
Max memulai pekerjaanya, di hari yang baru ini dia menyiapkan hati dan pikirannya agar tenang. Max mengatur nafasnya berulang ulang saat berjalan memasuki gedung kantor Felix Collyn.
Di ruangannya Felix sedang asik berbincang dengan Mely lewat telepon. Felix sibuk menebar rayuannnya.
(Panggilan terhubung)
..
..
..
Mely: tuan Collyn, bukan kah ini jam bekerja? Anda tidak sibuk bekerja?
Felix: ayolah, aku boss nya.
Mely: begitu ya.. jadi seorang boss tidak perlu bekerja? Hanya mengandalkan tenaga dari karyawan saja?
Felix: sayang hentikan, kita bahas hal lain oke. Kamu sedang apa?
Mely: menurut anda? Apa yang sedang saya lakukan?
Felix: jangan bermain teka teki denganku. Aku serius bertanya padamu sayangku.
Mely: sedang di butik tuan. Bekerja.. ada apa? Tuan ingin datang? Tidak rindu?
Felix: (tersenyum) tentu saja aku rindu dengan periku. Aku akan datang membawa makam siang. Tunggu aku..
Mely: oke saaaa..yang, muach.. (suara sexy)
Seketika jantung Felix berdebar kencang, Felix meraba dadanya dan mencengkram jasnya. Felix terpesona oleh suara Mely. Suara Mely membuat Felix terdiam tak bisa berkata kata.
Mely: hallooo.. masih ada orang?
Felix: ahh iya, maaf aku sumgguh tersihir oleh suara sexy mu sayang.
Mely: hahaha.. (tertawa kecil) datanglah jika tuan tampan merindukanku, aku akan menunggu.. sampai bertemu tuanku.. (memutus panggilan)
Felix meletakkan ponselnya diatas meja dan tersenyum tipis, menggelengkan kepalanya.
(Dalam hati Felix)
Astaga.. apa ini, sungguh gila. Aku benar benar menyukai Mely. Sampai sampai selalu terbayang bayang wajahnya. Mely.. bagaimana bisa kamu membuatku jadi seperti ini? Aku pasti akan mendapatakanmu Mely. Kamu akan jadi wanitaku selamanya. Jangan panggil aku Felix Collyn jika tidak bisa mendapatkanmu.
Pintu ruangan diketuk. Max membuka pintu dan masuk, Max kembali menutup pintu dan berjalan mendekati Felix. Max melihat sesuatu hal aneh pada Felix. Felix memasang senyum tampannya saat menatap Max.
(Dalam hati Max)
Mimpi apa aku semalam, kenapa Felix begitu bahagia. Apakah ini yang namanya keajaiban? Apa ini akting? Aku rasa Felix sedang dalam masa masa indah.
Max: hallo tuan, selamat pagi. (Tersenyum)
Felix: hai Max, pagi. Bagaimana kesehatanmu? Uang yang aku kirim sudah kamu terima kan? Itu adalah uang biaya perawatan rumah sakitmu Max.
Max: terimakasih tuan. Anda terlalu berlebihan.
Felix: anggap saja itu bonus. Kenapa sudah datang, bukankah kamu masih akan ambil cuti sampai minggu depan?
Max: saya bosan dirumah tuan. Merindukan pekerjaan saya.
Felix: baiklah, apa yang kamu bawa?
Max: ini adalah laporan mingguan dari sekertaris. (Meletakan di atas meja) dan juga tuan, saya butuh anda menandatangani surat ijin milik sekertaris. Sekertaris akan mengambil cuti selama dua hari.
Felix: ah iya, dia sudah bicara padaku beberapa hari yang lalu.
Max meletakan surat ijin di meja. Felix menorehkan tanda tangan nama terang. Max mengambil dan melihat sesuatu yang janggal, bukan mengenai tanda tangan. Tetapi nama, Felix menuliskan nama Mely di bawah tanda tangannya.
Max: maaf tuan, sepertinya ada yang salah.
Felix: apa? Ada apa?
Max menunjuk tulisan "Mely" dibawah tanda tangan pada Felix. Felix terkejut, wajahnya merona, Max semakin bingung, tingkah Felix sangat aneh dan membuatnya canggung.
Felix: tidak masalah, yang terpenting itu tanda tanganku. Soal nama bukan apa apa.
__ADS_1
Max: baiklah tuan, saya mengerti.
Felix: oh ya Max. Tolong pimpin rapat usai jam makan siang. Aku harus pergi menemui seseorang siang ini.
Max: baik tuan saya mengerti.
Felix: maaf Max, aku sedikit kacau saat ini. Seseorang merusak konsentrasiku. Aku harap kamu mengerti.
Max: ya tuan, saya permisi.
Max berbalik dan pergi meninggalkan ruangan Felix. Felix menghela nafas panjang meraih ponselnya dan menatap foto Mely yang ada di layar ponselnya.
Felix: semua karenamu. Aku sampai kehilangan muka di hadapan asistenku.
Felix meletakan kembali ponselnya dan kembali bekerja. Felix menatap komputer di hadapannya memeriksa email dan laporan.
♡♡♡♡♡
Brian, Shawn dan Abed sedang berdiskusi. Membahas ulang masalah hak asuh Andrew. Karena Abed tak ingin kehilangan Andrew, Abed bersedia mmeberikan hak asuh pada Mely. Karena mely adalah orang yang cocok dan bisa menjaga Andrew, selain Brian dan Amelia.
Brian: kamu tenang saja, meski hak asuh Andrew dipegang oleh Mely, namun aku akan terus mengawasi Andrew. Ini adalah usul dari Mely, Mely menawarkan diri. Andrew juga mamanggil Mely dengan panggilan mama.
Abed: ah.. Andrew sangat menyukai Mely ternyata. (Tersenyum) baiklah, asalkan Andrew baik baik saja dan bahagia, aku bersedia melimpahkan hak asuh pada Mely.
Brian: thanks Abed. Kamu sudah percaya pada kami.
Abed: tentu saja, kalian adalah keluargaku.
Shawn: baiklah tuan Abed, silahkan tanda tangan berkas ini. Akan langsung saya proses hari ini juga.
Abed mengangguk, langsung menandatangani dokumen di hadapannya. Abed menghela nafas lega, hatinya mulai tenang.
Brian: maaf tentang kejadian kemarin Abed, aku kurang waspada dan lalai. Aku jamin tidak akan ada apa apa kedepannya. Percayalah padaku.
Abed: tidak ada masalah Brian. Aku tau kamu juga sangat sibuk. Untunglah Mely datang tepat waktu.
Brian: kamu benar. Mely datang di waktu yg tepat. Dan langsung segera bertindak. Jika tidak Andrew pasti akan di bawa oleh orang tuan Adit. Aku masih ada pekerjaan Abed, aku harus kembali kekantor.
Abed: pergilah, hati hati dijalan.
Brian: thanks..
Abed: terimkasih tuan Shawn.
Shawn: senang bisa membantu anda tuan. Dengan senang hati. (Tersenyum)
Brian dan Shawn pergi meninggalkan Abed. Mereka pergi menyelesaikan pekerjaan masing masing. Shawn dengan pengalihan hak asuh Andrew dan Brian dengan rapatnya.
♡♡♡♡♡
Felix datang menemui Mely di boutique, membawakan makan siang untuk Mely, dan jus jeruk segar. Mely menyambut Felix dengan senang karena melihat jus jeruk favoritnya datang. Mely memasang senyum terbaiknya, dan bersikap sangat manis pada Felix.
Felix: sehari tidak bertemu aku sayang rindu sayang.
Mely: (duduk dipangkuan Felix) oh.. benarkah? (Manatap dengan tatapan menggoda) bukankah semalam kita bertemu di club? Dan kamu juga mencuri ciumanku lagi?
Felix mendekat dan mencium bibir Mely dengan lembut. Mely membalas ciuman Felix dan sengaja memancing Felix.
(Dalam hati Mely)
Jangan panggil aku Mely jika tak bisa membuatmu bertekuk lutut Felix Collyn. Aku akan membuatmu tak bisa melupakanku. Membuatmu selalu mengingatku setiap waktu.
(Dalam hati Felix)
Ahh.. tubuhku sudah mati rasa. Mely benar benar membuatku tak bisa berkutik. Sial wanita ini bagai racun yang mampu melumpuhkan semua sistem sarafku. Mely, kamu sungguh membuat ku hilang akal.
Umh.. mely sangat menikmati ciumannya. Puas berciuman, Mely melepas ciuman dan mencium kilas hidung Felix. Felix terkejut dan tersenyum tampan pada Mely.
Mely: aku lapar ingin makan. Suapi aku.. (bersikap manja)
Felix membuka tas makanan dia atas meja dan mengeluarkan kotak makan lalu membukanya. Felix mengambil sendok dan mulai menyuapi Mely. Mely tersenyum senang.
Mely: thanks.. kamu memang pria idaman Felix.
Felix: tentu saja, apapun untukmu sayang. Sepertinya matipun aku rela jika begini.
Mely: wow, rayuan mu sungguh mengesankan tuan. Aku tak yakin kamu mau mati untukku.
__ADS_1
Mely melahap makanan yang ada di sendok, dihadapannya. Mely mengunyah makanan dan menelannya. Menatap Felix.
Mely: boleh aku bertanya sesuatu?
Felix: katakan, apa yang ingin kamu tau?
Mely: ceritakan tentang dirimu. Boleh aku tau?
Felix: kamu mulai tertarik padaku?
Mely: tidak ingin cerita juga tidak masalah bagiku. Aku hanya ingin mengenalmu. Itu saja tidak lebih, jika kamu keberatan silahkan bungkam. Tidak masalah untukku.
Felix terdiam, menatap tajam kearah Mely. Felix menghela nafas panjang, menyuapi Mely dan mulai bercerita. Mely makan dan mendengarkan cerita Felix dengan seksama.
..
..
..
..
..
..
..
..
..
..
Felix menceritakan banyak hal, menceritakan keluarganya. Dan kisah hidupnya dari mulai dia remaja sampai sekarang. Mely menyeeap semua cerita Felix. Felix pun menceritakan mengenai Owen pada Mely. Bahkan menceritakan mengenai Abed. Mely semakin penasaran, dan satu persatu rasa penasaran Mely pun terjawab.
Hallo semua..
Terimkasih sudah mau berkunjung dan mmebaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Beri tip juga boleh..
😉😘
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
"Dea Anggie"
__ADS_1