
Hiks..
Hiks..
Hiks..
..
..
..
Nikita menangis memeluk bantal di atas ranjang. Seorang ibu yang terjaga memikirkan buah hatinya. Seorang ibu yang merindukan anaknya. Air mata mengalir, mata terpejam, mulut tetutup namun suara hati berbicara membawa dalam doa. Nikita mendoakan agar Andrew anaknya baik baik saja. Nikita sangat takut jika Adit menyakiti Andrew. Meski Andrew adalah anak kandung Adit, tidak menutup kemungkinan Adit menyakiti Andrew.
Nikita membuka mata menyeka air matanya, mengatur nafasnya karena dadanya terasa sesak. Nikita mengusap perutnya perlahan, merasakan gerakan bayi dalam kandungannya yang ikut gelisah.
(Dalam hati Nikita)
(Mengusap perutnya) maaf sayang.. maafkan mama jika kamu merasa tidak nyaman. Mama merindukan kakakmu, mama ingin bertemu. Mama takut terjadi sesuatu pada kakakmu. Maafakan mama sayang.. maafkan mama.. (air mata menetes)
Abed perlahan membuka mata, mendengar isak tangis istrinya. Abed bangun dan memeluk Nikita. Nikita menangis keras dalam pelukan Abed.
Abed: semalaman tidak tidur, tidak pikirkan bayi dalam kandunganmu?
Nikita: (melepaskan pelukan) maaf.. aku terlalu cemas pada Andrew.
Abed: (menyeka air mata Nikita) aku tau sayang, aku mengerti perasanmu saat ini. Akupun tidak tidur dan aku sudah mengawasimu sejak tadi. Kamu terus menangis.
Nikita: jadi kamu pura pura tidur?
Abed: (mengangguk) karena aku tau, didepanku kamu tidak akan menangis keras seperti ini. (Memegang erat tangan Nikita) percaya padaku, besok aku akan membawa kembali Andrew kita. Oke?
Nikita: oke.. (tersenyum menatap Adit)
Abed: (mencium lembut kedua punggung tangan Nikita bergantian) aku tidak akan kembali sebelum membawa Adit kembali. Kamu jangan pergi kemana mana, tunggu kami datang.
Nikita: pergilah mencari bantuan, aku khawatir padamu, aku tidak mau kamu atau Andrew terluka.
Abed: pasti.. apa kamu lapar? Mau susu atau roti?
Nikita: tidak sayang, aku tidak butuh apa apa.
Abed: ayo tidur, bagaimanapun kamu juga harus perhatikan kesehatanmu. Jangan sampai kamu sakit, kamu mengerti?
Nikita mengangguk, mulutnya terdiam. Abed memeluk Nikita dan berbaring. Menyelimuti tubuh Nikita dengan selimut. Tangan Abed membelai rambut Nikita dan menepuk lembut punggung Nikita. Nikita mulai tenang, matanya mulai terpejam dan terlelap tidur. Abed mencium kilas kening Nikita. Mata Abed perlahan tertutup..
(Dalam hati Abed)
Meski aku bukan pria sempurna, aku selalu berharap kita bahagia Niki. Aku mengayangimu, aku juga sangat sayang pada Andrew. Aku berjanji aku akan membawa Andrew kembali pulang.
♡♡♡♡♡
Keesokan harinya..
Rumah Felix..
Felix dan Adit duduk bersama di sofa ruang kerja. Mereka membahas rencana mereka.
Felix: sudah dapat kabar? Dari mantan kekasihmu?
Adit: sudah, mereka akan ke pengadilan pagi ini.
__ADS_1
Felix: kekasihmu menurut karena masih manyukaimu atau karena ingin bertemu anak kalian?
Adit: pasti karena masih menyukaiku. Juga karena anaknya, Nikita tidak mungkin berpaling dariku, Nikita tidak mungkin serius mencintai Abed.
Felix: kamu pikir begitu? Tidak kah kamu tau, cinta itu tidak berbentuk, dan tidak berwarna. Namun cinta membutakan mata dan menghipnotis pikiran seseorang. Membuat yang baik menjadi jahat, dan yang jahat menjadi baik. Yang berteman menjadi musuh, dan musuh menjadi teman.
Adit: maksudmu?
Felix: intinya kamu tidak akan tahu kapan cinta itu datang, dan cinta itu pergi. Bisa saja mantanmu sungguh sangat mencintai Abed? Dan sangat membencimu. Kamu begitu jahat padanya, membuatnya hancur dan meninggalkannya begitu saja.
Adit: cukup! Jangan ungkit itu lagi. (Kesal)
Felix: hahaha.. (tertawa keras) ada apa? Apa kata kataku salah? Ayolah! Aku tahu semua yang kamu lakukan. Aku tahis semuanya tentangmu. (Manatap tajam pads Adit) aku akui, kamu sungguh berani. Merebut pacar sahabatmu sendiri, sekarang pacarmu di ambil orang lain. Adit.. Adit.. semoga berhasil dalam misimu kali ini.
Adit: jika aku tertangkap bagaimana? Brian pasti datang membantu Abed jika Abed cerita pada Brian.
Felix: aku sudah atur itu. Polisi tidak akan menangkapmu. Tenang saja, kamu aman.. kemungkinan besar, kamu hanya akan di bawa dan di lepaskan di pinggir jalan.
Adit: (mengehela nafas) aku tidak menyangka hidupku akan seperti ini. Aku harus keluar masuk penjara.
Felix: teruslah mendukungku, aku akan melindungimu. Di sini tidak akan ada yang bisa melukaiku. Aku punya kuasa dan kendali penuh.
Adit: aku percaya padamu Tuan Collyn.
Felix: bagus.. (tersenyum tipis)
Felix dan Adit terus berbincang, ternyata diam diam Felix sudah mempunyai banyak rencana cadangan.
♡♡♡♡♡
Pengadilan..
Caroline di temani Yohanes, menunggu Abed dan Nikita. Caroline dan Yohanes menunggu di ruang tunggu dekat pintu utama dengan membawa dokumen surat perceraian palsu.
Yohanes: sepertinya begitu, kasian sekali mereka.
Caroline: (menghela nafas) kita hanya bisa mmebantu sampai disini, selebihnya urusan mereka. Ini saja aku harus merayu orang orang pengadilan.
Yohanes: kita doakan yang terbaik.
Brian dan Amelia datang bersama Lovely. Brian menggendong Lovely. Brian dan Amelia menemui Hans dan Caroline.
Amelia: hai.. kalian lama menunggu? Apa kakakku sudah datang?
Caroline: haloo.. (berdiri) belum datang. Kami juga baru menunggu. Ayo duduk
(Tersenyum)
Amelia dan Brian duduk berdampingan. Caroline menatap Lovely dan tersenyum.
Caroline: putri kalian?
Amelia: ya putri kami. Bulan depan baru berusia 1 tahun.
Caroline: sangat cantik dan manis. Haloo sayang.. (melambai ke arah Lovely)
Lovely tertawa menatap Caroline. Brian berbisik pada Love mengenalkan Yohanes dan Caroline, Lovely tertawa lucu.
Amelia: bagaimana? Bisa kamu atasi?
Caroline: (mengedipkan sebelah mata) sebenarnya ini melanggar hukum namaun aku sudah menjamin semua aman. Atasanku sudah memberi ijin.
__ADS_1
Amelia: baguslah, terimakasih Caroline..
Caroline: sama sama.. aku akan bantu sebisaku Amelia. Apa kalian dalam masalah?
Brian: maaf merepotkanmu Caroline, Hans terimakasih atas bantuanmu.
Yohanes: aku belum bantu apa apa Brian. Tidak perlu sungkan, ah iya.. apa kamu perlu bantuan dariku? Katakan saja..
Brian: aku tidak mau merepotkanmu Hans. Aku tidak ingin kalian terlibat terlalu dalam dengan masalah kami.
Yohanes: baiklah jika ada apa apa kami siap membantu.
Yohanes, Brian, Amelia dan Caroline berbincang santai menunggu datangnya Nikita dan Abed. Beberapa saat kemudian Amelia dan Abed datang. Mereka berkanalan dan berjabat tangan.
Caroline: kalian tanda tangan di dokumen ini. (Meletakan dokumen di meja)
Abed dan Nikita melakukan sesuai instruksi Caroline. Setelah selesai di tanda tangani, Caroline menutup dokumen dan membawa dokumen pergi meminta stampel pengesahan.
10 menit kemudian..
Caroline datang dan mmeberikan dokumen pada Nikita. Caroline duduk di samping Hans, Abed dan Nikita membaca dengan seksama surat cerai palsu mereka. Semua telah di siapkan, kali ini Abed sangat siap mengahadapi Adit. Rencana telah di susun apik dan rapih, semoga keberuntungan menjadi milik Abed.
Hallo semua..
Terimkasih sudah mau berkunjung dan mmebaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Beri tip juga boleh..
😉😘
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
__ADS_1
"Dea Anggie"