
Dirumah apartemen Kim Ha Na dan papanya berdebat. Karena kesal Kim Ha Na mengurung diri di kamar. Kim Ha Na di paksa pulang oleh Kim Ji Ho, Kim Ha Na tidak akan kembali sebelum berhasil menjatuhkan Felix.
Dikamar Kim Ha Na berbincang dengan Maria. Kim Ha Na meminta Maria mencari informasi mengenai Felix, apa sajaa kegiatan Felix dan dengan siapa Felix bertemu. Kim Ha Na sangat ingin tahu mengenai detail keseharian dari seorang Felix Collyn.
Kim Ha Na: waktu kita terbatas, hanya saampai akhir bulan ini. Mau dengan cara halus atau secara paksa aku harus dapatkan Felix. Aku tidak akan puas sebelum menyiksa Felix dengan tanganku sendiri.
Maria: baik nona saya mengerti. Saya akan mencari cara menangkap Felix.
Kim Ha Na: pergilah, aku ingin sendirian. Terus berikan informasi terbaru mengenai Felix Collyn.
Maria: baik nona, saya permisi (pergi meninggalkan kamar Kim Ha Na)
Kim Ha Na menghembuskan nafas panjang. Duduk di tepi ranjang, Kim Ha Na menatap sebuah bingkai foto. Foto calon suami Kim Ha Na, yaitu Lee Hae Kyun. Kim Ha Na mengambil bingkai foto dan meraba foto Lee Hae Kyun. Kim Ha Na menangis menatap foto Lee Hae Kyun.
Kim Ha Na: aku pasti akan balas dendam. Felix Collyn harus membayar mahal untuk kematianmu. Karena Felix kita harus berpisah, aku sangat merindukanmu. Hae Kyun.. (menangis tersedu)
Hiks..
Hiks..
Hiks..
♡♡♡♡♡
Maria bergerak sesuai aba aba Kim Ha Na. Diam diam melakukan rencana menyerang perusahaan Felix Collyn. Memecah perhatian Felix Collyn. Maria juga mengancam seorang dari bawahan Felix Collyn. Meminta untuk membawa Felix Collyn ke tempat yang Maria sediakan. Maria meminta juga untuk memisahakan Felix dan Max. Agar rencananya berjalan sempurna. Maria tersenyum puas kali ini rencananya pasti akan berhasil. Felix Collyn pasti akan jatuh dalam genggaman Kim Ha Na.
Setelah melakukan perjanjian dengan bawahan Felix, Maria kembali ke apartemen Kim Ha Na. Karena ada panggilan dari Kim Ji Ho.
20 menit kemudian..
Maria sampai di apartemen Kim Ha Na dan bertemu dengan Kim Ji Ho. Kim Ji Ho tanpa ragu meminta Kim Ha Na menyelidiki Abed. Maria terkejut, menatap Kim Ji Ho dengan tatapan heran. Kim Ji Ho justru tertawa melihat ekspresi dari Maria.
Kim Ji Ho: ada apa Maria?
Maria: paman, apakah paman bercanda? Untuk apa paman mencari informasi mengenai Abed?
Kim Ji Ho: entahlah, aku tertarik saja. Tolong lakukan tanpa diketahui oleh Ha Na.
Maria: baik paman, Maria mengerti.
Kim Ji Ho: anak baik, (mendekati Maria) kamu sudah seperti putriku sendiri Maria. Aku merawatmu dari kecil. Selain menjaga Kim Ha Na, kamu juga harus menjaga dirimu sendiri. Oke?
Maria: oke.. (tersenyum) Maria pergi dulu paman. Jika Ha Na mencari sampaikan aku akan segera kembali.
Kim Ji Ho: baiklah, hati hati di jalan.
Maria pergi meninggalkan apartemen. Maria terkejut, kali ini mendapatkan dua tugas berbeda. Disatu sisi menjebak Felix, di sisi lain mengumpulkan informasi mengenai Abed. Maria menghubungi orangnya yang berusaha mencari informasi mengenai Abed.
Kim Ha Na: apa ini, anak menginginkan Felix, sedang si ayah menginginkan Abed? Dan semua harus aku. Maria bersabarlah, ini demi membalas budi kepada tuan Kim. Lebih baik aku minum kopi, aku lelah seharian ini berkeliling.
Maria pergi naik taxi menuju sebuah Cafe Coffee. Sepanjang perjalanan Maria memikirkan tugasnya. Maria merasa jika Kim Ji Ho menyukai Abed. Dalam pikiran Maria muncul beberapa pertanyaan. Selama
(Dalam hati Maria)
Apakah paman Kim menyukai Abed? Tidak mungkin ingin menikahkan Abed dan Ha Na kan? Bukankah Abed sudah menikah dan memiliki anak? Kata sekertarisnya begitu. Ahhh... entahlah, aku akan tau nanti jika sudah dapatkan informasi detail mengenai Abed.
Taxi berhenti, Maria membayar taxi dan turun. Maria melihat Cafe Coffee di depannya dan mengembangkan senyum manisnya. Maria dengan langkah santai berjalan masuk ke dalam Cafe. Suasana yang menyenangkan, terlihat beberapa orang duduk berkumpul bersantai. Maria mencari tempat duduk, karena asik melihat sekeliling Cafe Maria tanpa sadar menabrak seorang pelayan yang membawa Coffe panas, dan mengenai tangannya. Maria merintih kesakitan.
__ADS_1
Maria: ouch... (mengibaskan tangannya)
"Maaf nona, sama akan bawa anda ke rumah sakit"
Maria: ya.. (kata kata terputus)
Seseorang memegang tangan Maria dan memutus perkataan Maria.
"pergilah, Aku akan mengurusnya. Lain kali bekerjalah lebih hati hati."
"Baik tuan, sekali lagi saya minta maaf nona (menatap Maria)"
Maria mengangguk dan tersenyum canggung, Maria ingin sekali marah. Namun Maria juga tau jika dirinya salah, karena tidak memeperhatikan jalan. Pelayan pergi ke arah dapur. Sedangkan Maria masih memasang wajah kesalnya.
Maria: (menatap seseorang dihadapannya, dan terkejut) kamu..? Aku baik baik saja. Tidak perlu bersikap berlebihan kepadaku. (Menarik tangannya dari seseorang dihadapannya)
"Bairkan aku membawamu ke rumah sakit, luka mu cukup serius! Kamu ingin tanganmu melepuh dan mengelupas?"
Maria: Tuan Max yang terhormat. Terimakasih untuk perhatian anda, saya baik baik saja.
Max: tidak, tidak ada yang baik baik saja jika kulit tersiram air panas. Wanita bodoh!
Max Menarik tangan Maria dan membawa Maria pergi meninggalkan Cafe. Maria kesal, Max tidak peduli. Max membuka pintu mobilnya dan mendorong Maria masuk dalam mobil. Max menutup pintu mobil perlahan. Max berlari ke sisi lain mobil, membuka pintu dan masuk. Max menutup pintu dan langsung menjalankan mobilnya menuju rumah sakit.
♡♡♡♡♡
Dirumah sakit..
Dokter membalut luka di tangan Maria. Maria terdiam, terpaksa mengikuti keinginan Max. Max berdiri di samping Maria, Melihat dokter membalut tangan Maria dengan perban.
Maria: baik dokter aku mengerti.
Max: apa lukanya serius?
"Tidak tuan, jangan khawatir. Istri anda baik baik saja"
Max: ehemmmm.. dia bukan istriku.
"Ah maaf, saya salah. Maafkan saya."
Max: tidak masalah, apa sudah selesai? Kami harus segera pergi.
"Silahkan tuan"
Max memegang tangan Maria dan pergi meninggalkan ruangan. Max meminta Maria menunggu di ruang tunggu. Max menyelesaikan biaya administrasi perawatan luka Maria. Maria menurut dan duduk diruang tunggu menunggu Max. Beberapa lama kemuadian Max kembali dan mengajak Maria pulang. Max mengantar Maria kembali ke apartemennya.
Di perjalan menuju apartemen Maria. Ada panggilan masuk di ponsel Max. Panggilan dari salah satu orangnya. Max menerima Panggilan.
(Panggilan terhubung)
Max: hallo..
"Tuan, anda dimana? Cepat kembali ke kantor. Ada masalah tuan, semua pengajuan kontrak kerja sama kita ditolak.
Max: (terkejut) apa.. semua ditolak?
"Iya tuan, semua menolak. Apa yang harus saya lakukan? Apa saya harus melapor pada tuan Collyn?"
__ADS_1
Max: jangan! Aku akan tangani ini. Kembalilah bekerja. Jangan sampai tuan Collyn tau masalah ini.
"Baik tuan saya mengerti"
Max menutus panggilan dan menghubungi orangnya yang lain. Mata Maria melebar, Maria mengeratkan bibir merasa cemas. Karena apa yang terjadi di perusahaan Felix adalah ulahnya. Ponsel Maria berdering, Maria meraba ponselnya dan melihat layar ponselnya. Maria menerima panggilan.
(Panggilan terhubung)
Maria: hallo..
"Nona, semua sudah berjalan sesuai rencana. Kita hanya menunggu sampai tuan Collyn tau."
Maria: baik, aku mengerti (memutus panggilan)
Maria menghela nafas panjang. Maria memasukan ponselnya kembali ke dalam tas. Maria melirik ke arah Max, Max masih sibuk bicara di telepon. Perasaan panik dan cemas muncul. Tiba tiba Maria merasa takut jika Max mengetahui bahwa orang yang membuatnya kesal ada disampingnya. Maria tidak menyangka jika hari ini akan bertemu dengan Max. Entah ini adalah sebuah keberuntungan atau sebuah bencana bagi Maria.
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Beri tip juga boleh..
😉😘
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
"Dea Anggie"
__ADS_1