Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
Lelaki Bayaran Amelia 71


__ADS_3

Sebelum berangkat ke kantor, Brian meluangkan waktu menemui Max di rumah sakit. Brian berjalan perlahan menuju kamar dimana Max di rawat. Brian membuka pintu dan masuk, menutup pintu kembali dan berjalan masuk mendekati Max. Max tersenyum melihat Brian dari kejauhan.


Brian menarik kursi dan duduk, menatap Max yang terlihat gelisah. Brian terus menatap Max tanpa bicara. Max hanya tersenyum canggung. Hati gelisah, rasa kecewa dan pikiran yang kacau. Itulah yang di rasakan Max.


Brian: (menepuk bahu Max) menangislah sepuasmu Max. Aku tahu kamu ingin menangis. Aku juga tahu pikiranmu sedang kacau. Tenangkan hatimu baru kita bicara. Aku akan menunggu disini sampai kamu tenang.


Seketika air mata Max tumpah, Max meraung. Max maracau, Brian mengehela nafas panjang duduk bersandar kursi. Brian menunggu Max berbicara, mata Brian terus menatap ke arah Max..


5 Menit kemudian...


Max menyeka air matanya dan mulai tenang, Max mengatur nafasnya perlahan. Max menunduk dan mulai bercerita. Max menceritakan awal mula bertemu Felix hingga menjadi orang kepercayaannya selama lebih dari 10 tahun. Makian dan cacian sudah sering terucap dari mulut Felix. Karena alasan ekonomi lah Max dengan iklas dan sabar menerima semua perilaku buruk Felix.


Max menceritakan jika akhir akhir ini Felix bertingkah aneh dan mulai berubah, semenjak Owen Alexander saudaranya meninggal. Mendengar kata Owen Alexander mata Brian melebar, Brian ingin menyela namun dengan tenang masih mendengar cerita Max. Brian menahan suara, banyak pertanyaan muncul di pikirannya. Brian terus mendengar cerita Max.


Max menceritakan latar belakang Felix dan bagaimana hubungan Felix yang sebenarnya dengan Owen. Semua di jelaskan detai oleh Max. Brian mengangguk, tanda mengerti akan maksud Max. Max menjelaskan jika Felix adalah orang yang berbahaya. Felix tidak hanya kejam pada orang lain. Bahkan ibunya yang mengalami gangguan kejiwaan pun dikirimnya ke rumah sakit jiwa dan tak pernah di lihat. Max lah yang sering datang melihat ibu Felix.


Max yang terlahir yatim piatu mengaku iba melihat kondisi mama Felix. Sebelum mengalami gangguan kejiwaan mama felix adalah orang baik. Papa Felix yang juga papa Owen sering datang melihat Felix dan mamanya walau hanya beberapa kali dalam setahun. Namun saat papa Felix dan keluarga barunya (Owen dan mamanya) pindah ke Inggris semua menjadi berubah. Papanya jarang pulang, sampai akhirnya papa Felix menceraikan sepihak mama Felix dengan suatu alasan.


Dari situ Felix mulai berusaha mendapatkan apa yg dia inginkan mulai dari hal hal kecil. Saat di sekolah selalu mendapatkan perhatian dari guru dan siswa lain melalui prestasinya yang bagus. Felix selalu menjadi bintang dan pusat perhatian. Felix pun menyelidiki keluarga baru papanya. Dan akhirnya mengenal Owen, saat ingin menyingkirkan Owen dari hidup papanya, Felix merasa ada perasaan yang aneh. Felix merasa kasian dan tak ingin melukai Owen. Dari situ Felix mulai mengasihi saudaranya Owen, membantu Owen setiap saat, setiap dalam masalah.


Felix yang tinggal di Amerika mengenal Abed dari Owen. Mereka sering pergi ke club bersama, bersenang senang bersama. Selama betahun tahun berteman Owen pun belum tahu jika Felix adalah saudara satu ayah dengannya. Felix tak pernah bercerita atau buka suara. Sampai pada akhinya mendengar jika Owen meninggal karena insiden dengn seseorang bernama Brian. Dari situlah keanehan Felix muncul.


Felix pun bertekat ingin menghancurkan semua orang orang di masa lalu yang pernah mengecewakan Owen. Terutama seseorang yang membuat Owen meninggal. Dan target sesungguhnya dalam permainan ini adalah Brian dan Amelia. Max menatap Brian, dengan tubuh gemetar dan rasa takut yang luar biasa..


Max: Felix datang mengancamku Brian. Dia memintaku kembali padanya, namun aku menolak. Felix memberiku pilihan, kembali atau mati dan aku hanya di bdri waktu satu minggu. (Menunduk) aku brrdikir lebih baik aku mati dari pada kembali.


Brian: jika kamu mati, apakah semua akan baik baik saja? Kematianmu tidak menguntungkan apa apa Max. Kembalilah.. (berdiri dan mendekati Max) kembalilah sebagai seorang mata mata. (Berbisik di telinga Max)


Max: (terkejut) apa?? Apa maksdumu??


Brian: kamu ikuti saja kemauan Felix. Jadilah seperti Max yang dulu, yang patuh dan taat pada Felix. Namun itu hanya topeng, kumpulkan bukti² kuat dan akurat semua kejahatan Felix. Tanpa itu kita tidak bisa merobohkan benteng pertahanan Felix. Kamu mengerti maksudku kan?


Max: jadi artinya, kamu mau membantuku?


Brian: (tersenyum tampan) tentu saja. Aku akan membantumu, kita akan berkerjasama memberi Felix pelajaran.


Max: Brian.. sungguh baik hatimu. Aku adalah orang jahat.


Brian: sejahat apapun seseorang pasti memiliki sisi baik yang tersembunyi. Dan sebaik apapun seseorang, juga pasti memiliki sisi buruk yang tersembunyi. Semua tergantung hati dan pikiran kita, ingin menampilkan yang baik atau yang buruk. Tidak ada manusia yang sempurna, semua punya kelebihan dan kekurangan. Kebigitu juga kita, aku dan kamu punya kekurangan dan kelebihan masing masing.


Max: kamu sungguh Bijaksana Brian. Jujur saja, aku adalah orang yang selalu memata mataimu selama ini. Akulah orang yang meminta Alvin masuk dalam Axis grup dan memerintahkan Alvin mengacau perusahaanmu. Maaf Brian.. aku sangat malu sekarang, aku berhadapan dengan orang yang dulunya aku celakai, namun orang itu justru membantuku dan baik kepadaku.


Brian: aku sudah memaafkanmu Max. Berjanjilah kamu akan berubah menjadi orang yang baik. Meski kedepannya kamu tetap berada di sisi Felix. Jangan sampai kamu terpengaruh. Ingat lah, jika apa yang kamu lakukan hanya permainan. Kamu hanya perlu menjadi aktor utama yang mengikuti alur cerita.


Max: aku mengerti. Selanjutnya aku akan mengikuti skenariomu tuan Candra. (Tersenyum)


Brian: betahanlah, karena permainan ini pasti akan memakan waktu yang pajang. Aku tahu, orang depert Felix juga pasti punya sesuatu yang di rahasiakan dari semua orang disekitarnya. Bisa saja setelah ini dia akan mengawasimu. Takut kamu berkerja sama dengan orang asing untuk melakukan hal buruk padanya.


Max: jika seperti itu aku harus bagaimana?

__ADS_1


Brian: untuk apa harus takut, bersikaplah normal. Bila perlu yakinkan Felix, jika kamu adalah Max yang sama seperti sebelumnya. Oke?


Max: oke.. thankyou Brian..


Brian: tidak perlu berterimakasih, akulah orang yang seharusnya bertetimakasih karena kamu mau jujur padaku tanpa ragu, dan menceritakan tentang Felix padaku.


Ponsel Brian berdering, Brian meraba saku celananya, Brian melihat layar ponselnya panggilan dari Boby. Brian memberi isyarat pada Max untuk menerima panggilan dan berjalan sedikit menjauhi Max.


(Panggilan terhubung)


Brian: hallo bob, lama tidak ada kabar. Kamu ada masalah?


Boby: tuan, saya sudah kembali ke Inggris bersama nona Lely dan nona Mely. Kedua nona ingin memberi hadiah kepaada nona kecil.


Brian: (terkejut, merasa senang) dimana posisimu?


Boby: saya menghubungi supir kantor untuk menjemput kami. Sekarang sedang dalam perjalanan menuju rumah anda.


Brian: baiklah, aku akan kembali pulang. Aku ada di rumah sakit, menemui seseorang. Hati hati dijalan Bob.. (memutus panggilan)


Brian memasukan kembali ponsel dalam saku celana dan berjalan mendekati Max, untuk berpamitan.


Brian: max, aku harus kembali pulang. Sepupuku datang dari Indonesia. Juga asistenku, sekarang kita hanya perlu menyusun rencana, kamu istrirahat saja. Jika Felix datang lagi, katakan saja jika kamu setuju, dan bersikaplah egois karena kamu masih ingin hidup. Dengan begitu aku yakin Felix akan percaya.


Max: pergilah, aku akan mengingat semua pesanmu tuanku (tersenyum) hati hati dijalan.


Max: baik tuan, terimakasih sudah mengingatkan.


Brian: oke, aku pergi. Semoga lekas pulih, bye Max. Sampai bertmeu di lain waktu.


Brian tersenyum dan berbalik pergi meninggalkan Max. Brian keluar dari ruangan dan melangkah pergi menuju lobby utaman rumah sakit. Brian keluar dari rumah sakit, dan berjalan menuju area parkir. Brian masuk ke dalam mobilnya dan melesat pergi pulang ke rumahnya. Hatinya senang, asisten kepercayaan dan kedua sepupunya datang.


♡♡♡♡♡


Sementara itu Boby, Lely dan Mely sedang dalam perjalanan menuju rumah Brian. Lely dan Mely melihat sekeliling, mereka menatap kiri kanan melihat pemandangan yang asing. Yang tidak pernah ditemui di Indonesia.


Lely: Bob.. bisakah kita pergi jalan jalan jika kamu ada waktu?


Boby: baiklah, saya akan temani kedua nona pergi jalan jalan.


Mely: kalian pergilah berdua, aku sibuk ingin balas bebapa email masuk.


Lely: Kak Brian ada dirumah Bob?


Boby: ada di rumah sakit, kemungkinan akan segera pulang.


Lely: baiklah, besok saja kita atur rencana jalan jalannya.


Boby: ya nona.. sebentar lagi kita akan sampai.

__ADS_1


Lely: akhirnya, aku susah sangat lelah.


Mely: Bob, apakah kakak Brian selalu sibuk bekerja?


Boby: ya tuan memang sibuk. Namun bagi tuan sesibuk apapun harus bisa meluangkan waktu untuk keluarga. Karena hanya keluarga yang bisa membuatnya semangat bekerja.


Boby menceritakan beberapa hal kecil mengenai Brian yang tidak pernah di ketahui Lely dan Mely. Lely dan Mely terkejut, mereka tidak menyangka jika Brian adalah seseorang yang sangat luar biasa.


Hallo semua..


Terimkasih sudah mau berkunjung dan mmebaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Beri tip juga boleh..


😉😘


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)


•Pangeran Es Jatuh Cinta


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,


"Dea Anggie"

__ADS_1


__ADS_2