
Brian menemui James di rumahnya. Mereka berdiskusi membahas masalah David. Brian menceritakan semua mengenai David, memberikan profil David pada James. Brian menjelaskan rencananya pada James secara detail.
Brian: bagaimana menurut paman?
James: itu ide yang bagus Brian. Jika kamu alihkan saham sekarang, kamu tidak perlu cemas jika terjadi apa apa dengan Axis.
Brian: terimakasih paman James. Maaf merepotkanmu.
James: santai saja. Aku akan membantumu sebisaku Brian.
Brian: (tersenyum) kalau begitu, aku permisi dulu paman. Aku harus datang ke apartemen Angela nanti.
James: kuatkan hatimu, tutup mataku jika melihat hal hal yang menggoda Brian.
Brian: aku mengerti paman. Permisi.
James: salam untuk Amelia dan Lovely.
Brian pergi meninggalkan rumah James Burneo. Sebelum pergi menemui Angela, Brian memutuskan untuk pulang.
♡♡♡♡♡
•Brian
Aku membuka pintu kamar perlahan, aku masuk dan menutup pintu. Aku berjalan melihat ranjang yang masih rapi. Aku melihat putriku yang cantik sedang tidur di boxnya.
Aku mendengar pintu kamar mandi terbuka. Amelia ternyata baru selesai mandi. Dia menghampiriku, dan menatapku. Aku tersenyum merentangakan tangan ingin memeluknya.
Amelia: (melangkah mundur) mandilah, aku akan siapkan pakaianmu.
Brian: sayang..
Amelia: ada aroma Angela, aku tidak suka.
Brian: setelah mandi, boleh aku memelukmu?
Amelia: tentu saja.. (tersenyum)
Aku melepas jasku, melepas dasi dan kemejaku. Aku berjalan kekamar mandi.
10 menit kemudian..
Aku keluar dari kamar mandi, aku melihat Amelia mengenakan gaun tidur favoritnya. Sangat cantik, membuatku lupa daratan. Ditambah senyumnya yang manis, terlihat seperti boneka yang menggemaskan.
Amelia: cepatlah bersiap, Angela mu sudah menunggu.
Brian: (terkejut) hei.. kamu mengusirku?
Amelia: tidak! aku menjualmu. Cepat ganti pakaianmu.
Aku terkejut, Amelia istriku sungguh tega padaku. Aku berganti pakaian, Amelia menatapku dan tersenyum.
Amelia: sangat tampan. Angela pasti akan semakin tergila gila padamu.
Brian: banyak bicara kamu sayang, jangan membuatku gemas.
Aku langsung memeluk Amelia. Amelia mengusap punggungku perlahan. Amelia melepas pelukan mengambil parfum dan menyemprot parfum ke arah kemejaku. Amelai merapikan rambutku. Amelia mengusap lembut wajahku.
Amelia mengajakku keluar kamar, dia menggandeng tanganku erat. Amelia mengajakku ke meja makan. Amelia memeberikan sebuah tas berisi makanan. Aku menerima tas dan menatap Amelia.
Brian: apa ini?
Amelia: salad untuk Angelamu sayang. Berikan ini padanya. Tapi ingat kamu tidak boleh ikut makan.
Brian: kenapa?
Amelia: aku masukan obat tidur dalam salad. (Tersenyum) setelah Angelamu tidur kamu pulang ya..
Brian: istriku pandai sekali. Aku mencintaimu sayang.
Amelia: jangan terpancing sayang, aku percaya padamu.
Brian:aku mengerti, aku tidak akan mengecewakanmu Amelia.
Aku mendekat dan mencium lembut bibir Amelia, aroma wangi tercium menusuk hidungku. Aku melingkarkan tangaku di pinggang Amelia. Amelia berjinjit meraih tengkukku dan membalas ciumanku.
Amelia melepas ciuman dan berjalan kedapur, kembali dengan membawa bunga mawar merah. Memberikan bunga ditangannya padaku.
Brian: ini bunga yang baru aku belikan untukmu? (Menerima bunga dari Amelia)
Amelia: (menggeleng) bukan sayang, ini bunga kemarin. Kamu berikan saja pada si manis Angela, sayang jika di buang.
__ADS_1
Brian: haha.. (tertawa) astaga sayang, idemu benar benar gila.
Amelia: (tersenyum) tentu saja. Aku akan berikan sesuatu istimewa untuk si manis. Pergilah, bujuk dia menggali informasi tentang David. Jika Angela sungguh mencintaimu dia pasti mau melakukannya.
Brian: baiklah, kau akan coba. Tapi aku ragu, apakah obat tidurmu manjur? Aku takut Angela menyerangku.
Amelia: tidak akan, sebelum menyerangmu, aku akan pastikan dia sudah tidur. Bujuklah dia makan salad ini, bila perlu suapi dia.
Brian: haruskah? (merasa cemas)
Amelia: tentu saja, kamu harus berakting agar bisa meyakinkannya. Semangat.
Brian: aku seperti seorang gigolo jika begini.
Amelia: haha.. (tersenyum) bukankah kamu memang gigoloku.
Brian: jika padamu aku akan sepenuh hati menjalankan profesiku. Jika dengan Angela, dibayar milayaran pun aku tidak akan sudi.
Amelia: pergilah bersama supir. Aku akan menjemputmu nanti, kirim pesan padaku sandi kamar Angela. Oke?
Brian: oke, aku pergi dulu. Jangan lupa menjemputku.
Amelia: iya aku akan jemput, jika aku ingat (menggoda)
Aku pergi meninggalkan Amelia, demi mendapat hasil yang maksimal, pengorbanan pun harus dilakukan. Brian semangatlah. Aku keluar dari rumah, aku langsung masuk dalam mobil dan melesar pergi.
20 Menit kemudian
Aku akhirnya sampai, aku menekan bel kamar Angela. Aku gemetaran, ini pekerjaan berat. Merayu wanita selain Amelia.
Pintu terbuka, aku melihat Angela berdiri dihadapanku dengan gaun tidur transparan warna hitam. Aku langsung memalingkan wajahku. Ini godaan, dia bukan Amelia. Dia Angela, dia Angela, dia Angela. Ayo Brian kuatkan hatimu.
Angela: sayang, masuklah... (Suara lembut, menggoda)
Aku langsung masuk, aku terus memalingkan wajahku dari Angela. Angela menutup pintu. Berjalan mendekatiku, Angela memelukku dari belakang.
Angela: aku senang kamu datang.
Brian: (melepas tangan Angela perlahan, dan berbalik) ini untukmu. (Memeberi bunga mawar)
Angela: (menerima dengan senyuman) ini untukku? Terimakasih sayang (mencium kilas bibir Brian)
Bahaya jika dia terus seperti ini. Asal mencium saja si Angela ini.
Angela: (menurut) baiklah, aku akan ganti. Duduklah di sofa aku akan kembali setelah berganti pakaian.
Brian: Angela, oh sayang..
Angela: ya? Ada apa?
Brian: aku meninggalkan dompetku di mobil, berapa sandi kamarmu?
Angela: 1004
Brian: tanggal dan bulan lahirku?
Angela: iya (tersenyum)
Brian: baiklah, ganti bajumu. Aku akan menunggumu (tersenyum lebar)
Angela mengangguk dan masuk dalam kamar, aku dengan cepat berlari keluar apartemen. Aku mencoba menekan sandi 1004 dan membuka pintu. Sandinya benar, aku harus segera memberintahu Amelia. Aku mengirim pesan pada Amelia
"Sayang, 1004"
(Kirim)
-----
My Love
"Okey, bujuk dia untuk mencari informasi. Jangan lupa saladnya. Aku mencintaimu, semoga sukses❤"
-----
Aku menghela nafas, ayo Brian kerahkan keteranpilanmu merayu wanita. Aku menekan sandi dan membuka pintu. Aku masuk, Angela sudah duduk di sofa dan tersenyum ke arahku. Aku merasa gugup. Suasana ruangan begitu menegangkan.
Aku berjalan ke arah sofa, duduk di sebelah Angela.
Angela: ada apa? Kenapa wajahmu sedih?
Brian: kamu mengenal David dengan baik?
__ADS_1
Angela: ya, aku dan David teman sejak SMA. Saat SMA aku dan David sama sama pindahan dari Inggris.
Brian: oh begitu. Boleh aku minta tolong padamu sayang.
Angela: katakan, jika aku bisa bantu aku akan dengan senang hati melakukannya.
Aku mengeluarkan kemampuan merayuku, aku mengusap lembut kepala Angela. Rasanya aneh, tapi aku harus tahan.
Brian: kamu sudah makan?
Angela: (menggeleng) belum.. aku sedang diet tidak makan malam.
Brian: jangan diet, badanmu sudah oke. Aku menyukainya. Kamu sangat sexy.
Angela: (senang) benarkah? Kamu menyukaiku?
Brian: tentu saja, pria mana yang tidak akan menyukai wanita sempurna sepertimu. Hanya saja saat di kampus aku takut pada David.
Angela: kenapa?
Brian: David sangat menyukaimu. Sebagai teman dan junior aku harus mengalah. Oleh karena itu aku dingin padamu. Dan beberapa bulan setelah lulus aku kembali ke Indonesia.
Angela: aku tidak menyukai David, aku menyukaimu. (Bersandar di dada Brian)
Brian: David ingin merusak bisnisku sayang, dia cemburu. Dia sudah mengancamku.
Angela: benarkah? Jahat sekali. Apa yang bisa aku bantu?
Brian: carilah informasi penting mengenai orang orang yang membantu David. Karena aku sangat penasaran.
Angela: aku akan melakukannya untukmu Brian. Aku akan cari tahu nanti.
Brian: terimakasih sayang. Ah iya, aku membuatkan salad sayur untukmu. Aku tau kamu diet, sayur tidak akan membuatmu gemuk.
Angela: aku akan makan jika kamu inginkan. Tapi aku ingin kamu menciumku.
Astaga, wanita ini begitu gila dia sungguh ingin aku menciumnya, aku terdiam, berfikir sejenak. Ahh iya... ayo Brian berikan ciuman kilas saja. Aku mendekat, menekan tengkuk Angela, aku mencium kilas bibir Angela. Tidak di sangka Angela langsung membalas ciumanku. Dia begitu antusias. Aku melepas ciuaman dan memeluk Angela. Angela mengeratakn pelukanku, dia sangat senang.
Brian: ayo makan saladmu
Angela: iya aku akan makan. (Melepas pelukan)
Aku mengeluarkan kotak makan dalam tas. Membuka kotak makan dan memberikan salad pada Angela. Angela sangat senang. melahap habis semua salad tanpa sisa. Angela meletakan kotak makan di meja. Dia merangkul lenganku erat.
Angela: terimakasih Brian.
Brian: iya sama sama. Aku harap kamu bisa membantuku dengan banyak informasi.
Angela: tentu saja. Aku akan lakukan apapun untukmu.
Angela terus mengoceh dan mengoceh, aku tak menghiraukannya. Aku ingin ini cepat berakhir. Lama menunggu akhirnya Angela tertidur. Aku menghela nafas lega. Aku menggendong Angela ke kamarnya. Kasian juga jika aku tinggalkan di sofa. Aku merebahkan Angela diranjang dan menarik selimut menutupi tubuh Angela.
Aku menatap Angela merasa bersalah. Angela maaf, aku tidak berniat memanfaatkanmu. Terimaasih sudah mau menyukaiku. Maaf tidak bisa membalas perasaanmu. Hatiku, cintaku, dan tubuhku ini hanya milik Amelia seorang.
Aku keluar kamar dan menutup pintu. Aku meringkas kotak makan dimeja, memasukan kembali ke dalam tas. Pintu apartemen terbuka. Aku melihat istriku datang menjemputku. Amelia berlari memelukku.
Amelia: aku datang sayangku.
Brian: terimakasih, kamu tepat waktu. Ayo kita pulang.
Amelia: apa dia tidur?
Brian: ya dia tidur. (Melepas pelukan)
Amelia meletakan sepucuk surat diatas bunga mawar yang aku berikan pada Angela. Amelia menggandengku keluar dari apartemen. Akhirnya tugas terlewati dengan baik. Aku merasa lega.
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau singgah, jangan lupa like,☆ dan isi kolom komentar.
Yuk, mari singgah ke novel saya yang lain.
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)
•Paneran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
Jangan lupa beri like, dan isi kolom komentar, terimakasih..
Salam hangat,
__ADS_1
"Dea Anggie"