
Sepanjang perjalanan Amelia hanya diam, Brian sesekali melirik ke arah Amelia. Brian menggenggam tangan Amelia, namun pandangannya masih fokus ke depan.
"Apa kamu marah?" Tanya Brian.
"Aku harus lihat kondidi putriku dulu, aku tidak bisa jawab marah atau tidaknya." Jawab Amelia, melepaskan tangannya dari genggaman Brian.
"Baik-baik aku mengerti. Aku tidak akan bicara lagi." Ucap Brian.
Amelia menatap sekeliling jalan, pikirannya terus menerus berfikir mengenai apa yang Brian ceritakan.
"Bagaimana bisa seperti ini? (Terbayang masa lalunya) ahhh.. aku bisa gila jika seperti ini. Kenapa bisa putriku terjebak dalam lubang yang sama denganku. Love.. apakah kamu baik-baik saja? Maafkan mama yang tidak bisa melindungimu nak." Batin Lovely merasa sangat sedih.
Air mata Amelia tiba-tiba saja jatuh menetes, Amelia terisak. Brian merasa sedih tidak tega mendengar isak tangis istrinya. Brian mengusap lembut kepala Amelia lalu perlahan turun ke bahu Amelia.
Amelia menyeka air matanya, berusaha menguatkan hati. Brian melihat tangan Amelia mengepal erat, Brian merasa Amelia merasakan hal yang sama seperti dirinya saat mengetahui kebenaran dari Lovely dan Andrew. Kebenaran yang membuat hati sakit, kesal, marah dan kecewa namun hanya bisa pasrah melepas semuanya dengan ke iklasan hati dan kasih.
Brian mendekat dan berbisik, "jangan biarkan dirimu di kuasai emosi! Ingatlah akan kasih sayang, jangan pikirkan hal lain selain kasih." Suara Brian lembut, tangan Bria menyentuh tangan Amelia dan memegang erat tangan Amelia.
"Ku mohon, jangan biarkan rasa kecewamu menutupi kasihmu.. aku percaya kamu bisa melawan semua ini sayangku, aku ada disini. Aku akan selalu bersamamu, aku tahu ini sulit. Aku sudah merasakannya, namun aku mencoba mengendalikan diriku. Aku tidak ingin menjadi orang tercela." Batin Brian berguman, berharap istrinya Amelia tidak menggila sesampainya dirumah sakit.
♡♡♡♡♡
Di rumah sakit, Flip, Mely dan Felix kembali menjenguk Andrew. Felix dan Mely duduk di sofa bersama Lovely, Felix melihat bekasuka di wajah dan tangan Lovely, hatinya tiba-tiba terenyuh.
"Aku bukan papanya, namun hanya dengan melihat keadaan Lovely yang seperti ini, seakan aku bisa merasakan apa yang Brian rasakan. Jika papa dari Lovely itu aku, aku sungguh akan memenjarakan Andrew. Bagaimana bisa dia menyiksa wanita seperti ini, pria sejati tidak memukul wanita." Batin Felix.
Felix menatap kearah Andrew yang sedang berbincang dengan Flip. Sedangkan Lovely berbincang dengan Mely. Felix hanya diam dan duduk santau bersandar di sofa.
Kleeekkk..
(Suara pintu)
Tak..
Tak..
Tak..
(Suara langkah kaki)
"Lovely.." panggil seseorang.
Lovely terkejut, melihat arah suara. Lovely merasa tidak asing dengan suara yang memanggil namanya. Semua terdiam, ternyata Amelia tergesa-gesa masuk dalam ruangan mencari Lovely. Dibelakang Amelia ada Brian dan juga Alex.
Lovely yang melihat mamanya langsung berdiri dari duduknya dan berlari mendekari Amelia.
"Mama.." suara Lovely gemetar.
Amelia dan Lovely saling berpelukan. Amelia mendekap erat tubuh Lovely, Amelia melepas pelukan, mengusap wajah Lovely. Amelia melihat bekas lebab dan memar di wajah Lovely, air matanya seketika menetes. Hatinya seperti ter iris-iris melihat putrinya begitu malang.
"Sayangku, maafkan mama nak.." Amelia menciumi wajah Lovely dan kembali memeluk Lovely.
Lovely merasa senang bisa bertemu mamanya. Lovely tidak bisa menahan air matanya keluar, Lovely menangis dan terisak. Semua yang ada di dalam ruangan menyaksikan adegan dramatis pertemuan ibu dan anak yang menguras air mata.
Felix merangkul Mely, mengusap punggung Mely. Flip dan Andrew hanya dia melihat, Andrew merasa gelisah. Andrew menyiapkan hatinya menerima kemarahan dan kemurkaan Amelia. Karena sudah menyakiti putrinya.
"Kamu baik-baik saja sayang? Jangan pernah menahan rasa sakitmu sendiri, berbagilah kepad mama, mama adalah mamamu sayang. Bukan orang asing." Amelia melepas pelukan memegang wajah Lovely, Amelia menyeka air mata Lovely yang banjir menetes.
Lovely mengangguk, "aku merindukan mu ma.." suara Lovely gemetar.
"Mama juga rindu. Sayangku.." suara Amelia lirih.
Brian mendekat, memeluk Amelia juga Lovely. "Jangan membuatku sedih, aku tidak mau melihat kedua wanita kesayanganku ini terus-menerus menangis." Suara Brian lembut, mengusap bahu Amelia dan Lovely bersamaan.
Brian melepas pelukan dan merangkul Lovely, "bagaimana kabar kesayangan papa hari ini?" Tanya Brian dengan suara lembut.
"Aku baik-baik saja pa.." jawab Lovely.
__ADS_1
"Baguslah kalau begitu, sepanjang jalan mamamu sudah seperti induk singa yang kehilangan anaknya. Papa dan Alex hanya bisa diam, tidak bicara apa-apa." kata Brian melirik kearah Amelia.
Brian melihat kearah lain, menyapa Felix dan Mely. "Hai Fel, hai Mel.. kalian haus, ayo kita minum kopi di cafe sekitar sini." Brian mengedipkan satu mata memberi isyarat kepada Felix dan Mely.
"Boleh juga, aku juga ingin kopi. Ayo sayang, Flip ayo ikutlah dengan papa dan mama." Kata Felix.
"Ya pa," jawab Flip.
Brian, Felix dan Mely berjalan perlahan. "Alex ayo ikut papa, papa ingin bicara sesuatu." Kata Brian.
"Oke," jawab Alex.
"Papa tidak mengajakku?" Ucap Lovely merengek.
"Maaf sayangku, papa tidak bisa mengajakmu. Mamamu masih ingin bicara denganmu." Brian menatap Amelia.
Amelia menatap Brian dan hanya diam, tidak bergerak, tidak bicara. Brian, Alex, Felix, Mely, dan juga Flip pergi meninggalkan ruangan.
Brian sengaja melakukannya karena Brian tahu Amelia sudah tidak sabar untuk mengintrogasi Andrew dan Lovely secara bersama-sama. Brian sangat memahami watak istrinya, sedari dulu tidak pernah mau bersabar menunggu seperti dirinya.
Amelia berjalan mengambil kursi, Amelia duduk. Menyilangkan kaki dan melipat tangan di dada. Mengatur posisi duduk, mencari posisi yang nyaman.
"Duduklah di samping Andrew, Love. Mama ingin bicara padamu juga pada Andrew." Suara dingin Amelia.
Lovely bergegas berjalan dan duduk di dekat Andrew, Lovely tahu jika mamanya dalam mood yang buruk, terdengar dari nada bicaranya yang dingin. Andrew dan Lovely gugup, Andrew dan Lovely hanya bisa menunduk.
"Dengar baik-baik, aku bukan Brian yang akan menunggu kalian berbicara atau mengutarakan keluh kesah dalam hati kalian. Aku akan langsung bertanya pada inti permasalahannya, tidak akan menunggu-nunggu ketidak pastian! Denganku tidak ada kata tidak ada jawaban atau diam membisu, jika kalian diam maka kalian akan dapatkan hukuman dariku! Kalian paham????" Suara Amelia meninggi.
"Iyaaa.." jawaban Anedrew dan Lovely bersamaan.
Amelia menghela nafas panjang, " Andrew.. apa benar kamu melukai Lovely? Hanya karena Lovely mengekangmu dan selalu merengek padamu?" Tanya Amelia pada Andrew.
"Iya bi, maaf aku bersalah." Jawab Brian.
"Psikopat! Kamu anggap aoa putriku hah?? Maaf dan penyesalan bisa di ucapkan dengan mudah Andrew, namuh tidak akan pernah bisa menghapus goresan luka dalam hati! Apa kamu tau? Kami seorang wanita hanya terlihat kuat dari luar, namun hati kami sangatlah rapuh! Hati kami bisa hancur dan tidak akan pernah bisa kembali utuh! Kami tidak akan pernah bisa melupakan kejadian buruk yang menimpa kami. Ahh.. kalian membuatku sakit kepala." Kata Amelia memijat kepalanya.
"Tidak apa, hanya sakit kepala ringan. Kembali ke pembahasan kita. Kamu dan kamu (menunjuk Andrew lalu menjunjuk Lovely) kalian tumbuh bersama sejak kecil, tidak disangka kalian seperti ini. Kamu Andrew, jika kamu emosi luapkan emosi dengan berdoa jangan dengan minuman yang bisa mmebuatmu mabuk dan hilang kendali. Jangan melihat kebelakang, lihatlah jalanmu didepan! Bibi tau, kamu sangat terpukul dengan kejadian yang menimpa papamu. Apa kamu pikir bibi tidak sedih? Hanya karena bibimu diam bukan berarti hati ini tidak menangis Andrew! Bibi dan papamu tumbuh bersama dari kecil, sepertimu dan Lovely. Bibimu ini juga sangat sayang pada papamu walaupun kenyataannya papamu hanya memanfaatkan bibi dan menyakiti bibi. Hahhhh.. (Amelia menghela nafas panjang lagi) berapa kali bibi katakan, bibi tidak suka dengan seseorang yang melakukan kekerasan. Dan sekarang? Lihat apa yang kamu lakukan pada Lovely! Bersyukurlah bibi dan pamanmu tidak menghukummu Andrew. Perbuatanmu ini bisa merusak reputasimu dan masa depanmu, kami tidak ingin hal itu terjadi padamu. Kami selalu berfikir panjang dan jauh ke depan. Selalu memikirkan akibat dari tindakan kami, hanya saja jalan yang kami pilih berbeda. Jika pamanmu memilih membantu orang meski dirinya sendiri kesusahan tidak dengan bibimu ini, dengan bibi jika kamu ingin makan maka bekerja! Tidak ada kata cuma-cuma. Kejam? Tidak! Ini adalah cara melatih diri agar terhindar dari kata malas dan bergantung pada orang lain! Bibimu ini sebenarnya sangat kesal dan marah padamu, hanya saja bibi tidak akan bisa melakukan apa-apa. Ibu mana yang tega menghukum anaknya sendiri, kamu sudah seperti putraku, bibi menyayangimu Andree. Bibi sayang padamu." Amelia menangis, Amelia menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Lovely berdiri, menghampiri Amelia dan memeluk Amelia. "Mama.. jangan menangis ma, maafkan Lovely ma.. maaf.." ucap Lovely dengan suara gemetar.
Amelia mendekap Lovely dengan erat, "jangan pernah berbohong lagi sayang, mama tidak suka! Lebih baik kamu jujur meski itu menyakiti kami keluargamu, oke?" Suara amelia serak.
Lovely mengangguk, "iya ma, aku berjanji. Maaf ma.." Lovely menjerit lirih.
"Ya ya.. mama maafkan." Jawab Amelia mengusap penggung Lovely.
Amelia melepas pelukan dan menyeka air matanya, Amelia melihat Andrew yang hanya menunduk dan melihat selimut Andrew basah karena air mata. Amelia berdiri, berjalan mendakati Andrew. Amelia mengusap kepala Andrew dengan lembut.
"Maaf jika bibi marah-marah, maaf jika kata-kata bibi menyakitimu Andrew. Bibi sangat sayang padamu." Suara lembut Amelia.
Anedrew terkejut, mengangkat kepala menatap Amelia. "Bibi.." suara Andrew gemetar.
Amelia tersenyum, menyeka air mata Andrew dan mengecup kilas kening Andrew. "Jangan ulangi perbuatanmu nak, memukul dan menganiaya bukan hal yang patut dilakukan saat kamu sedang emosi. Masuklah dalam kamar, duduk bersimpuh dan berdoa. Katakan apa saja yang ingin kamu katakan, mengadulah.. tidak akan ada doa yang sia-sia. Doamu sedang di proses dan dikerjakan, pasti akan terjawab oleh waktu Tuhan. Yang entah kapan, kita manusia tidak akan pernah ada yang tau. Karena waktu Tuhan bukanlah waktu kita. Kamu mengerti?" Suara Amelia lembut.
Andrew tersenyum dan mengangguk, "aku mengerti bibi, maaf dan terimakasih." Jawab Andrew.
"Ya, bibi maafkan.. bibi juga menerima terimakasihmu. Teruslah ingat apa yang bibi katakan, percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertiamu sendiri. Kamu tentu memahami maksudnya, jika kamu percaya pada yang lain hanya akan menjerumuskanmu dalam kekelaman. Berubahlah Andrew, jangan lagi mendengarkan kata-kata lain selain kata hatimu, anak baik akan patuh dengan ajaran orang tua. Bukan begitu?" Lovely mengusap lembut wajah Andrew.
"Ya bi.. bibi benar. Aku terlalu egois dan mementingkan diriku sendiri, karena aku tidak bisa mengendalikan diriku sendiri membuat ku dalam masalah seperti ini. Aku berjanji bibi, ini adalah pertama dan terakhir kali aku melakukan keburukan. Aku tidak akan mengulanginya lagi, aku akan terus berusaha menjadi orang baik dan menjadi lebih baik dari sebelumnya." Jawab Andrew.
"Good Boy!" Amelia memuji Andrew.
Amelia memalingkan wajah dan memanggil Lovely, "kemarilah sayang." Kata Amelia teesenyum.
"Ya ma.." jawab Lovely, berjalan mendekat.
Amelia meeaih tangan Lovely dengan tangan kanannya, dan meraih tangan Andrew dengan tangan kirinya. Amelia meletakan tangan Lovely diatas tangan Andrew.
__ADS_1
"Maafkan kesalahan satu sama lain, bicara pada diri sendiri masing-masing. AKU MAU MENGASIHI DAN MENGAMPUNI. Biarkan kejadian ini menjadi pelajaran kita semua di masa depan." Ucap Amelia.
Amelia lega sudah menngeluarkan apa yang menyumbat dalam hatinya. Semua kata-kata yang tertahan dalam hati juga sudah di utarakan.
"Begini lebih baik, menghakimi bukan tugasku. Aku hanya bisa mendoakan, mendoakan kebahagian Andrew dan Lovely agar kelak mereka bisa bahagia dengan pasangan mereka masing-masing. Akan lebih baik jika mereka menjadi pasangan saja, ahh.. entahlah.. biarkan mereka memilih jalan hidup mereka sendiri." Dalam hati Amelia.
@@@@@... @@@@@...
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End, jika tidak ada kendala akan saya lanjutkan sekuel dari UMEKO SAKURA LEWI yang akan menjadi season ke tiga dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Suami Pengganti
•Pangeran Vampir
•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)
•Vampir "Sang Abadi"
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
•Cinta Lama Yang Datang Kembali
•Mommy And Daddy (CLYDK2)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3
•Perfect Father
•Dan masih banyak lainnya (hehehe.. maafkan authornya lagi menggila bikin novel kala itu.. jangan khawatir pasti di tamatin semua kok..)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
__ADS_1
"Dea Anggie"