Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
Lelaki Bayaran Amelia 66


__ADS_3

1 minggu kemudian...


Amelia dan Brian hadir dalam resepsi pernikahan Yohanes dan Caroline. Amelia dan Brian langsung menemui kedua mempelai untuk mengucapkan selamat.


Amelia: hallo.. (tersenyum) selamat untukmu Caroline (memeluk Caroline) semoga selalu bahagia dan damai


Caroline: thankyou Amelia. Kamu adalah tamu istimewaku.


Amelia: (melepas pelukan menatap Caroline) kamu sangat cantik Caroline.


Caroline: terimakasih Amelia. Kamu juga cantik. Maaf merepotkanmu untuk datang ke acara kami.


Amelia: jangan sungkan. Kamu sudah seperti saudaraku. (Terenyum)


Amelia menatap Yohanes mengulurkan tangan, msngucapkan selamat.


Amelia: selamat Hans, semoga selalu bahagia. Jadilah suami dan kepala rumah tangga yang bijaksana. Sekarang tanggung jawab yang kamu pikul semakin besar.


Yohanes: thanks Amelia, kami perlu belajar banyak dari kalian.


Brian: (mengulurkan tangan) selamat Caroline, selalu bahagia dan terus harmonis sampai maut memisahkan. Jangan menyerah pada keadaan, jika ada masalah selesaikan segera agar tidak berlarut larut. Karena masalah yang tidak berujung hanya akan menjadi beban pikiranmu.


Caroline: (menyambut tangan Brian)thankyou Brian. Aku pasti akan ingat nasihatmu.


Brian mendekati Yohanes dan memeluk Yohanes.


Brian: (melepas pelukan) selamat temanku. Akhirnya kamu menikah dan bahagia.


Yohanes: thankyou Brian. Meluangkan waktu menghadiri acara kami.


Brian: aku doakan yang terbaik untuk kalian. Semoga kamu bisa menjadi suami baik dan bijaksana Hans. Menyayangi dan mencintai istrimu dengan sepenuh hati.


Yohanes: tentu saja, aku perlu banyak belajar padamu Brian. Bagaimana cara memanjakan istri.


Brian: haha.. (tertawa kecil) itu soal mudah tidak perlu belajar. Yang terpenting kita sebagai suami harus menjadi pendengar yang baik. Karena tugas itsri adalah tugas yang berat, jika kita mau memberi semangat dukungan dan perhatian makan istri akan bahagia.


Yohanes: wow.. kamu benar benar membuatku kagum Brian. Thankyou..


Brian, Amelia, Yohanes dan Caroline berfoto bersama. Yohanes ingin mengenalkan Brian pada saudaran saudaranya. Yohanes memanggil Umeko, Frans, Morgan dan Bianka untuk mendekat padanya. Semua berkumpul, mereka saling memperkenalkan diri masing masing dan berbincang santai.


♡♡♡♡♡


Brian dan Amelia sampai di rumah. Mereka masuk kedalam rumah bersama sama. Ponsel Brian berdering, panggilan dari kepala polisi. Brian berhenti dan menerima panggilan dari kepala polisi. Amelia tersenyum dan masuk kedalam rumah terlebih dulu.


(Panggilan terhubung)


Brian: hallo..


"Tuan ada kabar baik, pengadilan menyetujui untuk kita adakan sidang lanjutan. Sidang akan di gelar minggu depan"


Brian: terimakasih tuan. Maaf merepotkan anda.


"Tidak masalah tuan, semoga kali ini kita beruntung"


Brian: semoga saja seperti apa yg kita harapkan. Baiklah, sampai jumpa minggu depan tuan. Kita bertemu di pengadilan.


" baik tuan. Sampai jumpa"


(Memutus panggilan)


Brian berjalan masuk kedalam rumah menuju kamar. Sesampainya di kamar Brian membuka jasnya dan dasinya. Brian membuka kancing kemeja dan menanggalkan kemejanya. Brian berjalan ke arah lemari dan mengambil pakaian ganti.


Amelia sudah berganti pakaian dan duduk di depan meja rias untuk mengahapus make up. Setelah berganti pakaian Brian naik ke atas ranjang dan duduk bersandar bantal.

__ADS_1


Brian: kepala polisi menghubungku..


Amelia: hmmm.. ada apa? Dia mengatakan sesuatu?


Brian: akan ada sidang ke dua untuk Abed. Minggu depan..


Amelia: benarkah?? (Menatap ke arah Brian) akhirnya masih ada kesempatan ke dua.


Brian: kita berdoa saja, semoga hukuman Abed dapat di kurangi.


Amelia selesai membersihkan make up. Amelia naik atas ranjang dan duduk disamping Brian.


Amelia: bagaimana dengan Ben?


Brian: tentu saja dia akan bersaksi. Dia harus bicara jujur, siapa sebenarnya orang dibalik Adit. Bukankah Adit seharusnya masih menjalani hukuman. Ada seseorang yang dengan sengaja mengeluarkan Adit dan menyokong kehidupan Adit.


Amelia: kamu tidak bertanya pada Ben?


Brian: aku sudah bertanya. Brian berkata dia hanya orang bayaran. Tetapi parasaanku mengatakan hal lain. Aku sangat yakin jika Ben tau segalanya. Hanya saja dia takut dan masih ragu padaku.


Amelia: mungkin dia belum siap bercerita.


Brian: mungkin saja. Hati orang siapa yang tahu, hatimu saja aku tidak tahu.


Amelia: haha.. (tertawa) aku juga tidak tahu hatimu. Tapi satu hal yang harus kamu ketahui Brian. Saat ini, esok, dan seterusnya aku akan selalu percaya padamu.


Brian: (menarik Amelia dalam pelukan) percayalah selalu kepadaku sayang. Aku tak akan pernah menorehkan luka kedalam hatimu.


Amelia: oh iya, aku lupa memberitahumu. (Melepas pelukan menatap Brian)


Brian: apa?


Amelia: David dan Angela mengirim hadiah untuk Lovely dan Andrew. Setelah pulang dari Australia mereka akan berkunjung melihat Lovely dan Andrew.


Amelia: ada satu hal lagi sayang, aku ingin memberitahu sesuatu padamu. (Menunduk)


Brian: ada apa? Ada sesuatu? Jangan membuatku panik dan cemas sayang.


Amelia mengangakat kepala dan berbisik lembut di telinga Brian.


Amelia: aku hamil sayang..


Brian: apa??.. (terkejut manatap Amelia )


Amelia membuka laci dan mengeluarkan sebuah amplop putih, menutup laci kembali dan memberikan amplop pada Brian. Brian menerima dan membuka amplop, mengeluarkan kertas berisi hasil pemeriksaan. Brian tersenyum senang, Brian manatap Amelia dan mencium lembut kening Amelia.


Brian: selamat sayang, kamu akan memiliki seorang bayi lagi.


Amelia: selamat juga untukmu, papa tangguh.. (tersenyum bahagia)


Brian: jaga kesehatanmu sayang, jangan sampai lelah. Kita akan sewa pengasuh untuk mengawasai Andrew dan Lovely. Bibi Amanda anak kerepotan nantinya, ditambah Lovely sudah mulai belajar berjalan.


Amelia: terserah padamu sayang. Aku akan menurut.


Brian: aku akan Bawa Lovely dan Andrew kembali ke kamar, kamu duduk diam disini. Jangan bergerak dari posisimu, berbaringlah jika lelah.


Amelia: oke sayang.. i love you..


Brian: love you too.. (mencium kilas bibir Amelia)


Brian turun dari ranjang dan keluar kamar manuju kamar Amanda untuk mengambil Lovely dan Andrew. Amelia tersenyum cantik, mengusap perutnya perlahan.


♡♡♡♡♡

__ADS_1


Apartemen Max..


Max masih berusaha mengejar Ben. Mencari Ben yang kabur dengan mengerahkan banyak anggota. Max terlihat kesal dan penuh amarah. Ponsel Max berdering, panggilan dari Felix.


(Panggilan terhubung)


Max: ya tuan..


Felix: bagaimana Ben?


Max: belum ada kabar. Kami masih berusaha mencari.


Felix: bagaimanapun kamu harus bisa mendapatkan Ben, hidup atau Mati! Kamu mengerti?


Max: iya tuan, saya mengerti.


Felix: dengar Max, jika Ben sampai bersaksi kamu akan tamat. Camkan kata kataku!! (Memutus panggilan)


Max mencengkaram ponselnya dan membantingnya ke ranjang. Max murka dan berteriak keras.


Max: sialan! Felix mengancamku? Dia pikir dia siapa, akulah yang bersusah payah samapai dia menjadi seperti ini. Sekarang di saat aku terpojok dia akan membuangku? Pria licik...!!!


Max meraih ponselnya dan menghubungi orangnya untuk menambah jumlah. Max berteriak keras menginginkan Ben ada di hadapanny secepatnya hidup atau mati.


Hallo semua..


Terimkasih sudah mau berkunjung dan mmebaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Beri tip juga boleh..


😉😘


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)


•Pangeran Es Jatuh Cinta


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,

__ADS_1


"Dea Anggie"


__ADS_2