
Brian bertemu dengan David Harvisson di sebuah cafe. Brian datang terlambat karena harus menyelesaikan rapat. Brian mengajak Amelia dan Lovely menemui David Harvisson. Brian menduga, jika David Harvisson adalah seniornya saat kuliah. Namanya tidak asing bagi Brian.
Cafe..
Brian, Amelia dan Lovely masuk dalam cafe. David berdiri menyambut Brian dengan senyan tampan. Brian menatap David dan tersenyum, dugaanya benar. David yang ada di hadapannya adalah seniornya saat di universitas.
Brian: hallo david.
David: hai, Brian.
Brian dan David saling berjabat tangan dan berpelukan ringan. Mereka melepas rindu.
Brian: oh iya, ini istri dan anakku.
David menatap Amelia, David terpukau dengan kecantikan Amelia. David dan Amelia daling berjabat tangan kilas. Amelia tidak ingin mencari perhatian lawan jenis selain suaminya.
David: wah, kamu sudah berkeluarga ternyata.
Brian: iya, kamu sudah menikah?
David: belum, kekasih saja belum ada. (Menatap Amelia kilas)
Brian: semoga beruntung, pasti kamu akan temukan wanita yang cocok.
David: kamu tinggal disini?
Brian: ya, aku dan keluargaku tinggal disini. Aku menjadi warga Amerika sekarang.
David: jadi direktur Axis kamu, Brian?
Brian: bukan, itu perusahaan milik istriku. Aku hanya pekerja. (Tersenyum menatap Amelia)
(Dalam hati David)
Waow.. hebat sekali Brian ini. Dulu idola di universitas. Semua gadis menempel termasuk gadisku. Bahkan sekarang dia memiliki gadis yang luar biasa cantik. Keluarga yang bahagia. Sungguh mengesankan.
Brian: ada penawaran kerja sama dengan Axis?
David: ya.. jika kamu berkenan, kamu sudah baca dokumen yang aku kirim?
Brian: ya sudah aku baca. Aku terima, kita bisa kerja sama. Aku mengenalmu dengan baik. Kamu tidak mungkin menipuku kan?
David: haha.. (tertawa lebar) tentu tidak. Aku tidak akan tega menyakitimu Brian. Kasian istrimu yang cantik dan anakmu yang manis ini. (Meraba lembut wajah Lovely)
Brian: duduklah, mari kita minum kopi bersama.
Amelia: sayang, kamu kan belum sembuh. Tidak boleh minum kopi. (Suara pelan)
David: (duduk) ayo silahkan duduk.
Brian: ayolah, segelas saja tidak masalah sayang. (Duduk)
Amelia: (duduk disanping brian memangku Lovely) terserah saja. Jika terjadi apa apa jangan mengeluh. (Mengomel)
David: apa ada masalah nyonya Candra?
Amelia: (tersenyum) tidak ada tuan. Maaf jika membuat anda tidak nyaman.
David: ah.. baik, tidak apa apa.
Brian: maaf senior. Istriku memang cerewet. Dia sangat peduli padaku sehingga ini itu dilarang.
David: namanya juga cinta.
(Dalam hati David)
Amelia terlihat sangat mencintai Brian. Begitu juga sebaliknya. Aku akan lihat, seberapa besar cintamu pada Brian Amelia. Jika Brian tidak memiliki apa apa lagi. Akankah kamu tetap bertahan dengan Brian?
Brian memanggil pelayan. Seorang pelayan datang dan menyapa.
"Hallo selamat siang, silahkan"
Brian: satu capucino latte.
__ADS_1
David: satu moccacino.
Amelia: satu coklat panas.
"Baik, sialahkan menunggu. Saya permisi"
Pelayan pergi menuju dapur. Brian dan David bercerita banyak hal. Mereka tertawa bersama mengenang masa masa saat masih belajar di universitas. David memancing Brian, menyinggung soal wanita pujaan hatinya.
David: kamu masih ingat Angela?
Brian: Angela? Hmm.. senior yang terkenal di universitas?
David: ya, aku dengar dia masih lajang sampai sekarang. Dia menunggumu sebenarnya, sayang sekali kamu sudah menikah.
Brian: haha.. (tertawa) itu masa lalu. Aku tidak menyukai Angela. Dia saja yang mengejarku.
David tertawa, namun dalam hatinya sangat jengkel. Ingin rasanya merobek wajah Brian yang ada di hadapannya. Amelia terlejut, mendengar banyak hal baru mengenai Brian saat di Amerika.
David: nyonya Candra, maaf jika anda merasa tidak nyaman. Kami hanya bicara santai, tidak bermaksud menyinggungmu atau melukai hatimu.
Amelia: tidak apa apa tuan, silahkan bicara santai denganku. (Tersenyum cantik)
David: dimana kalian bertemu?
Amelia: di Jakarta, Indonesia.
David: ah, aku lupa jika Brian asli indonesia.
Brian: benar sekali. Made in Indonesia (tersenyum)
David: pria asia yang tampan dan mempesona.
Amelia: sangat mempesona (menatap Brian dengan penuh cinta)
Brian: oh sayang, kamu jangan membuatku tersipu (merangkul Amelia, mengusap lembut bahu Amelia.
David: ehem.. kalian membuatku iri.
Brian: (tersenyum) maaf ya.. beginilah kami.
Amelia: thankyou..
Brian: terimakasih senior..
David: boleh aku gendong si manis?
Amelia: (tersenyum) silahkan. Siapa tau. Setelah ini langsung dapat jodoh.
David: benar, siapa yang tau. (Berdiri dan mendekati Amelia) sini sayang ikut paman.
David mengangkat Lovely. Menggendong Lovely. Pelayan datang menghidangkan pesanan Brian, David, dan Amelia di meja.
David: bagaimana? Cocok tidak?
Brian: cocok sekali. Sudah saatnya kamu menikah senior.
Amelia: senangnya ikut paman. (Menatap Lovely yang sedang digendong David)
David mencium Lovely, tiba tiba Lovely menangis keras. Amelia lekas berdiri dan mengambil alih Lovely dari gendongan David. Amelia menggendong Lovely dan menenangkan Lovely.
Amelia: oh sayang, kenapa menangis?
David: apa aku menakutkan? Ah.. si manis tidak menyukaiku.
Amelia: maaf ya, Lovely mungkin mengantuk.
Brian: berikan padaku, biar aku yang tidurkan.
Brian mengangkat Lovely, memeluk Lovely erat. Mengusap punggung Lovely.
Brian: senior, aku akan tidurkan anakku. Kalian bisa bicara.(menatap David)
David: oke (tersenyum)
__ADS_1
Brian: sayang, duduklah, dan nikmati coklat panasmu. Aku akan kembali setelah Lovely kita tidur.
Amelia: baiklah, jangan terlalu jauh.
Brian tersenyum dan mencium kening kilas Amelia. Brian pergi menidurkan Lovely, menjauh dari Amelia dan David. Amelia duduk, David juga duduk. Mereka duduk berhadapan. David terus memandangi Amelia.
David: kamu terlihat sangat menyukai Brian? Apa yang membuatmu menyukainya?
Amelia: banyak. Brian baik, perhatian dan penyayang. Dia lelaki yang manis, idaman semua wanita.
David: tahukan kamu, Brian adalah bintang universitas? Banyak gadis mengejar. Dia terkenal playboy.
Amelia: benarkah? Dia sangat populer ya?
David: hmm.. sangat populer. Entah sudah berapa gadis yang dia kencani.
Amelia: kamu tahu banyak tentang Brian? Kalian tinggal serumah?
David: tidak, aku dekat dengan Brian, kami sering pergi bersama ke club.
Amelia: ah.. begitu.
(Dalam hati Amelia)
Sepertinya ada yang aneh. David mencoba menjelekkan Brian kah? Untuk apa? Apa mereka bersaing? Apa David mempunyai dendam pada Brian? Aku tidak boleh terpengaruh. Aku tau Brianku bukan pria seperti itu. Dia sangat baik dan manis. Mana mungkin dia seorang yang tidak tahu aturan.
(Dalam hati David)
Sepertinya berhasil, Amelia termakan kata kataku? Aku akan terus membanvun tembok pemisah antara Amelia dan Brian. Kepercayaan Amelia pada Brian harus pupus. Begitu juga sebaliknya. Aku akan mengorek data mengenai Amelia dan membuatnya menjadi bahan pemecah kepercayaan Brian. Jika mereka terpisah, aku akan sangat bahagia. Brian tidak boleh bahagia. Dia selalu lebih unggul dariku dalam segala hal. Sangat menyebalkan.
Amelia: kamu dari tinggal dimana?
David: aku tinggal di Inggris.
Amelia: oh.. begitu.
David: ya, kamu sudah pernah ke inggris?
Amelia: pernah, manatan kekasihku orang Inggris.
David: benarkah? Boleh aku tau siapa namanya?
Amelia: Daniel Biers
David tersedak saat meminum moccacinonya. Mendengar nama Daniel Biers, dia teringat akan Angela Biers wanita yang di cintainya.
Amelia: kamu baik baik saja?
David: ya, aku telalu haus. Hingga tidak sadar moccacinoku masih panas. Oh ya, kamu mengenal keluarga Daniel?
Amelia: ya, aku kenal orangtuanya. Tapi aku belum pernah bertemu kakak wanitanya. Saat pemakaman kakaknya juga tidak hadir.
David: oh begitu.
(Dalam hati David)
Ini kesempatan emasku. Aku bisa gunakan kematian Daniel sebagai senjata. Aku harus menemui Angela dan menjadikan Amelia kambing hitam. Maaf cantik, nasibmu sungguh buruk. Jika kamu memutuskan bercerai dan meninggalkan Brian, bersamaku juga tidak apa. Aku akan dengan senang hati menerimamu. Kamu cantik dan ya.. sangat menggiurkan.
(Dalam hati Amelia)
Ada sesuatu yang aneh. Ada yang disembunyikan oleh David. Aku harus segera bicara pada Brian nanti. Semoga saja Brian tidak berfikiran buruk padaku.
Tidak lama Brian kembali menggendong Lovely yang sedang tidur. Brian meletakan Lovely di kereta dan menyelimuti Lovely. Brian mencium kilas tangan Lovely. Amelia dan David terdiam saat Brian kembali. Amelia trus berfikir bagaimana cara bicara pada Brian soal David. Begitu juga David yang berusaha keras memikirkan cara agar Brian tidak lagi menaruh kepercayaan pada Amelia dan membuang Amelia sejauh mungkin.
Hallo semua..
Terimkasih sudah mau berkunjung dan meluangkan waktu untuk membaca..
Jangan lupa like, ☆ dan isi kolom komentar..
Bye bye..😉😘
Salam hangat,
__ADS_1
(Dea Anggie)