Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
S2 - EPISODE 161


__ADS_3

Naomi berkeliaran di ruangan dokter Frans. Flip geram dan terus menatap kepada Naomi. Naomi tertawa melihat ekspresi lucu seorang Flip Collyn, beberapa kali Flip Colly menaikan alis dan melotot. Flip ingin agar Naomi menjaga sikapnya meski dokter Frans tidak bisa melihatnya.


Dokter Frans merasa aneh, melihat kesisi kiri dan kanan. Dokter Frans kembali menatap Flip, Flip menatap sesuatu dan Dokter Frans mengikuti arah tatapan Flip. Dokter Frans tidak melihat apa-apa, hanya melihat dinding.


"Apaa lagi yang dilihat oleh Flip. Sungguh pemuda ini penuh dengan misteri. Hmm kenapa perasaanku tidak enak ya, tiba-tiba saja merasakan sesuatu. (Naomi ada di belakang dokter Frans) hhh.. ini mengerikan." Batin Dokter Frans.


Dokter Frans berdiri dan menatap Flip. "Flip, aku akan ke kamar kecil dan pergi mengambil membuat kopi. Tolong jika ada temanmu jangan biarkan dia berkeliaran. Aku merasakan sesuatu yang aneh. Astaga.." kata dokter Frans, dokter Frans berjalan cepat keluar dari ruangannya.


Flip menutup mata kilas dan mengacak-acak rambutnya. "Naomi!!!!" Flip kesal dan geram.


Naomi mendekati Flip dan tersenyum cantik. "Ada apa? Kamu marah padaku? Karena aku berkeliaran?" Naomi menggoda Flip.


"Jangan masuk kamarku, atau aku akan memusnahkanmu jika kamu berani melanggar kata-kataku ini. Hantu nakal, tidak bisakah kamu diam dan berhenti mengacau? Aaargghh.. aku bisa gila karenamu." Flip membuang muka, dan melipat dua tangannya.


Naomi menahan tawa, Flip terlihat begitu menggemaskan. Naomi mendekat dan meraba wajah Flip dengan lembut, Flip terkejut saat wajahnya di sentuh oleh Naomi. Flip berusaha untuk tetap tenang. Naomi mendekat dan mencium lembut pipi Flip, seketika wajah Flip memerah.


"Oh tidak, hantu ini lagi-lagi menciumku. Aku harus apa, ahhh.. ini memalukan." Batin Flip.


"Maaf Flip, membuatmu kesal. Aku berjanji akan menurut padamu." Suara Naomi lembut.


Flip merasa kasian dan memalingkan wajah, Flip menatap Naomi. Naomi terlihat sedih menatap Flip.


"Jangan menatapku, aku sudah maafkan kamu." Kata-kata Flip membuat Naomi tersenyum senang.


"Terimakasih Flip.. Muaachh..." Naomi mengecup kilas bibir Flip.


Mata Flip melebar, Naomi benar-benar hantu nakal yang dengan sesuka hati menciumnya. Membuat Flip diam tanpa kata dan tidak berdaya, rasa kesal Flip langsung hilang. Entah mengapa Flip tidak bisa membenci atau melukai Lovely sejak awal bertemu.


Kleeeekkk..


(Pintu ruangan terbuka)


Naomi berpindah tempat, berdiri di belakag Flip. Dokter Frans menghidangkan teh hijau kesukaan Flip.


"Minumlah, spesial untukmu nak." Kata Dokter Frans.


"Terimakasih dok, anda selalu tau apa yang saya sukai." Flip tersenyum tampan.


"Jadi, kamu akan tidur di mana? Kamu akan lama disini kan?" Tanya dokter Frans penasaran.


"Aku akan disini untuk satu minggu kedepan dok. Dan aku sudah menyewa sebuah apartemen sebelum aku datang kesini tadi. Aku harus cari tempat tidurku dulu sebelum aku berkeliling. Hahahaha.." Flip tertawa diikuti Dokter Frans


"Hahaha.. inilah yang aku rindukan darimu Flip. Kamu sangat suka tidur bahkan saat dikelas pun bisa tidur. Anehnya saat ditanya kamu bisa menjawab dengan benar. Luar biasa murid kesayanganku ini." Ucap dokter Frans mengingat-ingat masa lalu.


"Ahh kenapa dokter harus cerita hal ini sekarang, disaat ada Naomi. Hantu nakal di belakangku ini pasti akan mengejekku." Batin Flip mengeluh.


Flip tersenyum kaku menatap dokter Frans. Memikirkan betapa buruknya hari-hari yang akan di lalui kedepannya karena Nomi pasti akan mengejek dan mengatainya. Dokter Frans terus membicarakan hal-hal mengenai Flip di masa lalu. Flip merasa tidak senang dan merasakan sesuatu yang aneh mendengar cerita dokter Frans.


♡♡♡♡♡


Malam harinya..


Andrew keluar dari kamar mandi, berjalan mendekati lemari pakaiannya. Andrew berdiri di depan cermin dan melihat dirinya di cermin dengan senyuman dingin.


"Malam ini adalah misi pertamaku, aku harus bisa dapatkan informasi. Ahh setidaknya aku harus tau bagaimana q ke kamar mandi dulu ya Simon Jack. Aku akan menuntut keadilan untuk papaku, aku tidak peduli lagi meski papaku harus marah dan kecewa. Tekadku sudah bulat, aku ingin semua orang merasakan penderitaan." Batin Andrew.


Andrew membuka lemari pakaiannya dan mengeluarkan pakaian ganti. Andrew mengenakan pakaiannya dan bergegas keluar dari kamarnya.


Lovely yang sudah lama mengintip di pintu akhinya melihat Andrew keluar dari kamarnya dengan berpakaian rapi. Lovely mengerutkan dahi, "sudah malam begini, Andrew ingin pergi kemana? Aku akan ikuti dia." Batin Lovely, Lovely berbalik dan dengan cepat menggenakan jaket dan topinya. Lovely membawa tasnya dan keluar dari kamarnya mengikuti Andrew.

__ADS_1


Andrew berjalan meninggalkan rumah dengan berjalan kaki. Love mengikuti di belakang dengan langkah hati-hati, tidak ingin sampai ketahuan. Andrew naik taxi dan pergi, Lovely berjalan cepat dan mencari taxi. Love akhirnya mendapat taxi dan langsung naik ke dalam taxi.


"Tuan, tolong ikuti taxi didepan." Kata Lovely dengan menunjuk taxi yang di tumpangi Andrew.


"Baik nona." Jawab supir taxi.


Lovely terus memikirkan kemana Andrew akan pergi, hatinya gelisah. "Kemana Andrew, kenapa tidak membawa mobil? Dan ini juga sudah malam." Batin Lovely, menggigit ujung ibu jari tangan kanannya.


♡♡♡♡♡


Julian datang ke Club, Julian dan temannya ada janji untuk bertemu. Julian diantar pelayan ke ruangan yang sudah dipesan temannya.


"Silahkan tuan." Kata pelayan itu ramah dengan membukakan pintu ruangan.


Julian berjalan masuk dalam ruangan, pintu kembali di tutup oleh pelayan. Julian melihat temannya dan berjalan mendekati temannya yang sudah menunggu bersama seorang wanita cantik di sampingnya.


"Hai Julian, selamat datang teman." Sapa temannya itu.


"Hai, lama tidak berjumpa." Jawab Julian yang langsung duduk di sofa.


Julian duduk bersandar, melipat kaki dan melipat tangan di dada. Menatap dengan senyum tipis ke arah temannya.


Temannya tersenyum, berbisik kepada waninta di sampingnya. Wanita di sampingnya tersenyum dan mncium teman dari Julian itu. Wanita teman Julian berdiri dan pergi, Julian menatap kepergian wanita mainan temannya itu lalu mengerutkan dahinya.


"Kemana mainanmu akan pergi?" Tanya Julian pada temannya.


"Aku memintanya membawakan temannya untukmu teman, santai saja. Kita nikmati malam ini dengan bersenang-senang. Aku tidak akan mengecewakanmu teman baikku." Teman Julian itu tersenyum lebar.


"Ahh sial! Kamu membuatku mati penasaran Enddy. Aku akan membunuhmu." Julian tertsenyum menggoda Arron.


"Hahahaha.. coba saja bunuh, aku akan bongkar kejahatanmu kepada papamu. Hahaha.. siapa sangka si Julian yang baik hati dan ramah adalah seorang pembuat onar." Kata Enndy menatap Julian.


Enddy menutup rapat mulutnya, menyatukan bibir atas dan bibir bawahnya lalu menatap ke arah Julian. Pintu ruangan terbuka, wanita Enddy membawa seorang wanita cantik dan sexy bersamanya. Wanita Enddy mendekati Enddy dan duduk di samping Enddy.


"Sayang, aku sudah bawakan pesananmu." Kata wanita itu menantap Enddy.


"Terimakasih sayang, malam ini aku akan memuaskanmu." Bisik Enddy di telinga wanitanya lalu mencium kilas bibir wanitanya.


Enddy menatap wanita yang berdiri tak jauh darinya dan tersenyum. "Hai, aku Enddy Harry. Dan dia temanku, Julian Roobs. Kekasihku membawamu untuk bekerja, layani temanku dengan baik jika kamu ingin upah yang besar. Tidak perlu cemas, temanku juga pasti akan memberimu banyak uang. Bukan begitu Julian?" Enddy menatap julian.


"Tentu saja, (tersenyum menatap Julian lalu menatap wanita yang berdiri itu.) Kemarilah cantik, kita bersenang-senang." Ajak Julian.


Wanita yang berdiri itu tersenyum dan berjalan perlahan menghampiri Julian Roobs. Julian Roobs menepuk pahanya memberi isyarat, wanita tersebut langsung duduk di pangkuan Julian Roobs. Tangan Julian bergerak cepat merangkul pinggang wanita tersebut.


"Hmm.. cantik sekali, apakah rasamu seenak mataku memandang kecantikanmu?" Bisik Julian pada wanita tersebut.


"Anda tidak akan kecewa dengan pelayanan saya tuan, saya akan memuaskan anda."jawab wanita itu dengan suara lembut.


"Ahhh suara yang indah, tubuh yang sexy. Hmmm aku tidak sabar menikmatimu." Kata Julian sembari mengusap bahu wanita dipangkuannya.


Enddy mengambil dua gelas berisi wine. Dan memberika satu gelas pada Julian. "Ehemm.. ayo kita minum Julian, kamu bisa lanjutkan bermesraan nanti. Aku sudah sediakan kamar hotel untukmu." Kata Enddy mengedipkan sebelah matanya.


Julian tersenyum dan menerima segelas wine dari tanagan Enddy. "Thanks.." jawab Julian.


Julian dan Enddy bersulang, menikmati wine bersama dan bersenang-senang. Mereka berbincang mengenai perusahaan dan juga beberapa hal menarik lainnya.


 


Taxi yang di tumpangi Andrew sampai di depan club. Usai membayar tagihan, Andrew mengenakan kembali topinya dan turun dari taxi. Berjalan masuk kedalam club.

__ADS_1


Taxi Lovely berhenti tidak jauh dari taxi Andrew. Lovely membayar tagihan dan turun dari taxi, Lovely merapikan jaket dan topinya juga rambutnya. Lovely melihat sekeliling tempat tersebut.


"Untuk apa Andrew ke club? Bukankah dia tidak pernah ke tempat seperti ini jika tidam di ajak papa atau paman. Ahh ini mencurigakan sekali, jangan-jangan.. hhhhmmmm.. ayolah Love jangan berfikiran jelek, siapa tau bertemu teman baru dan hanya kebetulan temlaynya di club." Batin Lovely dengan melangkah mengukuti Andrew.


Didalam club begitu ramai, mata Lovely terus menatap Andrew. Tidak ingin kehilangan jejak. Lovely melihat Andrew duduk di sofa dan memesan minuman. Lovely duduk di kursi dan juga memesan minuman tanpa alkohol.


"Hmm.. aku akan lihat dan tunggu disini, siapa yang yang ingin di temui oleh Andrew. Hmm.. meski aku sudah beberapa kali datang ke club dan mengenal apa itu club aku harus tetap waspada. Jangan sampai aku memancing atau mencuri perhatian orang lain. Tenangkan dirimu Love, tenang. Semua akan baik-baik saja. Semua akan baik." Batin Lovely mencoba untuk menenangkan diri.


Minuman yang dipesan Lovely datang. Lovely mencicipi minumannya dan terus menatap ke arah Andrew yang sedang serius bermain ponsel. Lovely merasa lelah, tidak ada pergerakan apapun dari Andrew.


"Aahh ini melelahkan, kenapa Andrew harus datang kesini dan apa yang dia lakukan. Mengesalkan sekali." Guman Lovely.


Jauh di tempat Andrew, Andrew melihat sekeliling dan mengamati seluruh tempat.


"Jadi ini club milik Simon Jack, sekarang aku harus bisa mencari cara agar aku bisa bertemu dengan Simon Jack. Aku bertanya pada siapa ya?" Batin Andrew yang terus mengamati keadaan.


Seorang wanita cantik mendekati Andrew dan langsung merangkul Andrew, menyapa dengan suara nakalnya. "Hai tuan tampan, sedang mencari seseorang?" Tanya wanita itu.


Andrew terkejut, namun Andrew berusaha untuk tetap tenang. "Hai cantik.. aku orang baru dinkota ini dan aku menyukai club ini. Pemiliknya memiliki selera yang bagus." Andrew memulai percakapan.


"Ahh, kamu orang baru.. perkenalkan.. (mengulurkan tangan) aku Seira Jack, aku adalah manager pengelola club ini. Pamanku pemilik Club ini." Wanita itu tersenyum manis.


"Hmm ini kesempatan bagus,, aku bisa manfaatkan Seira." Batin Andrew.


Andrew menyambut tangan Seira dan mengecup punggung tangan Seira dengan lembut. "Namamu secantik parasmu Seira, aku suka." Ucap Andrew tersenyum tampan.


Seira senang, wajahnya memerah. Jantungnya berdebar kencang, Seira ingin melayang karena pujian Andrew.


"Apa aku bermimpi? Lelaki tampan ini, dia menyukaiku?" Batin Seira senang.


"Duduklah Seira, ayo kita minum bersama." Ajak Andrew.


Seira mengangguk dan duduk di hadapan Andrew. Mata lentik Seira terus menatap wajah tampan Andrew, sepertinya Seira mulai terpikat oleh pesona Andrew yang luar biasa.


Lovely melihat semuanya, Lovely terkejut melihat apa yang dilihatnya dengan mata kepalanya. Andrew dengan seorang wanita sedang bicara dan bermesraan, bahkan Lovely melihat saat Andrew mencium tangan wanita itu. Lovely terlihat kesal dan marah, tangannya mengepal erat.


"Brengs*k semua pria sama saja! Dia mencoca selingkuh dariku? Ahh menyebalkan sekali, aku mengikutimu dan kamu hanya ingin aku melihat semua ini Andrew? Kamu benar-benar mengecewakanku Andrew, aku kecewa." Batin Lovely.


Lovely menghabiskan minumannya dan kembali memesan minuman, kali ini Lovely memesan sebotol wine, Lovely ingin minum sampai mabuk. Dan menghilangkan kekesalannya pada Andrew.


@@@@@... @@@@@...


HALLO..


maaf ya libur beberapa hari..


Author sedang sakit dan tidak enak bada .. tetiba dropppp..


Semoga kalian maklum dan gak bosan menunggu..


Terimakasih..


Jangan lupa like,, komen,, vote dan ranting bintang ya..


Bye bye..


Sampai jumpa di episode selanjutnya.


♡Dea Anggie😉♡

__ADS_1


 


__ADS_2