Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
S2 - EPISODE 200


__ADS_3

Di rumah, Amelia, Lovely dan Alex tidur dalam satu ranjang. Amelia dan Alex memilih kamar Lovely sebagai tempat istirahat.


Sebelum tidur Amelia mengajak anak-anaknya untuk berdoa bersama. Mendoakan mereka yang sakit agar lekas dipulihkan, mendoakan mereka yang bersalah untuk mau mengakui kesalahannya dan meninggalkan keburukannya. Mendoakan hati masing-masing agar semua perasaan benci, iri, dengki dan dendam itu sirna.


"Malam ini kami berkumpul bersama, dalam satu dengan tujuan yang sama. Kami berdoa untuk mereka yang sakit, Engkau pulihakan mereka. Kami berdoa untuk yang lemah hati, Engkau kuatkan. Jauhkan kami dari pemikiran yang buruk, prasangka yang tidak baik. Dekatkan selalu kami kepada kebaikan, kepada ketulusan dan kedamaian. Jagai setiap hati kami, jagai dari iri, dengki, benci dan dendam sehingga menimpulkan permusuhan dinantara kami. Jadikan kami keluarga yang selalu hidup berlandaskan kasih, kasih tidak akan pernah berubah. Dahulu, sekarang dan selamanya, kasih lah yang terbaik dari yang baik. Ingatkan kami selalu jika kami melanggar dan berjalan jauh dari jalan-Mu. Tegurlah kami, jika kami tidak patuh dan menurut, jadikan kami sekeluarga hidup rukun dan terus saling mengasihi, saling menyayangi. Kami berserah kepada-Mu, amen.." doa Amelia di dalam hati.


"Tuhan.. Jagai selalu papa dan mama, berikan kesehatan dan sukacita melipah. Berika ketenangan hati untuk kakak, jangan biarkan kegelisahan, kecemasan dan kekhawatiran menguasai hati dan pikiran. Semoga kakak bisa sabar dan rela hati melupakan kejadian itu, menjadikannya sebagai pelajaran hidup jika hidup ini keras dan penuh dengan perjuangan. Ada orang baik ada juga orang yang jahat, bahkan ada yang berpura- pura baik demi keuntungan semata. Rukunkan dan selalu persatukan keluarga kami, jadikan keluarga kami keluarga yang berjalan diatas jalan-Mu. Pulihkankan Andrew, agar dia bisa melakukan aktivitasnya seperti sedia kala. Kasihilah Andrew, seperti Engkau mengasihi kami. Terima kasih Tuhan, kasih-Mu melimpah dalam hidup kami. Amen.." Doa Alex dalam hati.


"Ucapan syukur selalu terpanjat, kami mengucap syukur selalu buat kebaikan-Mu. Terima kasih kami masih boleh berkumpul seperti ini, berilah kesembuhan untuk Andrew Tuhan, ampunilah segala kesalahannya. Jadikan dia pribadi yang lebih baik lagi, lebih tangguh dan kuat. Jagai papa dan mama selalu, beri kesehatan dan kebahagiaan. Rukunkan papa dan mama, jangan sampai ada hal buruk terjadi jikalau ada semoga papa dan mama selalu bisa menghadapinya bersama. Semoga kami kakak adik juga selalu rukun satu sama lain, bisa saling bahu-membahu. Biarkan kami bisa terus menebar kasih kebaikan pada sesama, amen." Doa Lovely dalam hati.


Amelia, Alex dan Lovely selesai berdoa. Amelia memeluk dan mencium kilas kening kedua anaknya.


"Tidurlah sayang, mama akan menjaga kalian. Mama keluar dulu, masih ingin bicara dengan papa. Ok?" Suara lembut Amelia.


Alex mengangguk, matanya sudah berat untuk terbuka. Lovely menatap Amelia dan tersenyum. "Ok ma.." jawab Lovely.


Alex dan Lovely menutup mata dan terlelap tidur, Amelia turun dari ranjang dan berjalan keluar kamar membawa ponselnya. Amelia memeriksa keadaan rumah Andrew, Amelia berjalan perlahan menuju kamar Andrew, Amelia membuka pintu dan masuk ke dalam kamar Andrew, Amelia melangkahkan kakinya perlahan, menyusuri dalam kamar.


Amelia tersenyum tipis melihat foto-foto berjajar. Amelia menatap foto Abed, meraba foto Abed. "Semua baik-baik saja, Andrew sudah kembali kak. Sekarang kamu bisa tenang disana, maaf jika terlambat mengetahui keadaan Andrew." Amelia mengeluh.


Drrtttt..


Drrrrttt..


Drrrtttt...


Ponsel Amelia bergetar, panggilan dari Brian. Amelia menerima panggilan dari Brian.


(Percakapan di telepon)


"Ya sayang, kamu belum tidur?" Tanya Amelia.


"Belum, baru saja keluar berjalan-jalan. Bagaimana denganmu dan anak-anak kita?" Brian kembali bertanya.


"Anak-anak sudah tidur sayang, aku masih ingin mengambil air minum di dapur. Besok aku akan buatkan bubur untuk Andrew, tadi aku sempatkan membeli bahan untuk memasak bubur dan sup. Minumlah air hangat sebelum tidur," kata Amelia.


"Hmm.. kamu juga tidurlah, jangan hanya duduk menatap anak-anakmu yang tidur. Jangan sampai kesehatanmu menurun, jangan membuatku cemas dengan keadaanmu." Brian bicara dengan suara lembut.


"Terima kasih sayang, kamu selalu mengingatkanku akan hal-hal kecil. Tidurlah, ini sudah larut malam." Ucap Amelia.


"Baik nyonya Candra, selamat malam sayangku, selamat tidur. Mimpi indah.. aku mencintaimu.." ucap Brian.


"Aku juga mencontaimu, muaachh.." Amelia mengakhiri panggilan dari Brian.


Amelia menarik nafas dalam dan menghembusakan nafas perlahan. Matanya menyelisik sekitar kamar, Amelia berbalik dan keluar dari kamar Andrew. Amelia menutup pintu dan berjalan menuju dapur untuk mengambil air minum.


♡♡♡♡♡


Ke esokan harinya, di rumah sakit.


Kim Ha Na datang dengan langkah tergesa-gesa. Kim Ha Na bertemu Brian di ruang tunggu depan kamar Andrew.


"Brian.." sapa Kim Ha Na.


"Ha Na.. (Brian memeluk Kim Ha Na) bagaimana keadaanmu? Kamu baik? Perjalananmu tidak ada kendala kan?" Brian cemas.


"Aku baik-baik saja, kamu baik? Amelia, Alex dan dimana Lovely? (Kim Ha Na melihat sekeliling) Andrew juga, dimana?" Kim Ha Na terlihat gelisah.


"Tenangkan dirimu Ha Na, Amelia, Alex, Lovely dan Andrew baik, kami semua dalam keadaan yang baik. Istri dan anak-anakku ada di rumah, mereka belum datang. Andrew ada di dalam, masuklah dan temui dia, tadi aku melihatnya masih tertidur. Mungkin sekarang sudah bangun," kata Brian.


"Thanks Brian, kamu sudah menjaga Andrew untukku. Aku akan masuk, melihat Abdrew." Kata Kim Ha Na.


"Ya.. Masuklah, temui putramu."jawab Brian dengan tersenyum.


Kim Ha Na berjalan menuju pintu ruangan, membuka pintu dan masuk dalam ruangan. Kim Ha Na kembali menutup pintu, Brian kembali duduk, menunggu istri dan anak-anaknya datang.


Kim Ha Na berjalan perlahan mendekati Andrew yang masih terlelap tidur. Kim Ha Na melepas mantel dan syalnya lalu meletakan di kursi di samping ranjang. Kim Ha Na juga meletakan tasnya, mata Kim Ha Na mantap Andrew yang sedang terbaring tidur.


Kim Ha Na membelai rambut Andrew lembut, mencium kening Andrew. "Mama disini sayang, mama datang untukmu." Suara Kim Ha Na lirih.

__ADS_1


Mata Kim Ha Na berkaca-kaca, Kim Ha Na memegang tangan Andrew dan menciumi tangan Andrew, air mata keluar tanpa di minta, Kim Ha Na menangis.


Andrew terbangun, membuka mata perlahan. Andrew melihat Kim Ha Na, "mama.." suara Andrew serak.


Kim Ha Na menatap Andrew, "Andrew, sayang.. kamu sudah bangun? Maaf mama membangunkanmu nak." Kim Ha Na menyeka air matanya dan tersenyum.


Andrew perlahan bangun dan duduk bersandar, Andrew menyeka air mata Kim Ha Na, "mama baik-baik saja? Maafkan aku ma, aku sudah banyak melakukan kesalahan."Andrew menatap Kim Ha Na.


Kim Ha Na langsung memeluk Andrew, "sayang, maafkan mama nak. Mama kurang peduli padamu, maafkan mama, bukan salah Andrew mamalah yang salah. Mama terlalu sibuk dengan dunia mama," Kim Ha Na mengusap dan menepuk perlahan punggung Andrew.


"Ma.. aku sudah menyakiti hati seorang wanita yang aku cintai, bagaimana aku bisa membuatnya percaya lagi padaku, aku menyesal ma, aku sungguh menyesal." Andrew menangis, menangis dipelukan Kim Ha Na.


"Sshhh.. tenangkan dirimu nak, jangan menangis. Semua akan baik-baik saja, jangan bersedih, (Kim Ha Na melepas pelukan, memegang wajah Andrew dengan kedua tangannya) jika bersalah, kamu harus meminta maaf. Apa sudah kamu lakukan? (Andrew mengangguk,) lalu? Apa yang kamu cemaskan? Hati kita hanya kita dan Tuhan yang tau. Tidak ada seorang pun yang tau nak, jangan cemas jika kalian di takdirkan bersama maka kalian akan bersama, doa mama selalu bersamamu." Kim Ha Na menenangkan Andrew.


"Mama tidak marah padaku? Aku sudah melakukan kesalahan." Ucap Andrew.


"Mama mana yang bisa marah pada anaknya, mama hanya bisa mengarahkanmu ke jalan yang benar. Kamu tau, dulu papa mu selalu ingin kamu tumbuh menjadi pria hebat di masa depan, bisa menjaga dan melindungi mama juga adik-adikmu, papa dan mama selalu mendoakan kalian anak-anak kami, kami tidak pernah memilih-memilih. Kami selalu bersikap adil pada kalian, jadi jangan pernah merasa sendiri nak. Ada mama disini, kamu bisa luapkan isi hatimu pada mama, bisa berkeluh kesah pada mama. Jangan simpan dalam hatimu seorang diri." Ucap Kim Ha Na.


"Maafkan Andrew ma, maafkan Andrew. Andrew bersalah, Andrew berjanji untuk selalu bicara apa yang mengganjal dalam hati Andrew pada mama. Maaf.. " Andrew kembali manangis.


"Sudah, sudah, jangan menangis lagi. Mama sudah memaafkanmu nak. Berjanjilah pada mama jangan melakukan hal bodoh lagi, jangan melukai diri sendiri dan jangan terpengaruh oleh bisikan-bisikan yang menghasutmu. Kamu adalah kamu, jalanmu kamu sendiri yang tentukan, bukan orang lain. Mama hanya ingin kamu menjadi anak yang baik dan patuh pada nasihat orang tua itu saja. Mama tidak akan memaksamu menjalani hidup sesuai keinginan mama, cukup mama saja yang menjalani kehidupan sulit di masa lalu. Tidak dengan anak-anak mama." Kim Ha Na mengusap-usap kepala Andrew.


"Terima kasih ma, terima kasih untuk semuanya." Andrew tersenyum manis manatap Kim Ha Na.


"Bagus, inilah Andrew anak mama, tidak lupa berterima kasih dan juga tidak malu untuk meminta maaf. Mama bangga padamu, hiduplah lebih baik lagi nak, jalanmu masih panjang. Jangan melakukan hal-hal yang merugikan, hal-hal yang tidak berguna dan tidak perlu di lakukan. Carilah kebahagiaanmu nak, raih dan pertahankan kehabagiaanmu. Mama selalu ingin kamu selalu sehat dan tersenyum bahagia nak, tidak ada hal yang lebih dari itu bagi mama." Ucap Kim Ha Na.


Andrew mengangguk, "Andrew mengerti ma, mama sendiri? Dimana Mic dan Matt?" Tanya Andrew.


"Mic, harus mengurusi perusahaan bersama Ivan, sedangkan Matt harus fokus pada belajarnya. Jangan cemaskan mereka, mereka baik-baik saja. Fokuslah pada kesehatanmu, ok?" Jawab Kim Ha Na.


"Setelah aku sembuh, dan menyelesaikan pekerjaan disini, ayo kita kembali pulang ma." Kata Andrew.


"Hmm.. kita pulang dan kembali menjalani kehidupan yang baik." Jawab Kim Ha Na dengan senyuman manis.


Kim Ha Na duduk di kursi dan melanjutkan bicara dengan Andrew, Andrew bercerita pada Kim Ha Na mengenai perasaannya pada Lovely.


 


Amelia, Alex dan Lovely duduk berdampingan. Lovely duduk disamping Brian dan merangkul lengan Brian, Brian tersenyum tipis, hatinya senang putri kesayangannya mulai bermanja padanya.


"Semalam tidur nyenyak? Ada lingkaran hitam di matamu sayang," kata Brian menggoda putrinya.


"Benarkah? Semalam aku tidur nyenyak pa, ada mama dan Alex di sampingku. Biarakan saja lingkar hitam ini mungkin rindu padaku." Ucap Lovely tersenyum.


Brian tersenyum lebar, merangkul Lovely. "Papa juga rindu sayang, sangat rindu padamu. Rindu suaramu yang selalu membuat telinga papa berdengung."


"Papa.. (Lovely menatap Brian dan mencium kilas pipi Brian) aku sayang papa, juga muaaaachhh.. (Lovely mencium pipi Amelia di samping kirinya) aku sayang mama." Lovely tersenyum cantik. Lovely menatap Alex.


Alex menutup wajahnya, "jangan menciumku, aku bukan Alex kecil seperti dulu."


"Ayolah, Alex adikku sayang, kakak merindukanmu. Haha.. (Lovely tertawa) baiklah jika tidak ingin aku cium, jangan bicara padaku." Lovely menggoda Alex.


Brian merangkul Alex dan mencium kilas kepala Alex, "biar papa saja yang mencium, jagoan papa sudah mengerti malu sekarang." Brian mengacak-acak rambut Alex perlahan.


 


Di lain tempat, tepatnya di rumah Julian. Julian memgajak Seira ke rumahnya. Julian selesai mandi dan berpakaian, Julian dan Seira makan pagi bersama di rumah Julian. Seira menatap sekeliling, rumah Julian terlihat sepi, mungkin karena kejadian malam sebelumnya.


"Rumahmu sepi sekali Julian, dimana papamu?" Tanya Seira.


"Papaku belum kembali, ada pelayan di belakang, mereka sudah pulang dari kantor polisi." Jawab Julian.


"Ahh begitu, lalu bagaimana? Kamu masih ingin menghukum pamanku?" Seira kembali bertanya dengan ragu-ragu.


"Tidak Seira, aku hanya ingin pamanmu mengakui itu saja. Maaf aku tidak bisa membantu pamanmu lepas, pamanmu terjerat beberapa kasus rumit. Apa kamu marah padaku? Kamu pasti kecewa." Ucap Julian sedih.


Seira menggeleng, "bukan seperti itu Julian, jika paman bersalah tentu harus di hukum. Aku hanya bertanya, aku baik-baik saja. Ok.."


Julian tersenyum, "ayo habiskan sarapanmu, kita akan kerumah sakit melihat keadaan Andrew," kata Julian.

__ADS_1


Seira mengangguk, "ok," jawab Seira.


@@@@@... @@@@@...


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Pelukan Hangat Paman Tampan


(End, jika tidak ada kendala akan saya lanjutkan sekuel dari UMEKO SAKURA LEWI yang akan menjadi season ke tiga dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Pangeran Es Jatuh Cinta


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Suami Pengganti


•Pangeran Vampir


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)


•Vampir "Sang Abadi"


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


•Cinta Lama Yang Datang Kembali


•Mommy And Daddy (CLYDK2)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3


•Perfect Father


•Kamu Dan Aku


•Banyak ya.. (hehehe.. maafkan authornya lagi menggila bikin novel kala itu.. jangan khawatir pasti di tamatin semua kok..)


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,


"Dea Anggie"

__ADS_1


__ADS_2