Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
S2 - EPISODE 214


__ADS_3

Keesokan harinya,


Amelia bangun lebih awal dan membuat sarapan. Brian menyusul Amelia kedapur setelah melakukan rutinitas paginya.


Brian membantu Amelia mencuci piring, Brian terlihat serius dan bersemangat. Amelia mendekat, berjinjit dan mencium kilas pipi Brian.


"Serius sekali, ini hanya mencuci piring. Bukan proyek dengan nilai jutaan dollar." Amelia berbisik menggoda Brian.


"Bukankah mencuci piring juga mendapatkan upah? Kamu lupa kamulah bossnya? Aku tidak berkerja cuma-cuma boss." Brian melirik kearah Amelia.


"Oh begitu, berapa uang yang kamu butuhkan tuan Candra?" Amelia mendekat dan memeluk Brian dari belakang.


"Semuanya," jawab Brian.


"Semua? Baiklah, ambil saja semua. Semua yang aku miliki adalah milikmu." Jawab Amelia.


Brian selesai mencuci piring, Brian mencuci tangan dan mengeringkan tangan. Tangan Brian melepaskan pelukan Amelia dan berbalik. Brian menatap Amelia, membelai rambut Amelia.


"Sayang, yang aku maksud semua adalah semuanya yang ada padamu, dirimu. Bukan uangmu. Jika uang aku sudah punya banyak, tidak perlu lagi meminta uangamu. Jaga lah dirimu, karena dirimu adalah milikku, milikku selamanya." Kata Brian.


"Oke, aku akan menjaga diriku baik-baik untukmu. Kamu juga harus menjaga baik-baik dirimu untukku, kita sepakat?" Amelia tersenyum manis.


"Selalu saja membalikkan tangan, kenapa kamu harus meniru kata-kataku. Nyonya Candra ini sungguh menggemaskan." Brian tersenyum memeluk Amelia.


Amelia mengeratkan pelukan, mengusap punggung Brian. Amelia teringat sesuatu, Amelia melepas pelukan dan menatap Brian.


"Oh aku lupa, susunya belum aku hangatkan." Kata Amelia.


Brian menggandeng tangan Amelia dan meminta Amelia duduk. "Biar aku yang hangatkan, kamu duduklah."


Brian berjalan mendekati lemari pendingin, membuka lemari pendingin dan mengeluarkan susu. Brian menuang susu dalam panci dan meletakan diatas tungku untuk dihangatkan.


Brian kembali berjalan mendekati Amelia, Brian duduk di tepi meja.


"Jangan lupa untuk pulang lebih awal nanti. Kita ada janji makan malam dengan Ha Na dan Marco." Kata Amelia.


"Hmm, aku mengerti. Kamu tidak perlu cemas. Aku akan ingat itu dan pulang lebih awal nanti." Jawab Brian.


Lovely datang kedapur dan mengambil air minum. Lovely melihat papa dan mamanya di dapur lalu menyapanya.


"Pagi, mama papa." Suara Lovely serak.


"Pagi sayang, sudah bangun?" Tanya Amelia.


"Pagi, sudah berdoa?" Tanya Brian.


Lovely meneguk air minumnya di gelas dan berdiri menghadap Brian juga Amelia.


"Sudah papa, jangan ditanya lagi. Aku terbangun awal, tidak bisa tidur lagi. Merasa haus jadi aku turun." Jawab Lovely.


Brian mendekat dan mengusap kepala Lovely, "benar-benar putriku." Brian memuji.


Susu sudah mendidih, Brian mematikan pematik kompor dan menuang susu dalam gelas. Lovely membantu Brian, Amelia tersenyum dari jauh melihat tinggah lucu suami dan putrinya.


♡♡♡♡♡


Brian dan Alex berada di ruang rapat, hari ini Brian menugaaskan Alex untuk memimpin jalannya rapat, Brian tetap mengawasi Alex, melihat pekembangan putranya dalam bekerja.


Lovely juga menjalankan pekerjaanya. Hari itu Lovely kembali menemui klien di luar kantor. Disaat bersamaan Andrew meminta Lovely untuk bertemu dengan alasan rindu. Lovely mengiyakan dan memberikan alamat dimana mereka akan bertemu.


♡♡♡♡♡

__ADS_1


Lovely bertemu dengan klien dan berbincang, Andrew datang dan melihat sekitar cafe. Andrew melihat Lovely sedang sibuk membicarakan bisnis dengan klien.


Andrew tidak ingin mengganggu dan memilih duduk di lain tempat, Andrew duduk tidak jauh dari Lovely. Lovely tidak menyadari keberadaan Andrew karena sibuk berdiskusi.


Lovely dan klien akhirnya mencapai kesepakatan kerjasama. Lovy senang akhirnya pekerjaanya selesai dengan baik.


"Nona Candra, senang bisa menjalin kerjasama dengan anda." Klien Lovely berbicara sopan.


"Sama-sama tuan, senang betemu anda. Dan terima kasih sudah meluangkan waktu bertemu saya." Lovely tersenyum ramah pada kliennya.


"Saya harus segera pergi nona, karena sedang terburu-buru. Sampaikan rasa terima kasih saya kepada tuan Candra, permisi." Klien pergi meningglakan Lovely.


Lovely mengangguk, setelah kliennya pergi Lovely merapikan berkas dokumen yang berserakan dimeja. Andrew yang melihat Lovely sibuk, berdiri dan menghampiri Lovely. Membantu merapikan dokumen di meja.


Lovely terlejut, menghentikan merapikan dokumen. Lovely menatap ke arah Andrew. Andrew memberikan dokumen ditanganya pada Lovely.


"Thanks," Lovely tersenyum.


"Hanya thanks?" Jawab Andrew.


"Lalu?" Tanya Lovely. Lovely menumpuk dokumen menjadi satu diatas meja.


Andrew meraih tangan Lovely, mencium lembut punggung tangan Lovely. Lovely terkejut, Andrew begitu manis. Perlakuan Andrew membuat jantung Lovely berdebar.


Banyak orang melihat, namun Andrew bersikap biasa-biasa saja. Tidak mempedulikan apa kata orang. Lovely dan Andrew duduk berdampingan, Andrew memesan minuman pada pelayan.


"Kamu tidak sibuk?" Tanya Lovely.


"Tidak, aku sedang senggang. Pekerjaanku tidak banyak, ada apa? Aku mengganggumu?" Tanya Andrew.


"Tidak, bukan itu maksudku Andrew. Aku mengira kamu akan sibuk sehingga kamu tidak ada waktu bertemu denganku." Kata Lovely.


"Astaga, kenapa kata-katamu seperti tidak asing didengar? Kalimat yang sering aku dengar dari papaku." Kata Lovel.


"Papamu yang mengajariku, memberitahuku jika waktu adalah segalanya. Waktu yang kita miliki adalah waktu yang tidak pasti, oleh karena itu kita harus pandai mengatur waktu dan mengguna waktu sebaik mungkin. Karena waktu yang terlewat tidak akan kembali terulang, dan waktu juga tidak bisa berhenti." Kata Andrew.


"Kamu benar Andrew, waktu adalah hal berharga yang kita punya. Aku sangat setuju dengan kata-katamu" Lovely menambahkan.


"Jadi bagaimana oekerjaanmu hari ini? Semua berjalan lancar kan?" Tanya Andrew.


"Ya semua lancar, akua menyelesaikan dengan baik. Ada apa kamu ingin bertemu? Jangan membuat alasan hanya karena rindu." Kata Lovely.


Andrew meletakan sebuah tas di atas meja, Andrew memberika oada Lovely.


"Pakai ini untuk makan malam nanti. Aku khusus beli ini untukmu. Jika kamu tidak bertambah gemuk, aku rasa muat, jika tidak muat jangan dipaksa untuk dipakai. Aku tidak ingin kamu merasa tidak nyaman, ok?" Andrew menjelaskan.


Lovely mengambil tas dan mengintip isi tas, matanya melebar melihat sebuah gaun berwana biru muda yang sangat cantik. Lovely menatap Andrew dan tersenyum cantik.


"Terima kasih Andrew, aku senang mendapatkan ini sebagai hadiah." Jawab Lovely.


"Sama-sama sayang, semoga kamu menyukai pilihanku." Kata Andrew.


Andrew tersenyum tampan menatap Lovely, senyuman yang menawan dihadapan Lovely benar-benar adalah senyuman yang bisa membuat wanita manapun terpesona.


Senyuman tampan, dengan tatap mata yang hangat langsung meluluhkan hati dan membuat jantung berdebar.


@@@@@... @@@@@...


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..

__ADS_1


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Pelukan Hangat Paman Tampan


(End, jika tidak ada kendala akan saya lanjutkan sekuel dari UMEKO SAKURA LEWI yang akan menjadi season ke tiga dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Pangeran Es Jatuh Cinta


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Suami Pengganti


•Pangeran Vampir


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)


•Vampir "Sang Abadi"


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


•Cinta Lama Yang Datang Kembali


•Mommy And Daddy (CLYDK2)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3


•Perfect Father


•Kamu Dan Aku


•Banyak ya.. (hehehe.. maafkan authornya lagi menggila bikin novel kala itu.. jangan khawatir pasti di tamatin semua kok..)


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,


"Dea Anggie"

__ADS_1


__ADS_2