
Felix sampai di sebuah tempat. Felix menatap sekeliling rumah yang ada di depannya. Felix masih ragu untuk masuk dalam rumah. Felix melihat begitu banyak penjaga.
"Tuan, perlu saya bereskan?"
(Berpura pura menawari bantuan)
Felix: tidak perlu. Jangan memancing keributan. Tunggu aku di dalam mobil. Hubungi orang orang kita untuk siaga.
"Baik tuan, hati hati"
Felix keluar dari dalam mobil danlu berjalan masuk ke dalam rumah. Felix menunjukan surat yang diterima kepada seorang penjaga. Penjaga langsung mengantar Felix menemui Kim Ha Na.
Penjaga membuka pintu dan menatap Felix. Felix menghela nafas panjang, masuk dalam ruangan. Pintu ruangan di tutup kembali oleh penjaga. Felix berjalan mendekati seorang wanita yang berdiri di depan rak buku.
Felix: KIM HA NA..
Kim Ha Na: hallo tuan Collyn.. (menatap buku di hadapannya)
Felix: ada apa?
Kim Ha Na: jangan terburu buru. Jika ingin perusahaanmu dalam keadaan baik baik saja bersikaplah baik.
Felix: apa maumu?
Kim Ha Na: nyawamu!
Felix: kamu ingin nyawaku?
Kim Ha Na: ya, aku ingin kamu mati. Kamu sudah membunuh calon suamiku Felix. Apa kamu lupa?
Felix: siapa nama calon suamimu?
Kim Ha Na: Lee Hae Kyun. Pria yang orangmu culik dan kamu bunuh! Apa salahku Felix Collyn? Aku tidak pernah mencari masalah denganmu. Tapi kamu.. sudah menghancurkan masa depanku!
Felix: boleh aku lihat foto Lee Hae Kyun?
Kim Ha Na: ada di belakangmu.
Felix berbalik dan menatap foto yang tepasang di dinding. Mata Felix melebar, Felix masih ingat kejadian itu. Kejadian dimana orangnya salah menangkap dan membunuh orang. Lee Hae Kyun adalah teman dari musuh Felix. Disaat Felix ingin menangkap musuhnya, orang orangnya justru salah menangkap Lee Hae Kyun karena mengenakan jas yang sama dengan jas yang dipakai oleh musuh Felix.
Kim Ha Na: kamu terdiam! Apa kamu ingat Felix Collyn? apa kamu ingat sudah membunuh calon suamiku?? (Berteriak)
Felix: (menunduk, menutup mata) ya aku salah. Hukum aku jika kamu mau! Kamu ingin nyawaku? baiklah! Aku akan berikan.. tetapi beri aku waktu. Aku harus menemui seseorang.
Kim Ha Na: aku tidak akan melepaskanmu Felix Collyn.
Felix: beri aku waktu sampai akhir bulan. Aku harus mempertemukan papa dan mamaku. Juga harus menemui kekasihku. Dan mendatangi makan adikku.
Kim Ha Na: apa aku bisa pegang kata katamu? Apa jaminannya?
Felix: aku serahkan perusahaanku padamu. Apa kamu bisa percaya padaku?
Kim Ha Na: oke, batas waktumu sampai akhir bulan. Ingat, kamu harus ikut denganku ke korea. Dan menjadi sandera ku!
Felix: oke! Kita sepakat. Bisa aku pergi sekarang?
__ADS_1
Kim Ha Na: (menghela nafas) kamu sangat beruntung Felix. Kamu bisa lolos dariku. Jika saja kamu ornag lain, pasti sudah aku habisi. Pergilah.. kita bertemu di bandara akhir bulan nanti. Kita akan naik penerbangan paling awal.
Felix: Thanks, Kim Ha Na. Aku pasti akan bayar nyawa Lee Hae Kyun dengan nyawaku. Aku tidak akan ingkar janji padamu.
Felix pergi meninggalkan ruangan. Felix merasa sedih, dia harus meninggalkan mama dan Mely kekasihnya. Dan menyerahkan hidupnya di tangan Kim Ha Na. Saat Felix ingin keluar dari pintu utama, Felix bertemu dengan Maria. Maria menghadang Felix, berdiri di hadapan Felix.
Maria: ingin pergi?
Felix: siapa kamu?
"Pergilah, jangan hiraukan dia"
(Suara Kim Ha Na, Kim Ha Na menyusul Felix keluar dari dalam dan berdiri di samping Felix)
Maria: apa? Pergi? (Terkejut)
Kim Ha Na: masuklah, aku akan ceritakan semua. Dan kamu Felix Collyn, (menatap Felix dengan tatapan mata yang tajam) jangan pernah kamu ingkar janji.
Felix terdiam, dan langsung pergi tanpa bicara apa apa. Kim Ha Na menatap kepergian Felix. Maria kesal karena Kim Ha melepaskan Felix begitu saja. Maria merasa usahanya sia sia.
♡♡♡♡♡
Felix menghubungi Max dan meminta Max memesankan tiket penerbangan ke Inggris. Felix menjelaskan kepada Max, jika dia dan mamanya harus pergi menemui papanya. Max terkejut, mengiyakan permintaan Felix. Felix mengakhiri panggilannya dengan Max. Mengijak pedal gas menambah kecepatan laju mobilnya.
Felix sangat menyesal, kini dirinya harus menanggung semua akibat perbuatannya di masa lalu. Perbuatannya yang kejam dan brutal. Perbuatannya yang merugikan orang lain. Ponsel Felix berdering, panggilan dari Mely. Mely meminta Felix untuk datang ke boutique. Felix mengiyakan permintaan Mely. Dan langsung membawa mobilnya menuju boutique Mely.
Felix sampai di boutique dan si sambut oleh Mely. Mely memeluk Felix dan mencium kilas pipi Mely. Mely menunjukan beberapa gambar desainnya. Felix terpesona oleh gambar Mely, gambar desain Mely sangat bagus.
Mely: aku mendesain gambar ini untukmu sayang. Aku ingin membuat stelan pakaian resmi untukmu (tersenyum, duduk di pangkuan Felix)
Hati Felix merasa sakit saat Mely mengatakan ingin membuat pakaian untuknya. Felix tersenyum canggung, menatap Mely. Tiba tiba rasa takut muncul dan menghantui Felix. Felix takut berpisah dengan Mely.
(Dalam hati Felix)
Ssbelum pakaian yang kamu buat jadi, aku pasti sudah tiada Mely. Maaf.. aku tidak sanggup bicara jujur padamu. Aku tidak akan pernah bisa melihatmu lagi. Aku akan pergi Mely, aku akan pergi. (Sedih)
Felix: Mel.. boleh aku bertanya?
Mely: (menatap felix) ya, katakan. Ada apa?
Felix: jika tiba tiba aku pergi tanpa ada kabar, apa kamu akan sedih? Apa kamu akan mencariku? Atau kamu akan... (kata kata terputus, Mely langsung mememegang wajah felix dan mencium bibir Felix)
Mata Felix sudah terasa panas, air mata akhirnya keluar membasahi pipi Felix. Mely terkejut, melepas kan ciumanya dan menyeka air mata Felix.
Mely: sayang, ada apa? Kamu menangis?
Felix: ahh, aku merasa terharu. Kamu akan memberiku hadiah.
Mely: hmm, katakan ada apa?
Felix: (terseyum mencium hidung Mely) tidak ada sayang, semua baik baik saja. Oke..
Mely merasakan sesuatu yang aneh, Mely merasa Felix menyimpan seauatu yang dirinya tidak ketahui.
Mely: baiklah, jika ada apa apa katakan padaku.
__ADS_1
Felix: (memeluk Mely) aku mencintaimu sayang, apapun yang terjadi nanti. Meski aku tidak ada di sampingmu, tetaplah berjuang mencapai impianmu. Aku selalu mendukungmu.
Mely: (melepas pelukan) biacaramu aneh. Ada apa Felix?
Felix: itu adalah kata kata dalam sebuah novel yang aku baca.
Mely: jangan bicara hal aneh lagi, jangab buat aku kesal.
Felix: hei.. (menatap Mely dengan tersenyum)
Mely menatap Felix. Felix mencium kening hidung, dagu dan bibir Mely. Felix dengan lembut bibir Mely. Felix menutup matanya merasakan ciumannya, begitu juga Mely. Mely merasakan perasaan yang aneh. Tiba tiba Mely merasa sedih.
(Dalam hari Felix)
Aku sudah cukup bahagia dengan semuanya. Jika aku memang harus pergi meninggalkan dunia ini. Aku akan pergi dengan membawa kenanagan indah kita Mely. Kamulah satu satunya wanita yang aku cintai, wanita yang aku sayangi. Maaf aku harus mengecewakanmu. Maafkan aku Mely, jujur saja aku tak ingin berpisah dengamu. Berpisah denganmu pasti akan membuatku sangat sedih. Aku tidak akan sanggup tanpamu. Aku mencintaimu Mely, sekarang, esok dan selamanya..
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Beri tip juga boleh..
😉😘
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
"Dea Anggie"
__ADS_1