
Karena Brian masih dalam masa pemulihan, Amelia berinisiatif mengambil tugas Brian di kantor. Brian menjaga Lovely dirumah. Amelia selalu pulang saat jam makan siang. Jika ada rapat atau kesibukan dikantor Amelia akan kembali. Jika tidak, Amelia akan dirumah bersama Brian dan Lovely.
♡Amelia♡
Akhirnya sampai juga. Untunglah hari ini tidak ada pekerjaan. Bisa istirahat dengan si tampan dan si cantik. Aku turun dari mobil dan berjalan masuk ke dslam rumah. Rumah sepi sekali, mungkin Brian dan Lovely sedang tidur.
Aku membuka pintu kamar dam masuk, perlaham menutup pintu. Aku berjalan mendekati ranjang. Hmm so sweet.. suami dan anakku sedang tidur siang. Mereka terlihat sangat manis. Aku meletakan tasku, dan berganti pakaian. Aku masuk ke dalam kamar mandi untuk membasuh muka. Setelah selesai, aku keluar dari kamar mandi. Aku berjalan mendekati Lovely dan Brian.
Amelia: (berbisik pelan) sayang..
Brian perlahan membuka mata, aku mencium kilas pipi Brian dengan lembut. Brian perlahan bangun, dan menatapku.
Brian: sudah pulang? (Bicara pelan)
Amelia: (mengangguk) ayo makan bersama. (Tersenyum)
Brian terseyum padaku, aku mengangkat Lovely, dan memindahkannya ke dalam box. Aku dan Brian keluar dari kamar dan berjalan menuju meja makan. Brian menarik kursi dan duduk. Aku mengikat rambutku dan menyiapkan makan untuk Brian. Aku menuang bubur dalam mangkuk dan menghidangkannya untuk Brian.
Brian: tariklah kursimu mendekat. Aku ingin kamu suapi.
Amelia: oke, apa lukamu masih terasa sakit? Kita perlu panggil dokter? (Berdiri, menarik kursi mendekati Brian)
Brian: tidak, aku hanya ingin selalu dekat denganmu. Thankyou sayang, kamu sudah bekerja keras selama seminggu ini. Kamu mau repot mengurus kantor.
Amelia: tidak masalah. Aku hanya mewakilimu untuk rapat. Iya tidaknya proyek adalah keputusanmu sayang. Kamu direkturnya bukan aku. (Duduk di kursi)
Brian: sama saja. Kamulah bossku. Si cantik Amelia Putri.
Aku meniup bubur dan menyuapi bubur pada Brian. Brian makan dengan lahap. Hanya hitungan menit dia dudah mengahabiskan semangkuk bubur dan ingin tambah. Aku mengambil bubur lagi, mengaduk dan meniupnya karena ini masih panas. Aku meniup berulang ulang dan menyuapnya pada Brian.
Brian tersenyum menatapku. Hmm.. senyumnya sungguh menggoda. Dia tanpan dan juga manis. Senyum tampannya selalu membuat hatiku berdebar.
Deg..
Deg..
Deg..
Jantungku selalu berdebar. Berdegup kencang saat melihat Brian atau saat Brian melakukan hal manis. Hanya dia satu satunya pria yang berhasil membuat jantungku berdebar.
Brian: bagaimana di kantor hari ini?
Amelia: semua baik. Jangan khawatir, pikirkan kesembuhanmu saja. Oke?
Brian: kamu juga pikirkan kesehatanmu. Janggan sampai jatuh sakit.
Amelia: iya sayang. Terimakasih (tersenyum) kamu selalu perhatian padaku.
Brian: tentu saja. Jika bukan aku, siapa lagi yang akan perhatian denganmu. Begitu juga sebaliknya, jika bukan kamu. Siapa lagi yang akan perhatian denganku. (Tersenyum)
Brian memegang erat tanganku meletakan tangaku di dadanya. Aku merasakan degup jantungnya.
Deg..
Deg..
Deg..
Pria ini, bisa berdebar juga saat bersamaku. Aku tertawa kecil melihat wajah Brian yang merona.
Brian: jangan tertawakan aku sayang.
Amelia: pria bisa berdebar juga dekat dengan wanita?
Brian: tentu saja. Hanya kamu wanita yang membuat jantungku ingin lompat keluar. Kamulah satu satunya wanita yang ada dalam hatiku. Namamu terukir dalam hatiku. Amelia Putri, i love you..
Amelia: (tersenyum, meraba lembut wajah Brian) i love you too (mencium kilas kening Brian)
Brian: setelah sembuh, ayo kita pergi ke Indonesia. Aku ingin datang mengunjungi makam papa dan mama. Membaca Lovely menemui mereka.
Amelia: oke tampan, habiskan dulu buburmu. Aku akan siapkan obat dan vitaminmu.
__ADS_1
Aku meletakan mangkuk bubur di hadapan Brian. Aku berdiri dan masuk kedalam kamar. Aku msngambil obat Brian, aku mengintip Lovely. Mencium lembut kening Putriku yang sedang tertidur pulas. Aku kembali keluar, menyiapkan air putih dan obat untuk Brian.
Brian sudah menghabisanya bubur dan meminum obatnya. Dia membawa mangkuk kosong ke dapur, aku menyusul Brian ke dapur. Aku membuka kulkas mengeluarkan kotak makan berisi salad buah. Brian menatapku. Brian memncuci piring kotor.
Brian: makanlah dulu, jangan hanya makan salad. Apa kamu sedang diet lagi?
Amelia: iya, beratku naik. (Membuka kotak makan dan mulai makan salad) aku harus diet.
Aku berdiri di samping meja. Menatap bunga mawar segar yang ada dalam vas, di atas meja dapur. Brian selalu mengganti bunga mawar dihadapanku dengan bunga mawar yang baru setiap melihat bunga yang lama layu.
Aku merasa sesuatu melingkar di perutku. Ternyata tangan Brian. Brian memendamkan wajahnya di punggungku. Brian memelukku erat. Aku memegang tangan Brian yang melingkar di perutku. Mengusap tangannya dengan lembut.
Amelia: ada apa?
Brian: tidak ada apa apa. Makanlah saladmu, biarkan aku seperti ini, aku lelah. Ingin bersandar padamu sayang.
Amelia: hmm.. bersandarlah, apa yang ingin kamu katakan? Katakan saja. Jangan ada yang kamu sembunyikan Brian.
Brian: apa lagi yang akan aku katakan. Aku hanya akan mengatakan "aku mencintaimu, sangat mencintaimu. Sekarang dan selamanya, hanya kamu Amelia Purtri.
Amelia: hmm Brian.. sungguh manis. Terimakasih sayang. (Bahagaia)
Brian: sama sama. Makanlah nasi atau roti, jangan hanya salad. Aku tidak ingin kamu sakit. Jaga dirimu baik baik, jangan sampai teluka dan sakit.
Amelia: iya, aku akan jaga diri. (Melepas tangan Brian dan berbalik)
Aku memegang wajah Brian lembut, aku menatap dalam matanya. Mata yang indah, wajah yang tampan. Hati yang baik hati. BRIAN ku sungguh sempurna. Lelaki luar biasa, aku sangat beruntung bisa menjadi istrinya.
Brian: makanlah yang banyak, agar kamu gemuk dan sehat. (Menarik hidung Amelia)
Amelia: ouch.. (memegang hidungnya) sakit sayang.
Brian: benarkah? Maaf sayang (mencium kilas hidung Amelia)
Brian mendekatkan wajahnya, menempelkan hidungnya pada hidungku. Menempelkan dahinya pada dahiku. Brian memeluk pinggangku.
Brian: berjanjilah satu hal Amelia..
Brian: jangan pergi meninggalkanku. Aku tak akan sanggup bertahan tanpamu. Jangan pergi sayang. Jangan meninggalkanku seorang diri.
Amelia: maaf Brian, aku tidak akan mengulangi kesalahan dan kebodohan yang sama. Kamu jangan masukan dalam hati. Aku tidak akan pergi Brian, aku akan bersamamu. Sekarang dan selamanya kita akan terus bersama.
Brian: terimkasih sayang. (Memeluk) ayo kita habiskan waktu bersama, bersenang senang dan bahagia bersama. Aku ingin menua bersamamu. Milihat anak anak kita tumbuh besar.
Amelia: anak anak? Bukankah anak kita hanya satu?
Brian: tunggu aku pulih, aku akan.. (kata kata terputus)
Amelia: jangan bicara sembarangan. Sembuh saja belum, sudah banyak bicara.
Brian: (melepas pelukan) besok aku akan ke kantor. Sebelum ke kantor aku akan kerumah sakit untuk periksa.
Amelia: oke boss.. istirahatlah. Aku masih ingn makan.
Brian mencium bibirku kilas. Mengecup keningku lama dengan lembut. Menyandarkan kepalaku ke dalam pelukannya.
♡Brian♡
Aku sedang memeriksa laporan yang di berikan Amelia. Amelia duduk di sampingku, menyandarkan kepalnaya di dadaku.
Amelia: ada sesuatu?
Brian: tidak, hanya saja aku merasa tidak asing dengan nama David Harvisson.
__ADS_1
Amelia: jika ragu kamu bisa menolaknya sayang.
Brian: aku akan menemuinya besok. Jangan khawatir.
Amelia: besok aku akan mengantarmu ke rumah sakit dan kekantor. Aku akan menemanimu sepanjang hari. Kita bawa Lovely juga. Agar bisa melihat dan mengenal lingkungan luar.
Brian: hmm.. istriku yang terbaik. \(Tersenyum\)
Aku meletakan dokumen di meja. Aku bersandar di bantal, memegang erat tamgan Amelia. Mencium lembut punggung tangannya.
Brian: ayo tidur. Kamu pasti lelah.
Amelia: hmm.. kamu juga..
Aku dan Amelia berbaring, aku memeluk Amelia, membelai lembut rambut Amelia. Dan mencium kebingnya kilas.
Amelia: selamat malam lelakiku, suamiku, sayangku, selamat tidur. Aku selalu menyayangimu.
Brian: \(tersenyum\) selamat malam, wanitaku, istriku, cintaku, selamat tidur. Mimpi yang indah \(berbisik lembut\)
Amelia memelukku dan tertidur. Dia sudah tidak bersuara lagi. Aku pun menutup mataku perlahan dan hanyut dalam mimpi.
Hallo semua..
Terimakasih sudah berkunjung di cerita saya, Yuk mampir di novel saya yang lain.
Yang berjudul,
• Pelukan Hangat Paman Tampan \(End\)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
\(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan\)
Jangan lupa beri like, ☆ dan isi kolom komentar.. 😉😘
Bye bye..
Salam Hangat,
__ADS_1
\[Dea Anggie\]