
Malam harinya, Max meminta Brian bertemu. Karena ingin membahas hal penting mengenai Felix. Brian mengiyakan, Brian bersiap mengganti pakaiannya.
Amelia: ingin pergi?
Brian: ke kedai kopi, bertemu Max.
Amelia: ada apa? Ada hal penting? Lely dan Boby pergi, Mely belum pulang dan akan pulang terlambat, sekarang kamu juga pergi. (Kesal)
Brian menatap Amelia dari cermin. Terlihat Amelia begitu kesal. Amelia duduk diatas ranjang bersandar bantal membaca majalah. Brian berbalik dan naik ke atas ranjang. Brian menarik Amelia dalam pelukannya. Brian mengusap lembut kepala dan punggung Amelia.
Brian: jika kamu memintaku tidak pergi, aku akan menurut. Jangan kesal, oke?
Amelia: kamu tidak akan pergi kan?
Brian: tidak, apa kamu bosan? Bagaimana jika kita pergi makan malam di luar.
Amelia: tapi anak anak?
Brian: ada bibi Amanda dan pengasuh, jangan cemas. Pikirkan saja dirimu dan baby kita (mengusap lembut perut Amelia)
Kamu ingin kemana? Ayo kita pergi berkencan.
Amelia: aku ingin makan burger dan pizza. Boleh kan?
Brian: oke, ayo kita pergi. Aku akan hubungi Max menunda pertemuan kami.
Amelia: ada hal penting apa? Max mengajak bertemu? Jika sampai Max mendesakmu bicara pasti ada sesuatu sayang.
Brian: entahlah, dia hanya berkata ingin bicara mengenai Felix. Seberapa penting aku juga tidak tahu.
Amelia: kalau begitu ajak bertemu saja, kalian bisa bicara dan aku makan pizza. Bukankah kita saling menguntungkan, selesai kalian bicara kita bisa lanjut berkencan (tersenyum cantik)
Brian: oha sayangku, selalu punya ide cemerlang. I love you baby.. (mencium kilas pipi Amelia) gantilah bajumu, pakai pakaian yang hangat. Udara malam begitu dingin.
Amelia: iya.. (turun dari ranjang dan berjalan menuju lemari)
Amelia langsung berganti pakaian. Brian menatap Amelia, Amelia menatap Brian di cermin dan tersenyum.
Amelia: ada apa? Melihatku seperti itu. Seperti baru pertama kali melihatku berganti pakaian saja.
Brian: kamu semakin cantik dan sexy, aku suka. Hmmmm.. sangat menggoda.
Amelia: haha.. (tertawa kecil) dasar penggoda.
Brian turun dari ranjang dan memeluk erat Amelia dari belakang. Brian menviumi tengkuk dan bahu Amelia. Menciumi leher Amelia.
Amelia: Brian hen..tikan.. ahh..
Brian: aku rindu suara sexymu.. (berbisik lembut)
Brian menatap cermin, begitu juga Amelia. Mereka saling tersenyum, Brian mencium pipo Amelia lembut.
Amelia: ayo cepat atau kita akan kehabisan pizza.
Brian melepas pelukan, Amelia berbalik dan menatap Brian dengan tatapan tajam. Brian tersenyum menggandeng tangan Amelia dan pergi meningglakan kamar. Brian dan Amelia berpamitan pada Amanda. Amelia berpesan pada dua pengasuhnya untuk baik baik menjaga Andrew dan Lovely. Amanda bertugas mengawasi kedua pengasuh dalam menjaga Andrew dan Lovely.
♡♡♡♡♡
Brian dan Amelia sampai, langsung masuk dalam restorant. Brian memanggil pelayan, Amelia langsung memesan dua pizza, dua burger juga 2 minuman. Pelayan pergi meninggalkan meja Amelia dan Brian.
Amelia: kapan Max datang?
Brian: sedang dalam perjalanan. (Menatap Amelia) sayang....
Amelia: (menatap Brian) ya, ada apa?
Brian: aku keluar sebentar, kamu tunggu disini. Oke?
Amelia: oke, hati hati sayang. (Tersenyum)
Brian: (tersenyum tampan) tidak akan lama sayang, hanya butuh beberapa menit saja.
Brian pergi meninggalkan restorant. Brian berjalan menuju toko yang ada tidak jauh dari restorant. Sesampainya di toko bunga Brian membeli mawar merah kesuakaan Amelia. Brian memilih bunga yang masih segar dan berwarna cerah. Brian meminta kartu ucapan dan menulis sesuatu di dalam kartu.
__ADS_1
"AKU MENCINTAIMU ISTRIKU,
SELALU DAN SELAMANYA.."
♡B.A.C
Brian memberikan kartu ucapan pada penjual bunga. Penjual bunga menerima dan menyelipkan kartu nama di sela sela bunga. Brian membayar dan pergi meninggalkan toko bunga untuk kembali ke restorant. Brian memeluk erat mawar ditangannya, Brian senang dan mengembangkan senyum tampannya.
Brian masuk kedalam restorant dan berjalan ke arah Amelia, Brian menyembunyikan bunga di balik punggungnya. Brian berdiri di samping Amelia, Amelia menatap Brian dan tersenyum.
Amelia: sayang.. kamu sudah kembali?
Brian memegang erat tangan kanan Amelia dan mencium lembut punggung tangan kanan Amelia. Amelia terkejut saat Brian mengeluarkan bunga mawar merah dari balik punggungnya dan memberikannya kepada Amelia. Amelia tersenyum dan langsung memeluk Brian.
Amelia: thankyou.. i love you Brian..
Brian: i love you too Amelia..
Brian mengeratkan pelukan dan mengusap kepala belakang Amelia dengan lembut. Semua mata memandang, beberapa tersenyum dan memberi dukungan kepada Brian dan Amelia. Pelayan datang, Brian dan Amelia saling melepas pelukan dan tersenyum satu dengan lain.
Brian: (menatap meja yang penuh makanan) makanlah, semua pesananmu sudah datang.
Amelia meletakan bunga pemberian Brian di atas meja, dan langsung menyantap burger dihadapannya. Brian mengusap kepala Amelia dan mencium lembut kening Amelia.
Brian: pelan pelan saja makannya. Tidak akan ada yang merebutnya darimu. (Tersenyum)
Amelia mengangguk, tanpa menjawab dan terus makan. Brian duduk di hadapan Amelia dan bermain ponsel. Amelia menyodorkan potongan pizza ke mulut Brian. Brian membuka mulut dan menggigit potongan pizza yang di berikan Amelia. Brian mengunyah dan menelan makanannya, Amelia tersenyum menatap Brian.
Amelia: sekian lama, ini adalah momen romantis kita setelah memiliki Lovely. Kamu selalu manis Brianku, hmmmmm.. aku semakin mencintaimu suamiku.
Brian: (meletakan ponsel di meja) manisnya istriku.. (tersenyum tampan) entah kenapa aku tak pernah bisa berpaling darimu. Kamu segalanya sayang, aku bahagia. Sangat bahagia, memilikimu, Lovely dan calon anak kita yang ada di rahimmu. Aku merasa aku adalah orang paling beruntung.
Amelia: selamanya kita akan bersama, oke..
Brian: pasti! Dimana ada Brian, disitu harus ada Amelia, Lovely dan Baby. Makanlah.. Max sudah datang (melihat Max masuk kedalam)
Amelia mengangguk. Max berjalan menghampiri Amelia dan Brian. Brian mempersilahkan Max untuk duduk dan memesankan minuman untuk Max.
Max: hallo nyonya.. (menyapa Amelia, duduk di samping Brian)
Max: maaf nyonya, saya tidak ada maksud seperti itu. Maafkan saya.
Brian: tidak perlu diambil pusing Max, (menepuk bahu Max) katakan ada apa?
Max: aku dan Felix, kami sudah berdamai. Felix bicara padaku jika dia tidak akan lagi mengusikmu. Dan dia akan mengembalikan semua koneksimu.
Brian: (mengerutkan dahi) ada yang salah dengan Felix. Ini sangat aneh.
Max: kamu merasa begitu? Aku juga merasa Felix menjadi aneh. Dan ya, apa kamu tahu Mely dan Felix dekat?
Amelia terkejut mendengar kata kata Max. Amelia menghentikan makannya dan menatap Brian juga Max.
Amelia: apa maksudmu dekat Max?
Max: ya, aku pernah melihat Mely datang ke kantor dan disaat saat bersamaan tangan Felix terluka karena memukul lemari kaca.
Brian: hmmmmm.... (tersenyum) aku paham sekarang! Inilah yang dinamakan "BERUBAH karena CINTA"
Amelia: apa? Maksudmu ada sesuatu dengan Mely dan Felix?
Brian: aku rasa Mely lah orang yang merubah Felix sampai seperti ini.
Max: aku juga memutuskan akan tetap setia menjadi bawahan Felix. Aku rasa kini sudah saatnya kita akhiri permainan kita Brian.
Brian: tentu, aku percaya Felix pasti akan berubah. Sampaikan pada Felix, terimakasih.. (tersenyum)
(Dalam hati Brian)
Aku akan bicara pada Mely nanti. Ini suatu kejutan, Mely menahlukkan Felix? Sungguh luar biasa. Aku tidak menyangka Felix menggilai Mely sampai akhirnya rela berubah drastis seperti ini. Jika kamu bersungguh sungguh peduli pada Mely, aku pasti akan merestuimu Felix. Karena bagiku Lely dan Mely sudah seperti adik kandungku sendiri.
Max berbincang banyak hal dengan Brian. Amelia tetap makan dengan tenang, Amelia memasang telinga mendengar perbincangan antara Max dan Brian.
♡♡♡♡♡
__ADS_1
Mely menutup boutiquenya. Felix datang dan membantu Mely membawa barang barang Mely. Mely menatap Felix dan tersenyum.
Mely: thanks..
Felix: hanya hal kecil tak perlu berterimakasih..
Mely dan Felix masuk kedalam mobil. Mely melihat perban Felix ada bercak merah. Mely langsung menarik tangan Felix dan melihat luka Felix. Mely tanpa tagu mmebuka perban Felix.
Felix: Mely, apa yang kamu lakukan? Hentikan, aku tidak apa apa.
Mely: diam! Jangan bicara. (Suara Mely meninggi)
Felix terdiam, Mely membuka perban dan melihat luka Felix yang terbuka dsn mengeluarkan darah. Mely mengambil tasnya dan mengeluarkan kotak obat. Mely mengoles obat pada luka Felix, tangan Mely gemetar.
(Dalam hati Mely)
Dasar Felix bodoh! Luka seperti ini pasti sangat sakit. (Mata berkaca kaca) apa saja yang dia lakukan, kenapa lukanya bisa terbuka? Pria ini membuatku cemas saja.
Selesai mengoles obat, Mely membalut luka Felix dengan perban. Mely melakukan dengan sangat hati hati. Tanpa sadar air mata Mely jatuh, Mely mengingat kejadian dimana Felix melukai tangannya sendiri. Beberapa saat kemudian Mely selesai merawat luka Felix. Mely mengangkat tangan Felix dan mencium lembut luka Felix. Mely menangis..
Felix: hei sayang, ada apa? Kenapa menangis? (Panik)
Mely: maaf, karenaku kamu jadi seperti ini. Luka ini pasti sakit. (Menatap Felix)
Felix tersenyum, menyeka air mata Mely. Felix memeluk Mely, mencium lembut kepala Mely.
Felix: luka ini bukan apa apa. Dibandingkan aku harus kehilanganmu. Jangan menangis sayang.
Mely: (melepas pelukan) tapi, aku... (kata kata terpustus)
Felix mencium lembut bibir Mely, Mely mencengkram jaket Felix erat. Tangan Felix turun merangkul Pinggang Mely dan tangan Mely berpindah ke leher Felix. Mely perlahan membalas ciuman Felix. Felix dan Mely saling berciuman mesra..
Hallo semua..
Terimkasih sudah mau berkunjung dan mmebaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Beri tip juga boleh..
Jangan lupa untuk membantu memberi VOTE yaaa..
😉😘
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
__ADS_1
"Dea Anggie"