
Flip merasakan beberapa pukulan Andrew dibagian wajah dan perutnya. Andrew melempiaskan kekesalannya pada Flip karena Flip berusaha ikut campur dalam masalahnya. Andrew mencekik leher Flip dengan Kuat, Flip meronta dan memukul tangan Andrew namun tidak di gubris oleh Andrew. Flip menendang Andrew di bagian perutnya, Andrew merasa kesal dan mendorong Flip hingga memecahkan vas besar yang ada di pojok rumahnya.
Flip tersungkur, Flip melepas syalnya dan meraba lehernya. Flip merasakan sakit karena cekikak Andrew. Andrew melihat pecahan vas dan mengambilnya, pecahan vas ada ditangannya. Andrew menatap Flip tajam.
"Aku akan mengakhiri ini Flip, ucapkan selamat tinggal pada duniamu. Hahaha" Andrew tertawa jahat.
Naomi merasakan sesutu, Naomi menangus dan mamanggil papa juga mamanya. Naomi tak ingin Flip terluka, karena Flip lah yang selama ini mau mnerimanya walaupun Flip tau Naomi hanyalah hantu liar yang berkeliaran tanpa arah dan tujuan dan Flip juga berkenan membantunya menyelamatkan kakaknya yang menggila.
Flip menatap tajam dan melebarkan matanya. "Kamu benar-benar gila Andrew! Kamu gila!" Kata Flip.
Andrew berdiri di depan Flip yang masih tersungkur di lantai, Andrew mengangkat tanganya yang membawa pecahan vad tinggi-tinggi. Tanpa aba-aba Andrew mengayunkan tanganya ke bawah hendak menancapkan pecahan vas leher Flip. Dalam pandangan Andrew, wajah Flip seketika berubah menjadi wajah Abed. Andrew terkejut dan mengurungkan niatannya. Andrew mundur beberapa Langkah, menjatuhkan pecahan vas ditangannya hinya pecah dan menjadi beberapa bagian kecil.
Andrew mere**s rambutnya dan menjerit. "Aaahhh..!!! Pergi, jangan ganggu aku. Aku bukan pembunuh pa, aku tidak membubuhmu! Bukan aku aku tidak membunuh. Hhh.. pergi..!! Pergi..!! Pergi..!! Jangan muncul di hadapnku, aku tidak melakukannya, bukan aku.. bukan aku!!" Andrew berteriak-teriak seperti orang gila. Andrew berlari masuk dalam rumah.
Flip bangun perlahan dan mengikuti Andrew, Flip tidak ingin Andrew berbuat nekat. Benar saja Andrew mengambil pisau di dapur berniat menyayat tangannya.
"Hentikan Andrew! Jangan lakukan itu." Teriak Flip.
Andrew tidak menggubris dan tetap melakukan aksinya, Flip melihat Andrew bertindak aneh. Tiba-tiba pisau yang di pegangnya jatuh ke lantai. Andrew duduk bersimpuh di lantai. Menyandarkan kepalanya ke lemari dan menutupi wajanhya dengan dua tangan.
Flip meraba saku mantelnya, Flip menemukan suntikan berisi cairan obat penenang. Flip membuka tutup suntikan dan mendekati Andrew, Flip menyuntik
bahu Andrew membuat Andrew kaget. Sebelum Andrew sempat melihatnya Flip menyembunyikan suntikannya di balik punggungnya. Flip menggenggam erat suntikan ditangannya.
"Apa itu tadi?" Andrew berdiri perlahan memegang bahunya, menatap Flip.
"Apa? Tidak ada apa-apa Andrew. Kamu sedang tidak sehat! Istirahatlah di kamarmu." Ucap Flip.
"Pergilah! Menjauh dari pandanganku. Aku muak melihatmu!" Ucap Andrew yang berjalan perlahan meninggalkan Flip.
Flip hanya diam, Flip menunggu obatnya bekerja. Flip menghitung mundur dari 5.
"5.. 4.. 3.. 2.. 1.. (tiba-tiba Andrew tersungkur dilantai) maaf Andrew, ini demi kebaikanmu." Batin Flip.
Flip berjalan mencari kamar Andrew, setelah menemukan Flip memapah Andrew ke kamarnya. Flip merawat Andrew, setelah selesai merawat Andrew Flip membereskan kamar Andrew.
"Apa yang terjadi sebenarnya, Andrew ini tidak bisa mnegendalikan diri lagi rupannya." Batin Flip saat membersihkan kamar Andrew.
Flip kembali memeriksa Andrew, menyelimuti Andrew dan pergi meninggalkan Andrew. Flip masuk dalam kamar Lovely, melihat kamar saudarinya yang rapi, bersih dan harum. Flip tersenyum, melihat foto keluarga pamannya.
"Love, kamu dimana sekarang? Apakah kamu baik-baik saja? Sepertinya aku harus meminta bantuan pada papa, tetapi ini sudah waktunya semua orang tidur. Ahh aku harus bagaimana sekarang?" Flip mengeluarkan ponselnya dari dalam mantel dan melihat begitu banyak panggilan dari Alex.
Flip melihat layar ponselnya panggilan tidak terjawab dari Alex sudah mencapai 80 panggilan. Flip tidak melihat ada panggilan karena Flip mengubah mode ponselnya. Itu Flip lakukan dari awal kedatanganya di hotel, agar tidur malamnya tidak terganggu selama liburan.
♡♡♡♡♡
Lovely sudah mandi dan berganti pakaian. Julian meminjamkan pakaian mamanya yang baru untuk dipakai Lovely. Dan pakaian itu terlihat cocok dikenakan oleh Lovely.
Julian membawa kotak obat dan ingin membantu Lovely mengobati luka. Awalnya Loveky menolak namun Julian berikeras membantu Lovely. Lovely melihat sekilas kearah Julian, Julian juga melihat kearah Lovely. Julian tersenyum manis dan memperkenalkan diri.
"Aku Julian, Julian Roobs. Siapa namamu?"
Julian mengulukan tangannya ke arah Lovely.
"Aku.. aku Lovely. Lovely Miracle Candra." Menyambut tangan Julian.
Deg..
Deg..
__ADS_1
Deg..
Jantung Julian berdetak kencang, saat tangannya menyentuh tangan Lovely.
"Love, boleh aku bertanya?" Tanya Julian ingin memastikan jika Lovely lah wanita yang ditemuinya saat berada di Amerika. Namun niatanya diurungkan karena melihat situasi dan kondisi yang tidak mendukung.
"Ada apa Julian?" Tanya Lovely.
"Apa yang terjadi padamu? Siapa pria yang mengejarmu? Maaf, aku tidak berniat ikut campur. Aku hanya sebatas ingin tahu saja." Kata Julian yang mulai mengoles obat di punggung tangan Lovely.
Lovely mengigit bibir bawahnya menahan rasa sakit. "Mmmmmhhm.." Lovely mencengkram roknya kuat.
"Maaf Love, aku tidak ahli dalam mengobati. Perlukan kita ke rumah sakit? Atau aku akan panggilakan dokter untuk memeriksamu?" Julian panik melihat Lovely.
"Aku baik-baik saja, lakukan sebisamu Julian. Jangan hiraukan aku." Kata Lovely lalu tersenyum pada Julian.
Julian senang melihat Lovely tersenyum, Lovely terlihat cantik meski wajahnya lebam. Julian akhirnya memberanikan diri bertanya kepada Lovely soal bagaimana dia mendapatkan lukanya.
"Love, apa ada yang menyakitimu?" Tanya Julian dengan suara lembut.
"Ya.." jawab Lovely dengan suara gemetar.
"Siapa? Bicaralah Love, kamu bisa berbagi denganku. Aku bisa jamin keselamatanmu disini. Bila perlu aku akan mengantarmu pulang kembali ke Amerika." Julian menyakinkan.
Lovely terkejut, mendengar kata Amerika. Lovely langsung teringat keluarganya. "Tidak Julian, aku tidak bisa pulang dalam keadaan seperti ini. Papaku bisa sangat sedih, aku akan ceritakan kepadamu karena kamu juga sudah menolongku, menyelamatkan nyawaku." Jawab Lovely.
"Ya aku mengerti, katakan apa yang mau kamu katakan. Dan jangan katakan jika kamu tidak ingin aku mendengar apa-apa." Kata Julian duduk di samping Lovely.
"Pria yang kamu lihat, dia adalah teman kecilku kami tumbuh besar bersama. Dia juga anak angkat pamanku, meski bukan anak kandungnya pamanku sangat sayang padanya. Pria itu bernama Andrew, Andrew sebenarnya pria yang baik, dia tidak pernah berkata kasar atau menyakiti siapapun. Namun belakangan ini dia berubah seperti monster. Dan mulai menyakitiku, aku tetap berusaha baik agar dia kembali seperti apa yang aku harapkan. Tapi kenyataannya dia semakin menggila, dia membuatku seperti ini. Aku tidak ingin dia berubah Julian, aku sangat mencintainya." Lovely bercerita sembari menangis tersedu.
Julian melebarkan mata, Julian tidak menyangka jika Lovely mengatakan hal yang tidak terduga seperti ini. Julian sedikit kecewa mendengar pernyataan Lovely. Julian seperti kehilangan sebuah harapan.
"Ah iya, aku baik-baik saja. Lanjutkan saja ceritamu Love, aku hanya sedikit lelah karena seharian aku sibuk di kantor." Julian beralasan, menutupi rasa kecewanya.
"Istirahatlah, aku bisa obati wajahku sendiri. Dan boleh aku meminta bantuanmu sekali lagi?" Tanya Lovely pada Julian, Lovely sangat berharap Julian tidak menolak permintaanya.
"Ada apa? Katakan saja Love." Jawab Julian.
"Boleh aku pinjam telepon rumah mu? Aku akan hubungi bibiku atau sepupu, atau mungkin adikku." Jawab Lovely tersenyum manis.
"Tentu saja, hubungi keluargamu agar mereka tidak khawatir. Pakai saja telepon yang ada di kamar ini, aku akan kembali ke kamarku untuk tidur. Selamat malam Love, jangan lupa kompres lebam di wajahmu." Ucap Julian.
"Ya, aku mengerti. Terimakasih Julian, kamu orang baik." Ucap Lovely.
Julian berdiri dan tersenyum pada Lovely, Julian melambai dan pergi meninggalkan kamar Lovely. Julian membuka pintu kamar dan keluar dari kamar Lovely, Julian kembali menutup pintu dan berdiri di depan pintu kamar.
"Orang baik? Kesan pertama yang sama! Jika aku baik, aku tidak akan membunuh banyak orang Love. Aku bukan orang baik, tapi aku mau menjadi orang baik jika kamu mau bersamaku." Batin Julian.
Julian melangkah pergi meninggalkan kamar Lovely. Julian berjalan perlahan dengan rasa penasaran yang menumpuk, seperti apa Andrew, yang begitu di cintai Lovely tetapi justru Andrew lebih tega menyakiti Lovely.
Sejauh kakinya melangkah hingga Julian masuk ke dalam kamarnya pun, Julian masih memikirkan kata-kata Lovely yang mengatakan jika Lovely mencintai Andrew. Lovely terlihat begitu tulus sampai rela tubuhnya di siksa oleh Andrew, mendengar cerita Lovely telinganya menjadi panas. Ingin sekali Julian menemui Andrew dan memukul Andrew, memberi Andrew pelajaran agar Andrew sadar jika apa yang di lakukan adalah kesalahan besar.
Julian masuk ke dalam kamar mandi dan hanya mondar-mandir memikirkan Andrew, bagaimana rupanya dan kenapa bisa sangat menjengkelkan. Julian geram dan sangat kesal pada Andrew.
"Ahh sial! Emosiku seketika meledak mendengar cerita Lovely. Andrew ini membuatku kesal saja, aku tidak akan biarkan Lovely kembali kepada Andrew. Aku akan melindunginya, meski aku bukan orang baik. Setidaknya aku selalu lembut pada wanita. Terlebih lagi pada Lovely!" Guman Julian menatap kearah cermin.
@@@@@... @@@@@...
Hallo semua..
__ADS_1
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End, jika tidak ada kendala akan saya lanjutkan sekuel dari UMEKO SAKURA LEWI yang akan menjadi season ke tiga dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Suami Pengganti
•Pangeran Vampir
•Pangeran Vampir 2
•Vampir "Sang Abadi"
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
•Cinta Lama Yang Datang Kembali
•Mommy And Daddy (CLYDK2)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON 3
•Perfect Father
•Dan masih banyak lainnya (hehehe.. maafkan authornya lagi menggila bikin novel kala itu.. jangan khawatir pasti di tamatin semua kok..)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
"Dea Anggie"
__ADS_1