
Mely terus mendengarkan Felix bercerita. Namun Mely merasa bingung, karena nama Brian dan Amelia tidak di sebutkan dalam cerita. Yang meli tahu saat ini adalah, Felix merupakan sahabat dekat Abed dan Felix adalah saudara satu ayah dengan Owen.
Mely menatap Felix dengan penuh rasa curiga. Felix menatap Mely dan tersenyum. Felix meletakan kotak makan di meja dan memberikan jus jeruk kepada Mely. Mely menerima dan meminumnya. Felix bersandar di sofa..
Felix: ada apa? Katakan, jangan hanya melihatku seperti itu.
Mely: kamu seorang mafia besar. Tentu banyak musuh, siapa musuh ter besarmu?
Felix: tidak ada, siapa yang ingin bermusuhan dengan ku?
Mely: B O H O N G! Kamu berbohong padaku, aku bukan orang bodoh Felix. Dunia mu pasti sangat kejam dan menyeramkan.
Felix: baiklah baiklah, aku akan katakan. Hanya kamu yang tau, karena aku percaya padamu. Musuh terbesarku adalah seorang keluarga besar berasal dari Korea. Bernama Park Hyun Bin, Dia juga seorang mafia besar. Kami sudah lama tidak saling bertemu dan bertegur sapa. Juga sudah lama tidak saling bertikai.
(Dalam hati Mely)
Musuhnya bukan kak Brian, lalu apa hubungan mereka? Hubungan Felix dengan kak Brian. Mungkinkah mereka teman karena kak Brian mengenal Abed. Astaga, ini rumit. Sangat rumit, tetapi menurutku tidak sesederhana itu. Kertas dokumen saat itu berisi semua data dan profil kak Brian juga kak Amelia. Jangan jangan berhubungan dengan kak Amelia. Apa mereka terlibat cinta segi tiga?
Mely semakin penasaran. Keningnya berkerut. Karena keinginnanya yang kuat ingin tahu apa hubungan Felix dan Brian, Mely terus memancing pertanyaan pada Felix. Dan Felix mulai curiga pada Mely, Felix merasa Mely terlalu banyak bertanya.
Felix: kenapa begitu banyak pertanyaan? Apa kamu sedang menggali sebuah informasi dariku Mely? (Mendekati Mely, membuat Mely sedikit gugup) katakan padaku, siapa kamu sebenarnya, apakah seseorang menyuruhmu menggodaku?
(Dalam hati Mely)
Oh.. sial! Felix mulai curiga. Mely kamu sangat bodoh, seharusnya kamu bisa menahan diri lebih lama. Tidak banyak bertanya dan membuatnya curiga. Bagaimana? Aku harus bagaimana? Jangan sampai Felix tau, atau aku akan berakhir di tangannya.
Mely memejamkan mata tak ingin menatap Felix. Tangannya mengepal berharap Felix tak menyakitinya. Mely merasakan sesuatu, Felix mengusap mulutnya. Mely membuka mata dan menatap Felix, Felix terseyum dan mencium lembut kening Mely.
Felix: siapapun kamu itu tidak penting. Meskipun kamu adalah orang yang berdiri di samping musuh sekalipun. Karena bagiku kamu adalah wanitaku. Wanita Felix Collyn, jika ingin membunuhku silahkan. Ijinkan aku menikahimu terlebih dulu. Selanjutanya kamu bisa memainkan tugasmu membunuhku atau merusak bisnisku. Aku tak akan menghalangimu Mely.
Mely terkejut, Mely terus menatap Felix. Felix tidak main main dengan ucapannya. Sorot mata yang tajam mencerminkan semua yang Felix katakan. Mely tak bisa berkata, karena sejujurnya Mely menggoda Felix hanya ingin tau apa hubungan Felix dengan Brian. Tidak ada maksud lain.
Mely: maaf, aku terlalu banyak bertanya. (Memalingkan wajah) aku terlalu penasaran padamu tuan Collyn.
Felix: (membelai lembut rambut Mely) tidak masalah, tanyakan apa saja yang ingin kamu tau, apa kamu takut aku menyakitimu? Aku memang kejam pada semua musuhku tapi aku tak akan mampu menyakitimu Mely. Karena aku sudah jatuh cinta padamu.
Mely: (terkejut, menatap Felix) apa? Kamu jatuh cinta padaku? Sejak kapan? Bukankah kamu tau jika aku hanya menggodamu.
Felix: sejak pandangan pertama mungkin, jantungku selalu berdebar saata aku ada di dekatmu. Dan aku selalu rindu saat jauh darimu. Aku tau kamu menggodaku tapi lupakan saja, aku tidak mau tau dan tidak ingin tau kamu suruhan siapa yang terpenting aku ingin kamu menjadi wanitaku.
Mely: tunggu tuan Felix, aku rasa kamu sudah salah paham. Aku akan jelaskan sebelum kamu terlalu jauh menyukaiku. Pertama, aku bukan suruhan musuhmu. Tidak ada niatan untuk membunuhmu atau merusak bisnismu. Kedua, aku tidak menyukaimu dan tidak pernah menaruh hati padamu. Aku murni menggodamu karena suatu hal yang selalu mengganggu pikiranku.
Felix: (mengerutkan dahi) katakan padaku, apa alasanmu menggodaku? Sekarang mau tidak mau kamu harus jujur padaku.
Mely: (menutup mata kilas dan menghela nafas panjang) baiklah, aku akan berterus terang padamu. Sebenarnya alasanku adalah.. (kata kata terputus karena ponsel Felix berdering)
Felix meraba jasnya dan mengambil ponsel dalam saku jas. Felix menerima panggilan, Felix berbincang dan tiba tiba saja Felix menjadi kesal. Wajah Felix terlihat mengerikan, membuat Mely ketakutan. Felix begitu menakutkan. Felix memutus panggilan dan memijat lembut pangkal hidungnya. Menghela nafas panjang dan menatap mely.
Felix: aku harus pergi sayang, jaga dirimu. Oke? Malam ini kita tidak bisa makan bersama, aku ada urusan penting yang harus aku urus. Kamu tidak keberatan kan?
Mely: ya.. tidak masalah. Lakukan kesibukanmu terlebih dulu, jangan pikirkan aku.
__ADS_1
Felix: (tersenyum) mana bisa aku tidak memikirkanmu. Kamu adalah nafas kehidupanku. (Mendekat dan mencium lembut bibir Mely)
Perasaan Felix begitu dalam, Mely bisa merasakan betapa Felix menyukainya. Mely bisa merasakan cinta Felix dan nafas hangat Felix. Felix melepas ciuman dan mengecup kilas hidung Mely dan kening Mely. Meraba lembut wajah Mely.
Felix: aku pasti akan sangat rindu padamu sayangku. Pakailah uangku yang ku berikan padamu, kenapa belum kamu pakai berbelanja?
Mely: tidak tau ingin beli apa, dan lagi aku tidak bermaksud merampas uangmu.
Felix: pakai saja, uangku akan aku berikan semua padamu. Karena kamu akan menjadi nyonya Collyn. (Tersenyum tampan)
Mely: jangan terlalu menyukaiku. Aku tak ingin kamu terluka, aku tak ada rasa padamu walau sedikit. Aku tak menyukaimu Felix Collyn.
Felix: aku tau, dan aku tidak peduli! Yang kamu perlu tau, aku mencintai dan menyayangimu. Perasaanku padamu tulus Mely. Aku tidak akan memaksamu menerima cintaku, aku hanya ingin kamu tahu. Itu sudah cukup bagiku. Oke, aku pergi. Sampai jumpa nyonya Collyn.
Mely: hei.. aku bukan nuonya Collyn.
Felix memegang erat tangan Mely dan mencium lembut kedua punggung tangan Mely secara bergantian. Felix berdiri dan pergi meninggalkan ruangan Mely. Mely bersandar menghabiskan jus ditangannya. Mely tak bisa berkata, Felix telah benar benar terpikat olehnya, namun Mely justru merasa bersalah.
♡♡♡♡♡
Dirumah Felix bertemu orang tuan Adit. Mama dan papa Adit bercerita kejadian yang menimpanya. Felix terdiam, Felix marah dan kesal namun Felix bersikap tenang. Felix terkejut, dia bisa mengendalikan emosinya begitu saja. Seharusnya saat ini dia sudah menghancurkan barang dan memaki orang dihadapannya.
(Dalam hati Felix)
Apa ini, aku marah tapi kenapa seakan mulut dan tanganku memiliki geeak yang terbatas. Apa ini hukuman yang pencipta atau karena Mely. Apa aku sungguh tak bisa melukai orang lagi?
Felix menghela nafas, memberi sejumlah uang dan meminta kedua orang tua Adit untuk kembali pulang. Papa dan mama Adit menerima uang dan pergi. Felix duduk bersandar dan terus memikirkan Mely. Memikirkan keanehan yang ada dalam dirinya. Felix menghubungi Max, dan meminta Max mencari informasi mengenai hak asuh Andrew. Atau hal hal yang berkaitan dengan kejadian yang dialami orang tua Adit. Max mengiyakan permintaan Felix.
♡♡♡♡♡
Malam harinya..
Max datang ke rumah Brian. Max menekan bel pintu rumah Brian. Mely membuka pintu, Max dan Mely saling bertatapan. Mely mengerutkan dahi menatap Max.
Mely: siapa?
Max: tuan Brian ada? Saya datang ingin bertemu. Kami sudah membuat janji.
Mely: oh.. masuklah, akan aku panggilan kakakku.
Max terkejut mendengar ucapan Mely, kakak? Max masuk dalam rumah dan duduk. Mely tersenyum tipis dan berbalik, pergi meninggalkan Max. Mely memanggil Brian di kamarnya. Melihat senyum kilas Mely membuat Max merasa senang.
(Dalam hati Max)
Siapa wanita itu? Begitu cantik dan manis, senyumnya membuatku terpesona. Dan memanggil Brian kakak? Bukankah Brian anak tunggal? Apa saudara jauh? Atau.. ah sudahlah kenapa jadi aku peduli. Max ayolah, sekarang yang terpenting adalah memberitahu Brian mengenai perintah Felix.
Brian datang menemui Max. Brian duduk di hadapan Max dan menyapa Max. Max langsung mengutarakan maksud dan tujuannya ingin bertemu Brian. Brian tidak heran jika Felix lah yang meminta orang tuan Adit untuk mengambil Andrew. Felix mengacau pikiran papa dan mama Adit.
Brian: lalu, apa yang ingin Felix ketahui?
__ADS_1
Max: ingin tahu mengenai hak asuh Andrew.
Brian: katakan saja, jika hak asuh diberikan kepada Abed. Karena Abed sedang menjalankan hukuman hak asuh diberikan kepada sepupuku. Tunggu, akan aku kenalkan padamu.
Brian memanggil Mely, Mely datang dan duduk disamping Brian. Brian mengenalkan Mely pada Max. Max merasa nama Mely tidak asing.
Max: hai Mel..
Mely: hai Max..
Amelia keluar dari kamar dan memberikan ponsel Brian yang bergetar karena panggilan masuk. Brian tersenyum dan mencium kilas pipi Amelia lalu pergi menerima panggilan. Amelia menyapa Max dan kembali masuk kedalam kamar karena harus menjaga Lovely dan Andrew. Kini hanya tinggal Max dan Mely, yang saling menatap tanpa bicara sepatah katapun.
Hallo semua..
Terimkasih sudah mau berkunjung dan mmebaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Beri tip juga boleh..
😉😘
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
__ADS_1
"Dea Anggie"