
Hari ini Felix datang berkunjung ke pemakaman. Felix memunggu Abed didalam mobil. Felix menyadarkan kepala dan bermain ponsel. Tidak berselang lama mobil Abed berhenti tapat di samping mobil Felix. Felix menoleh ke luar dan menorehkan senyuman. Felix memasukan ponselnya dalam saku dan keluar dari dalam mobil. Abed keluar dan membuka pintu mobil bagian belakang, mengeluarkan bunga dan mendekati Felix.
Abed: hai, sudah lama?
Felix: baru sampai, bagaimana kabarmu?
Abed: baik, kabarmu?
Felix: (tersenyum canggung) baik. Sangat baik.
Abed terlejut, ekspresi wajah Felix terlihat lain dari biasanya. Meski beberapa waktu tidak bertemu Felix tidak pernah merasa cemas dan panik seperti saat ini. Abed mulai mencurigai sesuatu. Felix menepuk bahu Abed membuyarkan lamunan Abed.
Felix: apa yang kamu pikirkan?
Abed: ti.. tidak ada.
Felix: jangan terlalu keras berfikir sahabatku. Ayo.. owen dan Nikita sudah menunggu kita.
Abed mengangguk dan tersenyum lebar. Felix tersenyum tipis membalas senyumann Abed. Mereka berjalan menuju pemakanan Owen. Sesampainya dipemakaman Owen, Felux dan Abed meletakan bunga di samping nisan Owen. Abed dan Felix berdoa untuk ketenangan Owen.
(Dalam hati Abed)
Halo teman lama. Aku datang bersama Felix tema kita, tidak maksudku saudaramu. Ya.. Felix adalah saudara satu ayah denganmu. Aku selalu merindukanmu Owen. Aku selalu terbayang masa masa di saat kita bersama. Maaf teman, aku tidak ada di sampingmu di saat saat terakhir. Tenanglah di sana Owen.
(Dalam hati Felix)
Owen, saudaraku. Teman terbaikku. Maaf.. aku tak bisa menolongmu. Aku belum sempat menceritakan sesuatu padamu. Sebenarnya kita adalah saudara satu ayah. Kita bersaudara Owen. Bukan kah itu hal yang baik? Akhirnya aku punya saudara. Owen, kenapa kamu begitu membenci orang lain? Hanya karena cemburu? Karenamu aku hampir melakukan hal diluar batas. Karena mu aku membuat Abed dipenjara. Dan juga karenamu aku menjadikan orang lain sebagai pembunuh. Aku menjadi penjahat hanya karena ingin membalas dendam kepada orang orang yang jahat padamu. Ini sungguh konyol Owen, kamu membuatku gila. Kamu memutar balikkan fakta yang ada. (Menghela nafas panjang) ya sudahlah. Semua sudah berlalu, maaf jika kamu tidak suka aku bicara seperti. Dan ya, aku akan temui papa beberapa hari lagi. Mamaku ingin bertemu papa, mamaku mengatakan jika mamamu pergi meninggalkan papa. Benar atau tidaknya hal itu bukan urusanku, aku tak ingin ikut campur dalam masalah mereka. Aku mengirim doa terbaikku, tenanglah disana saudaraku. Aku selalu merindukanmu, aku mengasihimu.
Felix: (menatap Abed) ayo.. kita ke tempat istrimu.
Abed: iya (tersenyum)
Felix dan Abed berjalan meninggalkan pemakaman Owen dan menuju ke pemakaman Bikita. Di jalan mereka bertemu dengan Brian dan Amelia.
Amelia: halo, kalian juga datang?
Felix: hai Mel, ya kami ingin pergi bersama ke sini. Kalian juga datang, kebetulan sekali.
Amelia: aku merindukan papa dan mamaku. Kami juga mengunjungi Owen, Nikita dan Adit.
Abed: kamu sudah ke tempat papa dan mama??
Amelia: ya sudah. Kami sudah kunjungi Adit dan Nikita juga. Owen tujuan terakhir kami.
__ADS_1
Abed: baiklah, dari sini ayo kita minum kopi bersama.
Brian: ide bagus. Kami pergi dulu. Kalian lanjutkan juga. Sampai jumpa di cafe A.
Felix: oke. Hati hati Brian, Amelia. Sampai jumpa di cafe.
Amelia dan Brian pergi, Abed dan Felix melanjutkan langkah mereka. Sesampaimya di makan Nikita. Felix meletakan bunga di nisan Nikita dan berlutut menundukan kepala.
Felix: Nikita maaf. Akulah orang yang membuatmu seperti ini. Membuatmu berpisah dari suami dan anakmu. Aku menyesali semua perbuatanku. Aku menyesal.. (menangis)
Abed menghela nafas, menutup matanya. Air matanya mengalir membasahi pipi. Mengenang Nikita, sampai saat ini pun Abed masih belum bisa melupakan istrinya.
(Dalam hati Abed)
Sayang, aku datang bersama Felix. Dengar lah, Felix memohon disini mengakui kesalahannya. Semoga kamu bisa memaafkan Felix sayang. Sepertiku yang harus iklas kehilanganmu dan anak kita. Meski kamu sudah tiada namun kamu masih melekat dalam hatiku. Kamulah satu satunya wanitaku. Tidak akan pernah tergantikan. Sampaikan salamku pada anak kita, meski aku belum sempat melihat wajahnya aku yakin anak kita akan cantik sepertimu. Andrew baik baik saja sayang. Dia semakin pandai dan lincah. Jika saatnya tiba aku akan bawa dia kesini.
Angin berhembus menerpa wajah Abed, Abed merasakan sesuatu melingkar di perutnya. Seseorang memeluknya dari belakang. Abed membuka mata perlahan dan melihat sekita. Hanya dia seorang yang ada di pemakaman. Abed melihat tangan yang melingakar diperutnya. Abed terswnyum mengenali tangan istrinya. Abed memegang erat tangan Nikita.
Abed: kamu kah itu istriku?
"Ya suamiku, ini aku"
(Suara lembut)
Nikita: terimakasih sudah datang menemuiku sayang. Aku senang, kamu masih mengingatku. Memberi bunga favoritku.
Abed: kamu selalu ada di hatiku. Selamanya..
Nikita memeluk Abed, senyumnua mengembang. Abed mengeratkan pelukan melepas rindu.
Nikita: jangan bersedih jika aku tidak menemuimu sayang. Mungkin ini pertemuam kita yang terakhir. Aku percaya kamu akan temukan penggantiku. Seorang yang istri dan mama yang baik.
Abed: tidak, aku tak mau menggantimu dengan siapa siapa.
Nikita: jangan keras hati Abed. Wanita itu adalah wanita yang baik. Jangan egois, pikirkan Andrew. Andrew butuh seorang mama.
Abed: aku mencintaimu Nikita..
Nikita: aku juga mencintaimu, sangat mencintaimu Abed.
Nikita melepas pelukan dan membelai lembut wajah Abed. Berjinjit dan mencium kilas bibir Abed.
Nikita: bahagia selalu suamiku. Sampaikan pada Felix, aku sudah memaafkan semuanya sebelum dia meminta maaf padaku. Dan katakan juga semua akan baik baik saja jika dia mau menceritakan masalahnya kepada Brian. Hanya Brian yang bisa membantu. Karena Brian adalah saudara dari musuhnya. Dan kamu, kamu adalah pria pilihannya.
__ADS_1
Abed: apa?.. apa maksudmu? (Nikita terdiam)
Nikita tersenyum cantik, bayangan Nikita perlahan menghilang dan memudar. Abed mengerutkan dahi mendengar peringatan Nikita. Apa yang Abed cemaskan benar. Felix sedang dalam masalah. Felix terlihat enggan bicara pada siapapun.
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Beri tip juga boleh..
😉😘
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
__ADS_1
"Dea Anggie"