
♡Amelia♡
Hari ini aku jalan jalan bersama mama, kak Abed, dan Nikita, tidak lupa dengan Lovey dan Andrew. Kami pergi ke mall dekat kantor Axis Grub. Aku terus memandang kearah gedung kantor. Sebuah tangan menepuk bahuku perlahan. Aku memalingkan wajah, ternyata mama.
Amanda: pergilah.. jika ingin menemui Brian.
Amelia: tidak ma, cuaca terik kasian Lovely.
Amanda: eh jangan bawa Lovely. Kamu bisa kesana sendiri. Beri kejutan pada Brian.
Amelia: mama mau menjaga Lovely?
Amanda: tentu sayang. Pergilah..
Amelia: tolong ya ma, aku akan cepat.
Aku keluar mall dan berjalan menyusuri jalan. Hatiku berbunga bunga. Haha.. sudah seperti remaja yang rindu ingin bertemu kekasihnya. Langkahku membawaku masuk dalam kantor. Semua mata menatap.
"Siang nyonya Amelia"
"Hallo nyonya Amelia"
Amelia: (tersenyum) ya Hallo semua..
Aku berjalan cepat menuju ruang Brian. Sekertaris berdiri dan menyambut.
"Hallo nyonya"
Amelia: Brian ada?
"ada sedang makan siang dengan Klien"
Amelia: oh.. siapa kliennya?
"Grub Lee"
Amelia: hmm baiklah, aku masuk dulu.
Aku tersenyum lebar, aku membuka pintu dan terkejut. Brian bersama seorang wanita cantik dan Brian tidak pakai Kemeja. Posisi mereka sungguh membuatku geram. Dimana Brian bersandar di sofa, dan si wanita meraba raba dada Brian. Brian dan wanita itu melihat ke arahku. Brian terkejut melihatku, dia dengan cepat mendorong si wanita dan berdiri.
Brian: sayang.. kamu?
Aku berjalan masuk dengan rasa kesal, marah dan kecewa. Sungguh Brian membuaku ingin menangis.
Brian : sayang jangan salah paham
Amelia: apa ini? Kamu tidak berkerja malah asik dengan wanita cantik? (Kesal)
Brian: aku.. aku bisa jelaskan sayang.
Amelia: apa? Jelaskan apa? Kamu buka kemeja seperti ini masih mau jelaskan apa lagi? Sebentar lagi juga pasti buka celana. Dasar pria mesum! Jadi ini pekerjaan PENTING itu?? (Marah)
"Nona maaf bukan tuan Candra yang salah, tapi saya"
Aku menatap wanita di samping Brian, dia berdiri memegang sapu tangan. Pakaiannya yang sexy dan minim. Lekuk tubuh yang menonjol karena pakaiam ketat. Dia wanita sempurna, tapi penggoda.
Amelia: aku tidak bicara denganmu. Aku bicara dengan teman kencanmu. (Menatap Brian)
Brian: dengar dulu Amelia, ini hanya salah paham. Nona Lee tidak sengaja menumoahkan kuah makana di kemejaku. Aku mohon, jangan marah (memegang tangan Amelia)
Amelia: (menepis tangan Brian) aku tidak butuh penjalasan. Aku percaya apa yang aku lihat. Jika memang kotor kenapa tidak dibersihkan sendiri dikamar mandi. Kenapa harus dia yang bersihkan? Karena kamu suka dia menyentuhmu kan?
__ADS_1
Brian: Amelia, ini salah paham. Aku.... (kata kata terputus oleh Amelia)
Amelia: Brian Antonius Candra. Aku pikir kamu pria paling baik, ternyata aku salah. Kamu jauh lebih jahat dari Owen. Aku membencimu! Aku membencimu! Aku sangat membencimu Brian.. (berteriak) lebih baik kita berpisah!!..
Aku berbalik dan berlari keluar.
Aku merasa kesal, pria ini bisa bisanya bermain dibelakangku. Sungguh Brian, aku marah padamu. Sesuatu manarik tanganku. Aku memalingkan wajahku, Brian mencengkram tanganku dan memelukku. Aku berontak dan melepaskan pelukan.
Brian: Amelia, jangan tinggalkan aku. Aku mencintaimu.
Plaaaaakkkkk....
Aku mendaratkan tamparan keras diwajah Brian, semua mata melihat. Semua staf dan karyawan berkumpul. Mereka bergosip, karena melihat penampilan Brian yang hanya memakai celaka kerja dengan bertelanjang dada.
Amelia: simpan kata cintamu untuk wanita simpananmu itu. Aku tidak butuh cintamu.
Brian: Amelia.. (mendekat)
Amelia: stop jangan mendekat! (Berteriak)
Aku sudah putuskan, ayo kita berpisah! Aku tidak bisa hidup bersama seorang penghianat sepertimu. Aku berlari menuju lobby dan keluar dari kantor. Hatimu sungguh hancur. Salah paham apa, dia pasti hanya beralasan. Brian Brengsek!!
Aku berjalan perlahan dan menyeka air mataku. Aku mengeluarkan ponselku, aku menghubungi pelayan rumah menyiapkan semua bajuku dan baju Lovely dalam koper. Aku menutup panggilan dan kembali ke Mall.
Dari jauh aku melihat Abed, dia menghampiriku dengan berlari kecil.
Abed: sayang, kamu dari mana? Ayo ada makanan kesukaanmu. (Melihat mata Amelia sembab) kamu menangis? Ada apa?
Amelia: tidak ada kak. Aku hanya Flu.
Abed: Brian..
Aku terkejut, aku tidak ingin melihatnya. Dia menyusulku sampai ke Mall.
Abed: ada apa ini? (Bingung) kalian bertengkar?
Amelia: sudah tidak usah dibahas lagi. Dimana Lovely?
Brian menarik tangannku, dan membaliakan badanku secara paksa. Aku menatapnya kilas lalu membuang muka. Brian memegang dua tanganku dan berlutut. Aku tidak menggubris, aku melepaskan tanganku dan mundur beberapa langkah.
Amelia: aku tidak mengenalmu. Kamu hanya orang asing.
Abed: Amelia, kamu bicara apa? Brian suamimu.
Amelia: kamu juga membelanya? Apa semua pria sama?
Abed: maksudmu?
Amelia: sudahlah (melihat Lovely yang digendong Amanda) aku lelah, aku ingin pulanng.
Aku berlari mendekati mama. Dan langsung mengambil Lovely dalam gendongan mama.
Amelia: ma, aku pulang dulu ya. Nikita aku pergi.
Nikita: ya mel, hati hati..
Amanda: kamu ada masalah? Ada apa sayang?
Amelia: tidak ada apa apa. Mama jaga kesehatan. Mungkin kita akan jarang bertemu.
Aku pergi meninggalkan mereka semua, aku keluar dari mall dan naik taxi. Aku akan kembali kerumah untuk mengambil barang lalu pergi. Aku tidak ingin bersama Brian lagi.
__ADS_1
○○○○○
♡Brian♡
Aku sudah menjelaskan detail pada Abed dan bibi Amanda. Tidak hanya aku, nona Lee pun ikut menjelaskan. Semua hanya salah paham dimana pada saat itu nona Lee tidak sengaja menumpahkan kuah makanan dikemejaku. Aku buru buru membuka kemejaku tanpa sadar. Nona Lee mengambil sapu tangan bermaksud membersihkan, karena tidak hati hati tersandung kaki meja dan Jatuh menindihku. Dan disaat itulah Amelia masuk. Terjadilah kesalah pahaman diantara kami.
Sekarang Amelia pergi entah kemana. Dia hanya pulang untuk mengambil barang barangnya dan Lovely. Lalu pergi lagi. Abed dan bibi Amanda tentu percaya padaku. Karena aku memang tidak berbohong. Aku tidak mungkin menghianati Amelia. Hanya Amelia satu satunya wanita yang sangat aku cintai.
Abed: kamu pulanglah dulu dan istrirahat. Nanti aku akan coba cari tau dimana Amelia.
Brian: baiklah. Aku pulang dulu.
Lee: saya permisi.
Nona Lee dan aku berjalan keluar rumah. Nona Lee meminta maaf padaku karena merasa bersalah.
Lee: Tuan Candra maaf. Saya sungguh minta maaf.
Brian: ya tidak apa apa. Maaf juga, semoga reputasimu tidak buruk karen kejadiam di kantor.
Lee: tidak tidak, keluarga saya sudah mengerti. Ini semua hanya salah paham saja. Saya permisi tuan. Selamat malam..
Brian: ya, selamat malam.
Nona Lee masuk dalam mobilnya dan melesat pergi, begitu juga denganku. Masuk dalam mobil dan melaju pulang ke rumah. Pikiranku sangat kacau. Aku merindukan istri dan anakku. Aku juga tidak bisa menyalahkan Amelia, jika aku ada diposisinya aku juga akan salah paham dan marah. Karena posisiku dan Lee yang tidak selayaknya.
Sial! Kenapa harus seperti ini. Bagaimana ini, dimana aku harus mencari Amelia dan Lovely? Aku takut Amelia tidak baik baik saja. Dia pasti menangis saat ini, maafkan aku sayang. Kembalilah pulang. Aku akan menerima segala hukuman yang kamu beri, asal kamu tidak pergi dari rumah dan selalu bersamaku. Jika aku melihatmu meski kamu marah aku masih bisa tenang. Jika seperti ini hatiku tidak bisa tenang.
Aku sampai dirumah. Aku memarkir mobil dan turun dari mobil. Aku masuk dalam rumah, aku terbayang bayang Amelia yang menyambutku dengan pelukan dan ciuman hangatnya. Senyumya yang cantik mengembang saat aku menggodanya. Sekarang rumah begitu sepi.
"Tuan.. ada butuh sesuatu?"
Brian: tidak. Apa nyonyamu pulang?
" tidak tuan. Bukankah nyonya bilang pergi bersama anda?"
Brian: ya sudah, kembalilah ke belakang. Aku tidak ingin diganggu.
Aku berjalan menuju kamarku. Membuka pintu perlahan dan masuk. Aku menutup pintu dan menguncinya. Aku bersandar di pintu dan menangis. Aku merindukan mereka. Aku sangat rindu.. Air mataku mengalir, Memikirkan bagaimana nasib istri dan anakku. Aku takut mereka akan ditindas orang jahat. Atau mereka akan mengalami kesulitan.
Aku berjalan perlahan mendekati box Lovely. Lagi bayangan Lovely muncul saat Lovely tersenyum menatapku. Oh putriku, maafkan papa. Aku meraba bantal yang biasa dipakai Lovely. Aku berjalan perlahan ke ranjang. Aku langsung berbaring aku meraih foto yang ada dimeja. Fotoku dengan Amelia. Aku mengusap foto Amelia. Selama ini kami terbiasa bersama. Aku terbiasa melakukan semuanya bersama Amelia. Jika seperti ini bagaimana aku bisa hidup.
Sayang, kembalilah.. aku mohon padamum. Aku akan mati jika kamu tidak kembali. Aku sangat mencintaimu..
Aku mencintaimu Amelia..
Aku mencintaimu..
..
..
..
..
Aku mencintaimu.... Amelia....
•Jangan lupa like dan isi kolom komentar•
•Terimakasih•
__ADS_1
•Beri ☆ juga yaa•