Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
S2 - EPISODE 129


__ADS_3

Mimpi buruk kembali datang mengganggu. Andrew kembali memimpikan hal sama, dan tetap saja hanya melihat bayangan yang gelap. Andrew merasa gelisah, keringat dingin bercucuran. Andrew benar benar merasa tidak nyaman. Sampai akhinya Abndrew terbangun. Matanya langsung terbuka lebar, Andrew bangub dan duduk. Nafasnya naik turun, tangannya gemetar. Tidak hanya itu tiba tiba saja perasaan takut menyelimuti.


"Apa ini, kenapa harus bermimpi hal sama. Siapa sebenarnya yang ada di dalam mimpiku? Perasaanku menjadi aneh, pikiranku kacau. Arrrrgh.." Andrew mengacak acak rambutnya merasa kesal.


Tok..


Tok..


Tok..


(Suara pintu diketuk)


Pintu terbuka, Andrew melihat kearah pintu. Seseorang masuk dan tersenyum lebar, ternyata Abed. Abed berjalan mendekati Andrew yang duduk di tepi ranjangnya. Andrew senang bisa melihat papanya, matanya berbinar dan senyuman manis terlukis di bibir Andrew.


"Papa.." sapa Andrew dengan lemah lembut.


"Hai, kamu sudah sudah bangun? Papa tadi melihat kamu masih tidur. Papa senang bisa kembali cepat, untung saja bantuan cepat datang. Pohon pohon tumbang sudah di bersihkan dan kami bisa sampai sebelum tengah malam. (Abed menjelaskan kendalanya dijalan yang membuatnya harus terlambat pulang.) Apa kamu baik baik saja perasaan papa tidak enak, papa selalu ingat padamu jika perasaan papa tidak enak. Papa akan selalu panik, cemas dan gelisah. Papa menghubungimu tidak ada jawaban. Katakan kepada papa, apa ada masalah?" Abed duduk disamping Andrew, merangkul Andrew.


"Pa, sebenarnya Andrew juga punya perasaan seperti itu. Andrew juga khawatir pada papa, Andrew menghubungi papa juga tidak ada jawaban. Andrew melihat kejadian mengerikan dan sangat anehnya bayangan orang yang Andrew lihat seperti papa, bahkan terbawa sampai kedalam mimpi." Andrew memberitahu mimpi buruk yang di alaminya kepada Abed. Seakan dadanya terasa sesak jika dipendam.


"Andrew, kamu mungkin terlalu telah nak. Jangan hiraukan itu, mksud papa jangan terlalu dipikirkan. Mandilah, ayo kita makan malam bersama, papa juga sudah sudah memesan studio foto. Kita akan berfoto keluarga, tunjukan pesonamu anakku." Abed berdiri dan pergi meninggalkan Andrew,


Abed pergi, Andrew menatap kearah Abed melangkah. Andrew merasa bingung, papanya terlihat aneh. Bukan seperti Abed yang biasanya. Ponsel Andrew berdering, membuyarkan lamunan Andrew. Andrew meraih ponselnya dan melihat layar ponsel, panggilan dari Lovey. Andrew menerima panggilan dari Lovely


(Parcakapan dalam panggilan)


"Hai Love, selamat malam." Sapa Andrew pada Lovely.


"Hai Andrew, sedang apa?" Lovely bertanya.


"Baru bangun tidur, aku akan mandi Love. Papa mengajakku makan dan berfoto keluarga. Entah ada apa dengan papaku, dia terlihat aneh." Andrew bercerita pada Lovely soal perasaannya yang aneh.


"Ada apa? Apa paman Abed baik baik saja? Apa paman ada masalah? Coba lah bertanya, semoga tidak ada masalah dan semua baik baik saja Andrew." Jawab Lovely dengan suara lembut.

__ADS_1


"Ya, aku juga berharap seperti itu Love. Aku ingin semua baik baik saja." Andrew berdiri merapikan ranjanganya.


"Aku baru selesai mandi dan berganti pakaian. Bersiap berkencan, hehehe.. (menggoda Andrew) kamu tau, seorang pria tua tampan mengajakku berkencan." Lovely tersenyum ke cermin yang ada di hadapannya.


"Apa, kamu berkencan dengan seorang yang tua? Siapa? Pergilah makan malam bersama kami Love, aku akan menjemputmu" Andrew merasa kesal mendengar ucapan Lovely.


"Ada apa? Apa kamu cemburu tuan Williams?" Ejek Lovely.


"Tentu saja, katakan dengan siapa kamu berkencan?" Andrew murung.


"Hmmm siapa ya? Hahaha.. (tertawa lebar) aku akan pergi makan malam dengan papa mama dan Adikku Andrew. Pria tua itu ya tentu saja papaku. Bukankah papaku adalah pria yang tampan?


"Ahhh.. sial! Aku kira pria tua siapa. Ternyata paman Brian, jika dengan papamu aku tidak boleh cemburu. Bahkan aku tidak berhak cemburu. Baiklah, aku akan mandi. Selamat bersenang senang sayang" Andrew tersenyum, merasa bodoh telah cemburu kepads orang yang salah.


"Kamu juga bersenang senanglah dengan keluargamu, sampai jumpa besok. Aku harus datang ke kantormu untuk memberikan dokumen pesanan papaku untuk paman Abed. Bye Andrew sayang. Muaaachh.." Lovely langsung memutus panggilannya.


Andrew meletakan ponselnya di ranjang, lalu mengusap tengkuknya. Andrew berjalan ke arah kamar mandi, membuka pintu kamar mandi lalu masuk dan kembali menutup pintu kamar mandi.


 


"Cantik sekali istriku." Abed memuji Kim Ha Na.


Kim Ha Na tersenyum. "Jangan seperti itu, jangan merayuku pak tua jelek." Kim Ha Na merasa malu, wajahnya memerah.


"Apa aku salah memuji istri ku sendiri? Kamu selalu cantik, meski sudah tidak muda lagi. Aku menyanyangimu Kim Ha Na." Suara lembut Abed di telinga Kim Ha Na.


Kim Ha Na melepas tangan Abed, berbalik dan langsung memeluk Abed. Jantung Kim Ha Na berdebar, begitu juga jantung Abed. Kim Ha Na bisa merasakan suara detak jantung Abed. Abed mengeratkan pelukannya, mencium lembut kepala Kim Ha Na.


"Ada apa ini? Kamu selalu bersamaku, jangan berlebihan sayang. Seperti tidak akan ada hari esok." Ucap Brian.


Kim Ha Na melepas pelukan dan menatap Abed. Mata Kim Ha Na berkaca kaca, Abed merasa sedih dan membelai wajah cantik kim Ha Na.


"ada apa sayang? Apa aku salah mengatakan sesuatu? Jangan membuatku bingung dengan ekspresi wajahmu yang seperti ini." Abed merasa sedih melihat Kim Ha Na yang sedih.

__ADS_1


"Aku takut.. " Kim Ha Na kembali memeluk Abed.


"Ada apa? Takut apa?" Abed semakin tidak mengerti maksud Kim Ha Na.


Tok..


Tok..


Tok..


(Suara pintu di ketuk)


"Pa,ma, ayo.. kami sudah siap. Kak Andrew sudah menunggu di dalam mobil. Aku dan Mattew juga akan turun" kata Michael dari balik pintu.


Kim Ha Na melepaskan pelukan, Abed mengusap wajah Kim Ha Na lembut lalu mencium kening Kim Ha Na.


"Ayo, anak anak sudah menunggu."suara Kim Ha Na serak.


Kim Ha Na mulai melangkah pergi. Belum jauh Kim Ha Na melangkah, Abed menahan dan menarik tangan Kim Ha Na. Kim Ha Na berbalik menatap Abed, Abed langsung mencium bibir Kim Ha Na. Kim Ha Na terkejut, matanya melebar.


@@@@@..... @@@@@.....


Halllooooooooooooww..


Jangan lupa like,, komen dan berikan vote.. Terimakasih banyak..


Sampai jumpa di Next episode..


Bye bye..


♡Dea Anggie♡


 

__ADS_1


__ADS_2