
Amelia dan Brian duduk berdampingan. Amelia merebahkan kepalanya di dada Brian. Brian mengusap lembut kepala Amelia.
Brian: Manja sekali istriku.
Amelia: ada apa dengan pasangan serasi itu? Apa mereka bertengkar?
Brian: maksudmu Lovely dan Andrew?
Amelia: (mengangguk) ya, siapa lagi jika bukan mereka.
Brian: kita juga pasangan serasi, ada Felix dan Mely. Ada juga Boby dan Lely.
Amelia: haha.. (tertawa kecil) benar juga. Semua pasangan serasi sedang berkumpul disini.
Brian: mereka baik baik saja, biarkan saja mereka belajar meluruskan masalah mereka sendiri. Mereka sudah mulai dewasa kan?
Amelia: hmm.. semoga mereka tidak bertengkar. Oh iya sayang, ada undangan pesta lelang. Aku tidak bisa datang karena ada kelas yoga. Kamu bisa gantikan?
Brian: dengan senang hati, jika kamu berikan hadiah spesial untukku.
Amelia: hei pak tua, jangan bersikap seperti pemuda. Tidak tahu malu. (Menatap tajam ke arah Brian) jangan genit seperti itu.
Brian: ayolah, sudah lama kamu tidak menciumku. (Cemberut)
Amelia: ahhh ciuman ya, aku kira hal lain.
Brian: hmmm siapa yang genit sekarang? Berikan keduanya juga boleh.
Amelia: sayang...
Brian: iya sayangku, ada apa? Aku disini, jangan terus memanggilku sayang, sayang, dan sayang.
Amelia: (mencium kilas bibir Brian) kita lakukan yang kedua nanti saja. Oke..
Brian: hmmm.. berikan upah setelahnya. (Tersenyum) bukankah, Brian masih akan tetap menjadi "Lelaki Bayaran Amelia"?
Amelia: ya, kamu adalah lelakiku selamanya. (Tersenyum)
Brian mendekat dan ingin mencium Amelia, Alex muncul dan mengejutkan kedua orangtuanya.
Alex: (terkejut) oppsss maaf ma pa, aku hanya ingin ijin pergi ke rumah temanku.
Amelia: (wajah memerah karena malu) pergilah sayang, mama juga akan pergi membeli bahan untuk memasak makan siang ke supermarket.
Alex: ok, bye papa mama..
Brian: pulanglah sebelum makan siang Alex.
Alex: iya pa, lanjutkan apa yang ingin papa dan mama lakukan sebelum aku datang. Aku masih mengaharapkan adik kecilku lahir. (Tertawa dan pergi)
__ADS_1
Alex menggoda papa dan mamanya, Amelia dan Brian saling menatap lalu tertawa keras.
Amelia: hahahaha.. itu memalukan sayang.
Brian: aku salah tempat, seharusnya kita melakukanya dikamar.
Amelia: sudah sudah, aku akan menemui Mely dan Lely untuk menemaniku ke supermarket. Kamu jaga rumah dengan Felix dan Boby.
Brian: baik nyonya Candra. Semoga harimu menyenangkan.
Amelia: i love you..
Brian: me too..
Amelia mencium kilas pipi Brian, berdiri lalu pergi. Brian bersandar dan tersenyum menatap kepergian Amelia. Brian mengingat kejadian disaat anaknya Alex tiba tiba muncul. Senyumnya semakin melebar. Wajah Brian memerah, Brian merasa malu sudah dipergoki anaknya sedang bermesraan dengan Amelia.
♡♡♡♡♡
Amelia pergi berbelanja dengan Mely, Lely dan juga Flip. Flip memilih ikut karena bosan ada di rumah. Amelia, Mely, Lely dan Flip berkeliling.
Amelia: kalian bisa pergi mencari apa yang kalian perlukan, kita bisa bertemu di tempat buah dan sayur atau di kasir.
Mely: baiklah, aku akan pergi ke lorong ujung mencari sesuatu.
Lely: aku akan temani Mely.
Mely: Flip, ikutlah bibi Amelia. Sampai jumpa sayang.
Mely dan Lely pergi meninggalkan Amelia dan Flip. Amelia tersenyum manatap Flip, Flip terdiam matanya melihat sekeliling supermarket.
Amelia: ayo Flip..
Flip: iya bi.
Amelia berjalan perlahan mendorong troli belanja. Flip mengikuti Amelia, berjalan perlahan di belakang Amelia. Mata Flip terus melihat ke kiri dan ke kanan, Flip merasakan sesuatu yang aneh di supermarket. Hawa dingin menerpa, membuat Flip merasa dingin.
Amelia terus berjalan memilih belanjaanya. Flip terus mengikuti Amelia. Amelia senang, karena bisa pergi berbelanja dengan Flip, Mely dan Lely. Ini adalah momen langka dalam hidup Amelia, dimana Jarang sekali mereka bertemu dan pergi bersama.
Flip mengeluarkan earphone dari saku jaketnya, saat Flip ingin memakai earphone Flip mendengar suara suara aneh. Flip mengurungkan niatnya memakai earphone dan memasukan kembali kedalam saku jaketny.
Flip berhenti dari langkahnya, menutup mata dan mendengarkan baik baik suara yang samar samar didengarnya sebelum memakai earphone. Jantung Flip berdebar, tangannya gemetar.
Flip mendengar suara dua orang laki laki sedang mencari sasaran. Flip curiga jika mereka adalah pencuri atau perampok. Dalam suara yang di dengarkan satu orang menunggu di luar dan satu orang melancarkan aksinya. Flip mendengar suars langkah kaki orang jahat tersebut, dan samar samar mendengar suara mamanya juga bibinya yang sedang tertawa. Seketika Flip membuka mata, mata Flip melebar. Flip berjalan menghampiri Amelia.
Flip: bibi, aku pergi mencari mamaku dsn bibi Lely. Mereka dalam bahaya.
Amelia bingung, tak mengerti dengan maksud Flip. Flip pergi meninggalkan Amelia mencari Mama dan Lely. Flip kembali mendengar suara, samar samar terdengar kata "tolong" dan itu adalah suara Mely. Flip terus berlari mencari mamanya.
(Dalam hati Flip)
__ADS_1
Ma, tunggu.. Flip akan datang menolong mama.
Flip akhirnya bisa melihat mamanya. Seorang yang jahat itu menodongkan pisau kepada Mely dan Lely. Meminta Mely dan Lely menyerahkan dompet, perhiasan dan jam tangan. Flip mengambil nafas panjang, mendekati penjahat.
Flip menepuk tengkuk si penjahat, si penjahat berbalik dan menatap Flip. Flip menatap si penjahat. Flip mengedipkan mata dan meminta si penjahat menghentikan aksinya.
Flip: lepaskan mamaku dan bibiku.
Si penjahat menurut dan melepaskan Mely dan juga Lely. Flip mendekati mamanya dan berbisik, Mely mengangguk dan pergi. Lely mendekat dan berbisik kepada Flip.
Lely: kenapa dia hanya diam saja Flip?
Flip: aku sudah mengusai pikirannya bibi. Dia hanya akan mendengar apa kataku saja.
Lely: apa? Bagaimana bisa begitu?
Flip: itu tidak penting bibi. Yang terpenting bibi dan mama baik baik saja.
Lely: lalu dimana mamamu?
Flip: aku meminta mama memanggil petugas keamanan, menangkap temannya yang menunggu di depan supermarket dan setelah itu menangkap paman ini.
Lely: beri tahu bibi, apa yang kamu lakukan Flip. Bagaimana bisa begini?
Flip: bibi jangan bertnya lagi. Aku tidak bisa jelaskan bagaimana bisa begitu.
Lely: hmmmm.. kamu membuat bibi penasaran saja Flip.
(Dalam hati Flip)
Meski aku jelaskan sampai mulutku berbui bibi juga tidak akan mengerti. Papa dan mama saja tidak mengerti apa lagi bibi. Hmmmmm... (menarik nafas panjang, lalu menghembuskan nafas)
_____@@@@@_____
Hmmmm.. lanjut terusss lanjutkan..
Ciayoooooouuu auuuu auuuu..
Semangat buat diriku sendiri dan buat kalian semuanya..
Jangan lupa like,, komen,, dan vote yaa..
Terimakasih..
Sampai jumpa di episode selanjutnya..
Bye bye..
Salam kasih,,
__ADS_1
..Dea Anggie..