
Flip hanya bisa diam mendengarkan tangisan Naomi. Flip sangat yakin jika Naomi ada di dalam ruangan dimana Andrew terbaring lemah dan tidak berdaya. Naomi pasti sedang menangisi kakaknya, sedih jika kakaknya sampai ada apa-apa. Flip tidak mau mengganggu Naomi dan membiarkan Naomi melakukan apa yang ingin dilakukan.
"Naomi jangan sedih dan menangis, kakakmu pasti akan baik-baik saja. Maaf aku tidak bisa membantu apa-apa." Batin Flip. Ada sedikit rasa kecewa karena Flip tidak bisa membantu apa-apa dalam keadaan seperti ini.
Telinganya panas dan nyeri saat mendengar tangisan Naomi yang begitu menyayat hati. Flip melirik ke arah Brian, Brian masih dalam posisi tangan terlipat di dada dan berusaha tenang.
Berbeda dengan Lovely, Lovely terlihat sangat cemas dan panik. Lovely terlihat beberapa kali mere**s mantel dan mengepalkan tangan.
Lama menunggu akhirnya dokter keluar dari dalam ruangan dan berjalan menemui Brian yang sedang duduk bersama Lovely dan Flip.
"Maaf, apakah anda tuan Candra? wali dari tuan Andrew Williams?" Tanya dokter berdiri di hadapan Brian, menatap Brian.
Brian dengan sigap berdiri dan mengiyakan perkataan dokter dihadapannya. "Benar dok, bagaimana keadaannya?" Tanya Brian.
"Masa kritis sudah terlewati, lukanya cukup dalam dan sudah kami tangani dengan baik. Rumah sakit saai ini sedang kekurangan darah gol AB. Pasien kehilangan banyak darah dan perlu transfusi darah, dimohon jika ada keluarga atau kerabat yang memiliki golongan darah yang sama dengan pasien untuk bersedia mendonorkan darahnya. Karena ini demi kebaikan pasien sendiri, lebih cepat lebih baik. Karena saya masih belum tahu kapan pasokan darah akan datang." Penjelasan dokter.
"Ambil darah saya saja dok, golongan darah saya juga AB." Jawab Flip tanpa rasa ragu.
"Baiklah tuan, anda bisa ikut bersama saya untuk pemeriksaan. Mari silahkan.. saya permisi tuan." Kata Dokter berbalik dan pergi.
Brian dan Lovely menatap Flip, Flip tersenyum lebar. "Bukankah kita keluarga? Dan jika salah satu diantara kita mengalami kesulitan wajib untuk membantu? Jika darahku bisa membantu kenapa tidak." Jawab Flip dengan nada suara yang ringan.
"Terimakasih Flip, apa yang kamu beri tidak akan sia-sia." Jawab Brian menepuk bahu Flip perlahan.
"Aku pergi paman, Love. Lebih cepat lebih baik." Jawab Flip, Flip langsung pergi meninggalkan Brian dan Lovely.
Seorang perawat datang dan mendekati Brian untuk meminta tanda tangan pada berkas dokumen. Karena Brian sudah menyetujui sebagai wali dan sepenuhnya bertanggung jawab. Brian menerima berkas dan membaca, ini adalah dokumen formalitas persetujuan sebagai seorang wali. Brian langsung menorehkan tanda tangannya dan memberikan berkas dokumen itu kembali kepada perawat.
"Maaf, boleh saya bertanya. Kapan saya bisa melihat keadaan pasien?" Tanya Brian dengan ramah.
"Sesaat setelah pasien di pindah ke ruang rawat inap tuan. Ruangan masih di siapkan, saya akan menemui anda nanti saat pasien akan di pindah." Jawab perawat itu ramah.
"Ahh begitu, baiklah. Terimakasih.." jawab Brian dengan senyum lebar.
"Baik tuan saya permisi." Jawab perawat yang langsung pergi.
Brian menatap Lovely, Lovely menunduk tanpa bicara.
"Mau minum-minuman hangat dengan papa?" Tanya Brian.
Lovely mengangkat kepala dan mengangguk perlahan.
"Tunggu disini, papa akan segera kembali." Perintah Brian pada Lovely.
Brian pergi menemui seorang perawat, meminjam sebuah bopoint dan mwminta secarik kertas. Brian menulis sesuatu dan meminta memberikan kertas itu pada Flip. Brian menjelaskan jika dirinya dan Lovely akan pergi sebentar untuk membeli minuman hangat, Brian juga meninggalkan kartu nama untuk jaga-jaga jika ada apa-apa atau sesuatu yang penting, mengatakan pada perawat untuk menghubungi nomor yang ada di kartu namanya.
Perawat itu mengangguk dan mengiyakan kata-kata Brian. Brian berjalan cepat kembali menemui Lovely, Brian mengulurkan tangan pada Lovely. Lovely menatap tangan Brian dan menatap Brian. Brian tersenyum lebar pada Lovely, Lovely tersenyum cantik dan menyambut tangan papanya.
Lovely dan Brian bergandengan berjalan beriringan. Brian merasakan tangan Putrinya yang dingin, memasukan tangan Lovely dalam saku mantelnya.
"Masukan satu tanganmu dalam mantelmu, udaranya sangat dingin." Kata Brian.
"Iya pa.." jawab Lovely lirih.
Lovely memasukan tangan kirinya dalam saku mantelnya sendiri dan terus melangkah mengikuti papanya.
"Apa kamu sudah makan malam? Papa lapar, temani papa makan." Kata Brian mengeluh.
Lovely mengangguk, terus berjalan mengikutu Brian. Lovely dan Brian ternyata keluar dari gedung rumah sakit, mereka menuju sebuah restorant yang berjarak tidak jauh dari rumah sakit.
Brian mendorong pintu dan meminta Lovely masuk terlebih dulu. Brian menyusul dan mengikuti Lovely, Lovely mencari tempat duduk dan duduk. Brian melepas mantel dan duduk di samping Lovely yang juga melepas mantel. Brian terkejut, ada beberapa bekas luka di lengan dan tangan. Keadaan Lovely mengiris hati Brian, Brian mencoba menahan diri tidak ingin mendesak putri tercintanya bicara mengenai apa yang dialaminya. Brian dengan sabar menunggu Lovely bercerita dan mengeluh padanya.
Pelayan datang dengan membawa buku menu. Brian memesan pasta, begitu juga Lovely yang memesan sup. Dengan dua gelas minuman hangat. Pelayan mencatat pesanan dan pergi dengan membawa kembali buku menu.
Brian duduk bersandar, tidak bicara. Brian mengambil nafas dalam lalu menghembuskan perlahan. Nafas Brian terdengar berat. Lovely memainkan ujung kukunya, menyatukan ujung jari telunjuk dan ibu jari tangannya bersama-sama. Lovely mengerti jika papanya tidak mungkin tidak melihat bekas lukanya. Lovely tahu betul jika Brian tidak akan banyak bertanya atau mendesaknya bercerita.
Brian adalah seorang yang sangat sabar menghadapi kedua anaknya. Seberapa besar masalah yang timbul karena anaknya Brian pasti akan menahan amarah dan murkanya. Karena Brian tidak ingin dinilai sebagai ayah yang suka mengekang dan marah-marah pada anak-anaknya. Oleh karena itu dari kecil Lovely dan Alex tidak pernah tidak berkata jujur. Lovely dan Alex selalu berkata jujur dan menceritakan semuanya walau terlambat. Karena Brian selalu menasihati mereka jika, dan mengatakan.....
"KEJUJURAN ADALAH KUNCI DARI SEBUAH KEPERCAYAAN."
__ADS_1
Lovely terdiam, tubuhnya gemetar karena merasa gugup dan takut.
"Kenapa gugup, jika belum siap bicara papa akan menunggu sampai kamu siap sayang. Jangan paksakan dirimu, ini papa bukan mama. Jika pada mamamu jangan harap kamu bisa bermain-main." Kata Brian mengusap punggung Lovely.
Lovely menunduk, "pa.." suara serak Lovely.
"Hmmmm.." jawab Brian.
"Maafkan Lovely sudah berbohong pada pada papa." Kata Lovely dengan suara lirih.
"Papa tau kamu berbohong. Kamu adalah putri papa, sejak kecil papalah yang menjaga dan merawatmu. Papa tau bagaimana kamu dan papa juga tau disaat kamu tidak jujur pada papa. Tidak apa-apa, papa mengeri. Jangan takut sayang, papa tidak akan marah." Kata Brian dengan suara lembut, Brian mengusap kepala Lovely, mengusap rambut panjang Lovely.
"Papa.." jerit lirih Lovely yang langsung memeluk Brian.
"Sayangku.." panggil Brian pada Lovely. Brian mengusap-usap punggung Lovely.
"Papa maaf, maafkan Lovely." Suara Lovely gemetar, tubuhnya juga gemetar mencengkram kuat bahu Brian.
"Papa disini sayang, papa tidak akan pergi meninggalkanmu. (Mata Brian berkaca-kaca) menangislah sayangku, luapkan semuanya." Suara Brian gemetar memeluk erat putri kesayangannya.
"Kamu belum menceritakan apapun pada papa, tetapi kenapa hati papamu ini seperti tersayat? Pedih sekali rasanya, Love.. ada apa denganmu sayang? Siapa yang melukaimu? Siapa orang yang berani membuat putri kesayangan Brian menangis dan menderita? Papa bisa merasakan penderitaanmu sayang, mama bisa merasakannya walau hanya dengan memelukmu seperti ini. Dada papa terasa sakit dan sesak sekali melihat air matamu dan mendengar isak tangismu. Putriku yang malang, maafkan papa yang tidak bisa menjagamu." Batin Brian merasa sedih.
Air mata Brian perlahan jatuh menetes membasahi wajah Brian. Tubuh Brian gemetar, rasanya benar-benar Brian mengalami kejadian apa yang dialami Lovely bahkan sebelum Lovely bercerita.
Lovely melepas pelukan dan menatap Brian. Lovely melihat Brian yang menangis.
"Papa menangis?" Suara lembut Lovely, menyeka air mata papanya.
Brian memegang tangan Lovely dan menciumi dua tangan Lovely, mencium punggung tangan Lovely.
"Maafkan papa sayang, papa tidak menjagamu dengan baik. Semua salah papa, papa adalah papa yang buruk. Maafkan papa, membuatmu menderita seperti ini." Ucap Brian dengan air mata yang terus mengalir.
"Papa.. (Lovely meraba wajah Brian) ini bukan salah papa. Ini salah Lovely pa, Lovely tidak hati-hati dan cerboh. Papa bukan papa yang buruk, papa adalah papa terbaik. Jangan salahkan diri papa, Lovely lah yang bersalah sudah berbohong dan tidak mengatakan hal yang sebenarnya pada papa." Kata Lovely kembali memeluk Brian.
"Tidak, putri papa tidak bersalah. Lovely adalah putri yang baik. Selalu menurut apa kata papa dan mama. Bukankah begitu? Dimananya yang salah? Tidak jujur tidak apa, jangan dipikirkan sayang." Brian menangkan hati Lovely.
"Bagaimana ini, aku tidak bisa menekannya lagi. Mau memaksanya bercerita sejauh apa? Jika seperti ini hanya bisa bersabar menunggu Lovely siap bercerita atau aku harus menunggu Andrew sadar dan bertanya juga padanya? Aku yakin terjadi sesuatu diantara mereka. Lovely yang selalu ceria dan penuh semangat saat aku menyebut nama Andrew, mendadak menjadi diam dan gugup, bahkan gemetar. Brian bersabarlah, jangan emosi.. tahan.. tahan.. tahan.. (Brian mengepalkan tangan perlahan) apa yang terjadi hanya Lovely dan Andrew yang tau. Jika keduanya bungkam, lalu bertanya kepada siapa? Astaga ini membuatku sakiy kepala. Mereka ini ada apa sebenarnya?" Batin Brian yang terus bertanya-tanya ada apa antara Lovely, putri kesayangannya dengan Andrew.
Brian hanya bisa menduga dan menebak-nebak lagi. Yang Brian tahu adalah saat Lovely mengatakan dia baik-baik saja itu adalah sebuah kebohongan. Pada kenyataanya Lovely tidak dalam keadaan baik-baik saja. Hanya saja Brian tidak tahu, keadaan yang tidak baik seperti apa yang terjadi pada putri kesayangannya.
Brian hanya melihat luka di tubuh Lovely, namun tidak tahu luka itu berasal dari mana? Dan Brian takut jika bertanya Lovely tidak akan mau menjawab. Hanya akan menjawab terjatuh dan lain sebagainya. Itulah alasan yang selalu di gunakan Lovely untuk menutupi apa yang terjadi sebenarnya.
Pelayan datang dan menyajikan hidangan yang di pesan oleh Brian dan Lovely. Pelayan menatap Brian, Brian memberi isyarat untuk pelayan agar diam tidak bersuara. Brian meletakan jari telunjuk tangan kanannya di permukaan bibirnya. Brian lalu mengangguk saat hidangan di di sajikan di atas meja. Brian tidak ingin putrinya merasa malu karena sudah menangis di depan umum. Pelayan mengerti dan mengangguk, tidak lama pergi setelah menyajikan hidangan.
Brian mengusap kepala Lovely. "Kamu diam? Apakah kamu tidur putriku?" Tanya Brian lembut.
"Tidak pa, aku hanya ingin seperti ini. Dipeluk papa." Jawab Lovely lirih.
"Lepaskan dulu, ayo makan sup mu. Perut papa lapar sayang." Kata Brian mengeluh.
Lovely terkejut dan menatap ke arah meja. Lovely melihat makanan yang dipesan sudah di sajikan diatas meja. Lovely menatap Brian, "pa.. kapan pelayan datang mengantar makanan?" Tanya Lovely.
"Saat kamu memeluk papa dan menangis dalam pelukan papa." Jawab Brian.
"Papa, bagaimana bisa papa tidak menghentikan aku menangis. Mereka akan bergosip dan mengejekku pa, papa hanya diam saja." Kata Lovely mengeluh, memajukan bibirnya kedepan.
"Untuk apa papa lakukan itu? Papa lebih peduli dengan kenyamananmu. Papa melihatnya begitu nyaman berada dalam pelukan papa. Jangan hiraukan apa-apa yang orang lain katakan, ingat.. orang lain bisa banyak bicara karena hanya melihat apa yang mereka lihat, tetapi mereka tidak bisa merasakan apa yang kamu rasakan. Meskipun mulut mereka mengatakan banyak hal manis, itu hanya kata-kata manis sesaat yang membawamu terbang tinggi dan akan menjatuhkanmu saat mereka tidak menyukaimu. Dengar isi hatimu, percaya pada apa kata hatimu. Kata hatimu tidak akan salah menuntunmu. Kamu paham?" Brian mendekat dan mencium kilas kepala Lovely.
Lovely tersenyum tipis, "ya pa.. papa juga makan, pasta papa sudah mau dingin." Jawab Lovely.
Brian memakan pasta yang tersaji di diatas meja di hadapannya dengan perlahan. Brian melahap dan mengunyah pastanya, menikmati makan malamnya.
Begitu juga Lovely yaang menikmati supnya. Lovely menyendok dan meniup sup lalu melahapnya. Lovely menyukai sup masakan restorant pilihan papanya.
Brian dan Lovely menikmati hidangan makan malam mereka masing-masing. Brian menawari pasta miliknya, Lovely mengangguk ingin mencicipi. Brian menyupi pasta pada Lovely, Lovely tersenyum manis. Merasa seperti kembali menjadi anak kecil, Brian juga ingin mencicipi sup milik Lovely, Brian meminta Lovely menyuapinya. Lagi-lagi Lovely tersenyum melihat papanya yang seperti adiknya saat masih kecil.
"Hahaha.. papa seperti Alex saat kecil." Celetuk Lovely diiringi tawa yang lebar.
Brian tersenyum, mengusap kepal Lovely. "Iya iya, makan dan habiskan supmu. Setelah itu kita kembali." Jawab Brian mengiyakan kata-kata Lovely.
__ADS_1
"Senang walau hanya sesaat melihat senyuman manismu putriku. Mari kita lupakan sesaat beban kesedihanmu, masih ada banyak waktu untuk bicara dan bercerita semuanya. Papa mengerti, papa tidak akan mendesakmu sayang." Batin Brian.
Lovely mengangguk mengiyakan, "iya pa.." kata Lovely yang kembali melahap supnya.
Brian dan Lovely memakan hidangan mereka masing-masing dengan tenang dan tanpa suara. Mereka menghabiskan hidangan masing-masing yang mereka pesan.
@@@@@... @@@@@...
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End, jika tidak ada kendala akan saya lanjutkan sekuel dari UMEKO SAKURA LEWI yang akan menjadi season ke tiga dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Suami Pengganti
•Pangeran Vampir
•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)
•Vampir "Sang Abadi"
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
•Cinta Lama Yang Datang Kembali
•Mommy And Daddy (CLYDK2)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3
•Perfect Father
•Dan masih banyak lainnya (hehehe.. maafkan authornya lagi menggila bikin novel kala itu.. jangan khawatir pasti di tamatin semua kok..)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
"Dea Anggie"
__ADS_1