
Andrew terus menatap foto Adit yang menempel di batu nisan, air matanya mengalir. Tanganya mengepal erat.
"Siapa kamu?"
Seorang pria tua datang bertanya kepada Andrew. Andrew terkejut, menatap seseorang yang berdiri di sampingnya. Andrew berdiri menyeka air matanya. Andrew menatap kakek tua di sampingnya.
"Adit?"
Sapa kakek tua tersebut saat melihat Andrew. Andrew tersenyum tipis menjelaskan dengan suara lembut.
Andrew: maaf kakek, saya Andrew. Bukan Adit. Kakek kenal papa saya? Maksud saya Adit?
Kakek tua tersebut melebarkan mata menatap wajah Andrew. Tangannya meraba lembut wajah Andrew.
"Jadi kamu Andrew? Putra Adit? Aku adalah paman dari papamu nak. Luar biasa wajah kalian begitu mirip"
Andrew: kakek adalah paman papa?
"Ya panggil saja kakek Tino"
Andrew: kakek datang kesini, sendirian?
Tino: ya, setiap tahun aku datang untuk mengenang kematian papamu.
Andrew: kek, boleh aku bertanya?
Tino: ada apa?
Andrew: benarkah papa dibunuh seseorang?
Tino: hmm.. itu sudah lama berlalu, untuk apa kamu tanyakan. Hiduplah dengan baik nak. Bukankah kamu hidup nyaman dengan Abed?
Andrew: kakek mengenal papa Abed?
Tino: tentu saja kenal. Kakek juga mengenal Brian, Brian adalah sahabat papamu dan juga mantan kekasih mamamu dulu.
Andrew: apa? Paman Brian mantan kekasih mama? Dan juga sahabat papa?
Tino: iya, jika diceritakan memerlukan waktu yang panjang. Setidaknya kakek senang. Akhirnya Abed memberanikan diri membuka kebenaran tentangmu. Jika kamu memiliki papa dan mama kandung, meski mereka sudah tiada.
Tino meletakan bunga yang dia bawa dan berdoa. Matanya tertutup mendoakan Adit. Andrew menutup matanya, memanjatkan doa kepada Adit. Selesai berdoa Andrew kembali berbincang dengan Tino.
Andrew: kek, ceritakan padaku! Bagaimana papa bisa seperti ini.
__ADS_1
Tino: tanyalah kepada papamu. Kakek hanya mendengar cerita, kakek tidak ingin ada salah paham. Cukup kakek dsn nenekmu yang menjadi korban kesalah pahaman.
Andrew: maksud kakek?
Tino: (menepuk bahu Andrew) tidak ada gunanya mengungkit mada lalu Andrew. Cukup doakan saja papa dan mamamu. Doakan mereka agar tenang di alamnya. Tidak semua hal yang kamu dengar adalah kebenaran. Sebelum menyaksiakan sendiri jangan mudah percaya kepada perkataan orang lain. Setiap kata yang keluar dari beberapa orang berbeda beda. Carilah dulu kebenarannya. Jangan sampai kamu menyesal. Kakek permisi, jika ada waktu datangkah berkunjung ke rumah kakek.
Andrew: dimana rumah kakek?
Tino: dekat dari taman kota. Rumah sederhana dengan taman bunga di depannya adalah rumah kakek. Dan ya, kamu tumbuh sehat dan gagah. Parasmu tampan, melebihi papamu.
Andrew: kek, Andrew pasti datang menemui kakek.
Tino: datanglah, karena kakek juga bukan orang asing. Kakek juga kakekmu.
Tino tersenyum dan berjalan perlahan meninggalkan pemakaman. Andrew menatap punggung Tino. Andrew memalingkan wajah kembali menatap foto Adit.
Andrew: aku akan cari kebenarannya. Cepat atau lambat aku pasti tau semuanya.
Andrew berbalik dan pergi. Andrew berjalan menuju pamakaman Amanda.
♡♡♡♡♡
Brian dan keluarganya datang ke rumah Abed. Brian dan Abed ingin meluruskan kesalah pahaman dengan Andrew.
Andrew berdiri du depan ruang kerja Abed. Mengetuk pintu perlahan.
Andrew membuka pintu ruangan dan masuk kedalam ruangan. Andrew menutup pintu, berjalan perlahan menghampiri Abed dan Brian yang sudah menunggu di sofa.
Brian: hai Andrew. Duduklah, ada yang ingin paman sampaikan padamu.
Andrew diam dan duduk di samping Brian. Abed terus menatap Andrew, matanya sudah berkaca kaca. Brian menghela nafas panjang dan mulai membuka suara.
Brian: paman dan papamu memanggilmu karena kami akan menjelaskan semua mengenai papa dan mamamu Abdrew. Paman adalah teman papa mamamu. Kami berasal dari negara yang sama, dan dari kota yang sama. Aku dan papamu adalah sahabat dekat saat kami sekolah. Sedangkan mamamu, adalah wanita yang dulu pernah ada dalam hati paman. Wanita yang mengisi kekosongan hati paman. Sampai akhirnya sesuatu hal terjadi. Dimana kami, paman, papa dan mamu saling bertentangan karena suatu hal. (Terdiam)
Andrew: apa karena papa dan mama ada hubungan? Cinta segitiga? Perselingkuhan atau hal yang lain?
Brian: (tersenyum menatap Andrew) tidak hanya wajah, sepertinya karaktermu juga sama dengan papamu Andrew. Tidak bisa sabar dan terus mendesak orang. Baiklah, paman akan lanjutkan. Dulu keluarga paman terlibat masalah. Keluarga paman bangkrut, dan disaat yang sama mamamu menghianati paman. Berselingkuh dengan papamu. Sampai akhirnya waktu membawa paman bertemu bibimu yang saat itu sedang dalam masalah dengan papamu Abed. Kami saling bekerjasama dan akhirnya kami dekat. Sejak saat itu paman sudah melupakan kenangan masa lalu, dan jujur saja meski rasa sakit masih ada paman selalu berusaha tidak menyimpan dendam kepada papa dan mamamu. Paman pindah ke Amerika dan tidak mendengar kabar tentang papa mamamu, sampai suatu saat kami kembali bertemu dalam urusan bisnis. Dan saat itu mamamu sedang mengandungmu. Entah apa yang merasuki papamu, papamu kasar kepada mamamu dan kamu terpaksa lahir lebih awal. Bibi mu pun menjadi korban saat menolong mamamu, itu kenapa kamu dan Lovely lahir di hari yang sama. Dan paman melaporkan papamu kepada polisi setelah membawa bukti yang cukup kuat. Papa mamamu berpisah, paman memberikan bantuan tempat tinggal kepada mamamu. Dan disitulah mamamu mengenal papamu Abed, singkatnya mamamu dan papa Abed menikah dan hidup bahagia. Sampai suatu saat musibah besar datang. Kalian di culik, kamu dan Lovely di culik oleh dua orang berbeda. Untung saja papamu berhasil membawamu kembali, dan kamu tau siapa yang menculikmu? Dia adalah papa kandungnu Adit. Lagi lagi papamu harus berurusan dengan polisi. Masuk kedalam penjara. Rupanya papamu tidak jera, seseorang sengaja datang membebaskan papamu dan membuatnya panas hati. Seseorang itu menaruh dendam padaku dan papamu Abed karena kami adiknya meninggal. Seseorang itu adalah Felix Collyn. Suami bibi Mely. Felix dibutakan oleh kasih sayang dan memanfaatkan papamu. Mempengaruhi papamu melakukan kejahatan, papamu memaksa mama dan papa Abed berpisah yang mana saat itu mamamu dalam kondisi hamil. Lagi lagi papamu membuat masalah, mwnculikmu membuat mamamu khawatir. Papamu Abed berusaha menyelamatkanmu dan bertarung melawan penjahat. Tidak di sangka di lokasi yang sama ada mamamu juga. Entah apa yang terjadi antara mamamu dan papamu, mamamu jatuh dari tangga dan mengalami pendarahan. Mamamu meninggal. Karena emosi dan murka papamu Abed membunuh papa kandungmu. Papamu di hukum sesuai perbuatannya. Dan kamilah yang mengasuhmu saat itu. Inilah cerita yang sebenarnya Andrew. Paman dan bibi Amelia menjadi saksi saat itu. Papamu Abed memang bersalah membunuh papamu. Namun papamu Abed sudah menjalani hukumannya bukan?
Andrew: jadi begitu? Aku mengerti paman. Terimakasih sudah menjelaskan kepadaku.
Abed: apa kamu marah pada papa?
Andrew: (menatap Abed) marah? Tentu tidak. Mungkin jika aku ada di posisi papa aku juga akan melakukan hal yang sama. Papa tenang sana, aku tidak marah dan membenci papa.
__ADS_1
Brian: paman tau ini sulit kamu cerna Andrew tapi ingat, jangan pernah jatuh dalam lubang yang sama. Dengarkan isi hatimu, dan jangan dengar apa kata orang lain. Orang lain hanya tau menilai sisi luar kita namun hanya diri kita sendiri yang dapat menentukan keputusan. Apa yang terbaik untuk diri kita sendiri. Paman harap kamu benar benar memahami maksud paman Andrew.
Andrew: ya paman aku mengerti.
Brian: tidak ada manusia yang sempurna. Kita semua punya kesalahan dan masa lalu. Apakah karena pernah melakukan kesalahan, kita harus membenci atau menjauhi orang tersebut? Apakah kita harus mencemoh dan menghina orang tersebut? Jika melakukan itu, apa bedanya kita dengannya? Kita hanya perlu membawanya menuju jalan yang lebih baik. Memeberi dukungan dan semangat agar dia bangkit dari masalalunya. Agar dia bisa mengubah pribadinya menjadi orang yang lebih baik dan bijak.
(Dalam hati Andrew)
Ah.. (mengehela nafas) semua yang paman Brian katakan adalah hal yang benar. Andrew ayolah.. jangan sampai pikiranmu dipenuhi hal hal yang buruk. Ayo berfikir jernih. Bagaimanapun papa Abed adalah orang yang merawatmu sejak kecil. Orang yang membesarkanmu. Kacau! Ini sungguh membuatku kacau! (Meracau dalam hati)
Brian: tenangkan pikiranmu Andrew. Jangan terlalu keras berfikir, semua butuh proses. Pelan pelan saja, kamu harus belajar menerima semua ini dengan lapang dada. Oke?
Andrew: ya paman. Aku mengerti.
Brian: kamu bisa kembali dan beristirahat Andrew. Ada hal penting yang ingin paman bicarakan dengan papamu. Terimakasih Andrew, kamu mau mendengarkan penjelasan paman.
Andrew: baik paman, Andrew permisi.
Abed: nanti kita bicada lagi. Papa akan menemuimu di kamar.
Andrew: oke.. (tersenyum)
Andrew berdiri dan pergi meninggalkan ruang kerja Abed. Perasaannya campur aduk. Disisi lain hatinya kesal, dan disisi lain hatinya merasa lega. Pikirannya mulai kacau, Andrew mengatur nafasnya, berusaha mencerna semua penjelasan Brian. Andrew mempercepat langkahnya berjalan menuju kamar.
-----------@@@@@----------
hallo semua.. apa kabar kalian hari ini??? Author mau tanya nih, karena kepo.
1.Pernah gak sih kalian benci seseorang??
2.apa alasan kalian membenci orang tersebut??
3.Apa yang kalian lakukan jika bertemu orang yang kalian benci??
Hehehe.. maafkan author jelek yang banyak tanya ya. Author hanya ingin tau kisah kalian saja. Tidak ada maksud lain.
Jangan lupa mampir ke novel saya yang lainnya ya..❤❤❤❤❤
----------@@@@@----------
Salam hangat dari author jelek.
"Dea Anggie"
__ADS_1