
Di rumah Julian, Julian mengikat Simon Jack di kursi. Seira yang ada di belakang Julian meronta-ronta, kata-kata yang terucap oleh Seira tidak terdengar jelas karena mulut Seira tertutup kain.
"Hei cantik, permainan akan segera di mulai." Kata Julian.
Julian mendekati Seira dan merangkul pinggang Seira, Seira menggeliat merasa tidak nyaman. Julian berbisik ditelinga Seira.
"Jangan berpura-pura menjadi wanita suci nona Jack, aku tau semua tentangmu. Kamua adalah manager di sebuah Club milik pamanmu, dan kamu juga wanita penggoda." Julian membuka penutup kain yang menyumpal mukut Seira.
Julian meraih rambut Seira dan menciumnya, "hmmm harum sekali, aku menginginkanmu Seira Jack." Kata Julian dengan senyum tipis.
"Brengs*k! Lepaskan aku dan pamanku, siapa kamu sebenarnya? Apa tujuanmu?" Seira menatap Julian dengan penuh kebencian.
"Ooo wow.. tatapan matamu begitu indah sayang, jadilah milikku." Kata Julian yang ingin menyentuh wajah Seira namun Seira memalingkan wajah.
Julian geram, mendapat penolakan Julian kesal. Julian menarik rambut Seira dan mencengkram dagu Seira, " kamu anggap dirimu berharga Seira? Kamu menolakku? Banyak wanita ingin bersamaku, bahkan sampai memohon dan menggodaku. Aku tertarik dan memintamu menjadi wanitaku inikah balasanmu? Sungguh menyebalkan, kamu sudah membuatku kesal. Aku akan berikan kamu kepada semua orangku saja." Julian terlihat marah dan kecewa.
Seira terkejut, melebarkan matanya. Seira menangis, "jangan.. (Seira menggeleng) aku mohon jangan berikan aku kepada orangmu. Kamu mau diriku, aku akan lakukan apa maumu." Ucap Seira dengan suara lirih.
Julian tersenyum, "ulangi perkataanmu, aku tidak mendengarnya." Julian mendekatkan telinganya kemulut Seira.
"A..aku bersedia menjadi wanitamu, milikmu. Jangan berikan aku kepada orangmu. Aku tidak mau menjadi piala bergilir." Kata Seira sembari menangis.
Julian senang, Julian langsung mencium bibi Seira kilas. "Pintar! Jika kamu menurut, aku akan berikan semua yang kamu inginkan. Tapi.. aku tidak akan bebaskan pamanmu itu." Jawab Julian.
Seira menatap Julian dengan wajah memelas, "kenapa? Apa yang pamanku perbuat padamu?" Tanya Seira.
"Pamanmu sudah sudah melakukan kesalahan besar Seira, pamanmu sudah menodai mamaku dan membuat mamaku bertengakar dengan papaku. Mamaku tertekan, kesehatan mental dan jiwanya terganggu. Mamaku akhirnya bunuh diri, itulah mengapa disaat aku tahu jika Simon Jack adalah anggota dunia gelap aku senang dan ingin segera melenyapkannya. Rencana yang aku susun sedemikian rupa sirna, kala orangku salah menangkap dan membunuh sasaran. Sekarang, aku sudah dapatkan apa yang aku inginkan, aku tidak akan bisa melepaskan! Simon Jack harus membayar semuanya." Julian menjelaskan alasanya menangkap Simon Jack.
Seira sedih, Seira merasakan apa yang di rasakan Julian. "Maaf Julian, aku tidak tahu jika pamanku sudah melakukan kesalahan seperti itu. Aku juga sama sepertimu, papa dan mamaku tiada juga karna pamanku." Seira manangis.
Melihat air mata Seira, hati Julian merasa sedih. Julian meyeka air mata Seira dan membuka tali yang mengikat Seira. Julian memuluk Seira, mengusap punggung Seira lembut.
"Maafkan aku, tidak bermaksud menyakitimu Seira. Dendamku hanya kepada Simon Jack, bukan kepadamu atau keluarga yang lain." Suara Julian lembut.
Julian melepas pelukan, mengusap kepala Seira. "Pergilah, aku melepaskanmu. Aku percaya jika apa yang kamu katakan adalah kebenaran. Aku bisa melihat semuanya dari matamu Seiran." Kata Julian.
Seira kaget lalu menatap Julian. "Julian.. tidak bisakah kamu selesaikan ini secara hukum? Jika pamanku bersalah, dia bisa di hukum." Kata Seira berusaha meredam amarah Julian.
"Entahlah Seira, dalam benakku aku hanya ingin Simon Jack merasakan apa yang dirasakan mamaku. Hanya itu.. aku sangat menderita, mama adalah orang yang paling mengerti aku dan orang yang paling aku sayangi selain papaku. Dia selalu menjagaku disaat papaku pergi untuk kepentingan bisnisnya. Semuanya hancur karena ulahnya." Julian meluapkan rasa kekecewaannya.
Julian duduk di sofa dan menunduk, Julian terlihat sangat kacau. Seira mendekati Julian dan duduk di samping Julian, Seira memeluk Julian.
Brian, Alex, Lovely dan Flip berhasil masuk kedalam rumah Julian. Brian berhasil melumpuhakan semua orang yang berjaga di rumah Julian. Felix dan Robert\(kepala polisi\) sudah tiba, Robert membawa anggotanya ikut serta. Brian dan yang lain bersembunyi, sengaja ingin mendengar percakapan Julian dan Seira.
Disaat Julian memberikan penjelasan kepada Seira, Brian dan yang lain mendengar dengan Jelas. Brian menatap Felix, seakan mengerti maksud Brian Felix berbisik pada temannya Robert, Robert mengangguk.
"Ternyata semua hanya kesalah pahaman saja, Andrew begitu menggila mencari pembunuh Abed. Abed hanya korban kebodohan orang\-orang yang asal bertindak. Miris sekali.. hahhhh.." dalam hati Brian, Brian menarik nafas dan menghela nafas panjang.
"Papa, bagaimana ini? Semua ternyata hanya salah paham. Julian memberikan perintah, dan orang\-orangnya melakukan kesalahan. Dengan kata lain sebenarnya yang salah adalah orang\-orangnya bukan? Bukan Julian." Kata Alex dengan suara pelan.
"Hmm.. tetap saja salah, Julian sudah melakukan kejahatan Lex. Penculikan dan pembunuhan adalah tindakan kriminal." Kata Lovely.
Flip mendekat dan berbisik pada Brian, "paman.. sebaiknya kita bicara baik\-baik pada Julian. Aku melihat Julian seperti Andrew, hanya saja Julian lebih bisa mengendalikan diri. Bagaimana menurut paman? Minta anggota paman Robert mengamankan semua orang yang ada dan kita bisa bicara dan bertanya pada Julian, seperti sebuah intrograsi.
__ADS_1
Brian tersenyum, "kali ini pemikiranmu sama dengan paman Flip. Apakah kamu bisa membaca pikiran paman sekarang? Baiklah kita lakukan seperti itu saja, melakukan kekerasan juga tidak ada gunanya. Selagi masih bisa dibicarakan baik\-baik ya kita bicara saja." Brian berbisik pada Flip.
Flip mendekati Robert dan berbisik, Robert mengerutkan dahi mata Robert menatap Felix. "Benar\-benar, anak ini luar biasa. Papa dan anak sama\-sama cerdik." Batin Robert.
"Oke Flip, paman akan lakukan sesuai instruksimu. Paman akan kerahkan semua anggota mengamankan seluruh orang dan membawa ke kantor polisi." Kata Robert yang langsung pergi.
Flip menatap Brian, Brian menatap Flip. Flip mengedipkan satu matanya. Brian mengangguk dan memberikan isyarat untuk mendekati Julian. Brian, Lovely, Alex, Flip dan Felix mulai bergerak.
Julian dan Seira kaget, mendengar suara langkah kaki. Julian dan Seira melihat Brian dan lainnya berdiri di hadspannya, Julian berdiri begitu juga Seira. Julian dan Seira terkejut melihat Lovely.
"Lovely.." suara Julian.
"Kamu, sepupu Andrew?" Kata Seira.
"Hai.. Julian, Seira. Benar sekali ini aku Lovely. Maaf mengganggu kalian, kedatangan kami sebenarnya ingin menggiringmu ke kantor polisi Julian. Karena kasus penculikan dan pembunuhan yang dilakukan orangmu pada pamanku." Lovely menjelaskan.
"Pamanmu? Jadi Abed Williams pamanmu?" Ucap Julian dengan mata membulat.
"Itu benar Julian, dan apa kamu tau. Dampak dari hal itu, anaknya Andrew menjadi histeris dan menggila. Sama sepertimu saat kehilangan mamamu, begitulah perasaan Andrew. Sehingga dia hilang kendali sampai menganiaya putriku." Brian mencoba memberika penjelasan.
"Dengar nak, biarkan Simon Jack diurus oleh kami. Kami akan menyerahkannya kepada pihak kepolisian, kamu ikutlah denganku bertemu dengan Andrew. Minta maaflah padanya, apapun keputusannya nanti yang paling penting adalah ketulusanmu meminta maaf. Dan kesungguhanmu mengakui kesalahanmu." Kata Brian.
"Baik paman, aku akan ikut denganmu." Jawab Julian lirih.
"Baiklah jika begitu, Felix, Flip aku serahkan soal orang\-orang rumah Juliam dan Simon Jack pada kalian. Aku akan bawa Julian pergi menemui Andrew." Kata Brian.
"Oke.." jawab Felix.
"Seira, ikutlah dengan kami. Kamu bisa melihat keadaan Andrew." Ucap Lovely.
Seira mengangguk, Brian, Lovely, Alex, Julian dan Seira pergi meninggalkan rumah Julian dan pergi menuju rumah sakit. Sedangkan Felix dan Flip mengurusi Simon Jack dan beberapa orang lainnya untuk di bawa ke kantor polisi.
@@@@@... @@@@@...
__ADS_1
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan \(End, jika tidak ada kendala akan saya lanjutkan sekuel dari UMEKO SAKURA LEWI yang akan menjadi season ke tiga dari Pelukan Hangat Paman Tampan\)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
\(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan\)
•Suami Pengganti
•Pangeran Vampir
•Pangeran Vampir 2 \(SEASON 2\)
•Vampir "Sang Abadi"
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
•Cinta Lama Yang Datang Kembali
•Mommy And Daddy \(CLYDK2\)
•Darren & Karren \(Perjalanan Cinta\) CLYDK SEASON KE 3
•Perfect Father
•Kamu Dan Aku
•Dan masih banyak lainnya \(hehehe.. maafkan authornya lagi menggila bikin novel kala itu.. jangan khawatir pasti di tamatin semua kok..\)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea\_anggie
Line id: dea\_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
__ADS_1
Salam hangat,
"Dea Anggie"