
Pukul 02.00 dini hari..
Amelia terjaga dari tidurnya, Amelia merasa bayi dalam perutnya terus bergerak. Amelia gelisah, berulang kali mengubah posisi tidurnya. Brian yang ada di samping Amelia pun akhirnya terbangun. Brian duduk bersandar bantal melihat keadaan Amelia.
Brian: ada apa sayang?
Amelia: (menatap Brian) kamu bangun? Tidurlah, aku baik baik saja.
Brian melihat tangan Amelia ada di atas perut. Brian merasa ada yang tidak beres, Brian bangun dan mengelus perut Amelia. Brian meeasakan buah hatinya bergerak dalam perut istrinya. Brian tersenyum lebar, Brian mengerti jika Amelia gelisah karena ulah si baby.
Brian mendekat dan mencium lembut perut Amelia. Brian mengelus perut Amelia dengan penuh perasaan.
Brian: sayang, jangan buat mama gelisah. Kenapa tidak tidur? Ingin sesuatu?? (Brian bicara di samping perut Amelia, seoalah olah Brian sedang bicara dengan bayi dalam perut istrinya)
Amelia: tidak apa sayang, kembalilah tidur.
Brian: tidak, aku rasa dia ingin sesuatu. Apa kamu tidak merasa lapar?
Amelia: tidak, aku sudah makan banyak malam ini.
Brian: oke, Aku akan buatkan susu untukmu. (beranjak dari tempat tidur) tunggulah disini aku akan kembali membawa susu dan makanan.
Amelia: sayang aku ikut bersamamu.
Brian: baiklah, ayo.. perlahan lahan (membantu Amelia bangun dari tidurnya) mau berjalan apa perlu aku gendong?
Amelia: jangan menggodaku tuan Candra (berdiri) aku bisa jalan sendiri.
Brian merangkul Amelia dan berjalan bersama keluar dari kamar. Brian dan Amelia berjalan menuju dapur. Didapur Brian menyiapkan kursi. Brian meminta Amelia untuk duduk.
Amelia duduk, Brian mengambil susu di lemari pendingin. Brian menuang susu dalam panci dan memanaskan di kompor.
Brian: ingin makan sesuatu? Aku akan membuat roti selai.
Amelia: berikan rotinya aku yang akan mengolesnya.
Brian menyiapkan roti, mentega dan selai di atas meja yang ada di samping Amelia. Brian mengusap kepala Amelia dan mencium kilas kening Amelia.
Brian: buatkan aku satu roti dengan selai coklat.
Amelia: oke sayang. Perhatikan tanganmu. Jangan sembarangan menyentuh panci panas.
Brian: aku mengerti sayang.
Brian mematikan kompor dan menuang susu kedalam dua gelas. Brian meletakan dua gelas susu diatas nampan. Brian mengangkat nampan dan berjalan mendekati Amelia. Brian meletakan nampan di meja. Brian menatap Amelia yang sedang mengoles selai pada roti. Brian berdiri di belakang Amelia dan memijat lembut bahu Amelia. Brian memeluk Amelia menempelkan wajahnya ke sisi Amelia.
Brian: i love you (mencium kilas pipi Amelia)
Amelia: (tersenyum) i love you too..
Amelia meletakan roti di piring dan meletakan piring di nampan. Brian melepas rangkulan dan membawa nampan. Amelia berdiri dan berjalan perlahan disisi Brian. Brian dan Amelia kembali ke dalam kamar. Amelia duduk di sofa di dampingi Brian. Brian meletakan nampan dimeja. Brian menata bantalan sofa dan meminta Amelia bersandar. Brian mengangkat kaki Amelia kepangkuannya.
Brian mengambil roti dan menyodorkan roti di mulut Amelia. Amelia menatap Brian membuka mulut dan menggigit roti yang Brian sodorkan. Amelia memegang roti, tangan Brian memegang tangan Amelia dan menggeleng.
Brian: makanlah, aku saja yangbsuapi. Makan perlahan, jangan sampai tersedak.
Amelia: makanlah juga. Jangan hanya menyuapiku.
Brian: iya sayang. (Menggigit roti ditangannya) apa anak kita masih bergerak?
Amelia: iya dia masih bergerak (memegang perutnya yang membesar)
__ADS_1
Brian: (mengusap perut Amelia) sayang, setelah ini tidur ya. Mama sudah lelah seharian sibuk mengurus kakak.
Sesuatu bergerak dalam perut Amelia tidak lama gerakannya berhenti. Amelia menghembuskan nafas perlahan merasa lega.
Amelia: sepertinya anak anak kita selalu patuh padamu.
Brian: tidak, anak anak kelak juga pasti akan patuh padamu. Mereka harus mencintai dan menyayangi mama dan papa mereka. (Brian kembali menyuapi Amelia) habiskan rotimu lalu minum susu.
Amelia mengunyah roti dimulut dan mengangguk. Amelia sudah menghabiskan rotinya. Brian memberikan segelas susu dan diterima oleh Amelia. Amelia meminum susu perlahan hingga tegukan teeakhir. Amelia memberikan gelas susu pada Brian. Brian menerima gelas dan meletakan kembali diatas nampan.
Brian memijat kaki Amelia perlahan. Berusahan menempatkan Amelia dalam posisi yang nyaman. Amelia terus menatap Brian, senyumnya mengembang.
(Dalam hati Amelia)
Aku selalu bersyukur atas kehadiranmu dalam kehidupanku Brian. Dimana kamu selalu membuatku merasa aman dan nyaman. Aku adalah wanita paling beruntung yang bisa bersanding denganmu. Terimakasih Brian, terimakasih untuk semuanya. Aku berjanji pada diriku sendiri, aku Amelian Putri akan selalu ada di sisi Brian Antonius Candra.
Tanpa bisa dikendalikan Amelia tertidur. Brian yang baru saja meminun susu meletakan gelas di nampan. Brian menatap Amelia dan tersenyum, Brian perlahan mengangkat kaki Amelia dan berdiri. Brian meletakan kaki Amelia di sofa dan menggendong Amelia ke ranjang. Dengan gerakan yang sangat hati hati Brian membaringkan Amelia dan menyelimuti Amelia. Brian mencium kilas kening Amelia, dan mengusap wajah Amelia dengan lembut.
Brian kembali berjalan ke sofa, mengambil nampan dan berjalan keluar kamar. Brian berjalan menuju dapur, Brian mencuci piring gelas dan perkakas yang kotor.
Didalam kamar, Mely dan Felix berbincang di telepon. Mely duduk di atas ranjang memeluk bantal. Dengan earphone ditelinga Mely mendengarkan Felix yang sedang bernyanyi dengan bermain gitar. Mely tersenyum menutup mata menikmati merdunya suara Felix.
..
..
..
Felix mengakhiri lagunya, Mely membuka mata dan bersorak gembira. Mely bertepuk tangan memuji Felix.
Mely: yeeeeee... (tersenyum lepas) wah, tidak hanya tampan. Kamu juga memeliliki suara yang merdu sayang. Aku suka, hmmm... (semakin erat memeluk Bantal)
Mely: oke, aku akan tidur. Suaramu membuatku terbuai Felix. Aku akan bermimpi indah malam ini.
Felix: aku akan menjemputmu, mengantarmu ke boutique. Dan siang harinya kita akan makan siang bersama mamaku.
Mely: iya, kamu juga istirahatlah. Selamat malam sayang, selamat tidur. Mimpi indah.
Felix: selamat tidur sayang, i love you..
Mely: i love you too
Felix, Mely: \(bersamaan\) muaaaach..
Mely mengakhiri panggilan. Mely melepas earphone dan meletakan ponselnya di meja. Mely berbaring dan menarik selimut, Mely tersenyum membayangkan wajah Felix. Wajah Mely merona. Mely perlahan menutup mata dan terlelap tidur.
♡♡♡♡♡
Felix meletakan gitar kesayanganya di sofa. Felicia mengetuk pintu dan membuka pintu. Felicia masuk dan kembali menutup pintu. Felicia menghampiri Felix yang berdiri memandangi langit dari jendela kamarnya.
Felicia: Felix.. (suara lembut)
Felix: (menatap Felicia dan tersenyum lebar) hai ma, mama belum tidur.
Felicia: mama ingin melihatmu sebelum tidur. Mama juga ingin bicara padamu.
Felix: ada apa ma?
Felicia: (menepuk bahu Felix) bisa antar mama ke Inggris? Papamu sedang sakit dan tidak ada yang menjaga.
__ADS_1
Felix: apa.. Ke Inggris? Menemui papa?
Felicia: mama tau kamu membenci papamu. Kesampingkan dulu rasa bencimu. Ayo kita temui papamu.
Felix: (menahan rasa kesal, menghela nafas panjang) nanti aku pikirkan kembali ma. Aku sedang tidak ingin mmebicarakan papa.
Felicia: (membelai wajah dan rambut Felix) selagi masih ada waktu, tidak ada salahnya mau mengampuni dan mencoba memaafkan seseorang yang bersalah kepada kita. Cobalah mengerti sotuasi dan kondisi papamu saat itu nak. Mama tidak akan memaksamu. Satu pesan mama, jika kamu ingin berubah, berubahlah dengan sepenuh hati. Jangan pernah menjadi seorang pendendam. Karena dendam hanya akan menyakiti tubuh kita sendiri.
Felix: Felix mengerti ma. Maaf (memeluk Felicia) kita akan pergi beberapa hari lagi. Aku masih ada beberapa hal penting yang harus diselesaikan di kantor.
Felicia: mama mengerti, tidurlah nak. Bukankah besok mama akan bertemu dengan calon menantu mama?
Felix: ya ma, kita akan berkunjung ke boutiqe nya dan memberi kejutan untuknya. Kita akan makan siang bersama.
Felicia: baiklah, mama mendukungmu sepenuhnya. Mama sudah mengantuk, selamat tidur sayang. Mimpi indah (memegang wajah Felix dengan kedua tangan dan berjinjit mencium kening Felix)
Felix: selamat tidur ma, Felix sayang mama (mencium kilas kening Felicia)
Felicia tersenyum menatap Felix. Felicia pergi meninggalkan Felix. Felix naik keatas kasur dan masuk kedalam selimut. Felix berbaring dan perlahan menutup mata. Berharap hari esok akan segera datang.
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Beri tip juga boleh..
😉😘
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
"Dea Anggie"
__ADS_1