
Felix mengadakan pertemuan dengan kepala polisi pusat dan menjelaskan dengan detail pokok permasalahan. Felix mengakui jika dirinya lah yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi. Kepala polisi pusat terkejut, tidak menyangka jika Felix yang terkenal kejam memohon pencabutan hukuman untuk seorang Abed.
Felix membawa beberapa dokumen sebagai jaminan untuk membebaskan Abed. Felix juga berjanji akan menjadi warna negara yang baik dan taat oleh hukum mulai dari sekarang. Meski merupakan seorang mafia Felix akan mentaati hukum di negaranya, dan bersedia menerima hukuman jika Felix melanggar. Tidak ada permain mulai dari sekarang, tidak ada perlindungan dan lain sebagainya. Kepala polisi diam sejenak mendengar perkataan Felix. Dan dengan senyum lebar polisi menerima kesepakatan.
Kepala polisi pusat menerima jaminan dari Felix dan bersedia membebaskan Abed. Felix tersenyum senang, sangat berterimakasih kepada kepala polisi pusat.
Felix: terimakasih tuan, anda sudah mau menerima kesepakatan kita.
"Saya terkejut tuan Felix berubah seperti ini. Jujur saja, saya selalu tertekan selama ini. Saya harus bekerja kotor dibawah tekan, jika tidak bekerja kotor saya tidak akan dapatkan uang.
Felix: ayo kita perbaiki sekarang. Jangan lakukan hal buruk lagi. Kita mulai dari awla tuan, sekali lagi maafkan saya merepotkan anda.
"Sama sama tuan Felix"
Felix dan kepala polisi pusat saling berhabat tangan. Felix berpamitan untuk menjemput temannya. Felix pergi meninggalkan ruangan..
♡♡♡♡♡
Abed duduk memegang foto Nikita dan Andrew ditangannya. Abed sangat merindukan Nikita dan juga Andrew. Seorang penjaga membuka pintu ruangan Abed dan meminta Abed keluar. Abed keluar dan bertatap muka dengan petugas jaga.
"Selamat tuan, anda sudah dibebaskan sekarang. Ini pakaian ganti anda, silahkan berganti pakaian. Teman anda sudah menunggu di luar"
(Memberikan sebuah bungkusan berisi stelan baju ganti)
Abed: apa? Apa maksud anda? (Menerima bungkusan)
"anda sudah resmi di bebaskan. Kami mendapat perintah dari kepala pusat untuk membebaskan anda"
Abed terdiam tidak bisa berkata kata. Abed berjalan menuju kamar mandi untuk berganti pakaian.
10 menit kemudian..
Abed diantar petugas jaga untuk keluar dari ruang tahanan. Abed terkejut, Felix menunggunya menatap di kejauhan. Petugas jaga langsung pergi meninggalkan Abed dan Felix. Abed perlahan mendekati Felix.
Felix: hai..
Abed: Felix, kamu.. (terdiam menatap Felix)
Felix: maafkan aku Abed, semua salahku. (menunduk) karenaku, kamu kehilangan anak dan istrimu. Aku sungguh menyesal Abed, maaf..
Abed: (menarik nafas dan menghembuskan nafas perlahan) aku memang sangat menyayangkan kejadian saat itu Fel, tapi kita bisa apa? Semua sudah terlanjur. Ada seseorang berkata padaku, maafkanlah orang yang berbuat salah kepada kita. Jika kita dendam, kita sama saja dengan mereka yang menyakiti kita. (Menepuk bahu Felix) sahabatku, maaf membuatmu kecewa. Aku hanya ingin melindungi anakku saat itu. Aku tidak tau akhirnya Owen meninggalkan kita.
Felix: sepertinya aku sudah salah menilaimu selama ini. Aku telah dibutakan oleh kesalah pahaman. Dibutakan oleh kasih sayangku pada Owen.
Abed: bukan salahmu, aku baik baik saja temanku.
Felix memeluk Abed. Keduanya menangis haru. Keduanya tidak bisa mmebendung perasaan masing masing. Felix dan Abed sama sama kehilangan orang orang yang mereka sayangi. Felix kehilangan Owen, sedangkan Abed kehilangan calon bayi dan juga istrinya "Nikita".
♡♡♡♡♡
Mely sedang membantu Amanda membuat makanan untuk Abed. Amanda merindukan Abed, sangat rindu hingga ingin pergi mengirim makan siang.
Amanda: Mely sayang, kamu tidak ke boutique?
Mely: tidak bi, seseorang ingin aku menunggunya dirumah. Dia akan datang menjemputku dan mengantarku ke boutique.
Amanda: apa dia kekasihmu?
Mely: hmm.. ya, mungkin.. (tersenyum malu)
__ADS_1
Amanda: baguslah, yang terpenting kamu hidup bahagia.
Mely: bibi sabar ya, aku tau perasaan bibi sekarang. Pasti sangat rindu pada Abed.
Amanda: ibu mana yang ingin berpisah dengan anaknya. (Menangis)
Mely merangkul Amanda berusaha menenangkan hati Amanda. Tiba tiba Abed datang dan memanggil Amanda.
Abed: mama...
Mely melepaskan ramgkualan, Amanda menatap arah suara dan terkejut. Abed berdiri tersenyum kearah Amanda. Amanda menyeka airmatanya, Abed berlari memeluk mamanya. Abed menangis tersedu dalam pelukan Amanda. Mely melihat Felix berdiri dan tersenyum, Mely terseyum berlari mendekati Felix.
Mely: kamu membawa Abed? Bagaimana bisa?
Felix: tidak perlu cemas, Abed sudah dibebaskan. Aku sudah menjaminnya.
Mely: sungguh? Felix terimakasih.. (memeluk Felix) aku senang kamu mau membebaskan adit.
Felix: sama sama sayang. Aku akan berusaha msnepati semu janjiku.
Mely: (melepas pelukan menatap Felix) jadi ini? Kejutan yang kamu maksud adalah ini?
Felix: ya, aku juga akan minta maaf langsung pada bibi Amanda. Karenaku putranya menderita.
Mely: (tersenyum cantik, mencium kilas bibir Felix) kamu yang terbaik..
Felix: (tersenyum) thanks baby..
Amanda dan Abed kekuar. Mely mundur beberapa langkah di samping Felix. Felix menatap Amanda dan tersenyum. Felix menunduk dan berlutut di hadapan Amanda. Mely, Abed dan Amanda terkejut.
Felix: bibi maaf, semua salahku. Aku adalah orang yang patut disalahkan atas kejadian yang meimpa Abed. Sumua salahku bi. Maaf.. (suara gemetar penuh penyesalan, air mata Felix manetes membasahi pipi)
Amanda tersenyum mendekati Felix dan membantu Felix berdiri.
Felix: bibi.. (memeluk Amanda)
Amanda: sayangku, jadilah anak baik. Oke?
Felix: (melepas pelukan, Felix menyeka air matanya sendiri) terimakasih bibi. Terimakasih untuk segalanya.
Amanda: (meraba wajah Felix) bibi juga berterimakasih, kamu mau membebaskan Abed. Kamu punya hati yang baik, hanya saja hatiku tertutup oleh dendam.
Felix: aku akan berubah bi, karena aku sudah berjanji pada seseorang (menatap Mely)
Abed: ahhhhhhh.. kalian berkencan rupannya. (Menggoda Felix dan Mely)
Mely: Abed, apa kamu mengejekku?
Felix: belum, aku masih mengejarnya. Aku akan berusaha menjadi pria impiannya.
Abed: sukses untukmu sahabatku, semangat..
Mely: ini sudah sangat terlambat, ayo cepat antar aku ke boutique.
Felix: ya, baik nona candra.
Mely: (mengambil tasnya di sofa ruang tamu) bibi, Abed, aku pergi dulu. Bye..
(Keluar dari rumah)
__ADS_1
Felix: bibi, Abed, aku akan antar Mely ke boutique. Lain waktu aku akan berkunjung. Sampai jumpa..
Felix dan Mely pergi bersama meninggalkan rumah. Mereka naik kedalam mobil dan meluncur menuju Boutique Mely. Sepanjang perjalanan Mely tersenyum menatap Felix.
Felix: ada apa? Kenapa menatapku seperti itu?
Mely: Felix Collyn..
Felix: ya, Nona Candra
Mely: i love you (suara lembut)
Felix terkejut, mengerutkan dahinya manatap Mely. Felix menepi dan menghentikan laju mobilnya.
Felix: katakan sekali lagi dengan suara yanh keras.
Mely: Felix, aku mencintai.. (kata kata terputus, Felix menahan tengkuk Mely dan mencium Mely)
Mely terkejut, matanya melebar. Felix melepas ciuman dan menatap Mely, Felix tersenyum tampan. Felix menciumi kening, kedua kelopak mata, kedua pipi, hidung, dagu dan kembali mencium bibir Mely. Bibir Felix dan bibir Mely saling beradu, Felix dan Mely saling mengungkapkan perasaan masing masing dari hati ke hati.
Hallo semua..
Terimkasih sudah mau berkunjung dan mmebaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Beri tip juga boleh..
Jangan lupa bantu VOTE ya..
😉😘
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
__ADS_1
Salam hangat,
"Dea Anggie"