
20 tahun kemudian.
(Lovely)
Hai.. aku Lovely. Lovely Mirachel Candra. Siapa aku? Aku adalah putri sulung Brian Antonius Candra dan Amelia Putri Candra. Tentu kalian semua mengenal papa dan mamaku bukan? Mengenang kisah cinta mereka dari awal hingga akhirnya bersatu sampai saat ini.
Keluargaku baik baik saja. Dan ya, aku ingin mengenalkan adikku. Adikku yang tampan bernama Bernard Alex Candra, yang biasa di panggil Alex. Saat ini aku sedang berlibur bersama papa mama dan Alex. Kami mengunjungi villa lama milik keluarga mama di Indonesia.
Papa dan mama mengajak aku dan Alex ke makam kakek dan nenek. Kakek dan nenek dari papa, papaku adalah lelaki tampan yang berasal dari Indonesia. Di pemakaman kami berdoa, Papa menceritakan tentang kakek dan nenek pada kami. Kami pulang dan kembali ke villa, diperjalanan papa melanjutkan ceritanya. Sampai dimana akhirnya papa bertemu mama.
Wow.. luar biasa. Papaku adalah lelaki bayaran mamaku. Aku dan Alex terkejut mendengar kisah papa dan mama di awal pertemuan mereka. Dimulai dari pertemuan yang tidak di sengaja, mama membawa papa ke Amerika untuk menjadikan papa lelaki bayarannya. Karena terbiasa bersama akhirnya papa mulai menyukai mama dan mengejar cinta mama. Oh.. ini seperti kisah cinta novel yang aku baca. Tidak disangka papa dan mamaku terjerat cinta karena permainan mereka sendiri.
Alex: jika aku jadi papa aku tidak akan mau ikut mama.
Brian: kenapa?
Alex: tentu saja. Papa tidak mengenal mama dan langsung pergi dengan mama. Misalkan mama jahat dan papa di jual bagaimana? Papa harusnya mencari tau siapa mama. Baru memutuskan ikut dengan mama atau tidak.
Amelia: hahaha.. (tertawa lebar) putra mama pandai sekali. Jangan ikuti jejak papa sayang. Kamu lebih pandai dibandingkan papa ternyata. Entah apa yang papamu pikirkan saat itu, tapi yang jelas mama senang karena ada papa di samping mama. Mama pun saat itu sangat berharap papa mau menerima permintaan mama.
Lovely: paman Owen yang ada di foto di rumah paman Abed kan ma? Itu.. foto yang ada di dalam lemari. Foto bersama paman Felix dan paman Abed juga.
Amelia: ya benar.
Alex: ma, boleh aku bertanya?
Amelia: ya. Katakan sayang, ada apa?
Alex: kenapa Andrew samaa sekali tidak mirip dengan paman Abed ataupun bibi Kim. Aku melihat Michael dan Mattew lah yang lebih mirip dengan paman Abed. Meski memiliki setangah wajah bibi Kim.
Papa dan mama saling menatap. Mama terlihat gelisah, bingung menjawab apa. Papa akhirnya buka suara, mencoba mengalihkan pembicaraan Alex. Alex memang sangat suka membuat papa dan mama kebingungan.
Brian: soal itu papa dan mama tidak mengerti sayang. Oh ya Love, jika ingin pergi melihat lihat Jakarta kamu bisa pergi dengan papa. Malam ini kita pergi, Alex ingin ikut?
Alex: tidak, aku ingin tidur lebih awal pa.
Brian: baiklah papa tidak akan memaksa, bagaimana denganmu sayang? (Menatap Amelia)
Amelia: aku dirumah saja. Aku akan berkemas untuk kepulangan kita ke Amerika.
Lovely: jadi Lovely hanya berdua saja dengan papa?
Brian: kenapa? Lovely tidak ingin pergi dengan papa? Lovely malu papa jalan jalan dengan papa?
Lovely: (menggeleng) mana mungkin, papa hebat dan keren. Lovely tidak akan pernah malu.
Alex: papa, sepulang jalan
jalan bersama kakak bisa papa ceritakan bagaimana papa merintis bisnis padaku?
Brian: wah putra papa sudah mulai tertarik bisnis?
__ADS_1
Alex: ya pa, Alex ingin belajar bisnis dengan papa jika diijinkan..
Brian: tentu saja papa ijinkan. Jika kamu ada waktu papa akan mengajakmu ke kantor setiap hari untuk belajar.
Alex: thanks pa..
Mobil berhenti di halaman, semua yang ada di dalam mobil turun dan masuk ke dalam rumah. Aku langsung berpamitan pada papa dan mama untuk masuk kedalam kamarnya. Begitu juga Alex. Papa dan mama tentu juga masuk kedalam kamar mereka.
Brian berjalan dan duduk di sofa menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa.
Amelia: Alex sangat teliti sayang. Jangan bicara sembarangan di depannya.
Brian: ya, aku sampai bingung ingin menjawab apa tadi.
Amelia: sepertinya Alex sudah mencurigai ini sejak lama.
Brian: apakah Abed sudah bicara pada Andrew. Bukankah Abed akan menceritakan semua kebenaran mengenai Adit dan Nikita pada Andrew.
Amelia: entahlah, apa kamu yakin jika Andrew akan baik baik saja setelah mendengar kabar mengenai orangtuanya?
Brian: soal itu aku tidak yakin. Aku melihat Andrew mempunyai sifat keras hati. Meski dia selalu tersenyum kepada kita. Melihatnya seperti melihat Adit. Wajahnya sangat mirip.
Amelia: hmm kita lihat saja hasilnya seperti apa. Mandilah, aku siapkan pakaianmu. Kita makan lalu kamu bisa pergi dengan Lovely jalan jalan.
Brian: oke sayang \(mencium kening Amelia kilas\)
Lovely selesai mandi dan berganti pakaian. Lovely juga sudah selesai merias diri. Lovely keluar dari kamarnya berjalan menuju meja makan di ruang tengah. Di jalan Lovely bertemu Alex yang sedang sibuk dengan ponselnya.
Lovely: ada apa di ponselmu? Kamu selalu sibuk Alex.
Alex: bermain game terbaru kak. (Menatap Lovely dan terkejut) wah kak, kakak sangat cantik.
Lovely: jangan menggodaku.
Alex: kakak ku adalah wanita paling cantik dam baik.
Lovely: thanks Alex. (Tersenyum cantik) ah aku hampir lupa, Stela menitipkan salam padamu.
Alex: sampaikan aku baik baik saja. (Suara malas)
Alex berjalan berdampingan dengan Lovely. Lovely bingung adiknya bertingkah aneh.
Lovely: ada apa? Apa ada masalah? Apa kalian bertengkar?
Alex: kakak cukup! Aku kesal kepada Stela, manja dan begitulah. Selalu merengek seperti anak kecil.
Brian dan Amelia mendengar pembicaraan Lovely dan Alex. Amelia mengur Alex dengan kata kata yang lembut.
__ADS_1
Amelia: sayang, ada apa? Jangan mmebentak kakak.
Alex: maaf, aku kesal saja ma.
Amelia: (menatap Lovely) ada apa Love?
Lovely: itu ma, aku hanya menyampaikan salam dari Stela saja.
Amelia: oh begitu. Alex kenapa? Tidak suka pada Stela?
Alex: (menggeleng) tidak suka ma. Stela manja. Alex tidak suka gadis manja seperti Stela.
Amelia menatap Brian, Brian mendekati Alex dan duduk di kursi.
Brian: lalu seperti apa gadis pilihan Alex?
Alex: wanita yang tangguh dan bisa bela diri.
Brian: wow, jika dia bisa bela diri kamu tentu tidak dibutuhkan lagi.
Alex: papa salah. Aku memilih wanita tangguh dan bisa bela diri agar kami bisa terus berjuang bersama dan bisa saling membantu. Karena jika wanitaku lemah maka aku akan melemah. Jika wanitaku kuat aku akan bangkit dan menjadi lelaki yang lebih kuat. Kira kira seperti itulah.
(Dalam hati Brian)
Astaga.. putraku semakin rumit saja. Kapan aku bisa memahaminya. Hmmm, semua ucapanku selalu di makannya.
Amelia: sudah sudah, ayo makan. Papa dan Love akan pergi, Alex dan mama kita bisa menonton film bersama. Oke?
Alex: oke ma..
Brian dan keluarganya menikmati makana malam bersama. Brian sesekali melihat ke arah Lovely dan Alex, senyumnya mengembang. Waktu terus berputar tanpa di sadari dirinya sudah semakin menua. Dan anak anaknya sudah tumbuh dewasa.
Begitu juga Amelia, yang mengembangkan senyum cantiknya menatap suami dan anak anaknya.
(Dalam hati Amelia)
Senang rasanya melihat Brian dan anak anak baik baik saja. Semoga kebahagiaan selalu datang menghampiri kita. Jangan sampai ada lagi air mata. Cukup seperti ini saja sampai akhir nanti. I love you Brian, Lovely, Alex..
Amelia melihat tangan Brian yang ada diatas meja. Tangannya perlahan menghampiri tangan Brian, menggenggam erat tangan Brian. Brian terkejut, menatap Amelia. Amelia tersenyum manis pada Brian, Brian juga tersenyum pada Amelia.
----------@@@@@----------
Hai hai.......
Hallo semua, kembali lagi kita. Hehehe.. Jangan kemana mana ya, cerita ini akan terus berlanjut kok. Semoga selalu suka dengan cerita yang saya berikan. Maaf author libur beberapa hari. Kehujanan jadi dropp, baru bisa kembali ngetik naskah lagi meski belum sepenuhnya membaik. Semua demi kalian readers. Saya akan terus berjuang!!!! SEMANGAT....
Jangan lupa terus dukung semua karya karya saya ya. Beri like, komentar, dan juga vote. Saya akan mencoba terus memberikan yang terbaik kepada kalian semua. I LOVE YOU ALL.. ❤❤❤❤❤
----------@@@@@----------
Salam hangat
__ADS_1
"Dea Anggie"