Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
S2 - EPISODE 162


__ADS_3

Lovely memutuskan untuk kembali. Setelah memanggil pelayan dan membayar tagihan Lovely pergi meninggalkan club dan sudah tidak pedulu lagi pada Andrew.


 


Julian dan wanitanya pergi meninggalkan Enddy yang masih ingin tetap tinggal. Wanuta di samping Enddy merebahkan kepalanya dalam pelukan Enddy dan bermain kancing kemeja Enddy.


"Siapa dia sayang? Aku tidak pernah melihatnya." Bertanya dengan ragu\-ragu.


"Dia pemangsa wanita, kamu jangan sampai tergoda. Kamu hany milikku. Oke?" Enddy menatap wanitanya itu.


"Tentu saja, hanya kamu lelakiku." Wanita itu mengangkat kepalanya menatap Enddy.


Enddy mendekat dan mencium bibir wanitanya itu dengan gemas. Mereka bercumbu di dalam ruangan.


Julian dan wanitanya berjalan perlahan menyusuri lorong club. Mereka pergi meninggalkan club, dan bergegas hendak menuju Hotel.


Ditengah jalan saat ingin keluar dari club, Julian bertabrakan dengan seseorang. Julian bertabrakan dengan Andrew, Andrew tidak bicara dan tidak menatap Julian langsung pergi meninggalkan Julian. Julian kesal, murka dengan orang yang bertabrakan dengannya.


"Sial! Kamu tidak memiliki mata..?? beraninya menabrakku." Julian kesal dan keluar dari club mencari pria yang bertabrakan dengannya. (Andrew)


Julian melihat Andrew sudah naik taxi dan pergi. Julian kesal dan kembali mengumpat. Wanita disamping Julian mencoba menenangkan Julian.


"Sudahlah sayang, tidak perlu pedulikan orang yang tidak jelas seperti itu. Ayo kita pergi." Ajak wanita itu.


Julian berbalik dan berjalan menuju parkiran, mendekati mobilnya. Julian dan wanita itu masuk dalam mobil dan melesat pergi menuju hotel yang sudah dipesan oleh Enddy.


♡♡♡♡♡


Di rumah Lovely masih minum wine, Lovely berbicara sendiri. Terkadang tertawa terkadang juga menangis, Lovely terus minum sampai mabuk.


Kleeekkkkk..


(Suara pintu)


Andrew masuk dalam rumah san menutup kembali pintu utama rumahnya. Andrew mendengar suara Lovely, Lovely tertawa kemudian menangis. Memaki\-memaki dirinya. Andrew melangkah masuk menuju ruang tengah, Andrew terkejut melihat banyak botol wine berjajar di meja dan melihat Lovely sudah acak-acakan dengan kondisi mabuk.

__ADS_1


"Andrew brengs*k.. pria brengs*k!! Aku membencimu, brengs*k!!" Lovely kesal.


Lovely mengangkat gelas berisi wine dari meja dan hendak meneguknya. Belum sampai Lovely meminum winenya, gelas wine sudah berpindah tangan ke tangan Andrew. Andrew meneguk habis dengan sekali teguk wine di tangannya lalu melempar gelas ke lantai.


Praaaaakkk..


(Suara gelas pecah)


"Apa kamu gila? Kamu minum sampai seperti ini?" Tanya Andrew.


"Hoho.. pria brengs*k sudah pulang, kenapa pulang? Kenapa tidak ke hotel denga wanita sexy mu?" Tanya Lovely, Lovely menatap tajam ke arah Andrew lalu membuang muka.


"Wanita sexy? Kamu mengikutiku ke club? Jawab.." suara Andrew mulai meninggi.


"Ya aku mengikutimu! Apa kamu puas, dan aku tidak menyangka kamu adalah pria brengs*k.. kamu membuatku kecewa. Aku membencimu." Jawab Lovely dengan suara meninggi.


Lovely berdiri dari duduknya dan berjalan melewati Andrew, Lovely ingin kembali ke kamarnya. Saat Lovely melewati Andrew, Andrew langsung menarik tangan Lovely dan mencium bibir Lovely. Lovely terkejut, Lovely yang kesal mendorong Andrew dan menampar Andrew.


Plaaakkk..


(Suara tamparan)


Andrew memegang pipinya dan menutup mata kilas, Andrew tidak tahan dengan kata-kata Lovely langsung mendekat dan kembali mencium Lovely dengan paksa. Lovely mendorong Andrew, namun Andrew kuat memeluk Lovely. Lovely terus berontak, semakin Lovely berontak Andrew semakin gigih tidak melepaskan Lovely.


Lovely akhirnya menggigit bibir Andrew hingga berdarah. Lovely menangis dan berlari menuju kamarnya, Andrew kesal mengejar Lovely sampai ke kamar Lovely. Lovely hendak menutup pintu, namun ditahan oleh Andrew.


"Love buka.." teriak Andrew.


"Jangan gila Andrew, aku tidak akan membuka pintu. Pergi!" Teriak Lovely.


"Buka, aku ingin tau kenapa kamu mengikutiku? Jawab, jangan memancing emosiku Love. Saat ini aku sedang dalam kondisi yang tidak baik." Kata Andrew.


"Tidak akan, sial! Jika kamu berani mengancamku aku akan melapor pada papaku atau bibi Kim. Minggir!" Lovely tetap berdiri dan menahan pintu kamarnya agar Andrew tidak masuk.


Andrew semakin geram, mendorong kuat-kuat pintu kamar Lovely hingga Lovely terpental dan jatuh ke lantai. Andrew masuk dalam kamar, menutup pintu lalu menguncinya. Andrew menatap tajam pada Lovely, mendekati Lovely dengan langakah lamban.

__ADS_1


Lovely ketakutan, menyeret tubuhnya mundur secara perlahan. Lovely merangkak hendak berdiri, Andre menahan kaki Lovely dan menyeret kaki Lovely hingga dahi dan wajah Lovely terbentur lantai. Andrew mencengkram baju Lovely dengan kuat, lalu menyeret Lovely dan melempar Lovely ke dinding. Pelipis Lovely terbentur tepian meja hingga berdarah.


Andrew mendekati Lovely, mencengkram dagu Loveky "Katakan, apa yang kau lihat? Dan untuk apa kamu mengikutiku. Aku sudah katakan jangan pernah mencampuri urusanku, kamu tidak lebih hanyalah orang asing Love! Jangan mengatur hidupku." Suara Andrew terdengar bagai petir di telinga Lovely.


Lovely menangis, pelipisnya mengelurakan darah. Andrew melihat pelipis Lovely yang berdarah merasa senang, Andrew tersenyum tipis melihat darah yang mengelir membasahi wajah putih Lovely lalu mengusap darah Lovely dan mencium tangannya yang terkena darah Lovely.


Lovely menatap tajam ke arah Andrew. "Gila, kamu sudah gila! Lepaskan aku. Kamu jahat Andrew! Aku membencimu!" Teriak Lovely.


"Ahhhhh.. " Lovely merintih saat Andrew menarik rambutnya.


Andrew meraba dan menciumi wajah Lovely, menciumi leher Lovely sampai ke dada Lovely. Lovely berontak, sungguh Andrew yang di hadapannya bukanlah Andrew yang selama ini tumbuh besar bersamnaya. Yang ada di depannya adalah monster.


Andrew mentap Lovely dan mencium pelipis Lovely yang berdarah, Andrew menjilat darah Lovely dan tersenyum. Andrew mencium kening Lovely lama. Tiba-tiba saja Andrew berteriak dan memegang kepalanya.


"Sial! Berhenti mengangguku. Aku tidak peduli lagi dengan orang-orang itu. Aku tidak mau lihat! Tidak mau! Enyaaaaahhhh!!!! Aaaaarrrggghhhh!!!!" Andrew menjauhi Lovely dan meberdiri hendak pergi, namun Andrew jatuh bersimpuh di lantai dan terus memegangi kepalanya. Andrew terus berteriak\-teriak.


Lovely terkejut, tidak tega melihat Andrew yang histeris. Lovely merangkak mendekati Andrew, Lovely memeluk Andrew.


"Andrew, tenangkan dirimu." Kata Lovely lirih.


"Aku hanya sampah! Aku tidak berguna, aku ingin mati.. aku ingin matu.." kata Andrew meracau.


Lovely menangis tetap erat memeluk Andrew. Menenangkan Andrew, Lovely begitu menyayangi Andrew hingga tidak mempedulikan rasa sakit di dahi dan pelipisnya. Pikirannya hanya tertuju kepada Andrew.


@@@@@... @@@@@...


HALLO..


Jangan lupa like,, komen,, vote dan juga ranting bintang ya..


Terimakasih banyak..


Sampai jumpa di epispde selanjutnya..


Bye bye..

__ADS_1


♡Dea Anggie😉♡


 


__ADS_2