
Lely dan Mely mulai menata ruangan. Boby membantu dan mengirim dua pekerja untuk Mely. Mely senang karena calon kakak iparnya mau repot membantunya. Karena Boby ada pekerjaan Boby pergi lebih dulu meninggalkan Lely dan Mely di boutique.
Lely: huufftt.. (menghembuskan nafas panjang lewat mulut) perutku sangat lapar, lebih baik kita makan dulu.
Mely: kak, aku akan beli makanan di restorant ujung jalan. Kakak tunggu saja disini, sekalian menjaga boutique. Oke?
Lely: oke, kamu hati hati ya. Jangan banyak bicara pada orang asing.
Mely: iya kakak, aku mengerti. Bye..
Mely mengambil tasnya dan pergi meninggalkan boutique. Mely berjalan perlahan menyusuri jalan menuju restoran di ujung jalan. Mely melihat sekeliling, suasana ramai. Mely mengembangkan senyum tipis berharap boutique nya akan ramai dan banyak pembeli. Mely terus berjalan dan akhirnya sampai di sebuah restorant. Mely membuka pintu dan masuk, karena jam makan siang restorant sudah mulai penuh dengan pengunjung.
Mely berjalan perlahan menuju kasir, Mely tanpa sengaja menabrak seseorang. Seorang pria asing, pria itu sedang menerima panggilan dan membawa beberapa dokumen. Karena bertabrakan, dokumen yang dibawa pria asing itu jatuh. Mely membantu merapikan dokumen yang berserakan. Tanpa sengaja Mely melihat sebuah dokumen yang didalamnya terselip Foto Brian. Mely mengerutkan dahinya. Mely segera berdiri dan memberikan dokumen pada si pria asing.
"Thankyou.."
Mely: maaf saya tidak melihat jalan.
"Oke, tidak masalah cantik" (tersenyum tampan)
Pria asing terus menatap Mely, Mely mulai tidak nyaman. Pria tampan dengan tatapan misterius dan senyuman yang mencurigakan. Terlebih lagi Mely baru saja melihat foto kakak sepupunya dalam sebuah dokumen yang dipegang pria asing tersebut.
Mely: maaf, saya sedang terburu buru. Permisi tuan.. (melewati pria asing)
Pria asing itu memanggil Mely dengan suara lembut.
"Maaf nona.. (Mely berhenti tanpa menoleh) boleh saya tau nama anda? Anda terlihat asing, apakah anda pendatang atau penduduk baru?"
Mely: maaf tuan, saya sudah terlambat. (Berjalan meninggalkan pria asing)
Pria asing tersenyum tipis dan pergi meninggalkan restorant. Mely mengantri dan mengatur nafasnya berulang ulang. Tubuhnya yang gugup mulai tenang. Bagi Mely, pria asing itu terlihat sangat menakutkan, bagai seekor singa yang kelaparan dan siap menerkam siapa saja.
"Nona silahkan, ingin pesan apa?"
Mely: berikan aku dua porsi pasta. Satu jus mangga dan satu jus jeruk.
Pelayan kasir menatap Mely dan tersenyum ramah, pelayan itu melihat Mely yang terlihat gelisah memikirkan seauatu.
"Baik nona, pesanan anda segera siap. Maaf nona, apakah anda sedang ada masalah?"
Mely: ah tidak.. oh, apakah anda mengenal pria asing yang bertabrakan dengan saya tadi? Pria berkulit putih, tampan dan mempunyai tatapan mata yang tajam.
"Apa maksud anda tuan Collyn?"
Mely: tuan Collyn? Maaf siapa dia?
"Dia adalah pelanggan setia kami, Beliau orang baik dan ramah, apa ada sesuatu nona?"
Mely: bolehkah saya tahu, siapa nama lengkapnya? Maaf, saya hanya merasa tidak asing dengan wajahnya, mungkin sebelumnya pernah bertemu.. (berbohong agar tidak dicurigai)
Mely memberikan uang, membayar tagihan pesanannya.
"Ah... iya, namanya FELIX COLLYN"
(Menerima uang Mely)
Mely: Felix Collyn?
"Iya nona, silahkan menunggu pesanan anda akan segera tersaji. Terimakasih"
(Memberikan bill dan uang kembalian)
Mely tersenyum, menerima kembalian dan bill. Mely meninggalkan antrian dan berjalan mendekati kursi, Mely duduk menunggu pesanannya. Mely terus memikirkan foto Brian yang ada pada Felix. Mely mengeluarkan ponselnya dan mencari nama Felix Collyn di internet. Pencarian berhasil, Mely nemenukan profil Felix Collyn dengan foto yang sama sesuai dengan wajah Felix yang Mely temui tadi.
(Dalam hati Mely)
Apa hubungan Felix dengan kak Brian ya? Dan dokumen apa tadi? Apa Felix teman kak Brian? Aku perlu waspada, jangan jangan kak Brian dalam bahaya. Felix Collyn ini dilihat dari orangnya bukan lawan biasa. Apa yang harus aku lakukan? Tanya langsung pada kak Brian? Jika temannya akan baik, tetapi jika musuhnya dia pasti akan sangat khawatir padaku. Ah... aku akan selidiki ini diam diam, aku akan pastikan dulu siapa sebenarnya Felix Collyn dan apa hubungannya dengan kak Brian.
Pesanan Mely datang, Mely menerima bungkusan pesananya dan pergi meninggalkan restorant. Mely berjalan kembali ke boutique nya.
♡♡♡♡♡
Di kantor Brian sedang bersantai. Selesai menghadiri rapat, Brian berbincang dengan Boby di ruangannya. Boby melaporkan kegiatan Lely dan Mely, melapor tentang perkembangan Axis Grup. Ponsel Brian berdering, panggilan dari Max. Brian menerima panggilan.
(Panggilan terhubung)
Brian: Hallo Max..
Max: tuan, akhir minggu ini aku sudah boleh pulang. Dan minggu depan sudah mulai bekerja kembali.
Brian: kita lakukan sesuai skenario kita Max. Ingat berhati hati dan jangan ceroboh. Felix bukan orang bodoh. Kamu mengerti?
Max: saya mengerti tuan. Saya sudah tidak sabar menggulingkan Felix.
__ADS_1
Brian: jangan terburu buru Max. Kita masih punya banyak waktu. Pelajari dulu cara kerja Felix, aku tidak yakin dia malakukan hal lama. Karena dia sudah kalah di pertarungan sebelumnya. Felix sudah pasti merubah strategi perangnya. Waspada, bisa jadi Felix mencurigaimu sebagai mata mata.
Max: saya mengerti tua, soal ini saya yakin 100 persen jika Felix tidak akan curiga pada saya. Karena hanya saya yang mengetahui kebiasaan Felix. Dan semua keburukan Felix.
Brian: bagus, aku percaya kamu bisa. Selamat bekerja Max. Aku akan selalu menunggu laporanmu di rumah lamaku, aku sudah kirim lokasinya padamu kan. Jika ada apa apa kita bisa bertemu disana.
Max: saya mengerti tuan. Terimakasih tuan Candra sudah mau percaya kepada saya, dan memberi kesempatan kepada saya.
Brian: aku akan selalu percaya padamu Max. Aku akan selalu ada jika kamu butuhkan. Jangan takut dan jangan menyerah, kita pasti bisa.
Max: baik tuan, jaga diri anda juga.
Brian: oke, jada dirimu Max. Perhatikan kesehatanmu. (Memutus panggilan)
Brian meletakan ponsel di meja. Brian menatap Boby dan bertanya mengenai Felix.
Brian: sudah temukan sesuatu yang aku perintahan semalam?
Boby: tentu, mendapatkan informasi seperti ini bukan hal sulit. (Memberika sebuah dokumen kepada Brian) ini laporan yang anda minta saya selidiki.
Brian: (menerima dan membuka laporan, Brian mulai membaca isi laporan ) wow.. Felix ini benar benar rubah. Dia sungguh melakukan ini semua?
Boby: ya tuan, dia pandai memanfaatkan situasi. Beberapa perusahaan kini sudah di akuisisi olehnya. Tetapi belum ada pergerakan untuk pengembangkan perusahaan perusahaan tersebut.
Brian: hmm.. entah apa yang dia akan lekukan. Yang jelas kita harus tetap waspada. Tolak semua kerja sama dari luar. Kita hanya akan melakukan kerjasama dengan perusahaan perusahaan lama.
Boby: baik tuan saya mengerti.
Brian membuka tiap halaman dokumen dan membacabya dengan cermat, lalu membahasnya dengan Boby. Boby memberikan beberapa pendapatnya untuk bahan pertimbangan Brian.
♡♡♡♡♡
Felix sedang sibuk membaca dokumen ditanganya. Felix terlihat begitu serius. Setelah selesai membaca dokumen, Felix turun dari mobil dan berjalan menuju kedai kopi. Di tengah jalan seseorang tidak sengaja tersandung dan menumpahkan minuman ke baju Felix.
"Maaf kan saya tuan, saya sungguh sungguh minta maaf"
Felix: lain kali perhatikan langkahmu. Jangan merugikan orang lain. Pergilah..
" baik tuan, terimakasih"
Felix menghela nafas panjang dan menatap sekitar, Felix melihat sebuah Boutique dan berjalan kearahnya. Meski sedikit kesal namun Felix berusaha menahan diri.
Mely: Hallo selamat datang.. (tersenyum menatap pelanggannya)
Mely terkejut, pelanggannya adalah Felix. Felix tersenyum dan menyapa Mely.
Felix: hallo cantik, kita bertemu lagi. Kamu bekerja disini?
(Dalam hati Mely)
Apa ini? Beetemu lagi? Hmm.. Tuhan tau apa yang aku pikirkan. Aku akan manfaatkan kesempatan ini untuk mendekati Felix. Aku akan cari tau apa hubungannya dengan kak Brian.
Mely: hai tuan.. selamat datang, ada yang bisa saya bantu?
Felix: berikan aku satu set pakaian, pakaianku kotor.
Mely: baiklah, mari ikut dengan saya. Anda bisa memilih sendiri pakaian yang anda inginkan (tersenyum cantik)
Deg..
Deg..
Deg..
Tiba tiba jantung Felix berdebar, melihat senyuman cantik Mely.
Felix: (merasa aneh) oke..
Mely berbalik dan berjalan, Felix mengikuti Mely. Mely menunjukan beberapa piliha pada Felix.
Felix: siapa namamu?
Mely: apa yang kamu berikan jika aku beri tahu namaku? (Menatap dengan tatapan menggoda)
Felix: (mendekati Mely dan berbisik) apa yang kau inginkan sayang.. (suara lembut)
Mely: (tertawa kecil) haha.. aku hanya bergurau. Aku Mely, dan kamu? Siapa namamu?
Felix: Felix. Felix Collyn. (Tersenyum tampan)
Mely: senang bertemu denganmu tuan Collyn. Jadi pakaian mana yang akan anda kenakan?
__ADS_1
Felix: bicara santai padaku, panggil saja aku Felix.
Mely: oke.. Fe..lix.. (suara sexy)
Deg..
Deg..
Deg..
Jantung Felix kembali berdebar, dadanya seakan sesak.
(Dalam hati Felix)
Sial.. kenapa bisa seperti ini. Jantungku berdebar melihat senyumnya dan mendengar dia memanggil namaku. Felix ayolah, sejak kapan kamu lemah seperti ini.
Mely: halloooo.. kamu oke? Bersihkan badanmu dan ganti bajumu. Mau sampai kapan berdiri disini?
Felix: iya, dimana kamar gantinya?
Mely: di belakangmu.
Felix menerima pakaian gantinya dan masuk dalam ruang ganti. Mely merapikan lemari nya kembali setelah mengambil pakaian ganti untuk Felix. Mely berdiri dan berjalan melihat lemari yang lain. Mely melihat keatas lemari, ada posisi hiasan yang kurang pas. Mely melepas sepatu dan naik ke atas kursi merapikan posisi hiasan. Karena posisinya yang tidak seimbang tubuh Mely oleng dan jatuh. Disaat bersamaan Felix melihat dan dengan sigap menangkap tubuh Mely agar tidak jatuh ke lantai. Mely pun berhasil di selamatkan, posisi Mely sekarang ada dalam pelukan Felix.
Deg..
Deg..
Deg..
..
..
Deg..
Deg..
Deg..
Lagi lagi dan lagi.. Jantung Felix berdebar. Mata Felix dan Mely saling memandang.
Hallo semua..
Terimkasih sudah mau berkunjung dan mmebaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Beri tip juga boleh..
😉😘
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
"Dea Anggie"
__ADS_1