
Amelia, Mely, Lely dan Flip akhirnya sampai dirumah. Felix dan Boby menyambut kedatangan istri istri tercinta mereka. Amelia melihat sekeliling, tidak melihat suaminya.
Boby: kakak ipar ada di kamar Lovely kak.
Amelia: ahh baiklah Bob, terimakasih banyak. Mely, Lely tolong bantu aku ya, keluarkan semua bahan bahannya. Aku akan segera kembali.
Lely, Mely: oke..
Amelia pergi berjalan menuju kamar Lovely, sesampainya di kamar Amelia mengetuk pintu perlahan dan membuka pintu. Amelia masuk dan menutup pintu perlahan. Amelia berjalan mendekati ranjang Lovely, Amelia melihat suaminya sedang membelai belai rambut Lovely. Brian menatap Amelia dan membeti isyarat untuk tidak bersuara.
Amelia: (mendekat dan berbisik) apa putri kesayanganmu tidur tuan Candra?
Brian: (mengangguk) ya dia tertidur. Aku baru saja memijat kakinya yang terkilir. Kenapa begitu lama pergi berbelanja? Apa ada masalah?
Amelia: kita bicara diluar, selimuti putrimu dan turun. Bantu aku memasak.
Brian: baik nyonya Candra.
Brian menarik selimut menutupi Lovely sampai leher. Brian merapikan rambut Lovely yang menutupi wajah Lovely, Brian mencium kilas kening Lovely.
Brian: i love you.. (bersuara lembut)
Brian turun dari ranjang dan berdiri berhadapan dengan Amelia. Brian tiba tiba merangkul pinggang Amelia dan mencium bibir Amelia. Amelia sempat kaget, matanya melebar saat Brian menciumnya. Brian melepaskan ciumanya dan mencium kening Amelia.
Brian: aku merindukanmu sayang. (Berbisik)
Amelia: apa kamu mabuk? Kamu minum dengan Felix dan Boby? (Berbisik)
Brian: hei, aku sadar. Aku tidak mabuk atau apapun.
Amelia: jangan seperti ini. Nanti Lovely dengar. Ayo.. (Amelia pergi menarik tangan Brian)
Amelia menarik tangan Brian. Brian tersenyum mengikuti Amelia di belakang Amelia. Amelia membuka pintu dan keluar dari kamar Lovely diikuti oleh Brian. Brian menutup pintu dan tersenyum tampan ke arah Lovely.
Amelia: jangan tersenyum.
Brian: kenapa? ada masalah?
Amelia: kamu sangat tampan jika tersenyum, jangan membuatku gila tuan Candra.
Brian: ooo.. aku harus apa, aku memang sudah ditakdirkan tampan. Aku tidak bisa merubah wajahku menjadi buruk rupa.
Amelia: jangan banyak bicara dan jangan tersenyum. Ayo cepat, kita harus memasak. (Menuruni tangga)
Brian: iya sayangku, tidak perlu terburu buru. Nanti kamu jatuh sayang. (Mengikuti Amelia)
Amelia: hmmmm...
Mely menceritakan kejadian yang terjadi saat di supermarket. Felix terkejut, manatap Flip. Flip terlihat duduk santai bersandar di sofa mendengarkan musik diponsel dengan earphone.
Felix: bagaimana bisa seperti itu Mely? Ceritakan kepadaku lebih detail. Mustahil Flip melakukan itu, apa dia kerasukan roh jahat?
Amelia: roh jahat apa Felix. Jangan bicara asal. (Tiba tiba muncul di belakang Mely dan Felix yang sedang mencuci sayur di dapur)
Brian: ada apa ini? Kalian sedang bergosip apa?
Mely: soal Flip.
Felix: ini gila Brian, mana mungkin anakku Flip seperti itu. Dia.... (Felix mulai bercerita mengenai kejadian di supermarket)
Brian terkejut, menatap Amelia. Amelia mengangguk mengiyakan, Brian juga menatap ke arah Mely. Mely juga mengangguk mengiyakan perkataan Felix. Brian meraba tengkuknya sendiri. Berusaha mempercayai perkataan Felix.
Brian: hmm.. anakmu sungguh istimewa Mely. Seharusnya kalian bangga mempunyai anak sebaik Flip, percayalah jika kemapuan Flip akan menolong banyak orang. Dan kamu Felix, jangan pernah mengatai anakmu kerasukan. Jangan menciutkan hati anakmu sendiri. Itu tidak baik! Sebagai orangtua kamu harus mendukung penuh apapun kondisi dan keadaan anakmu. Karena disaat saat sulit, hanya kita orangtua yang paling dibutuhkan oleh anak. Jangan sampai perkataan kita melukai hati anak anak kita. Bagaimanapun dan apapun hasilnya nanti kalian harus tetap mendukung Flip. Ingat, jangan pernah mengekang dan melakukan kekerasan fisik. Luka di tubuh memang akan hilang, namun luka batin akan tertanam seumur hidup.
Felix: aahh kamu benar Brian, aku memang papa yang buruk.
Brian: tidak ada orang tua yang buruk. Yang ada hanya orang tua yang egois. Egois tidak mau mengerti perasaan dan keinginan anak anaknya, memaksa anak anaknya berjalan sesuai kehendaknya. Jika anak membantah kata kata orang tua, maka anak tersebut akan di pukul atau dimaki. Dan kamu tau, yang lebih parah adalah dampak dari semuanya. Anak anak menjadi brutal dan tidak terkendali. Anak anak menjadi orang orang yang tidak memiliki kasih yang ada dalam benak mereka hanya ingin mencari kebebasan, kesenangan dan pelampiasan. Kamu ingin Flip seperti itu?
Felix: tentu tidak. Aku ingin Flip menjadi pria bijaksana sepertimu Brian. Mulai sekarang aku akan lebih memperhatikan Flip dan juga perkataanku. Pantas saja Flip selalu menghindar jika aku bertanya, mungkin karena selama ini dia mengangap aku tidak serius mendengar ceritanya.
Mely: sayang, tenanglah. Jangan emosional seperti itu. Jangan merasa bersalah. Flip juga pasti akan mengerti keadaanmu. Oke.. (menenangkan Felix)
Brian: maafkan aku Felix. Aku tidak bermaksud menyinggungmu. Aku hanya tidak suka mendengar kata katamu. Jangan berkecil hati dengan ucapanku Felix, Mely. Aku hanya mengingatkan saja.
Mely: tidak masalah kak, kami senang kakak Brian selalu memberi nasihat kepada kami. Menjadikan kami orangtua yang bijak dan penuh kasih.
Brian: (tersenyum) aku pun ingin putri dan putraku menjadi orang bijak di kemudian hari. Aku berusaha dengan baik untuk menjadi papa yang terbaik baik mereka. Aku tidak ingin menyia nyiakan waktuku. Selagi masih ada kesempatan bersama aku akan menjadi papa idaman mereka.
Amelia: sayang, jangan bicara seperti itu. \(Merangkul tangan Brian\) aku tidak suka kamu mengatakan hal hal seperti itu. Aku tau, kita semua manusia memiliki batasan usia, namun kita juga bisa berharap agar kita bisa hidup selama mungkin kan?
Brian: ayolah sayang, aku tidak akan meti secepat itu. Aku juga ingin melihat putri dan putraku menikah juga menimang cucuku. Sudah, jangan bersedih lagi. Maafkan aku, oke..
Brian memandang Amelia, Brian merangkul dan mengusap bahu Amelia.
Brian: baiklah, ayo kita memasak makan siang yang lezat. Kalian jangan hanya berkencan, kalian juga harus membantuku memasak. Dan tolong panggilkan Lely dan juga Boby. Ajak mereka masak bersama.
__ADS_1
Lely: (menuncul bersama Boby) tidak perlu panggil, kami disini.
Brian, Amelia, Mely, dan Felix menatap arah suara. Lely dan Boby berdiri di samping meja siap membantu. Brian membagi tugas umtuk tiap pasangan. Mely dan Felix bertugas mencuci seluruh buah dan juga sayur. Lely dan Boby bertugas menyiapkan bahan pelengkap dan bahan pokok. Brian dan Amelia bertugas memasak dan membuat hidangan penutup. Tugas sudah di bagikann, mereka melakukan tugas masing masing. Semua para orangtua sibuk di dapur.
Alex, Anthony dan Jeffry berada di kamar Alex sedang menonton film bersama. Sedangkan Filp duduk santai di teras belakang rumah, mendengarkan lagu dan juga menikmati pemandangan kebun bunga di depan teras.
♡♡♡♡♡
Andrew memberikan upah kepada orang yang membenahi rak kacanya. Andrew memeriksa kembali rak kacanya yang baru. Andrew lega, kejadian pagi ini tidak seburuk yang dilihatnya. Andrew merasa beruntung, bisa menyelamatkan Lovely dengan segera. Jika tidak makan Lovely benar benar akan terluka.
Andrew berbalik dan pergi keluar dari kamar mandi. Andrew membuka pintu dan keluar, Andrew kembali menutup pintu. Dengan gerakan santai Andrew melangkah, baru menginjak tiga langkah tiba tiba pandangan Andrew manjadi gelap. Andrew melihat hal yang aneh, hambar yang biasanya terang sekarnsg hanya terlihat gelap.
Andrew tak bisa melihat jelas, Andrew hanya bisa mendengar suara dari gambar yang dilihatnya. Meski semua gambar terlihat gelap namun terdengar jelas suara gaduh seperti dalam persta, suara langkah kaki, tidak tau apa yang terjadi Andrew meliahat seorang pria yang berjalan hendak masuk ke dalam mobil, seseorang tersebut di hadang beberapa orang. Dibawa bawa paksa pergi, sampai pada suatu tempat asing seseorang tersebut di pukuli. Seseorang lain datang dan langsung mengeluarkan pistol menembak tepat dikepala orang yang diculik tersebut. Dan ketika suara tembakan terdengar seketika itu juga dada Andrew berdebar dan terasa sakit.
Andrew mulai sadar, meraba kepalanya yang tiba tiba terasa sakit. Kepalanya sangat sakit, sampai terasa ingin pecah. Andrew berjalan perlahan menuju ranjangnya. Diranjang Andrew berbaring dan mengerang kesakitan. Andrew menjerit, merasakan sakit yang kuar biasa dikepalanya.
Andrew: aahhhh.. sakit, kenapa bisa sesakit ini.. aaahhhhh... (mengerang) ini sakit sekali... mmmmhhhh (mere**s rambutnya sendiri) aaaahhhh...
Andrew berguling guling diranjangnya. Ini pertama kalinya Andrew merasakan sakit yang luar biasa. Sakit yang benar benar membuatnya tidak berdaya.
1 jam kemudian..
Rasa sakit dikepala Andrew perlahan reda. Andrew berbaring lemah, air matanya masih mengalir membasahi wajahnya. Andrew mengatur nafasnya perlahan, berusaha menenangkan diri.
Andrew: aku harus kerumah sakit, pasti ada masalah dengan otakku. Aku sudah gila, apa ini. Selalu seperti ini! Sial! Dan yang aku lihat siapa? Kenapa dadaku sakit saat orang itu di tembak? Ini aneh, ini pertama kalinya aku melihat sesuatu yang hanya berupa bayangan tidak jelas. Aaahhh sial! Hari ini ada rapat dan aku tersiksa seperti ini.
@@@@@.......... @@@@@..........
(PERKENALAN TOKOH)
☆KELUARGA CANDRA☆
BRIAN ANTONIUS CANDRA (48TAHUN)
KARAKTER: BIJAKSANA, JUJUR, RENDAH HATI.
.....
AMELIA PUTRI CANDRA (45 TAHUN)
KARAKTER: BAIK HATI, TANGGUH, CERDIK, KE IBUAN.
.....
LOVELY MIRACLE CANDRA (21TAHUN)
.....
BERNARD ALEX CANDRA (19TAHUN)
KARAKTER: TENANG, CERDIK, BIJAKSANA.
.....
☆KELUARGA WILLIAMS☆
ABED WILLIAMS (50 TAHUN)
KARAKTER: KERAS KEPALA, BAIK HATI
.....
KIM HA NA/ MRS. WILLIAMS (45 TAHUN)
KARAKTER: TANGGUH, BERANI, BAIK HATI.
.....
ANDREW WILLIAMS (21TAHUN)
KARAKTER: KERAS KEPALA, DINGIN, PENUH PESONA, BERANI.
.....
MICHAEL WILLIAMS (18 TAHUN)
KARAKTER: LEMAH LEMBUT, BAIK HATI, PENAKUT.
.....
MATTEW WILLIAMS (16 TAHUN)
KARAKTER: KERAS KEPALA, BERANI, TANGGUH.
......
☆KELUARGA HARISSON☆
__ADS_1
DAVID HARISSON (50 TAHUN)
KARAKTER: KERAS KEPALA, PERCAYA DIRI, BAIK HATI.
.....
ANGELA BIERS HARISSON (50 TAHUN)
KARAKTER: BAIK HATI, KE IBUAN.
.....
STELA HARISSON (19 TAHUN)
KARAKTER: MANJA, KERAS KEPALA, ANGKUH.
.....
☆☆☆☆☆
JULIAN ROOBS (25 TAHUN)
KARAKTER: LICIK, BERMUKA DUA, JAHAT.
.....
☆KELUARGA COLLYN☆
FELIX COLLYN (50 TAHUN)
KARAKTER: KERAS KEPALA, ANGKUH, CERDIK.
.....
MELY COLLYN (43 TAHUN)
KARAKTER: KE IBUAN, BAIK HATI, CERDIK.
.....
FLIP COLLYN (18 TAHUN)
KARAKTER: DINGIN, BAIK HATI, CERDIK.
.....
☆KELUARGA LIMBER☆
BOBY LIMBER (45 TAHUN)
KARAKTER: BAIK HATI, PERHATIAN.
.....
LELY LIMBER (45 TAHUN)
KARAKTER: BAIK HATI, KE IBUAN.
.....
ANTHONY LIMBER (18 TAHUN)
KARAKTER: BAIK HATI, PERHATIAN.
.....
JEFFRY LIMBER (17 TAHUN\)
KARAKTER: LEMAH LEMBUT, BAIK HATI.
.....
@@@@@..... @@@@@.....
Haiiiii..
Jangan lupa like,, komentar,, dan vote ya..
Terimakasih semuaa..
Sampai jumpa di next episode..
Bye bye..
Salam kasih,,
..Dea Anggie..
__ADS_1