
Abed berjalan mundur perlahan, Abed melihat Nikita yang tergeletak di lantai dsn langsung mengahampiri Nikita. Abed mengangkat kepala Nikita, mengusap wajah Nikita. Abed menangis saat melihat kondisi Nikita, Abed memluk Nikita erat.
Abed: (melepaskan pelukan mengusap lembut wajah Nikita) Nikita Bangun.. jangan membuatku takut.. sayang.. bangun.. (suara gemetar)
Ambulance datang, tim medis segera masuk mendekati Nikita. Brian membantu Abed berdiri, tubuh Abed gemetaran. Brian menepuk punggung Abed. Tim medis membawa Nikita ke masuk dalam ambulance. Dan segera melesat pergi ke rumah sakit.
Polisi datang, dan mengamankan TKP. Abed terpaksa di bawa ke kantor polisi karena sudah menghilangkan nyawa seseorang. Abed terdiam, dia menyadari jika dirinya melakukan kesalahan. Saat membunuh Adit, dirinya hilang kendali. Kekesalah dan murka lah yang mengusai jiwa.
Abed berjalan di dampingi polisi dan Brian. Abed melewati Amelia yang menggendong Andrew, Andrew menatap Abed dan tertawa karena mwnganggap wajah papanya lucu. Abed tersenyum msncium lembut pipi Andrew. Abed berbisik lembut di telinga Andrew.
Abed: (suara lembut) maafkan papa sayang.. papa tidak bisa menjagamu.. papa sangat menyayangimu..
Abed menatap Amelia, air matanya kembali jatuh.
Abed: jaga putraku Mel. Maaf, aku mengecewakanmu lagi. Aku sudah hilang kendali dan kembali menjadi orang jahat. Kembali menjadi pembunuh.
Amelia: (menyeka air mata Abed) aku mengerti perasaanmu Abed.. kamu lakukan itu karena rasa cinta dan sayangmu yang begitu besar pada anak dan istrimu.. kami akan menjaga Andrew, kami akan bersaksi untuk meringankan hukumanmu. Oke?
Abed: beri kabar padaku tentang keadaan Nikita. Dan tolong jaga mama juga Mel..
Amelia: iya aku pasti akan menjaga mama. Dan juga memberi kabar soal Nikita.
Brian: ikutilah prosedur hukum Abed, kami akan carikan jalan keluar untukmu. Kami akan mendukungmu, oke?
Abed: thankyou Amelia dan Brian.. semoga kalian selalu bahagia sampai akhri.
"Mari tuan, kami harus memeriksa ada dikator polisi.
Abed: iya.. ayo.. (suara lirih)
Abed pergi meninggalkan Andrew dalam gendongan Amelia. Andrew menangis saat melihat papanya pergi. Amelia berusaha menenagkan Abdrew yang menangis. Brian sibuk menghubungi pengacara untuk mendampingi Abed. Usai berbincang, Brian menutup panggilan dan kembali menemui Amelia. Brian mengajak Amelia pergi ke rumah sakit untuk mengetahui keadaan Nikita.
♡♡♡♡♡
Rumah Sakit..
Brian dan Amelia menunggu di ruang tunggu. Andrew terus menangis dalam gendongan Amelia. Brian mengambil alih Andrew dari gendongan Amelia dan menggendong Andrew. Brian mengusap lembut punggung Andrew berusaha menenangkan Andrew.
Brian: duduklah, aku akan ajak Andrew berkeliling.
Amelia: ya.. hati hati, kabari jika ada apa apa..
Brian pergi meninggalkan Amelia untuk berleliling. Brian memeluk erat Andrew. Amelia duduk bersandar, memijat pangal hidungnya lembut. Amelia benar benar terkejut dengan kejadian yang baru saja dia lihat. Bagaimana Abed menusuk nusuk tubuh Adit, Amelia tak bisa bayangkan Abed akan menjadi brutal dan tidak terkendali. Amelia memandang ke depan dengan pandangan kosong. Amanda datang, mendekati Amelia. Amelia terkejut dan langsung memeluk Amanda.
Amanda: Amelia..
Amelia: mama.. (memeluk erat)
Amanda: apa yang terjadi sayang? (Melepas pelukan)
Amelia menceritakan detail kejadiannya. Amanda terkejut, menutup mulutnya dengan ke dua tangan. Amanda menangis..
Amelia: ma.. mama harus kuat, kami pasti akan menolong Abed.
Amanda: mama lah yang bersalah, tidak seharusnya mama mengajak Andrew pada saat itu. Mama tidak menyangka jika penculik itu mereka adalah orang orang Adit.
Amelia: sudah ma, bukan salah mama. Adit memang sengaja mengambil kesempatan saat kita lengah. Yang terpenting sekarang kita berdoa untuk Nikita dan juga Abed.
Amanda: ya, semoga saja Nikita dan bayinya baik baik saja. Abed anakku.. (menangis tersedu)
Dokter keluar dari ruangan menemui Amelia dan Amanda. Dokter melepas masker dan menyeka keringat di dahinya.
Amanda: Bagaimana keadaan anak dan cucu saya dokter?
Dokter: maaf.. kondisi janin saat di bawa ke rumah sakit sudah dalam keadaan meninggal. Dan ibunya baru saja menghembusakan nafas terakhirnya. Sebelum meninggal beliau sempat merekam pesan suara untuk suaminya Abed. Saya merekamnya diponsel saya.. (mengeluarkan ponsel)
Amelia: apa??? (Terkejut) Tolong kirim rekaman itu pada saya dokter, saya akan langsung sampaikan pada kakak saya.(bicara perlahan, berusaha menahan air mata)
Dokter: baiklah nyonya..
Dokter mengirim pesan suara kepada ponsel Amelia. Amelia menerima dan mengucapkan terimakasih kepada Dokter. Amelia meminta dokter untuk menyimpan sementara rekaman suara Nikita di ponselnya karena alasan tertentu. Dokter menyetujui permintaan Amelia.
Dokter berpamitan dan pergi meninggalkan Amelia dan Amanda. Amanda dsn Amelia saling berpelukan. Air mata tidak bisa lagi di tahan, mereka menangis tersedu. Ini adalah kabar yang buruk untuk Abed.
__ADS_1
Brian datang, terkejut melihat Amanda dan Amelia menangis sampai terisak. Brian mendekati Amelia dan menyeka air mata Amelia dengan satu tangan, karena tangan lainnya menggendong Andrew yang saat ini sedang tertidur.
Brian: sayang, ada apa? Kamu menangis?
Amelia: Niki.. dia meninggal Brian (Amelia terisak membenamkan wajah dalam pelukan Brian)
Brian terkejut, matanya melebar bagai tersambar pertir. Brian tidak percaya Nikita pergi meninggalkan keluarganya. Bagaimanapun Nikita juga orang yang Brian kasihi di masa lalu. Brian memeluk Amelia dengan erat.
Amelia: bagaimana ini? Aku hasus bilang apa pada Abed? Abed pasti akan sangat sedih mendengar istri dan anaknya tiada.
Brian: tenanglah.. tenangkan dirimu. (Melepas pelukan) kita harus terima kenyataan Amelia, inilah kehidupan.. Duduklah dan tenangkan dirimu, oke?
Amelia mengangguk, Amelia duduk menyeka air matanya. Brian mendekati Amanda dan memeluk Amanda, Brian menenangkan Amanda yang menangis. Amanda sangat sedih kehilangan menantu dan calon cucunya.
Brian: bibi aku turut berduka.. maaf aku tidak bisa membantu apa apa kali ini. Maaf bi.. (sedih)
Amanda: kasian sekali Nikitaku, dia dan calin bayinya harus mengalami kejadian buruk seperti ini.
Brian: kita doakan yang terbaik bibi. Mungkin inilah yang terbaik, dari yang terbaik. Apa yang kita rencanakan di masa lalu belum tentu akan terjadi di masa depan. Semua sudah ditentukan, semua sudah ada yang mengatur. Bibi harus bersabar, tenangkan diri bibi.
Amanda: kamu benar Brian, kita manusia hanya bisa berdoa, berusaha dan berharap. Selebihnya kita serahkan kepada pemilik dunia.
Brian membantu Amanda duduk didekat Amelia. Brian memeluk Andrew dan mengusap punggung Andrew.
(Dalam hati Brian)
Kasian sekali kamu Andrew, kamu menjadi anak yatim piatu. Papa dan mamu sudah tiada begitu juga adikmu yang belum lahir. Paman akan menjagamu Andrew, paman akan membesarkanmu. Tumbuhlah menjadi orang baik dan bijaksana..
♡♡♡♡♡
Upacara pemakaman di lakukan, semua berdoa untuk kepergian Nikita dan calon bayinya. Abed terdiam, matanya merah dan bengkak. Brian, Amelia, berdiri di samping Abed. Ada juga Angela, David, Caroline, dan Yohanes juga hadir dalam proses pemakaman Nikita. Amanda menunggu di mobil bersama Andrew dan Lovely, di jaga oleh Thomas, Arson dan Billy. Amanda tak sanggup melihat kepergian menantu yang sangat disayanginya.
(Dalam hati Amanda)
Selamat jalan menantuku Nikita dan cucuku. Tenanglah disana, kami akan selalu merindukanmu..
Setelah doa, proses pemakaman dimulai, peti mati mulai di masukan masuk dalam tanah. Abed mengepalkan kedua tangan air matanya mengalir deras.
(Dalam hati Abed)
Semua menangis haru, Brian juga menangis. Pada akhirnya air matanya jatuh. Brian menyeka air matanya..
(Dalam hati Brian)
Selamat jalan Nikita, maafkan kesalahanku dimasa lalu. Tenanglah di sana, aku percaya kamu dan anakmu akan bahagia. Aku akan merawat Andrew dengan baik, aku berjanji padamu. Meski kita sudah tidak ada hubungan apa apa, bagiku kamu adalah wanita spesial. Wanita pertama yang aku kenal. Kita sudah lama saling mengenal dan mempunyai banyak kenangan. Bersama Adit juga.. Selamat jalan temanku, Nikita Aulia.. Aku akan selalu merindukanmu..
Amelia selesai berdoa, matanya masih terpejam. Amelia menangis mengenang Nikita, mengenang masa masa bersama Nikita.
(Dalam hati Amelia)
Selamat jalan saudariku terkasih. Aku tahu, kamu bukan orang yang jahat. Hatimu penuh kasih, tenanglah di sana. Aku mengasihimu Nikita. Selamat jalan untuk keponakan kecilku, bibi pasti merindukanmu. Nikita, jangan khawatirkan Andrew. Aku akan menjaga Andrew, membesarkan Andrew. Aku akan mencintai Andrew sepertj anakku sendiri.
Upacara selesai, semua orang mulai beranjak pergi. Angela dan David berpamitan kepada Abed dan keluarganya. Karena masih ada urusan yang harus mereka selesaikan. Angela dan David mengucapkan dukacita sedalam dalamnya atas kepergian Nikita dan calon anaknya. Abed mengucapkan terimaksih atas kedatangan Angela dan David. Angela dan David pergi.
Caroline dan Yohanes juga berpamitan. Yohanes memeluk Abed dan menenangkan Abed.
Yohenes: (melepaskan pelukan) bersedih boleh Abed. Tapi kamu harus tetap semangat dan bertahan. Hidupmu masih panjang.. jangan ada dendam dalam hatimu. Penuhilah hatimu dengan kasih. Oke? Aku turut berduka atas kepergian mendiang istri dan calon anakmu. Ingatlah, Andrew masih ada di sisimu. Kami pasti akan lakukan yang terbaik untuk membantumu.
Caroline: Hans benar Abed, kami tahu kamu hanya emosi sesaat. Semua pasti melakukan kesalahan, jangan berkecil hati ya. Kami akan berusaha melakukan yg terbaik. Aku akan membantumu sebisaku.
Abed: thanks Hans, Caroline.. maaf merepotkan kalian.
Caroline: sama sama..
Yohanes: tidak masalah, bukankah kita teman? (Tersenyum)
Brian: kalian ingin pergi?
Yohanes: iya Brian. Aku harus menjemput adik perempuanku di Bandara. Dia akan tiba kurang dari 1 jam.
Brian: ah begitu. Baiklah.. hati hati di jalan..
Yohanes: kami permisi, sampai jumapa. Abed terus semangat..
__ADS_1
Abed tersenyum pada Yohanes. Yohanes melambaikan tangan diikuti Caroline.
Caroline: bye semua.. (melambai)
Caroline dan Yohanes pergi meninggalkan pemakanan. Amelia mendekat dan memeluk erat Abed, Abwd mengeratkan pelukan.
Amelia: (melepas pelukan) semangat kakakku.. (tersenyum)
Abed: thanks sayangku.. (tersenyum)
Brian: masih ingin disi atau kita akan pulang?
Abed: pemakanan sudah selesai. Tentu aku harus kembali ke kantor polisi.
Amelia: kami selalu mendukungmu Abed.
Abed: tolong bantu aku merawat andrew dan mama.
Amelia: itu pasti, kami akan lakunan yang terbaik.
Abed: bisa kamu urus perusahaan selagi aku ada di penjara?
Brian: aku akan berusahan Abed, aku akan temui asistenmu nanti.
Abed: aku percaya pada kalian, kalian lah yang terbaik.
Abed, Brian dan Amelia berjalan meninggalkan pemakaman. Dipersimpangan jalan mereka bertemu Felix Collyn dan asistennya. Felix Collyn membuka kacamata hitamnya dan menatap Abed.
Felix: Hallo temanku.. lama tidak bertemu (tersenyum) turut berduka atas kepergian istri dan calon anakmu. Akupun sedih baru saja kehilangan orang kepercayaanku yang telah di bunuh oleh seorang psikopat.
Felix memakai kembali kacamata hitamnya. Felix mendekati Abed dan menepuk bahu kiri Abed perlahan.
Felix: senang melihatmu baik baik saja.
Felix pergi meninggalkan Abed, Brian dan Amelia. Brian manatap punggung Felix lalu menatap Amelia, Amelia menggelang merangkul langan Abed. Mereka kembali ke parkiran. Abed dibawa oleh mobil polisi kembali ke kantor polisi. Brian dan Amelia masuk dalam mobil dan kembali ke rumah.
Hallo semua..
Terimkasih sudah mau berkunjung dan mmebaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Beri tip juga boleh..
😉😘
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
__ADS_1
Salam hangat,
"Dea Anggie"