kamu merindukan kami. Kami tak akan pernah melupakanmu, kamulah istri dan mama terhebat. (Tersenyum menatap mata Nikita)
Nikita mendekat, mencium kening, hidung, kedua kelopak mata, kedua pipi, dagu, dan bibir Abed.. Nikita tersenyum kepada Abed, memegang wajah Abed dengan dua tangan.
Nikita: aku akan selalu ada dalam hatimu. Berjanjilah, untuk tetep hidup mendampingi Andrew. (Air mata menetes)
Abed menyeka air mata Nikita, Nikita memeluk Abed mencium leher Abed dan berbisik.
Nikita: selamat tinggal sayang.. cintaku hanya untukmu.. aku sangat mencintaimu..
Nikita memeluk Abed den menutup mata perlahan. Abed mengeratkan pelukan dan merasakan jika bayangan Nikita perlahan menghilang dalam pelukannya.
Abed terbangun, matanya terbuka lebar. Nafasnya naik turun, wajahnya basah karena menangis. Abed menyeka wajahnya, melihat tangannya yang basah lalu menggenggam tangannya dengan erat.
(Dalam hati Abed)
__ADS_1
Selamat tinggal sayang, aku akan selalu mencintaimu. Tenanglah disana, aku akan datang melihatmu sesering mungkin. Aku juga akan menjaga Andrew dengan baik. Meski tidak sekarang, setelah aku keluar dari penjara aku berharap masih punya kesemapatan merawat Andrew. Maaf Nikita.. aku bersalah padamu. (Menunduk, merasa sedih dan kecewa)
Tok..
Tok..
Tok..
(Suara pintu diketuk)
Klek.....
(Pintu terbuka)
Seseorang masuk, dan kembali menutup pintu. Abed menatap arah pintu melihat Amelia berjalam mendekatinya. Amelia duduk di tepi ranjang dan tersenyum pada Abed.
Amelia: kak, bagaimana perasaanmu sekarang? Sudah lebih baik?
Abed: maaf meninggalkan acara Mel. Tadi Andrew merengek.
Amelia: aku mengerti kak. Acara juga sidah selesai, aku bicara apda kepala polisi dan penjaga diluar. Mereka mengijinkanmu menginap disini malam ini. Tidurlah dengan nyenayak kak.. kamu perlu sesuatu? Apa kamu lapar?
Abed: tidak Mel, terimakasih sudah meminta ijin untukku. Aku terbangun karena bermimpi Nikita.
Amelia: kamu pasti sangat merindukannya kak, sehingga terbawa dalam mimpi. Tidurlah, nikmati malam panjang ini bersama anakmu. Aku tidak akan menganggumu.
Abed: selamat tidur Mel.
Amelia berdiri dan berjalan pergi meninggalkan kamar. Abed mengehela nafas panjang dan kembali berbaring. Abed memeluk Andrew dan memejamkan mata. Hal unik terjadi, di sisi lain bayangan Nikita berbaring di samping Andrew dan memeluk Andrew. Nikita tersenyum cantik kearah Andrew dan Abed.
Amelia masuk dalam kamar dan berganti pakaian. Brian sedang menjaga Lovely yang sedang minum susu.
Brian: bagaimana Abed?
Amelia: dia bermimpi Nikita.
Amelia: aku tidak menyangka, Abed yang kasar dan pemarah bisa sangat mencintai wanita sedalam ini.
Brian: itulah cinta, membuat orang buta dan tuli. Membuat orang jahat menjadi baik. Dan yang baik menjadi brutal. Kekuatan cinta sungguh luar biasa.
Amelia: kamu benar sayang \(berjalan mendekati Brian\) cinta bisa merubah segalanya.
Brian: kita berdoa saja, untuk kebaikan Abed kedepannya. Untuk urusan dokumen dan cd itu aku yang akan urus. Aku akan pelajari itu besok.
Amelia: aku mengandalkanmu sayang. Sepetinya hanya ini harapan kita satu satunya.
Brian: \(memeluk Amelia\) aku pasti akan membantumu sayang. Jangan cemas.. \(mengusap punggung Amelia\)
Amelia: apakah kita bisa mengajukan keringanan hukuman? Kita sudah ditolak kemarin kan?
Brian: percayalah, pasti ada jalan. Jangan sedih lagi, lebih baik kita banyak berdoa. Ayo tidur, ini sudah larut malam.
Amelia: \(melepas pelukan\) gantilah pakaianmu. Aku akan siapkan.
Brian: oke, aku cuci muka dulu.
Brian berjalan menuju kamar mandi. Amelia menyiapkan pakaian tidur Brian. Tidak lama setelah mencuci muka, Brian keluar dan berganti pakaian. Amelia sudah berbaring di atas ranjang dan tidur. Setelah berganti pakaian, Brian naik keatas ranjang dan masuk dalam selimut. Brian berbaring di dan memeluk Amelia. Brian menutup mata dan mulai terlelap tidur.
♡♡♡♡♡
Brian datang ke rumah lama untuk menemui Thomas, Arson dan Billy. Brian mendapat kabar jika ada seseorang orang yang ingin bertemu dengannya.
Brian masuk kedalam rumah, seseorang asing sudah menunggu Brian di ruang tamu.
Brian: hallo.. kalian ingin bertemu denganku?
"Hallo tuan, maaf menganggu.. saya kemari ingin menyampaikan sesuatu"
__ADS_1
Brian: \(duduk\) baiklah, apa yg ingin kamu sampaikan padaku. Silahkan..
"Hmmmm... \(merasa takut\) saya adalah orang yang bersama tuan Adit. Saya adalah orang yang berhasil kabur saat kejadian malam itu. Tujuan saya kemari untuk mendapat perlindungan. Saya sudah lelah berlari tuan, saya ingin anda melindungi saya. \(Menunduk\)"
Brian: \(menghela nafas panjang\) aku akan melindungimu. Dengan 1 syarat..
"Apa tuan? Jika saya bisa lakukan saya akan lakukan"
Brian: jadilah saksi mata untuk saudara iparku yang sudah membunuh Adit. Vonis 15 tahun terlalu berat untuk kami.
"Apakah tuan mengenal tuan Adit? Tuan Adit memang merencanakan ingin membunuh tuan Abed malam itu."
Brian menceritakan dengan singkat agar seseorang di hadapannya mengerti hubungan antara dirinya, Abed, Nikita dan Adit. Setelah dijelaskan orang dihadapan Brian mengerti dan mengangguk perlahan.
Brian: siapa namamu?
"Saya Ben"
Brian: oke Ben, sekarang tugasmu hanya bersaksi kejadian malam itu. Katakan kepada polisi semua rencana Adit malak itu.
Ben: saya masih menyimpan rekaman panggilan antara saya dan tuan Adit. Karena saya terbiasa merekam semua panggilan yang masuk.
Brian: baguslah Ben. Malam ini menginaplah disini. Aku akan meminta orangku menjagamu. Besok kita akan ke kantor polisi aku harap kamu sudah siap.
Ben: baik tuan.
Brian dan Ben berbincang. Brian bertanya mengenai Ben dan keluarganya. Ben menjawab dengan baik, Ben dan menutupi apapun. Brian masih ragu bertanya siapa orang di balik ini semua. Yang terpenting sekarang adalah membantu Abed terlebih dahulu.
Hallo semua..
Terimkasih sudah mau berkunjung dan mmebaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Beri tip juga boleh..
😉😘
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan \(End\)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
\(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan\)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea\_anggie
Line id: dea\_anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
"Dea Anggie"
__ADS_1