
Ben berdiam diri di kamarnya, menyiapkan rekaman Videonya. Ben menceritakan semuanya, mulai dari awal bertemu dengan Max sampai pada akhirnya menjadi orang kepercayaan Max. Ben bekeeja untuk Max, melakukan semua perintah Max tanpa ragu. Max adalah orang yang menolongnya, awal mulanya Ben adalah seorang yang yang tidak punya pekerjaan dan selalu mabuk mabukan. Ben terjerat hutang, disaat Ben di hakimi karena tidak mampu membayar Max muncul menolong Ben. Membayar semua hutang Ben. Max manampung Ben, Max pun menawari Ben untuk bekerja padanya. Max menyetujui karena ingin membalas budi.
Semenjak ikut dengan Max. Ben sudah menjadi pembunuh berdarah dingin. Ben tak segan membunuh atau melukai seseorang. Ben sendiri memiliki beberpa orang dan membentuk kelompok. Bem dan teman temannya adalah senjata bagi Max. Max benar benar melatih Ben dan teman temannya. Ben hanya akan turun tangan jika Max yang memerintah dan menangani pekerjaa khusus.
Biasanya Ben dan kelompoknya mengawal Max dan Felix pada pertemuan pertemuan besar dan tersembunyi. Ben pun tak pernah tahu siapa bosnya sebenarnya, yang Ben tahu dia hanya mengikuti semua perintah Max. Dan menganggap Max sebagai tuannya. Max tak pernah sekalipun berlaku buruk pada Ben karena memang kerja Ben dan kelompoknya selalu memuaskan. Justru Max sering mengajak Ben pergi ke Club dan memberi bonus.
Sampai pada akhirnya Max memerintahnya untuk mengawasi dan menjaga seseorang bernama Aditya Andreas. Adit sapaannya adalah seorang pria yang dibantu Bos keluar dari penjara dan di angkat menjadi anggota keluarga. Max meminta Ben melayani Adit, menyediakan segala keperluan Adit. Dengan patuh Ben melakukan segala yang diperintahkan oleh Max.
Adit berbincang dengan Max, ingin membawa Ben dan kelompoknya menghabisi Abed. Setelah berfikir lama Max akhirnya memberi lampu hijau. Saat itulah Adit menceritakan rencananya kepada Ben. Adit berbincang dengan Ben secara langsung semua rencananya mulai dari ingin menculik Nikita dan Andrew, hingga ingin mengahabisi nyawa Abed.
Karena Ben sudah menjadi orang kepercayaan Adit, makan Ben mau tidak mau menerima semua perintah Adit. Terlepas dari itu semua, Max diam diam mengawasi gerak gerik adit. Max meragukan rencana Adit. Mengingat Abed memiliki Brian, Brian pasti tidak akan tinggal diam jika Abed berada dalam masalah.
Max memanggil Ben dan berbicara secara pribadi. Max mengatakan jika Ben harus siaga dan sigap. Karena Abed memiliki Brian yang sewaktu waktu bisa mengerahkan semua orang melindungi Abed. Max mengangguk tanda mengerti.
Rencana Adit dijalankan, dimana Adit mulai mengikuti Nikita. Memantau Nikita dari jauh. Adit memerintah Ben dan orangnya menculik Andrew yang saat itu sedang berjalan jalan dengan neneknya. Orang orang Ben merebut paksa Andrew tanpa melukai Amanda. Ben mengancam Amanda untuk tidak berteriak dan melapor pada polisi.
Disisi lain, Adit berhasil menemui Nikita dan bicara empat mata dengan Nikita. Adit mengancam Nikita dengan menggunakan Andrew. Adit dan Nikita pada Akhirnya berhasil membuat kesepakata. Adit memerintah Ben manyiapkan diri. Adit mengatakan jika Ben dan kelompoknya harus bisa membunuh Abed. Adit ingin Abed mati, agar Adit bisa kembali pada Nikita dan Andrew.
Rencana gagal, siapa sangka Abed yang awalnya diam dan terlihat lemah langsung berubah menjadi monster yang menakutkan saat melihat Nikita jatuh berguling menyusuri tangga. Semua orang Ben di lumpuhkan. Ben yang terluka langsung melarikan diri saat Abed membunuh Adit dengan Brutal. Ben akhirnya melarikan diri keluar kota.
Beberapa hari di luar kota keberadaan Ben semakin terancam. Ben dikejar oleh orang orang Max. Setelah lelah berlari dan takut, Ben memberanikan diri menemui Brian dan meminta perlindungan. Ben sudah mempersiapkan hatinya jika kedantangannya di tolak atau bahkan dirinya akan di laporakan pada polisi.
Dugaan Ben salah, Brian menerima dengan baik, mendengarkan dengan tenang semua penjelasan dari Ben. Sampai pada akhirnya Brian membuka mulut untuk melindunginya dan membantunya. Brian hanya meminta Ben jujur dan mau bersaksi mengenai kejadian malam itu. Ben pun setuju, Brian dan Ben datang ke kantor polisi dan menemui langsung kepala polisi, memberikan semua bukti dan menceritakan detail kejadian sebenarnya.
Perasaaan Ben kacau, meski sudah berada di dalam pengawasan Brian. Namun Ben merasa dirinya terancam. Benar saja, saat pergi bersama Arson untuk berbelanja. Secara tidak sengaja Ben mendengar percakapan yang diyakini Ben mereka adalah orang orang Max. Dalam percakapan dikatakan jika Max ingin menangkap Ben dan membunuh Ben karena Ben ingin bersaksi.
Karena alasan itulah, Ben membuat rekaman Video dan menyalinnya kedalam cd. Ben pergi kekantor polisi dan pergi menemui kepala polisi, menyerahkan langsung hasil rekamannya kepada kepala polisi. Ben meminta kepads kepala polisi untuk membuka isi amplop saat sidang kedua Abed. Kepala polisi sempat tidak mengerti dengan sikap Ben. Ben memberi alasan jika Ben hanya berjaga jaga saja. Jika sesuatu terjadi padanya makan apa yang dia berikan kepada kepala polisi bisa menjadi bukti untuk kesaksianya dalam persidangan. Setelah tujuannya selesai, Ben berpamitan dan pergi. Kepala polisi membujuk Ben untuk tinggal dan menceritakan apa yang terjadi. Namun Ben menolak dan memilih pergi.
♡♡♡♡♡
Keesokan harinya...
Ben menyelinap pergi keluar rumah dengan tergesa gesa. Arson yang merasa curiga mengikuti Ben tanpa memberitahu Thomas dan Billy. Arson menghubungi Brian untuk melapor.
(Panggilan terhubung)
Brian: iya Arson, ada apa?
Arson: tuan, apakah anda ingin pergi menemui Ben?
Brian: tidak, aku tidak ada janji dengan Ben.
Arson: semenjak kemarin Ben bersikap aneh, seharian mengurung diri dan pergi ke kantor polisi sore harinya, lalu hari ini diam diam menyelinap kelauar tanpa berpamitan pada kami.
Brian: (terkejut, dan merasa curiga) dimana posisimu saat ini?
Arson: sedang mengikuti Ben menuju Halte bus
__ADS_1
Brian: terus ikuti Ben, aku akan menyusul. Terus beri informasi padaku keberadaan kalian. Aku segera datang.
Arson: baik tuan, saya mengerti. Saya akan kirim pesan pada anda.
Brian: terus waspada dan siaga Arson, untuk berjaga jaga hubungi Thomas dan Billy juga. Aku tutup panggilanmu, aku akan hubungi kepala polisi. (Menutup panggilan)
Arson memasukan ponsel dalam sakunya dan bergegas mengikuti Ben.
♡♡♡♡♡
Dikantor Brian sedang biacara dengan kepala polisi lewat telepon. Brian menanyakan perihal kedangan Ben ke kantor polisi.
(Percakapan Brian dan kepala polisi melalui panggilan)
Brian: ada keperluan Ben datang tuan?
"Ben memberiku sebuah amplop coklat, dan memintaku membuka saat persidangan Abed. Aku memintanya tinggal dan bercerita, tetapi Ben terlihat bimbang dan memilih pergi"
Brian: apakah ada hal lain yang dia sampaikan?
"Ya dia mengatakan jika apa yang dia berikan padaku, hanya untuk jaga jaga jika terjadi sesuatu. Dan beguna sebagai bukti kesaksiannya dalam persidangan"
Brian: kirim beberapa anggotamu ke taman dekat rumahku tuan. Aku menunggu sekarang, akan ada hal buruk terjadi. Ben melakukan hal di luar dugaanku.
" maksud anda, Ben... (terdiam sejenak) Baik tuan aku akan kirim beberapa orang ke taman dekat rumah anda sekarang"
Brian memasukan ponsel dalam sakunya, mengambil jasnya dan mengenakan jasnya. Brian berjalan cepat keluar dari ruangannya. Brian menemui sekertarisnya dan berbicara jika dia ingin pergi keluar. Brian meminta sekertarinya menagatur ualang jadwalnya. Memindah jadwal hari ini untuk besok.
Brian berlari kecil keluar kantornya dan masuk kedalam mobil, Brian dengan mobilnya melesat pergi meninggalkan kantor menuju taman dekat rumahnya. Di dalam perjalanan Brian menghubungi Arson.
(Panggilan terhubung)
Brian: Arson, dimana?
Arson: di pemakanan tuan, aku melihat Ben berlutut dan menangis. Kemungkinan besar adalah makam keluarganya.
Brian: ikuti terus jangan sampai lolos. Beritaku aku jika Ben pergi meninggalkan pemakaman. Aku sedang dalam perjalan menuju taman untuk menemui polisi. Kamu hubungi Thomas dan Billy.
Arson: Thomas dan Billy dalam perjalan tuan.
Brian: baiklah.. hati hati, jaga dirimu (menutup panggilan)
Brian menambah laju kecepatan mobilnya agar bisa secepatnya sampai ditaman. 10 menit kemudian Brian sampai di taman dan menemui polisi. Brian berbincang dengan polisi dan menunggu kabar terbaru dari Arson.
..
..
__ADS_1
..
..
..
Hallo semua..
Terimkasih sudah mau berkunjung dan mmebaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Beri tip juga boleh..
😉😘
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
"Dea Anggie"
__ADS_1