
Amerika
Kim Ha Na bermimpi buruk, Kim Ha Na terbangun dari tidurnya dan berdoa. Dengan meneteskan air matanya Kim Ha Na membawa Andrew dalam doanya.
"Lindungi dan jagai putraku Andrew Tuhan, dimanapun, kapanpun, dan apapun yand Andrew lakukan biarlah kehendak-Mu yang jadi. Ku berserah pada-Mu, jangan biarakan hal buruk terjadi padanya. Berilah ampunan-Mu jika memang Andrew bersalah dan berjalan jauh dari jalan-Mu. Amen.." doa tulus seorang Kim Ha Na.
"Dadaku terasa sakit dan sesak, aku tidak sakit namun kenapa aku begitu lemas dan tidak bertenang, mimpi itu hanya bunga tidur kan? Andrew ku baik-baik saja kan? (Kim Ha Na menangis terisak) ada apa ini? Kenapa perasaanku begitu tidak menyenangkan, sepertinya sesuatu terjadi pada putraku. Andrew, apakah kamu baik-baik saja nak? Mama merindukanmu, mama mencemaskanmu, mama sangat khawatir padamu. Andrew.. dengarkan mama sayang, apapun yang terjadilah Andrew kesanyangan mama. Andrew yang selalu baik, Andrew yang tidak pernah mengeluh. Ponselmu sangat sulit di hubungi. Pesan mama hanya kamu jawab "iya" bagaimana mama bisa tenang jika seperti ini."batin Kim Ha Na.
Kim Ha Na turun dari ranjang, mengambil ponsel di meja di samping ranjang dan pergi keluar dari kamar untuk mengambil air minum di dapur. Saat melihat anak tangga Kim Ha Na teringat akan kamar Andrew yang berada di lantai dua rumah tersebut. Kim Ha Na mengurungkan niatnya untuk mengambil minum dan memilih naik ke lantai dua rumahnya utuk melihat kamar Andrew.
Kim Ha Na perlahan-lahan menaiki anak tangga. Kakinya melangkah menuju kamar Andrew, berdiri di kamar Andrew, Kim Ha Na membuka pintu dan masuk. Kim Ha Na kembali menutup pintu kamar Andrew, Kim Ha Na berjalan perlahan menatap seluruh sudut kamar.
Andrew menatap foto-foto yang berjajar rapi di dinding. Kim Ha Na menghentikan langkahnya dan berdiri di sebuah foto berukuran besar. Ya itu adalah foto Kim Ha Na, Abed dan Andrew. Di foto itu Kim Ha Na sedang duduk memangku Andrew sedangkan Abed memeluk Kim Ha Na dan Andrew dari belakang.
"Sayang, apakah putra kita baik-baik saja? Haruskah aku menyusulnya ke Inggris? Jika memang harus aku akan pergi meninggalkan Michael dan Mattew untuk tetap tinggal disini. Kamu tau, cinta dan kasih sayangku pada Andrew tidak pernah main-main. Aku benar-benar tulus mencintai dan menyayanginya meski Andrew bukan putra kandungku, tetapi akulah yang sudah merawatnya, aku lah yang memapahnya berjalan dan menimangnya. Aku tidak akan tinggal diam jika sesuatu terjadi pada Andrew. Aku.. aku.. aku harus memastikan jika Andrew baik-baik saja. Ya aku akan mencoba menghubungi Andrew.
Kim Ha Na melihat layar ponselnya dan berusaha menghubungi Andrew, panggilan tersambung namun tidak ada jawaban. Kim Ha Na mencoba menghubungi Andrew beberapa kali namun panggilanya tidak di jawab sama sekali.
"Selalu seperti ini. Semenjak kepergiannya ke Inggris semakin sulit untuk menghubunginya. Bagaimana ini? ( Kim Ha Na Berfikir) ahh lebih baik aku menghubungi Lovely saja. Dia pasti tau Andrew sedang apa dan bagaimana kabar dari Andrew. Bukan kah mereka tinggal bersama?" Batin Kim Ha Na.
Kim Ha Na mencari nomor ponsel Lovely, dan mencoba menghubungi Lovely. Panggilan tersambung namun belum di jawab oleh Lovely. Kim Ha Na terus mencoba menghubungi Lovely.
♡♡♡♡♡
Inggris
Lovely selesai mandi, dan berpakaian. Lovely menatap cermin dan melihat wajahnya sendiri. Tiba-tiba pikirannya teralihkan, Lovely tiba-tiba saja meimikirkan Andrew. Pikirannya tidak bisa berpaling dari Andrew.
"Apa ini, bagaimana aku bisa memikirkannya. Bagaimana bisa aku memikirkan Andrew yang berdarah dingin itu. Menyebalkan! (Lovely meletakan tangannya di dada) kenapa perasaanku menjadi tidak enak? Apa terjadi sesuatu padanya? Ahh lupakan, apapun yang terjadi juga bukan urusanku." Batin Lovely.
Drrttt..
Drrrtt..
Drrrtt..
Ponsel Lovely bergetar di atas meja. Lovely berdiri dan berjalan mendekati meja. Lovely melihat layar ponsel, panggilam dari Kim Ha Na.
Lovely mengerutkan dahi, merasakan sesuatu. "Bibi Kim? Ada apa? Apakah ads sesuatu? Ini bukan hal buruk kan? Bagaimana ini, aku ragu untuk menerima panggilan bibi Kim. Jika tidak aku terima bibi Kim akan berfikir macam. Ahhh semoga tidak masalah dan semua baik-baik saja." Batin Lovely.
Dengan tangan sedikit gemetar Lovely menerima panggilan dari Kim Ha Na.
(Percakapan di telepon)
"Hai bi, maaf aku sedang mandi tadi." Jawab Lovely, Lovely mengatur nafas perlahan.
"Hai Love, apakah kamu bersama Andrew? Bibi sudah berkali-kali menghubungi ponselnya namun tidak ada jawaban. Bibi juga sudah mengirim pesan tidak ada balasan, biasnya meski tidak menerima panggilan Andrew pasti akan membalas pesan dari bibi." Tanya Kim Ha Na merasa khawatir.
"Ahh maafkan aku bibi, mungkin Andrew sedang sibuk. Aku sedang ada di luar kota bersama paman Felix, bibi Mely juga Flip. Aku ijin beberapa hari bolos bekerja, karena rindu pada bibi dan pamanku." Jawab Lovely beralasan.
"Maafkan aku bibi Kim, terpaksa aku berbohong. Aku tidak tau apa yang di lakukan Andrew, dan aku juga tidak mau tau. Aku sudah memutuskan untuk menjauhinya, aku tidak ingin mengingat kenangan pahit. Perlakuan Andrew padaku membuatku selalu merasa ketakutan samlai sekarang." Batin Lovely.
"Baiklah jika begitu. Apakah Andrew baik-baik saja?" Tanya Kim Ha Na.
"Baik bibi, bibi tidak perlu cemas. Andrew adalah pria yang kuat dan berani dia pasti akan baik-baik saja." Jawab Lovely dengan asal, Lovely berusaha menenangkan Kim Ha Na.
"Bibi mengerti, maaf mengganggumu Love. Terimakasih, jika kamu kembali sampaikan pada Andrew untuk menghubungi bibi. Bye sayang, jaga dirimu dan kesehatanmu." Kata Kim Ha Na, Kim Ha Na mengakhiri panggilannya.
Lovely menghela nafas panjang, menatap layar ponselnya. "Bagaimana ini, berapa banyak kebohongan yang akan aku lakukan? Aku sudah banyak berbohong." Guman Lovely, Lovely menggigit bibir bawahnya merasa panik dan cemas.
__ADS_1
Flip gelisah karena tidak melihat Naomi. Terakhir melihat hanya siang hari sebelum dirinya dan Lovely pergi untuk makan siang. Flip menutup matanya dan berkonsentrasi, Flip fokus mencari Naomi, Flip memanggil-manggil Naomi. Flip mendengar suara ramai dan beberapa orang berbicara, Flip mendengar suara tangisan Naomi.
"Naomi.. kamu menangis?" Batin Flip.
Flip membuka mata dan mengerutkan dahi, Flip masih ragu dengan apa yang di dengarnya. "Jika tidak salah dengar Naomi ada di keramaian, seperti suara ramai orang-orang berbicara dan sibuk. Dimana Naomi sekarang, Naomi bahkan tidak mendengarkan panggilanku. Ada apa dengan Naomi?" Guman Flip.
Ponsel Flip berdering, panggilan dari Mely. Flip langsung menerima panggilan dari mamanya.
(Perbincangan di telepon)
"Hallo ma." Jawab Flip.
"Hai kesayangan mama. Kamu dimana? Kamu bersama Lovely?" Tanya Mely pada Flip.
"Iya ma, aku baru bertemu dengannya hari ini. Ada apa ma?" Flip berbalik bertanya pada Mely.
"Pamanmu datang, apakah dia belum sampai? Tadi mama dan paman Brian bicara di telepon. Pamanmu bilang sudah sampai di bandara dan akan langsung bergegas menuju rumah Andrew." Mely menjelaskan.
Flip terkejut, matanya melebar. "Paman datang? Aku melewatkan sesuatu, astaga.. bagaimna jika paman tau keadaan Lovely dan Andrew yang seperti moster itu. Ahhhh ini membuatku sakit kepala." Batin Flip mengeluh.
"Aku sedang ada di rumah dokter Frans ma, aku tidak melihat paman tadi saat bertemu Lovely. Aku akan hubungi paman. Mama istirahatlah, sampaikan pada papa untuk mejaga kesehatan. Aku sayang kalian." Ucap Flip yang langsung mengakhiri panggilan.
Flip segera turun dari ranjang, mengambil mantel dan mengenakannya. Tidak lupa Flip mengenakan syal dan topinya. Flip berjalan keluar dari kamar, saat Flip membuka pintu kamar Lovely sudah berdiri di depan kamar Flip dengan berlinang air mata.
Flip terkejut, Flip menyeka air mata Lovely dan memeluk Lovely. Lovely menangis tersedu-sedu dalam pelukan Flip.
(Sebelumnya....)
Lovely berbaring di ranjangnya dan memeluk bantalnya, ponselnya kembali bergetar. Lovely melihat sekilas layar ponselnya dan tiba-tiba saja langsung bangun dari tidurnya. Lovely terkejut saat melihat layar poselnya Brian menghubungi Lovely.
(Percakapan di telepon)
"Ha.. halo pa." Jawab lovely.
"Sayang, kamu dimana? Kamu tidak dirumah. Datanglah ke rumah sakit pusat, Andrew tertusuk oleh orang tidak dikenal." Kata Brian dengan suara lembut.
Mata Lovely melebar, Lovely terkejut. Seakan apa yang di dengarnya tidak nyata. Lovely terdiam tidak tau ingin menjawab apa.
"Hallo, sayang... kamu baik-baik saja? Kamu dimana?" Tanya Brian.
"Ahh aku sedang bersama Flip papa. Papa datang ke Inggris? Apakah Andrew baik-baik saja?" Tangan Lovely gemetar, Lovely mendapatkan kabar yang mengejutkan mengenai Andrew.
"Belum ada kabar, dokter masih didalam dan melakukan pemeriksaan. (Tiba-tiba terdengar suara ribut-ribut dari dalam ruang IGD) sayang, cepatlah datang. Sepertinya sesutau terjadi pada Andrew. Papa akan tutup dulu, papa akan lihat ada apa." Kata Brian terlihat cemas dan panik. Brian mengakhiri panggilannya.
Lovely menjatuhkan ponsel yang dingenggamnya. Air matanya jatuh tanpa diminta. Meski pikirannya ingin melupakan dan tidak ingin ada hubungan lagi dengan Andrew namun hatinya sedih dan sakit saat Andrew terluka. Lovely menyeka air matanya dan turun dari ranjangnya, Lovely mengambil mantel dan syal lalu mengambil ponselnya. Lovely berjalan cepat mendekati pintu, Lovely membuka pintu, keluar dari kamarnya. Lovely menutup kembali kamar nya dan berjalan menuju kamar Flip. Love menahan air matanya agar tidak tumpah, tangannya gemetar. Lovely berdiri mematung di depan kamar Flip.
Lovely menceritakan semuanya pada Flip. Flip menghela nafas panjang, "benar saja pasti ada yang tidak beres. Kemungkinan Naomi ada di rumah sakit dimana Andrew dirawat." Batin Flip.
"Ayo kita harus bergegas pergi Love, kali ini jujurlah pada papamu. Apapun yang terjadi kamu harus ceritakan semuanya agar tidak menimbulakan masalah di akhir. Kamu mengerti maksudku kan Love?" Flip memberi saran pada Lovely, agar Lovely bicara jujur pada Brian mengenai perlakuan Andrew.
Lovely mengangguk, tanpa menjawab. Flip hanya bisa mempercayai anggukan Lovely. Tanpa bisa mengeluh atau banyak bicara lagi. Flip dan Lovely pergi meninggalkan hotel dan pergi menuju rumah sakit.
@@@@@... @@@@@...
__ADS_1
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan \(End, jika tidak ada kendala akan saya lanjutkan sekuel dari UMEKO SAKURA LEWI yang akan menjadi season ke tiga dari Pelukan Hangat Paman Tampan\)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
\(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan\)
•Suami Pengganti
•Pangeran Vampir
•Pangeran Vampir 2 \(SEASON 2\)
•Vampir "Sang Abadi"
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
•Cinta Lama Yang Datang Kembali
•Mommy And Daddy \(CLYDK2\)
•Darren & Karren \(Perjalanan Cinta\) CLYDK SEASON KE 3
•Perfect Father
•Dan masih banyak lainnya \(hehehe.. maafkan authornya lagi menggila bikin novel kala itu.. jangan khawatir pasti di tamatin semua kok..\)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea\_anggie
Line id: dea\_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
__ADS_1
"Dea Anggie"