
Seira selesai berganti pakaian dan jekuar dari kamar. Andrew melihat Seira mengenakan pakaian ketat dan sexy, pakaian minim sama seperti saat bertemu di club.
"Apakah kamu akan ke club?" Tanya Andrew.
"Iya, aku akan langsung saja ke club sepulang dari rumah pamanku. Kamu jika ada kepentingan bisa pergi Andrew, aku akan pesan taxi atau pergi bersama supir pamanku." Kata Seira.
"Aku akan menunggumu Seira, aku juga akan ke club malam ini, kamu mau kan menemani aku minum? Kita bisa minum bersama." Andrew menatap Seira.
"Baiklah jika itu yang kamu inginkan, ayo kita minum bersama sampai mabuk." Jawab Seira tersenyum.
Seira dan Andrew berjalan keluar dari apartemen Seira. Mereka berjalan bersama untuk menuruni anak tangga sembari berbincang.
♡♡♡♡♡
Andrew mengantar Seira ke rumah Simon Jack. Disana Andrew bertemu langsung dengan Simon Jack, perasaan kesal dan marah sudah mulai muncul saat Andrew dan Simon Jack bertatap muka dan berjabat tangan berkenalan. Seira mengenalakan Simon Jack pada Andrew, agar rencananya lancar Andrew menyembunyikan nama belakangnya dari Williamas ke Own.
"Paman, perlenalkan ini temanku." Seira memperkenalkan Andrew pada Simon Jack.
"Hai, Simon Jack." Kata Simon Jack memperkalkan diri.
"Hallo tuan Jack. Saya Andrew Own, dari Indonesia." Kata Andrew berpura-pura mengganti identitasnya.
Andrew dan Simon Jack saling berjabat tangan dan tersenyum. Mereka duduk bersama dan berbincang. Andrew duduk di samping Seira dan terus menatap Simon Jack. Dalam hatinya sudah mengumpat dan memaki Simon Jack, ingin rasanya langsung mencekik Simon Jack dan megatakan semuanya jika bukan karena Simon Jack, Andrew tidak akan pernah kehilangan papanya dan hidup penuh rasa bersalah. Penuh rasa penyesalan dan tekana.
Tangan Amdrew mengepal, Andrew menatik nafas perlahan dan menghembusakan perlahan-lahan. Mencoba menahan semuanya
"Andrew tahan, yang terpenting kamu sudah tau dimana Simon Jack itu sudah cukup. Untuk selanjutnya kamu tinggal merencanakan sesuatu agar Simon Jack mengakui siapa musuh besarnya yang sedang mengincar nyawanya." Batin Andrew.
Seira menatap Andrew, melihat Andrew yang sedang gelisah. "Andrew ada apa? Apa kamu sakit?" Tanya Seira.
"Tidak Sei, hanya sakit kepala ringan. Sudah biasa." Jawab Andrew.
"Apa kamu baik-baik saja Andrew?" Tanya Simon Jack.
"Aku baik tuan." Jawab Andrew.
"Seira ayo ikut paman, ada yang ingin paman tunjukan. (Simon Jack berdiri dari duduk ya dan menatao Seira lalu menatap Andrew) Andrew maaf, sepertinya aku harus bicara sebentar dengan Seira. Aku harap kamu tidak keberatan, Jika kamu bosan silahakan berkeliling." Kata Simon Jack.
"Baik tuan, silahkan anda bicara dengan Seira. Saya tidak keberatan jika harus menunggu disini." Jawab Andrew dengan senyuman manis.
Seira menatap Andrew, Andrew mengangguk pada Seira. Simon Jack dan Seira pergi ke ruang kerja Simon Jack. Andrew menatap kepergian Simon Jack dan Seira sampai mereka masuk ke dalam sebuah ruangan.
Andrew berdiri dan mengamati rumah Simon jack, matanya menyusuri setiap sudut. Rumah Simon jack dipasang kamera pengawas. Andrew menyatukan tangan ke dibelakang dan berjalan jalan ke teras belakang rumah Simon Jack.
__ADS_1
Mata Andrew melebar, halaman begitu luas dan di belakang rumah ada sebuag rumah yang terlihat tua dan kosong. Andrew tidak mendekat, hanya melihat dari jauh saja. Lagi-lagi Andrew kembali menyusuri setiap sudut. Agar tidak di curigai sedang mempelajari rumah Simon Jack Andrew berpura-pura bermain ponselnya.
Andrew mengirim pesan pada orangnya untuk menyiapkan beberapa orang yang mampu masuk kedalam rumah dengan penjagaan ketat dan seseorang yang bisa menyadap.
(Isi pesan dari Andrew)
"Siapkan beberpa orang yang bisa di andalkakan. Siapajan orang yang ahli menyadap, aku ingin seseroang menyadap kamera pengawas. Hubungi aku jika sudah menyiapkan orang-orang itu.
(Pesan balasan untuk Andrew)
"Baik tuan, kami selalu siap membantu dan melayani Anda."
Andrew memasukan kembali ponselmya dalam saku jasnya. Andrew kembali masuk ke dalam, Andrew sudah mengetahui sisi belakang rumah sekarang Andrew ingin melihat sisi depan dari rumah Simon Jack.
Dan benar saja, beberapa orang selalu menjada, ada yang berdiri di depam pintu. Andrew membuka pintu, dan menyapa para penjaga pintu, agar tidak mencurigakan Andrew mengajak penjaga pintu untuk bicara.
Disela-sela Andrew menayakan dengan siapa dia bekerja dan apa saja yang di lakukan selama menjaga rumah. Penjaga tersebut menjelaskan detail. Mengenai jumlah penjaga dan dan bagian-bagian penjaga. Andrew mengangguk dan akhirnya mengerti. Berbekal informasi Andrew akhirnya tau dan menyusun rencannya sendiri.
♡♡♡♡♡
Julian Roobs sedang ada di rumah seorang diri. Papanya sedang ada urusan bisnis di jepang. Biasanya jika tidak ada papanya Julian akan membuat pesta di rumahnya, minum bersama teman-temannya dan yang pasti ditemani oleh gadis-gadis cantik dan sexy.
Enddy menghubungi Julian Roobs dan mengajak Julian untuk minum di club namun Julian menolak dengan alasan bosan. Julian tidak tau mengapa dirinya menjadi bosan dan tidak bersemangat seperti biasanya. Julian duduk di sofa kamarnya dan mendengarkan lagu, Julian menutup matanya perlahan. Bayangan wanita saat bertemu di Amerika kembali datang.
Julian membuka mata dan menggelenkan kepala. "Apa ini, kenapa aku jadi memikirkannya? Ahh.. karena sibuk bekerja dan memikirkan Simon Jack aku jadi tidak sempat meminta orang mencari tahu siapa wanita itu. Kulitnya begitu halus dan lembut, aroma parfumnya sangat enak. Sangat jarang aku menjumpai wanita dengan aroma parfum seperti itu, biasanya wanita akan cenderung memakai parfum yang manis dan itu membuat kepalaku pusing. Hmmmm.. jika saja aku bertemu denganya lagi, aku akan langsung bertanya siapa namanya tanpa ragu. Aku ingin kembali mendengar suaranya yang lembut." Batin Julian yang tersenyum tampan.
Julian memejamkan mata dan terus membayangakan wanita impiannya itu. Walau tak melihat wajahnya, namun Julian sangat yakin jika wanita impiannya itu sangat cantik dan juga terlihat seperti wanita yang baik. Karena Julian mendengar jelas cara bicara wanita impiannya saat mengatakan terimakasih. Hanya karena terburu-buru hingga akhirnya tidak sempat berkenalan.
@@@@@... @@@@@..
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End, jika tidak ada kendala akan saya lanjutkan sekuel dari UMEKO SAKURA LEWI yang akan menjadi season ke tiga dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
__ADS_1
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Suami Pengganti
•Pangeran Vampir
•Pangeran Vampir 2
•Vampir "Sang Abadi"
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
•Cinta Lama Yang Datang Kembali
•Mommy And Daddy (CLYDK2)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta)
•Perfect Father
•Dan masih banyak lainnya (hehehe.. maafkan authornya lagi menggila bikin novel kala itu.. jangan khawatir pasti di tamatin semua kok..)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
__ADS_1
Salam hangat,
"Dea Anggie"