
Amerika
Brian duduk bersandar di kursi, Brian memegang dadanya, jantunya berdebar kencang. Brian menutup mata perlahan,
"Aku tidak tau mengapa hatiku masih terasa sakit dan sesak. Tidak ada kepuasan saat mendengar suara Lovely, namun aku bisa merasakan sepertinya Lovely sedang dalam kesesakan dan keterpurukan. Kenapa? Apakah Lovely sudah mulai berbohong? Ini tidak bisa dibiarkan, aku harus segera kesana dan memastikan sendiri keadaan putriku." Batin Brian merasa benar-benar tidak tenang.
Brian membuka mata dan menatap layar ponsel, Brian menghubungi Boby. Mantan asistennya yang sekarang menjadi saudara iparnya. Panggilan dari Brian tersambung, tidak beberapa lama panggilan Brian di terima oleh Boby.
(Percakapan dalam telepon)
"Hallo." Jawab Boby.
"Bob, apa kamu masih di Amerika? Jika ya, aku ingin meminta bantuanmu. Jika tidak pun tidak masalah, aku hanya perlu bantuan kecilmu dari jauh." Tanpa banyak bicara Brian langsung mengutarakan niatannya.
Boby diam sesaaat, "kak, tenangkan dirimu dulu. Katakan ada apa? Apa ini soal Lovely?" Tanya Boby yang sudah memahami apa saja yang ada pada Brian.
Brian menarik nafas panjang lalu menghembuskan nafas perlahan, Brian mengatur nafasnya berulang - ulang. "Kamu benar, ini tentang Lovely. Dia sepertinya dalam kesulitan. Aku ingin ke Inggris, jika kamu masih di Amerika bantulah Amelia mengurus perusahaan. Jika kamu jauh, bantu aku memantau keadaan. Bagimana? Aku berjanji tidak akan tinggal lama Bob.."
"Aku masih di Amerika kak, baiklah aku akan bantu mengurus perusahaanmu. Pergilah ke Inggris dan lihat keadaan putrimu. Ingat, jika ada apa-apa hubungi aku secepatnya. Perlu aku pesankan tiket penerbanganmu?" Boby menawarkan bantuan.
"Boleh saja jika kamu tidak keberatan, jika ada aku akan langsung berangkat sore ini. Terimakasih sudah mau membantuku, sampaikan salamku pada Lely. Maaf merepotkan mu Bob, aku mengandalkanmu kali ini." Ucap Brian merasa lega.
"Ya akan segera aku carika, berrhati-hatilah kak, jangan khawatirkan kakak ipar dan dan Alex. Aku akan dan Lely akan menjaga mereka untuk sementara waktu." Boby menyakinkan Brian untuk tidak khawatir.
"Bye Bob.." Brian mengakhiri panggilannya.
Brian berdiri dari duduknya, memasukan ponselnya di saku celana dan mengenakan jasnya. Brian berjalan perlahan keluar dari ruanganya dan menemui sekertarisnya. Brian memberi pesan jika untuk beberapa hari kedepan dirinya tidak akan datang ke kantor karena sedang ada perjalanan pribadi. Perusahaan akan di tanganai oleh Amelia dan Boby mantan asisten Brian.
Sekertaris Brian mengerti dan memahami apa yang Brian katakan. Selesai berbincang Brian pergi meningglkan meja sekertarisnya dan berjalan cepat meninggalakan kantornya. Brian ingin kembali pulang ke rumah secepatnya dsn bertemu Amelia.
Saat diperjalanan Boby menghubungi Brian dan memberitahukan, tiket penerbangan sudah tersedia. Dan itu adalah penerbangan terakhir menuju Inggris. Mendengar kabar baik, Brian sangat bersemangat dan senang. Brian sudah tidak sabar melihat putri kesayangannya, terlebih dulu dalam pikirannya harus membujuk juga meyakinkan istrinya Amelia untuk mau mengantikan pekerjaannya dan mau ditinggal. Brian cemas jika Amelia menolak justru ingin pergi bersama mengingat Amelia sudah sangat bersemangat untuk pergi menemui Lovely bersama-sama.
30 menit kemudian, Brian samapai di rumahnya. Brian memarkirkan mobil dan mrmbuka pintu mobil, Brian turun dan menutup kembali pintu mobil. Brian melonggarkan dasinya dan berjalan cepat masuk dalam rumah. Brian tiak melihat Amelia di ruang tengah dan dapur, hanya melihat beberapa pelayan yangs sedang bersih-bersih.
Brian langsung berjalan menuju kamarnya. Brian berdiri di depan pintu kamarnya, Brian mengatur nafasanya beberapa kali. Brian tanpa ragu membuka pintu dan masuk, Brian kembali menutup pintu perlahan. Brian melihat Amelia duduk di sofa sedang membaca majalah. Brian melepas dasi dan jasnya juga kemejanya. Brian melepas semua yang melekat di tubuhnya dan bergegas menuju kamar mandi.
Amelia mendengar suara pintu kamar mandi memalingkan wajah, Amelia tidak melihat sesuatu. Amelia meluhat pakaian Brian yang berserakan di lantai. Amelia berdiri dan berjalam memdekati pakaian Brian yang berserakan di lantai, Amelia meraba saku celana dan jas Brian, seeprti biasa mengeluarkan dompet ponsel dan sapu tangan Brian untuk dimanakan agar tidak masuk dalam mesin cuci.
Amelia meletakan ponsel, dompet dan sapu tangan Brian di meja di samping ranjang. Amelia menggulung pakaian Brian dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi. Amelia memasukan pakaian kotor Brian dalam kerenjang khusus pakaian kotor.
"Sayang, kamu pulang lebih awal?" Ucap Amelia.
"Ya, sayang siapkan pakaian ganti aku akan ke Inggris." Ucap Brian yang sedang mandi.
"Ke Inggris? Ada masalah dengan Lovely?" Tanya Amelia mengerutkan dahi.
Sreeeekk..
(Suara pintu di geser)
Brian berjalan mendekati Amelia, mengusap wajah dan kepalanya dengan handuk. "Tidak ada apa-apa, aku merindukaannya. Kamu mau kan menyusulku akhir minggu ini bersama Alex? Kamu tidak akan marah bukan karena aku pergi seorang diri." Kata Brian yang merasa canggung.
Amelia tersenyum menatap Brian, "pergilah, putrimu tersayang pasti sangat senang kamu datang. Pasti Lovely sedang membutuhkanmu saat ini. Aku akan menyusul akhir minggu ini." Jawab Amelia tanpa ragu sedikitpun.
Brian terkejut, tidak menyangka Jika Amelia akan bersikap tenang dan tidak cemas. Mungkin karena alasan rindu sehingga Amelia tidak banyak bicara dan bertanya.
"Terimakasih sayang, kamu memang selalu mengerti keadaan dan kondisiku." Brian tersenyum tampan.
"Tentu saja, aku istrimu. Seorang istri harus tau kondisi dan keadaan suaminya, harus lebih peduli dengan semuanya yang ada pada suaminya. Ayo keluar aku siapakan pakaian ganti untukmu dan perlengkapanmu." Amelia membuka pintu kamar mandi dan keluar di ikuti Brian.
__ADS_1
Amelia berhenti di depan lemari dan membuka lemari, Amelia mengeluarkan pakaian ganti untuk Brian. Brian sudah menunggu pakaian gantinya di belakang Amelia, dengan sabar Brian menunggu pakaiannya.
Amelia meletakan pakaian Brian di ranjang, dan sibuk menyiapkan bebererapa pakaian untuk di bawa Brian. Amelia menyiapkan koper dan memasukan semua baju- baju yang dibutuhkan Brian. Semua perlengkap Brian langsung di sediakan oleh Amelia. Brian bangga melihat istri kesayangannya yang cekatan dan bergerak cepat tanpa aba-aba.
Brian berganti pakaian memakai kaus nya dan sweaternya. Amelia merapikan rambut Brian dan mencium kilas pipi Brian. "Berhati-hatilah, aku akan membungkus makana untukmu. Makan lah di dalam mobil saat perjalanan ke bandara." Suara lembut Amelia.
Brian langsung memeluk Amelia dengan erat, Amelia menutup matanya merasakan kehangatan pelukan dari suaminya Brian.
"Jaga dirimu sayangku, jangan sampai tidur larut. Untuk sementara aku alihkan urusan kantor padamu, kamu hanya perlu datang dan membaca laporan harian deperti biasnya. Ada Boby yang akan mendampingimu, kita akan bertemu di akhir minggu ini." Kata Brian dengan suara lembut.
"Hmm.. aku mengerti, jangan cemaskan aku. Pergilah dan temui Lovely. Sampaikan salamku padanya, (melepas pelukan) ayo cepat, aku harus siapkan bekalmu diperjalanan." Ucap Amelia.
Amelia berjalan perlahan, Brian menarik kopernya dan berjalan mengikuti Amelia. Brian terus memandangi Amelia dari belakang, senyum Brian mengembang.
Brian sebenarnya tidak tega meninggalkan istrinya Amelia sendirian. namun putrinya untuk saat ini lebih penting. Bahkan lebih penting dari hidupnya sendiri, merasakan sesak dan sakit seperti tertusuk tombak membuat Brian selalu gelisah dan cemas. Sampai pada akhirnya Brian memutuskan untuk pergi melihat keadaan putrinya tanpa rencana dan persiapan juga tanpa pemberitahuan.
♡♡♡♡♡
Inggris
Lovely tertidur setelah menangis terisak. Lovely bermimpi buruk, dalam mimpinya Lovely kembali bertemu dengan Andrew dan kejadian yang sama terulang. Bahkan dalam mimpi Andrew menyiksanya menggunakan ikat pinggangnya sampai seluruh tubuhnya menjadi bilur-bilur dan lebam.
Andrew tertawa puas menyiksa Lovely tak hanya itu Andrew juga lagi-lagi menyakiti Lovely menggores wajah Lovely dengan sebuah pisau, rasa perih di rasanyakanya namun Lovely hanya bisa menahan jeritannya karena mulutnya tersumpal kain.
Lovely mulai gelisah di dalam tidurnya. Tangannya mencengkram kuat bantal yang di peluknya. Keringat dingin mengucur deras, "hmmmmmhh.. hmmmmmhh.. hhhhh.." rintihan Lovely karena mimpi buruknya.
Dalam mimpi Lovely, disaat Andrew sedang menikmati pemandangan apik dihadapannya, tiba- tiba seseorang membuka paksa pintu dan mengejutkan Andrew dan juga Lovely. Samar-samar Lovely melihat jika seseorang yang datang tidak lain adalah papanya.
Mengetahui putri kesayanganya di siksa Brian murka dan langsung mendorong Andrew menjauh dari Lovely. Perdebatan di mulai, Brian melepaskan ikatan Lovely dan membuang kain yang menyumpal di mulut Lovely. Brian meraba wajah Lovely dengan tangan gemetar, hatinya benar-benar sakit melihat kejadian di depan matanya.
"Maafkan papa sayang, seharusnya papa tidak ijinkan kamu pergi." Ucap Brian dengan suara gemetar.
Tubuh Lovely gemetar, Brian mengusap punggung Lovely dan menenangkan Lovely. "Tenanglah, papa ada disini untukmu sayang. Jangan takut, ada papa yang akan menjaga dan melindungimu. Jangan takut sayang." Ucap Brian berulang-ulang agar putrinya tenang.
Brian melepaskan pelukan dan menatap Lovely setelah puas menatap Lovely, Brian memalingkan wajah melihat ke arah Andrew yang sedang tersungkur karena dorongan kuat dari Brian.
Brian mendekati Andrew dan menarik kerah baju Andrew. "Beraninya kamu melukai putriku Andrew! Aku papanya, jangankan memukul, membentaknya saja tidak pernah! Kamu sungguh membuatku kecewa! Aku sangat kecewa padamu, jika kamu tidak menyukainya jangan sakiti dia, berkata jujurlah jika tidak suka! Dan apa ini? Kamu mabuk parah sampai lupa diri? Hah.. kamu menjadi seperti orang tidak berguna Andrew! Apa yang kamu pikirkan?" Brian bicara dengan nada suara meninggi. Ini pertama kalinya Brian marah dan murka setelah kejadian di masa lalu, jauh sebelum Lovely lahir.
Andrew menatap Brian dan tersenyum tipis seakan mengejek. "Paman memarahiku? Marahlah kepada putri paman yang selalu ikut campur urusanku. Dia selalu melarangku ini dan itu. Dia membuatku muak. Lebih baik paman membawanya pergi, aku tidak membutuhkan wanita sepertinya. Aku bahkan dapat menemukan banyak wanita sepertinya di club. Hahaha.." kata Andrew tanpa berfikir, tentu saja Andrew sudah mabuk berat.
Mendengar perkataan Andrew yang menghina Lovely, membuat Brian menjadi geram dan akhirnya menampar Andrew.
Plaaaakkk..
(Suara tamparan)
Brian menampar keras sampai sidut bibir Andrew berdarah, Andrew memegang wajahnya yang terasa sakit karena ditampar.
"Kamu menggatai putriku seperti wanita di club malam? Kamu boleh menghinaku Andrew, jangan menghina putriku! Sampah! Kamu seperti sampah!" Kata Brian membentak Andrew.
Brian menjadi emosi, tanganya mengepal kuat. "Aku tidak menyangka anak dari sahabatku akan menjadi seperti ini. Sikapmu yang seperti ini hanya akan mempermalukan papa dan mamamu. Kamu merendahkan dan bahkan menganiaya wanita! Kamu bukan laginseorang pria sejati Andrew, kamu sudah menjadi sampah! Dan kamu tau dimana sampah akan di buang kan." Ucap Brian dengan melebarkan mata.
Brian berbalik dan menghampiri Lovely, Brian berbiat menggendong Lovely dan membawa Lovely ke rumah sakit. Di saat bersamaan Andrew melihat pisau di lantai dan perlahan memungut pisau itu. Andrew berlari sempoyongan dan menusuk Brian. Lovely terkejut dan berteriak kencang.
"Papaaaaaaaaaaaa..." Teriak Lovely keras, mata Lovely terbuka. Nafasnya tersengal.
Lovely segera bangun dari tidurnya dan mengusap keringatnya. Lovely masih terengah-engah, meraih ponselnya dan berusaha menghubungi Brian.
@@@@@... @@@@@...
__ADS_1
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End, jika tidak ada kendala akan saya lanjutkan sekuel dari UMEKO SAKURA LEWI yang akan menjadi season ke tiga dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Suami Pengganti
•Pangeran Vampir
•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)
•Vampir "Sang Abadi"
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
•Cinta Lama Yang Datang Kembali
•Mommy And Daddy (CLYDK2)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3
•Perfect Father
•Dan masih banyak lainnya (hehehe.. maafkan authornya lagi menggila bikin novel kala itu.. jangan khawatir pasti di tamatin semua kok..)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
__ADS_1
"Dea Anggie"