Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
S2 - EPISODE 147


__ADS_3

"Haha.. untuk apa kau menangis. Dengan menangis bisa menghidupkan papamu lagi? Berdiri dan cari pembunuh papamu Andrew." Suara bayangan hitam sedang bicara kepada Andrew.


"Tidak! Jangan Andrew. Jangan balas kejahatan mereka dengan kejahatan. Berdoalah dan percayalah sepenuhnya kepada Tuhan. Mereka pasti akan mandapatkan buah dari perbuatan mereka. Belajarlah mengampuni Andrew!" Cahaya terang muncul mendekati Andrew.


Andrew terkejut, dua sisi dalam hatinya muncul dihadapannya. Sisi buruk dan sisi baik, Andrew memegang kepala dan menggeleng. Tidak mengerti maksud dari semua ini.


"Hei, kau menyingkirlah! Dia milikku." Sisi buruk melebarkan mata dengan mata yang menyeramkan menatap sisi baik.


"Kau lah yang harus pergi, Iblis! Jangan memberi pengaruh yang menyesatkan. Jangan jadikan dia pria jahat! Dia harus menjadi pria baik." Sahut sisi baik.


Sisi baik dan sisi buruk saling berdebat, saling memepertahankan kepercayaan masing-masing. Andrew yang mendengar menjadi murka dan kacau, tidak tahan mendengarnya. Andrew langsung berteriak dan mengusir keduanya pergi.


"Cukup! Pergi! Jangan libatkan aku dalam perdebatan kalian. Kalian bukan diriku, kalian buka aku. Tidak! Aku tidak ingin melihat kalian. Pergi sekarang juga! (Andrew berteriak-teriak menutup telinganya) jangan ganggu aku, jangan ganggu aku. Pergi..!" Andrew berteriak. Terbangun dari tidurnya.


Andrew langsung duduk dan bersandar sofa. Dirinya bermimpi buruk, mimpi aneh yang mengerikan. Andrew mengacak-acak rambutnya merasa kesal. Andrew melihat sekeliling ruangannya, tidak melihat Lovely di sampingnya. Andrew melihat ke meja, ada selembar kertas tertindih ponsel miliknya. Andrew mengambil ponselnya dan kertas di bawahnya.


Lovely menulis sebuah pesan untuk Andrew.


(SAYANG, MAAF AKU HARUS KEMBALI KE KANTORKU. AKU MELUPAKAN PEKERJAANKU. JIKA SUDAH BANGUN CEPAT PULANG DAN ISTIRAHAT. KITA AKAN KE INGGRIS BESOK PAGI BUKAN? BYE SAYANG. I LOVE YOU.)


♡LOVELY♡


Andrew tersenyum lebar, Lovely selalu peduli dan selalu penuh perhatian. Senyumnya berubah saat Andrew kembali mengingat papanya, perasaan kesalnya kembali muncul. Andrew memegang kepalanya, kepalanya terasa pusing.


♡♡♡♡♡


Lovely baru selesai mandi dan duduk di ranjang. Meraih ponsel yang tidak jauh darinya. Menyalakan layar ponsel dan berniat menghubungi Andrew, belum sampai menekan nomor Andrew, pintu kamarnya ada yang mengetuk dan terbuka, seseorang masuk dalam kamar. Brian masuk kamar Lovely dengan senyuman manis menyapa putri kesayangannya.


"Hai, putri papa sedang apa?" Sapa Brian dari jauh yang berjalan perlahan mendekati Lovely.


Lovely meletakan ponselnya di ranjang dan tersenyum kearah Brian. "Papa.." sapa Lovely dengan suara lembut.


Brian mendekat, mengecup kilas kening Lovely lalu duduk di samping Lovely. "Putri papa cantik sekali. (Brian merapikan rambut Lovely ke belakang telinga.) Bagaimana perasaanmu? Besok sudah berpisah dengan papa." Brian terlihat sedih.


"Pa, papa kenapa?" Lovely meraba wajah papanya dan menatap dalam mata papanya.


"Haaaahh.. papa sedih, bagaimana bisa jauh darimu sayang. Selama ini kita selalu bersama, papa, mama, kamu dan juga adekmu Alex. Besok kamu meninggalkan papa, bagiamana bisa papamu ini akan tahan jauh dari putri kesayangannya." Brian menunduk sedih, matanya berkaca-kaca.


"Papa.." Lovely mendekat dan memeluk papanya.


Lovely merasakan jika papanya sedih, tubuh papanya gemetar. Dan tidak lama terdengar suara tangisan. Brian memeluk erat Lovely dan menangis.


"Papa jangan menangis pa, Lovely akan sering pulang melihat papa. Papa tau kan, Lovely juga tidak bisa jauh dari papa. Lovely selalu ingin dinyanyikan saat tidur, dipeluk papa dan selalu bergantung pada papa." Kata-kata Lovely membuat Brian semakin sedih.


"Bagaimana ini, air mata papa tidak berhenti keluar." Keluh Brian.


Lovely melepas pelukan, Lovely menyeka air mata Brian dan mencium kening Brian dengan Lembut. "I love you pa.." ucap Lovely.


Lovely kembali memeluk Brian dan menepuk perlahan punggung Brian. Loveky merasa sedih, memikirkan saat dirinya jauh dari papanya. Entah apa yang akan terjadi padanya. Karena dari kecil hanya papanya yang melindunginya dari teman-teman yang suka mengganggu dan orang-orang jahat.

__ADS_1


"Pa.. jika sesuatu terjadi padaku saat disana, apakah papa akan langsung datang?" Kata Lovely dengan suara lirih.


Brian melepaskan pelukan, keningnya berkerut menatap Lovely. "Kenapa bicara seperti itu sayang? Jangan berfikir hal-hal buruk seperti itu. Papa tidak suka, berapa kali harus papa katakan, papa tidak akan membiaraka sesuatu terjadi padamu. Kamu tidak boleh sakit atau terluka, biarlah semua bebanku papa yang menanggungnya. Jangan sampai terjadi apa-apa padamu putriku, jangan membuat hati papamu ini cemas dan panik." Kata-kata Brian begitu dalam.


"Pa, Lovely hanya berkata jika. Jika belum tentu akan terjadi bukan? Papa tidak perlu cemas dan panik, Lovely akan menjaga diri dengan baik. Lovely akan selalu ingat semua pesan papa dan selalu merindukan papa pastinya." Lovely tersenyum, merebahkan kepalanya di bahu papanya.


"Begini baru benar, putri papa yang cantik dan baik hati. Papa bangga padamu sayang, kamu tidak pernah sekalipun mengecewakan papa. Papa akan selalu mencintai dan menyayangimu sampai akhir. Kasih papa tidak bisa kamu beli atau kamu tukar dengan apapun. Papa hanya ingin putri papa selalu bahagia dan tersenyum cantik. Jangan ragu bicara pada papa jika ada apa-apa disana. Sekecil apapun jangan ada yang kamu sembunyikan dari papa. Oke?" Brian mengusap rambut Lovely dengan lembut.


Brian menceritakan beberapa hal lucu yang membuat putri cantiknya tersenyum dan tertawa lebar. Rasa sedih yang awalnya muncul sudah tertutup oleh canda tawa Brian dan Lovely.


♡♡♡♡♡


Inggris..


(Rumah Julian Roobs)


Julian berbincang dengan orang kepercayaannya. Julian terkejut saat mendengar jika orang yang salah sasaran di tembak mati orang-orangnya adalah salah seorang pengusaha terpandang di Amerika dan mempunyai kantor cabang di Inggris


"Ahh.. kalian membuatku dalam masalah jika seperti ini" kata Julian panik.


"Tuan jangan panik, kita tidak meninggalkan bukti apa-apa. Orang-orang kita bahkan sudah merusak kamera pengawas di sekitar rumah kosong itu juga di beberpa jalan." Jawab orang kepercayaannya Julian.


"Ingat, jangan sampai papaku tau soal ini. Kamu mengerti?" Julian menatap tajam ke arah orang kepercayaannya.


"Baik tuan saya mengerti, permisi." Pergi meninggalkan ruang kerja Julian.


Julian mengatur nafas berulang-ulang, sungguh hal yang mengejutkan. Siapa yang akan menduka jika akhinya seperti ini. Julian merasa kesal dan akhirnya menyalahkan Simon Jack.


Julian yang merupakan putra tunggal seorang pengusaha besar selalu mendapatkan apa yang diinginkannya. Menjadikannya sebagai anak yang manja dan semaunya sendiri. Marco tidak tau jika selama ini putra kesayangannya selalu membuat ulah dan bertindak semena-mena. Julian hanya akan bersikap baik jika di depan papanya. Karena Julian tidak ingin dilempar papanya keluar dari keluarga Roobs dan menjadi gelandangan. Julian ingin menjadi ahli waris semua kekayaan papanya.


♡♡♡♡♡


Flip mendengarkan lagu dan membaca buku, Flip duduk santai di sofa di dalam kamarnya. Lagu yang di putar oleh Flip tiba-tiba berhenti. Flip menghela nafas panjang. "Naomi hentikan, jangan mengacau! Kelaurlah.. jangan bersembunyi di dalam lemari bajuku." Kata Flip yang masih Fokus melihat buku di tanggannya.


Naomi dalam sekejam sudah duduk disamping Flip dan mengintip buku Flip. Flip mengerutkan dahinya dan menutup bukunya, Flip menatap Naomi dengan tatapan mata yang tajam.


"Putar kembali laguku. Hantu nakal!" Keluh Flip.


"Aku tidak nakal, aku hanya menggodamu saja." Kata Naomi, Naomi menggerakan tangannya dan lagu favorit Flip kembali terdengar.


"Jangan menggodaku, katakan ada apa?" Tanya Flip kembali membuka buku.


"Kakakku akan datang, apa kamu tau itu?" Tanya Naomi.


"Ya aku tau, kakakmu bahkan sudah mulai kehilangan akal. Entah apa yang akan terjadi jika kakakmu terus menyalahkan diri sendiri." Jawab Flip.


Hiks..


Hiks..

__ADS_1


Hiks..


(Suara tangisan)


Naomi menangis terisak, Naomi tidak ingin kakaknya menjadi jahat. Suara tangisan Naomi membuat Flip kesal. Flip menutup kembali bukunya dan menutup telinganya dengan bantal. Namun suara Naomi semakin terdengar jelas. Flip membuaka bantal dan membujuk Naomi agar diam.


"Hei Hantu nakal, diamlah! Jangan menangis. Telingaku bisa tuli mendengar tangisanmu. Apa kamu hanya bisa menangis?" Kata Flip.


Mendengar kata-kata Flip Naomi semakin sedih dan masih tetap menangis. Flip mengacak acak rambutnya, Flip bingung. Tidak tau harus apa.


"Oke oke, maafkan aku Naomi yang cantik dan baik hati. Aku mohon jangan menangis lagi. Oke?" Bujuk Flip.


Naomi menatap Flip. "Peluk Aku." Ucap Naomi lirih.


Flip terkejut, matanya melebar. "Apa?" Tanya Flip tidak percaya apa yang di dengarnya.


"Peluk aku. Aku sedih Flip." Naomi mengulangi kata-katanya.


Flip mengusap tengkuknya sendiri, merasa aneh sebenarnya. Flip menarik nafas dalam lalu menghembusakan nafas perlahan. Flip menutup matanya kilas dan langsung memeluk Naomi. Tangisan Naomi langsung berhenti. Flip mengusap kepala Naomi.


"Jangan menangis, suaramu nyaring dan jelek." Kata Flip.


Naomi terdiam, tidak menjawab apa-apa. Flip yang awalnya kesal dan enggan melihat Naomi akhirnya mau berteman dengan Naomi, mau mendengar cerita Naomi. Jauh dari itu Naomi juga membantu Flip disaat-saat tertentu.


@@@@@..... @@@@@.....


Gambar ilustrasi...



(FLIP COLLYN)


..........


Gambar ilustrasi



(NAOMI WILLIAMS)


@@@@@..... @@@@@.....


Hallo..


Jangan lupa like,, komen dan vote ya..


Terimakasih banyak..


Sampai jumpa di episode selanjutnya..

__ADS_1


Bye bye..


♡Dea Anggie😉♡


__ADS_2